NovelToon NovelToon
Closer To Me

Closer To Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu 0325

Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.

Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.

Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.

Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 18.

Setelah Victoria kembali kekamarnya lagi, dia menatap sekitar dan menyadari bahwa dia telah kembali kekamarnya, sambil mengenggam liontin ketika dia tiba.

Victoria mengangkat liontin ditangannya, ekspresi wajahnya dalam sesaat langsung berubah lebih cerah dan senyum lebar terpancar diwajahnya. Seketika itu Victoria melompat girang sambil mengangkat liontin penuh kebahagiaan.

"Akhirnya aku berhasil!."seru Victoria melompat girang melompat kecil senang

Sambil kegirangan dengan wajah berseri-seri Victoria menjatuhkan dirinya diatas tempat tidur. Menatap langit-langit kamarnya bahwa sebentar lagi dia akan semakin dekat dengan tujuan utamanya.

Saat terlalu senang, Victoria sampai langsung terlelap tidur dengan raut wajah senang, masih menggenggam liontin ditangannya.

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, sampai membuat Victoria tidur begitu lama hingga tengah malam, karena suara ketukan pintu kamar sambil memanggil namanya.

Mendengar suara dari pintu kamarnya, Victoria membuka matanya dengan perlahan sedikit menyipit, menggosok matanya pelan bangun dari tidurnya.

"SIAPA YA!."teriak Victoria dengan penampilan berantakan beranjak dari duduknya mendekati pintu untuk membuka karena pintunya dia kunci dari dalam juga

Saat mendengar suara dari dalam menjawab, Reyna yang sedari tadi memanggil nona Victoria, langsung menjawab dengan suara sedikit keras.

"Saya Reyna nona, saya datang untuk mengantarkan makan malam untuk nona!."jawab Reyna berdiri diambang pintu yang masih tertutup

Ketika Victoria mendengar siapa yang telah mengetuk pintunya, Victoria semakin melangkah dengan langkah perlahan pandangannya masih menyesuaikan sekitar sambil berjalan sedikit sempoyongan.

"Oh, sebentar!."sahut Victoria lalu bergegas membuka pintukan pintu

Begitu pintu terbuka lebar, dan memperlihatkan Reyna sambil membawa nampak berisi makanan. Victoria memandangi Reyna dengan tatapan menyipit masih berusaha menahan kedua matanya yang lengket.

"Apa nona baru saja bangun tidur?."tanya Reyna sempat terkejut beberapa saat saat melihat penampilan nona Victoria saat ini

"Ah, iya! Tubuhku lelah sekali karena itu aku tidur sampai aku terbangun karena mendengar suara kamu membangunkanku tadi."jawab Victoria sambil tersenyum kecil lalu membalikkan tubuhnya masuk kedalam dan diikuti Reyna

"Apa nona perlu saya buatkan minuman ramuan herbal untuk menyegarkan tubuh nona?."ucap Reyna melangkah masuk lalu meletakkan nampak diatas meja dengan hati-hati sesekali menatap nona Victoria

"Minuman apa yang kamu katakan, rasanya pasti pahit kalau pahit tidak perlu."jawab Victoria tidak ingin minum ramuan herbal jika rasanya pahit seperti jamu

Mendengar perkataan nona Victoria, Reyna menatap sambil mengelengkan kepalanya pelan bahwa minuman ramuan herbal yang dia racik tidaklah pahit, tapi menyegarkan.

"Sama sekali tidak pahit nona, karena ramuan itu hanya berupa madu dan campuran buah segar yang diambil sarinya. Saya jamin nona pasti menyukainya!."jawab Reyna menjelaskan bahan ramuan yang dia maksutkan

Mendengar bahwa minuman herbal itu, tidak pahit. Victoria menganggukkan kepalanya pelan setuju untuk dibiarkan satu.

"Baiklah, aku mau."angguk Victoria setuju dan akan mencicipi minuman yang dimaksud Reyna

"Baik, nona. Saya akan kembali lagi dan membawakan minuman tersebut."jawab Reyna menganggukkan kepalanya patuh dan mengerti

Pada saat Reyna ingin melangkah pergi dari kamar, Victoria sejenak menghentikan Reyna untuk bertanya sesuatu yang ingin Victoria tanyakan.

