NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:980.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Lagi-lagi Tiana Ngamuk

     Ardana tampak gelisah, dia kerap kali melihat jam di tangannya. Sementara waktu saat ini sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Dia harus pulang, sebab sang Mama sebelum tiba di rumahnya tadi saat diantar pulang, mewanti-wanti untuk menjaga Nayra.

     "Aduh...bagaimana ini?" bingungnya masih melihat jam di tangannya. Keadaan ini, diam-diam diamati Tiana.

     "Aku tahu Mas Arda gelisah karena dia bingung mau pulang. Biarkan saja, aku tidak akan tidur cepat-cepat. Aku akan terus melek agar Mas Arda tetap bertahan," bisik Tiana dalam hati.

     "Mas Arda, kenapa sejak tadi Mas selalu melihat arloji? Itu arloji mahal, kan?"

     "Nggak Tia, ini sudah malam, sepertinya Mas harus pulang. Kamu segera tidur, sebab kalau kamu begadang, Mas takut kondisi kamu kambuh lagi. Tensi kamu bisa naik dan cepat memicu stres," bujuk Ardana, akhirnya dia mengakui bahwa kegelisahannya ini karena ia harus pulang.

     "Mas...tega banget kamu mau pulang setelah dua malam kamu tidak menungguin aku di sini. Kenapa sih, apa sekarang kamu lebih bela dan mencintai istrimu?" Tiana marah, kilatan matanya kembali memerah. Ardana sudah was-was kalau Tiana kembali ngamuk.

     "Tidak Tia, istri Mas memang baru sembuh dari sakit, dan Mama berpesan agar Mas menjaganya. Kalau di hari pertama kesembuhannya, dia sudah kehilangan Mas, Mas khawatir dia akan laporan ke Mama," jawab Ardana resah.

     "Alah, hanya gara-gara itu. Biarkan saja dia laporan, biar orang tua Mas Arda tahu kalau kita saat ini bersama," balas Tiana meremehkan.

     Ardana terdiam, kini dia dilanda bingung. Apa yang harus dia lakukan?

     "Mas...duduk dengan tenang di sampingku. Kalau Mas Arda ngantuk, Mas bisa tiduran di sofa itu. Aku akan merasa tenang kalau kamu sudah berada di dekatku."

     Ardana tidak bisa menolak, ia tetap di samping Tiana.

     Tiana senang, akhirnya Ardana bisa ia taklukan. Dengan leluasa Tiana bisa memegang tangan Ardana dengan erat.

     "Mas, kapan dong pernikahan kita terwujud? Setidaknya pernikahan siri dulu?"

     Jantung Ardana seakan mau copot mendapat pertanyaan dadakan seperti itu. "Apa? Pernikahan siri?" Wajah Ardana masih diliputi kaget.

     "Iya, kenapa? Kenapa Mas Arda sangat kaget? Kalau Mas Arda tidak bisa menceraikan istrimu, lebih baik ikat aku dengan pernikahan siri. Dengan menikah siri, aku jamin aku akan sembuh dari sakit ini. Sebab, setiap berada di dekat Mas Arda, hati aku merasa tenang dan nyaman," tutur Tiana menjelaskan bagaimana perasaannya jika ia menikah siri dengan Ardana.

     "Tapi, itu tidak mungkin Tia. Kalau ketahuan kantor, bisa fatal. Mas terancam kena sanksi," balas Ardana sambil menghela napas dalam.

     "Ya sudah, kalau begitu ceraikan saja. Alasannya mudah, dia tidak bisa memberikan Mas Arda anak, iya, kan?" desak Tiana lagi, membuat pikiran Ardana semakin kalut.

     Di tengah-tengah pikiran yang kalut, tiba-tiba pintu ruang rawat Tiana dibuka seseorang.

     "Mbak Tia...aku datang, Mbak."

     Ardana terkejut, lalu melepaskan tangannya dari cengkraman Tiana.

     "Ohhh...maaf, rupanya ada yang menunggu." Perempuan muda itu kembali mundur dan merasa tidak enak karena melihat Ardana di sana, di samping Tiana.

     "Siapa dia, apakah dia terapis yang pernah Mbak Tiana sebutkan tempo hari?" gumam perempuan muda itu keheranan.

     Ardana berdiri, dia mempersilahkan perempuan muda yang usianya seumuran Nayra itu untuk mendekati ranjang.

