Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.
"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.
Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.
"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.
"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.
"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode Dua
"Cuw..cit.." burung beo kicau suara.
"Ini makan dengan baik, ya" wanita itu menaruh pakan burung beo kecil peliharaannya ke wadah yang sudah tersedia.
"Aku tinggal dulu, ya" ia berpamitan pada burung itu dan disapa balik oleh lawan bicaranya.
"Cuw..cit..cit.." burung beo itu berkicau sambil menganggukkan kepala riang sebanyak 3 kali.
Setelah memberikan pakan peliharaannya, dirinya berjalan ke luar dari kamar.
"Semoga mereka tidak marah, hm..." gumamnya wanita itu.
Lalu ia melangkahkan kakinya dan memasuki lift, di dalam lift wanita itu berdiam diri sembari menunggu.
Beberapa menit kemudian...
Ting
Lift terbuka dan ia pun keluar dari sana, dan sesekali melihat ke arah jam tangan.
"Astaga, sekarang pukul 10" wanita itu segera mempercepatkan langkah berjalannya.
Wanita itu bernama Cellsyia Wielthama Azka, ia berprofesi sebagai pemilik toko bunga yang terkenal dikota Sagha.
***
Saat ini Cellsyia tengah mengendarai mobil seorang diri, ia sengaja laju kendaraannya agak kencang agar sampai ke toko bunga.
3 Jam kemudian...
Mobil sport berwarna kuning terparkir di seberang toko bunga
"Sampai juga.." Cellsyia membuka sabuk pengamannya, sampai pemilik mobilnya keluar.
Wanita itu berjalan menuju tempat tujuan, tampak sekitar 10 orang yang sedang menunggu kedatangannya di kursi.
"Maaf atas keterlambatan saya datang ke toko bunga" ujar Cellsyia dengan ramah setelah membukakan pintu untuk para pelanggannya tersebut.
"Tidak apa-apa, Mbak" sahut pria muda.
"Kami memakluminya kok, dan sengaja datang lebih awal kesini" kata wanita paruhbaya dan diangguki oleh yang lainnya.
"Silakan masuk.."
Dan kemudian mereka masuk ke dalam, lalu disusul oleh Cellsyia. Mengantri satu per satu dan wanita itu dengan sigap melayaninya dengan cepat. Sampai pada pelanggan terakhir, ia berkata pada Cellsyia.
"Mba, keren banget ya bisa menjadikan toko bunga ini terkenal disini" ucap gadis muda.
Cellsyia menanggapinya dengan tersenyum hangat.
"Oh iya, Mbak sendiri kenapa tidak memperkerjakan karyawan? Padahal kalau jika ada karyawan Mbak tinggal duduk tenang, dan biarkan mereka yang melayani para pelanggan" gadis muda itu berkata.
"Soal itu Saya masih belum ada niat untuk membuka lowongan para karyawan, tapi dalam waktu singkat Saya akan mengadakannya. Terima kasih atas saran yang telah diberikannya" setelah mengatakan itu Cellsyia memberikan bunga pesanan pada gadis muda di depannya.
"Ini bunga pesanannya" langsung diterima baik oleh gadis muda itu, sebelum ia pergi dari sana gadis muda mengatakan sesuatu.
"Kalau Mbak butuh bantuan Saya, Saya siap kok bantu Mbak.."
Gadis muda itu mengeluarkan ponselnya lalu berkata.
"Mbak, Saya minta nomor ponsel Mbak nya"
"Boleh" Cellsyia mengejakan nomor ponselnya dan gadis muda itu mengetikannya.
"Sudah, terima kasih, Mbak. Semoga laris manis jualannya" ucap gadis muda itu.
"Amin, terima kasih sudah berlanggan di toko bunga ini"
Setelah demikian gadis muda itu pergi dari sana, dan meninggalkan Cellsyia sendirian di dalam toko bunga tersebut.
"Hm, tapi aku mencari dimana ya untuk nanti karyawannya?" dahinya terlihat mengernyit, wanita itu tengah berpikir.
Kemudian bunyi suara telepon berasal dari ponselnya, sigap segera mengangkatnya.
"Ya, halo.." ucap Cellsyia.
"Halo Yia, kamu sekarang lagi dimana?" seseorang di seberang sana bertanya padanya.
"Kok tiba-tiba menanyakan aku sedang dimana?" batinnya berkata.
"Toko bunga" jawab Cellsyia.
"Baik, tetap disana, jangan pergi"