NovelToon NovelToon
MISTERI DESA GETIH

MISTERI DESA GETIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:40.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Alawiyah yang nekad menyusul suaminya ke kampung halaman yang terletak dilereng Gunung Kawi, membuat ia dihadapkan pada teror yang mengerikan.

Desa yang ia bayangkan penuh kedamaian, justru menjadi mimpi buruk yang mengerikan.

Rahasia apa yang sedang disembunyikan suaminya?

Ikuti kisah selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan

"Nanti tak cari ya, Mbok. Sepertinya memang harus didatangkan dari desa ini dukunnya," Rini menatap iba pada Bayu, yang merupakan kakak kandungnya.

"Si Mbok sudah gak tau lagi harus berbuat apa. Andai saja Bayu tidak pulang ke kampung ini, maka ia akan baik-baik saja," Ratih merasa gagal dalam menyelamatkan puteranya.

Ia teringat beberapa tahun yang lalu, saat dimana Bayu berpamitan pergi merantau, ia merasa cukup senang, setidaknya ia sudah membuat puteranya tak berada didesa ini lagi.

Akan tetapi, entah panggilan apa yang membuatnya harus kembali kemari.

"Kita pasti menemukan cara untuk menyembuhkan Mas Bayu, Mbok. Jangan takut." Rini berusaha menegarkan hati ibunya.

Ia tau wanita yang sudah melahirkannya itu cukup lelah, dan tidak mudah untuk merawat orang yang mengalami stroke hingga berbulan-bulan.

Saat bersamaan, Bagas, yang merupakan anak sulung dari Ratih—datang menjenguk, ia tinggal tak jauh dari kediaman si Mbok—nya, hanya saja tadi lagi sibuk dikebun jagung yang siap panen.

"Bagaimana kabar Bayu, Mbok?" Bagas berjongkok, memegang kening adik lelakinya, dan suhu tubuhnya biasa saja, hanya sudah hampir tiga bulan ini, ia tidak sadarkan diri, tubuhnya sangat kurus dan tinggal tulang serta kulit saja.

Rahangnya tampak tirus, dan ketampanannya hampir menghilang, sebab itu yang menjadi kebanggan saat ia masih sehat bugar.

"Ki Priyono tidak sanggup menanganinya, Mbok gak tau lagi mau cari orang pintar kemana." Ratih tampak putus asa.

"Sabar ya—Mbok, nanti pasti kita temukan dukun yang jauh lebih hebat, dan Mas Joko pasti sembuh," Rini berusaha menenangkan hati ibunya kembali.

ia melihat nada putus asa yang tak tau jalan keluarnya. "Tapi, Mbok saya dengar dari tetangga, katanya ada perempuan muda yang datang kemari, dan mengaku istri Bayu, apa benar?" tiba-tiba saja Rini teringat akan hal itu.

Ratih menghela nafasnya dengan berat. Ia menatap kedua anaknya, dan kembali menatap Bayu yang terbaring tanpa tenaga.

"Sebaiknya wanita itu usir saja. Jangan beri ia kesempatan untuk tinggal dirumah ini." Ratih tampak muram. Ia merasakan hal yang sangat dalam.

ia menoleh ke arah kamar yang tampak hening, dan sunyi, tempat dimana menantunya terbaring karena lelah.

"Jangan begitu, Mbok. Kasihan dia jauh-jauh datang. Kan Mbok bisa terbantu buat ngurus Bayu." Bagas mengingatkan.

"Lagipula, Bayu itu orangnya sangat sulit sekali jatuh cinta. Jika ia sudah menikah, itu artinya wanita itu sangat special baginya," Bagas kembali mengingatkan.

"Kamu jangan mencoba mempengaruhi ibu, sebab itu tidak akan merubah keadaan yang ada, justru kita akan direpotkan, dia sudah mendekati bulan lahiran,"

Kedua tercengang, dan saling tatap. "Wah, nambah cucu, dong" celetuk Bagas.

"Apapun caranya, ia harus pergi, secepatnya!" Ratih tak ingin berdebat, ia memilih bangkit dari duduknya, sebab merasakan sesuatu yang sentuhan, yang membuat bulu kuduknya meremang.

Ratih menatap sekelilingnya, dan entah mengapa akhir-akhir ini ia merasakan seperti ada yang selalu mengawasi setiap gerak dan geriknya.

