NovelToon NovelToon
KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Olshop sukses Jaya

Arga Pratama, seorang mekanik tangguh yang hidupnya sederhana namun penuh prinsip, tak sengaja bertemu dengan Clara, wanita cantik pewaris perusahaan besar yang sedang lari dari perjodohan. Karena suatu keadaan terpaksa, mereka harus terikat perjanjian kontrak palsu. Siapa sangka, dari bau oli dan mesin, tumbuhlah benih cinta yang tak pernah disangka-sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olshop sukses Jaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Penuh Rahasia

Hari berganti malam, bengkel yang biasanya sunyi kini terasa berbeda. Cahaya lampu kuning menerangi ruangan kecil di belakang, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di dinding.

Clara duduk di tepi kasur tipis itu, memeluk lututnya. Di hadapannya, di atas meja kayu yang sederhana, terhampar selembar kertas putih besar. Di atasnya tertulis rapi poin-poin perjanjian yang mereka sepakati.

KONTRAK PERNIKAHAN PALSU

1. Pihak A (Arga Pratama) dan Pihak B (Clara Wijaya) setuju untuk menikah secara resmi di hadapan hukum.

2. Pernikahan ini hanya bersifat formalitas dan sandiwara untuk jangka waktu 1 TAHUN.

3. Pihak B akan memberikan modal usaha kepada Pihak A senilai jumlah yang telah disepakati.

4. Selama kontrak berjalan, Pihak A wajib melindungi dan menyediakan tempat tinggal bagi Pihak B.

5. Tidak ada hak dan kewajiban suami istri yang sesungguhnya. Kedua belah pihak dilarang memiliki perasaan lebih atau melakukan hal-hal yang melampaui batas persahabatan.

6. Jika kontrak berakhir atau salah satu pihak melanggar kesepakatan, maka pernikahan ini dapat dibatalkan dengan cara perceraian.

Clara menelan ludah, matanya membaca ulang poin nomor 5 berulang kali. "Tidak ada hak dan kewajiban suami istri..."

Entah kenapa, membaca kalimat itu membuat dadanya terasa sesak dan aneh. Padahal itu yang dia inginkan, itu yang dia tawarkan sendiri. Tapi kenapa rasanya ada sedikit rasa kecewa?

"Sudah dibaca semua?"

Suara Arga membuat Clara tersentak. Pria itu berdiri di ambang pintu, memegang dua gelas teh hangat. Wajahnya tampak serius, jauh dari kesan ramah.

"Sudah," jawab Clara pelan. "Semua isinya sudah aku setujui."

Arga mendekat, meletakkan gelas teh di meja. Ia lalu mengambil pulpen dan menyerahkannya kepada Clara.

"Tanda tangani di sini. Dan aku juga akan menandatangani di sini," ucap Arga datar. "Setelah ini, kita resmi menjadi suami istri... di atas kertas."

Clara mengambil pulpen itu. Tangannya sedikit gemetar saat menyentuh kertas tersebut. Ini adalah keputusan terbesar dalam hidupnya. Menukar kebebasannya dengan sebuah ikatan palsu demi menyelamatkan dirinya sendiri.

Dengan napas tertahan, Clara melayangkan tanda tangannya dengan indah dan rapi. Clara Wijaya.

Arga menyambar pulpen itu, lalu dengan tangan kokoh dan tegas ia menuliskan namanya. Arga Pratama.

Selesai.

Perjanjian itu kini mengikat.

"Baiklah," Arga melipat kertas itu dengan rapi lalu menyimpannya di dalam laci meja terkunci. "Resmi mulai besok pagi. Kita akan ke KUA untuk urus surat nikah. Aku akan minta tolong teman baikku yang jadi penghulu biar prosesnya cepat dan tidak banyak pertanyaan."

Clara mengangguk lemah. "Baik, Mas Arga."

Suasana menjadi hening kembali. Hanya terdengar suara detak jarum jam dinding yang berirama. Tik... tok... tik... tok...

Mereka berdua sadar, malam ini adalah malam terakhir mereka menjadi orang asing satu sama lain. Besok, status mereka akan berubah.

"Tempat tidurnya untukmu," ucap Arga tiba-tiba, memecah keheningan. "Aku akan tidur di luar, di bangku tunggu depan."

"Eh? Jangan dong Mas! Kasihan, di luar dingin dan keras," tolak Clara cepat. Ia merasa tidak enak hati. "Kita bisa cari solusi lain. Misalnya... aku tidur di sofa, Mas Arga di kasur."

"Tidak perlu. Aku laki-laki, aku yang harus mengalah. Lagipula aku sudah biasa tidur di mana saja," Arga menolak tegas. Ia mulai berjalan mundur menuju pintu.

"Tidurlah yang nyenyak, Nyonya Pratama," ucap Arga sebelum mematikan lampu utama.

Hanya menyisakan lampu tidur yang remang-remang.

Clara tersentak mendengar panggilan itu. Nyonya Pratama...

Nama itu terdengar asing namun anehnya terasa hangat di telinganya. Di dalam kegelapan itu, Clara memeluk selimut tipis itu erat-erat. Hatinya berdebar kencang, bukan karena takut, tapi karena perasaan aneh yang mulai tumbuh tanpa ia sadari.

Sementara itu di luar, Arga bersandar di dinding dingin bengkelnya. Ia menatap langit malam yang gelap. Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini semua hanya bisnis, hanya kontrak, tidak ada yang lain.

Tapi mengapa bayangan wajah wanita itu terus muncul di kepalanya?

1
Susana Sari Sari
menarik Ceritanya yg penting dibuat simple Jln Ceritanya Jgn yg ber tele²
rindu_takdir: "Terima kasih banyak Bu Susana sudah membaca dan memberi like ❤️. Senang sekali ceritanya dianggap menarik dan simple. Tenang saja Bu, alurnya akan kami jaga agar tetap seru, lancar, dan tidak bertele-tele sampai tamat. Mohon dukungannya terus ya Bu 🥰🙏"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!