     "Silahkan, Mbak, mendekat saja," ujar Ardana sambil mengayun tangannya memberikan tempat untuk perempuan muda yang ternyata Nepa.

     Nepa tersenyum, lalu mendekat. "Terimakasih, Mas. Saya datang ke sini bermaksud menjaga Kakak saya. Tadinya saya dan kedua orang tua saya mau datang. Tapi, saya kasihan kalau kedua orang tua kami ke sini, mereka sudah lelah karena pekerjaan."

     "Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu keluar, ya. Mbak...euhh...maaf siapa namanya?"

     "Nama saya Nepa, Mas."

     "Mbak Nepa, silahkan bicara dengan Kakaknya. Saya keluar dulu. Kalau ada apa-apa, panggil Perawat atau Dokter jaga di ruang piket," tukas Ardana.

     Nepa mengangguk.

     "Mas Arda, jangan pergi Mas. Aku tidak mau ditungguin adik aku. Aku mohon. Kalau kamu pergi, maka aku akan ngamuk lagi," tahan Tiana mengancam.

     Arda yang sudah melangkah dua langkah menuju pintu, terpaksa kembali menoleh dan menatap Tiana dengan serba salah.

     "Tia, Mas hanya ke ruang piket. Kamu bicara dulu dengan adikmu, ya." Ardana kembali membujuk Tiana dengan lembut.

     Nepa mengamati interaksi antara sang kakak dan pria yang disebut Mas Arda barusan. Nepa menduga-duga siapakah pria itu, apakah mantan kekasih yang pernah Tiana sebut tempo hari?

     Setelah Ardana pergi, Nepa mendekat dan duduk di samping Tiana. "Mbak, siapa pria itu. Apa dia terapis yang Mbak bilang mantan kekasih yang meninggalkan Mbak menikah?" cecar Nepa sangat penasaran.

     Tiana tersenyum. "Iya. Terus kenapa?"

     "Dia kan punya istri, kenapa Mbak selalu menuntut dia yang ingin menjaga Mbak di sini? Kan ada aku, Papa atau Mama? Papa dan Mama ingin banget nungguin Mbak di sini, mereka khawatir dengan Mbak?" Nepa menatap lekat Tiana, dia tidak setuju dengan sikap yang diambil Tiana.

     "Itu urusanku, Nepa. Jangan ikut campur. Dan awas, kalau kamu sampai membuat Papa dan Mama nungguin aku di sini," sengor Tiana dengan galak.

     "Mbak pasti takut ketahuan kalau Mbak telah melakukan pembersihan sisa kuret Mbak enam bulan lalu, kan?" serang balik Nepa.

     "Suttt, diam...jangan keras-keras!" sentak Tiana takut.

     "Harusnya yang bertanggung jawab pada diri Mbak adalah Pilot bajingan itu. Mbak desak dia, karena dia yang telah membuat Mbak nyaris gila seperti ini. Mbak nggak berani desak dia. Kenapa malah orang lain dikenai getahnya?"

     "Nepa, kurang ajar kamu. Aku bukan gila, aku hanya merasa tertekan. Kenapa kamu justru memojokkan aku di saat aku memiliki cara sendiri untuk menyembuhkan mental aku? Apapun caraku, sebaiknya kamu jangan ikut campur," sengak Tiara lagi dengan suara meninggi.

     "Tapi, cara Mbak salah."

     "Kamu harus tahu, Nepa. Aku nggak bisa nuntut pria itu, sebab aku sudah diancam. Kenapa juga kamu malah sebut pria itu lagi, membuat aku semakin stres saja? Lagipula, istrinya pernah mengancam aku dengan menghadirkan orang-orang bertubuh besar. Gimana aku bisa nuntut? Aku berharap, dia kecelakaan saja dalam pesawat." Ucapan Tiana emosional.

     "Jangan mendoakan buruk, sebab di dalam pesawat itu tidak hanya Pilot bajingan itu," sergah Nepa.

     "Sudahlah Nepa, pergi dari sini. Kamu tidak aku butuhkan. Yang aku butuhkan adalah Mas Arda. Aku bisa membuat dia percaya kalau aku seperti ini gara-gara dia."

     Nepa mendengus, dia menggeleng tidak setuju. Baginya Tiana sudah benar-benar gila.