Bagas ikut menatap ke arah sudut ruangan yang dilihat oleh Ratih, dan merasakan hal yang sama, bulu kuduk yang meremang.

"Mbok. Coba fikirkan sekali lagi. Bisa saja dengan kehadiran kakak ipar, Mas Bayu dapat sembuh, dan kita harus mencobanya terlebih dahulu." Rini ikut bicara, dan semoga saja si Mbok dapat mempertimbangkan semuanya.

"Dia sedang hamil, nantinya Mbok akan bertambah repot ngurusin dia, dan kalau sampai lahiran, pasti tambah repot lagi ngurus bayinya. Apakah kalian ingin membunuh si Mbok dengan kelelahan semu ini?" Ratih tampak berang, dan wajahnya menyiratkan kemrahan yang begitu kontras.

"Jadi dia sedang hamil, Mbok?" Bagas terlihat terkejut.

"Iya, ini akan menjadi masalah. Sedangkan masalah untuk Bayu saja belum selesai, ditambahi beban yang baru lagi." keluh Ratih dengan wajah muram.

Bayangan kelahiran cucunya, pasti akan menimbulkan masalah baru. Ia sudah dapat memprediksinya dengan tepat.

Saat bersamaan, ia semakin merasakan bulu kuduknya meremang, dan punggungnya terus menebal, seolah ada sosok yang hadir dengan jarak yang cukup tebal.

"Nanti kalau Mbok merasa direpotkan, biar tinggal dirumah saya saja, Mbok. Atau nanti kita sewakan saja rumah sendiri," Bagas memberi saran, dan berharap diterima oleh si Mbok nya..

"Nantinya, Bayu kita serahkan kepadanya, biar istrinya yang urus." Bagas bersikeras dengan pendiriannya.

Ratih menoleh ke arah puteranya. "Jangan keras kepala! Besok kau antar iparmu ke pangkalan ojek, suruh dia pulang ke kampungnya!" tegas Ratih lagi, dan nada bicaranya mulai tinggi.

Dalam kemarahannya, ia tanpa sengaja melihat kelebatan bayangan hitam yang melintas menuju kamar, tempat dimana Alawiyah sedang tertidur pulas.

"Mbok, sabar, sabar, ya. Kita selesaikan dengan kepala dingin, jangan diturutkan hati yang sedang panas," Rini mencoba menenangkan situasi yang mulai tegang. "Besok kita sarankan untuk istri Mas Bayu agar kembali ke kampungnya."

Rini sangat hafal sifat ibunya yang keras kepala, maka harus penuh kelembutan dalam menghadapinya.

"Kalau gak mau, paksa saja!" Ratih menekan nada bicaranya. Ia melangkah menghampiri kamar Alawiyah. Lalu bibirnya tampak berkomat-kamit membaca sesuatu, dan perlahan merasakan dadanya nyeri, seperti ada yang menusuk jantungnya.

Ratih memilih menghampiri Bayu, duduk sejenak, menatap kosong pada puteranya dengan wajah cemas, dan tidur disisi puteranya yang saat ini tak juga membuka matanya.

Bagas dan Rini saling pandang. Si Mbok terkenal memiliki watak yang keras kepala, sehingga keinginannya harus dituruti.

"Bagaimana—Mas?" tanya Rini pada kakak tertuanya.

"Kita fikirkan saja besok. Sebaiknya kita pulang dulu." sarannya.

Saat bersamaan, Hanan dan juga Hana tiba-tiba merewel, meminta segera pulang dari rumah si Mbah.

"Bu, kita pulang—yuk. Dedek takut," rengek Hana, yang terus saja menatap ke arah pintu kamar Alawiyah.

"Ya—sudah, ayo pulang. Besok kita main kemari lagi." Rini mengajak kedua anaknya pulang, ditambah lagi si Mbok sudah tertidur, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Bagas ikut pergi, dan tak lupa mereka menutup pintu rumah si Mbok, tanpa dikunci, sebab sangat aman dari maling.

Lagipula, siapa yang mau mencuri dirumah gubuk tersebut.

*****

"Bu, apakah ini malam Rabu Kliwon?" gadis bernama Novita yang menggenakan handuk berwarna hitam, dan melilit bagian dada hingga pangkal pahanya saja, memperlihatkan kemolekan tubuh yang dimilikinya.

Ia memiliki kulit yang cukup mulus, dan ini adalah kedua kalinya ia melakukan hal ritual yang sudah disepakati.