"Reyna, tunggu sebentar!."panggil Victoria menatap Reyna yang berniat ingin pergi lagi untuk membuatkan minuman untuknya

Kemudian Reyna berhenti melangkah pergi, lalu menolehkan tubuhnya kesamping menunda kepergiannya sejenak.

"Ada apa nona? apa ada hal lain yang nona butuhkan?."tanya Reyna dengan tatapan lembut mempertanyakan alasan nona Victoria menghentikan langkahnya

"Tidak ada, hanya bertanya bagaimana keadaan ibu sekarang. Apa ibu baik-baik saja?."ucap Victoria menatap Reyna sedikit merasa khawatir dengan ibunya karena tidak bisa bertemu

Ketika nona Victoria mempertanyakan keadaan nyonya, Reyna terlihat terdiam sejenak merasa khawatir mengingat kondisi kesehatan nyonya beberapa hari terakhir.

"Ada apa kenapa kamu diam, jika ada yang ingin kamu katakan. Katakan saja padaku, bagaimana pun aku berhak tahu kondisi ibuku."ucap Victoria menatap Reyna yang hanya terdiam sebelum menjawab

Bahkan saat melihat ekspresi wajah Reyna membuat Victoria merasa khawatir, dan menduga kekhawatirannya adalah benar.

Dengan kepala sedikit terangkat lurus, Reyna menatap kearah nona Victoria lalu berusaha untuk bicara dan mengatakan kondisi nyonya agar nona Victoria mengetahui hal ini, meskipun nyonya tidak mengijinkannya.

"Nona sebenarnya kondisi nyonya semakin memburuk beberapa hari terakhir, nyonya sering sekali batuk berdarah hingga mengakibatkan kesehatan nyonya jadi menurun."ucap Reyna menjelaskan dengan berat hati tidak ingin menutupi kondisi nyonya saat ini

"Apa? Kenapa kamu tidak beritahukan semuanya padaku."tanya Victoria terdengar khawatir ketika mengetahui kondisi ibu kian memburuk

Ketika nona Victoria selesai bicara dan terlihat begitu marah, Reyna langsung menundukkan kepalanya dengan rendah.

"Maafkan saya nona, saya menyembunyikan kesehatan nyonya karena nyonya sendiri yang meminta, karena tidak ingin membuat nona khawatir."ujar Reyna terdengar pelan menyesali kesalahannya yang tidak bisa mengatakannya sekarang

Mendengar perkataan Reyna, Victoria menjadi terdiam mengerti. Lagipula seperti dialur cerita, ibu tidak pernah menceritakan kesehatannya karena tidak ingin membuat putrinya khawatir.

Tetapi bukankah ibunya sakit karena obat yang ibunya minum adalah obat yang berbeda. Karena Victoria sudah mengetahui kejahatan selir licik itu, Victoria mendudukkan dirinya dikursi dengan tatapan serius kemudian menatap Reyna kembali dengan ekspresi tenang.

"Reyna bisakah kamu ambilkan obat yang biasa ibuku konsumsi."ucap Victoria dengan tatapan tenang namun tersembunyi kecurigaan tentang obat yang diminum ibunya selama ini

Jika obat yang diminum ibunya benar-benar beracun, maka Victoria harus segera menyelidikinya dan mencoba menganti obat lain.

"Kalau boleh saya bertanya, untuk apa nona ingin saya mengambilkan obat nyonya. Apakah ada sesuatu pada obat itu?."tanya Reyna dengan ekspresi penasaran dan bingung langsung bertanya

Victoria menyipitkan kedua matanya menatap Reyna, lalu dengan keyakinan seratus persen Victoria menganggukkan kepalanya pelan bahwa apa yang dipikirkan Reyna merupakan kecurigaannya.

"Meskipun aku tidak tahu pasti apa bahan didalam obat itu, tapi aku sangat yakin bahwa obat yang dikonsumsi ibu adalah obat yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh ibu."ucap Victoria dengan penuh kecurigaan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!