     "Mbak gila. Mbak benar-benar sudah gila."

     "Aku memang gila, Nepa. Tergila-gila sama Mas Arda. Sekarang kamu pergi. Pergiiii...."

     Tiana berteriak. Ardana yang kebetulan sudah berada di depan ruangan Tiana, mendengar teriakan Tiana.

     "Tiana ngamuk lagi?"

1
PNC
klo sy lbh milih ga bersama lg
maaf ini sy pribadi
utk anak tetap boleh dekat
tp tdk hrs bersama lg
itu klo sy
PNC
lagian demi kemanusiaan kenapa manggil si mantan sayang
penting ya menyembuhkan dengan manggil panggilan ditambah sayang
PNC
dokter kok jadi saraf juga
psikolog apa itu
edi edi 123
lanju6
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya sayang banget Tiana ga happy ending sm Setyadi padalah kalo nikah bisa namain anaknya Setiana hehe
Lina Zascia Amandia: Heheh.. iya bnr ya Kak? Beneran nih Kakak mau kisah Tiana dan Setyadi? Nanti sy siapin deh. Asal mampir ya... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Jadinya nama nya Setyadi ya bukan Sutikno 😆
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkkwk
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kok jd Setyadi wkwk perasaan waktu itu namanya Suktino, inget banget aku sampe komentar : dia selingkuh dr Ardana ke Sutikno 🤣 sekarang malah Setiyadi 🤣 kamu selingkuh berapa kali Tia 😆
Lina Zascia Amandia: Ah yg bnr, biar sy cek. Gini nih kalo nulis gak sy catat nama pemerannya di buku. Suka kelupaan.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kasian juga si nepa 3 taun bantu ngurusin mbak nya yg stress mana hubungan persahabatan nya juga jd renggang 🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
dih, cemburu sama tama.. tama bukan tiana ya yg stress wkwk tama bisa dikasitau baik2 ga kayak tiana dikit2 tantrum 😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
disini nih kak bi neni nya wkwk
Lina Zascia Amandia: Wah... nanti sy revisi deh ya... makasih atas ketelitiannya.
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan di atas nama nya bi neni jd bi ratni 🤣
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti sy revisi ya.
total 3 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya temen situ juga sangat mengecewakan dipikir jd nayra selama tiga taun ga banyak makan ati apa 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
setelah ku pikir2 nama tokoh nya trah Ar-ana semua ya wkwk Ardana, Arkana, Aryana cuma beda huruf ketiganya doang 😆
Lina Zascia Amandia: Hehehe... iya Kak..... 🤭🤭
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah mama nya arda ganti nama wkwk perasaan karina kok jd kirana 😂
Lina Zascia Amandia: Karina Kak. Wah... kayaknya sy salah tulis. Nanti direvisi ya...
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah belum tau dia, perempuan kalo pergi dengan kemarahan & kecewa bisa tiba2 jd mandiri, apalagi kalo ada duit bisa tiba2 ke paris padahal kalo di dalem kota aja gatau mana utara selatan barat sm timur 😂🙏
Lina Zascia Amandia: Betul.. mm
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lu kata nayra jin apa ya di suruh muncullah 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
HAHAHA kena deh 🫵🏻😛
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
harusnya kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr awal dia bisa langsung kasitau ardana kalo mbak nya stress wkwk tp gpp walaupun terlambat untung si nepa masih waras ga pro ke pelakor 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini nepa ga di kenalin sm ardana juga sama si nayra? ga dateng di nikahannya nayra kah? kok pas ketemu ardana di rs dia ga ngenalin ardana juga sebagai suami sahabatnya.. kalo dia tau ardana suami sahabatnya dr lama kan pas di rs dia tau tuh kalo mbak nya berusaha ngejebak dan di nikahin ardana harusnya bisa kasitau ardana dr awal kisah mbak nya jd rumah tangga ardana sm nayra ga gugur bunga 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
aku masih bingung ini nepa temenan sm nayra udah lama kan ya? apa cuma temen nongkrong yg kadang2 aja? kok bisa ga tau kakak nya si nepa udah tahunan temenan 🙄 aku kalo udah temenan bertahun tahun apalagi udah sampe main ke rumah pasti sedikit banyak tau kakak/adeknya temen trus ortunya slnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!