"Kamu harus melayani dengan baik. Buat ia puas, dan nanti imbalannya cukup besar." pesan Ratna pada puterinya.

Tangannya sibuk meracik ramuan ritual, dari kembang telon, yang mana perpaduan kenanga, mawar merah, dan juga kantil.

Ditambah segelas cairan pekat darah dari ayam cemani, dan dupa yang masih menyala, serta bubuk kemenyan yang yang terus saja ditaburkan.

Aromanya yang cukup kuat, menguar keluar ruangan, dan menyebar keseluruh Desa Getih.

"Berbaringlah diatas permadani hitam itu." tunjuk Ratna pada sebuah alas yang sudah disiapkan.

Dengan patuh, Novita berbaring disana, dan Ratna mulai berkomat-kamit membaca mantra.

Wuuuussh

Desiran angin bertiup dengan semilir, menghantarkan aroma singkong bakar yang cukup menyeruak.

"Novita, sekarang giliranmu, ibu keluar dulu, jangan buat ia kecewa." Ratna menatap puterinya yang sudah terbaring pasrah.

"Baik, Bu." jawab Novita patuh.

Ratna mengangguk setuju, dan ia bangga pada puterinya yang dapat diajak bekerja sama, lalu beranjak dari tempatnya.

Ia melangkah keluar dari ruang rahasia, kemudian menutup pintu dengan rapat.

Sedangkan Novita memejamkan matanya, menanti sesuatu dengan debaran hatinya yang memburu.

Ia merasakan kehadiaran sesosok makhluk yang sudah pernah membuatnya melayang dan ketagihan.

Sesaat bayangan wajah Bayu melintas dipandangannya, dan senyumnya terulas lebar.

1
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Mereka bikin geram aja ya, enak aja mau numbalin orang, 😡orang jg mau hidup.

Yang bikin naik pitan itu mereka gak munafik, terang-terangan mlh pesugihan nya.
neni nuraeni
😂😂😂 dsr hantu kocak,,,, jgn gas usir perasaan itu trhdp Alawiyah itu tak baik,,, pasti kamu bkl Nemu gdis yg lebih baik dan Sholeha sperti Alawiyah
Tini Nurhenti
sekarang serba onl3n,belanja aja onlen .
Tini Nurhenti
ngepet onlen 😍
Tini Nurhenti
🤣🤣🤣🤣🤣🤭👍
Ayani Lombokutara
cariin bagas jodoh thor
Marsiyah Minardi
Bagas ,itu demit jangan cuma digeplak aja ,lempar aja mereka ke jurang 🤣🤣
Demit kok suka kepo ganjen ngghibah 😄😄
FiaNasa
ayo semua kluarga Ratih tetap semangat menjalani hari,,bismillah ..teruslah berjuang dijalan Allah smpai desa getih jadi desa normal tanpa pesugihan
FiaNasa
semua warga didesa getih memelihara demit jadi gak ada critanya mereka takut sama demit😀😀
SENJA
semangat terus! yok semangat💪
☕𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehhh bagas kok bisa liat si kun dan si om cong to

waduhhh gaaas jagan itu istri adik mu lho
SENJA
YaAllah tresno mulutmu 😳😑
Desyi Alawiyah
Mbak Kun kurang kerjaan banget deh.. pake ngagetin Bagas segala... 🤭
SENJA
laaah novita ngapain situ 😳
SENJA
dan ga penyugihan
Desyi Alawiyah
Lah, Desa yang lain juga menganut ilmu pesugihan? Kirain warga Desa Getih doang yang melakukan ilmu pesugihan...

Ya allah, kasihan banget keluarganya mbok Ratih.. 😓
yuyun Rahayu
ku Aamiinkan paling kenceng Bagas smg dpt jdoh seprti Alwiyah kaya adik iparmu🤭🤭
yuyun Rahayu
mau ikutan yaaaa ngepet online ya😂😂😂😂
Ai Emy Ningrum: anjay 😱😱
total 2 replies
yuyun Rahayu
semga dpt jdoh di desa lain ya Bagas,dan calon istrimu kaya Alwiyah yg soleha
Ai Emy Ningrum: yoiii 😽 ciwik2 jg ogah sama cowok yg gampang meleyot otot nya sama isi dompetnya 👻👻
total 2 replies
Amelya Rahmadhani
lanjut kak💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!