NovelToon NovelToon
Sumpah! Arwah

Sumpah! Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Kematian Tragis Aning membuat desa Kalung Ganu di teror. satu persatu pemuda di temukan mati mengenaskan. ketakutan mulai menyelubungi penduduk desa..

Namun, yang menjadi anda tanya besar siapa pemerkosa dan pembunuh Aning?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ronda malam

"Jak, waktu di rumah Pak Sugeng, waktu mati lampu itu, kamu juga lihat apa yang aku lihat, kan?"

Udin bertanya dengan suara pelan. Matanya menatap Jaka penuh kecemasan.

Saat itu mereka sudah berada di luar balai desa. Rapat sudah selesai, dan warga mulai pulang ke rumah masing-masing.

Jaka yang berjalan di sampingnya langsung menghentikan langkah.

Jaka tidak langsung menjawab. Beberapa detik berlalu dalam diam.

"Perempuan itu." Bisiknya menelan ludah.

"Yang berdiri di depanku."

Jaka langsung menatap Udin. Wajahnya menegang.

"Rambutnya panjang, mukanya pucat."Lanjut Udin dengan suara gemetar. Dia mengusap lengannya sendiri seolah masih merasakan dingin.

"Dan tangannya, yang aku pegang itu, bukan tangan orang hidup." Ujar Udin, meskipun jelas dia sangat tahu bahwa itu tidak mungkin manusia.

Jaka masih tdiam. Dia menghela napas pelan, lalu menoleh ke kiri dan kanan memastikan tidak ada orang lain yang mendengar.

"Aku juga lihat." Jawab Jaka akhirnya, dengan sangat pelan.

Udin langsung menatapnya.

"Kamu juga lihatkan, aku yakin Daud dan yang lainnya juga pasti lihat." Kata Udin dengan suara nyaris tak terdengar.

Jaka mengangguk.

"Cuma sekilas." katanya.

Lalu keduanya terdiam.

"Din, sebaiknya jangan ceritakan ini ke siapapun dulu." Ujar Jaka pelan.

"Tenang saja Jak, aku juga tidak akan ceritakan pada siapapun. Sebaiknya anak-anak yang lain juga kita ingatkan. Jangan sampai ada yang bablas." Udin mengangguk cepat.

Jaka lalu menatap jalan di depan mereka.

Jaka sengaja tidak ingin siapapun tahu, karena takut jika cerita itu akan membesar dan kembali menimbulkan masalah baru.

Kematian Aning saja belum menemukan titik terang. Meskipun kepolisan dan orang-orang percaya jika kematian Aning adalah karena perampok, tapi bagi Jaka itu sangat tidak masuk akal.

Jaka melangkah pelan, matanya menatap jalan tanah di depan mereka yang mulai lengang.

Dalam pikirannya, semuanya terasa semakin tidak masuk akal.

Kematian Aning saja belum menemukan titik terang. Meskipun pihak kepolisian dan sebagian warga percaya itu ulah perampok, bagi Jaka ada yang janggal dari kejadian itu.

Dia menghela napas panjang.

"Din…" Panggilnya pelan.

Udin menoleh.

"Kamu tidak merasa aneh?” lanjut Jaka.

"Satu per satu kejadian ini."

"Maksudmu?" Udin mengerutkan kening.

Jaka berhenti sejenak, lalu menatap Udin.

"Aning, lalu Sapri… Herman dan terakhir Seno."

Udin terdiam.

"Semuanya terjadi dalam waktu yang tidak jauh." Lanjut Jaka.

"Dan cara kematiannya, aneh semua."

Udin menelan ludah.

"Iya..." Jawabnya.

Jaka kembali melanjutkan dengan suara lebih pelan.

"Belum lagi Mbah Sanur."

Udin langsung menatapnya.

"Sehari sebelum Seno meninggal, dia datang ke rumah Pak Sugeng untuk mengobati Seno, tapi akhirnya dia meninggal di hari yang sama dengan Seno." kata Jaka.

Udin mengusap wajahnya pelan. Ucapan Jaka benar. Meskipun dia terbilang bodoh dan IQ rendah, dia tetap bisa menangkap semua kejanggalan itu.

"Kalau cuma satu kejadian, mungkin masih bisa dibilang kebetulan." Lanjut Jaka.

"Tapi ini, terlalu banyak."

Suasana di sekitar mereka terasa semakin sepi.

"Jak, Menurutmu ini ada hubungannya semua?" Tanya Udin.

Jaka tidak langsung menjawab.

Ia menatap jauh ke depan, seolah mencoba menyusun semua potongan kejadian di kepalanya.

"Aku tidak tahu." Katanya akhirnya.

"Tapi perasaanku, semua ini saling berkaitan."

Udin terdiam. Langkah mereka kembali berjalan perlahan.

Jaka kembali terdiam.

Langkahnya melambat, pikirannya seolah terus berputar.

Apalagi kematian Seno…

Ia mengingat dengan jelas bagaimana tubuh Seno sempat tidak bisa diangkat. Seolah-olah ada sesuatu yang menahannya. Di tambah penemuan benda misterius di liang kubur Seno. Namun, pemikiran yang bersarang itu hanya disimpan Jaka sendiri.

****

Malam ini adalah giliran Pak Yuda, Pak Marsuki dan satu pemuda yang berjaga untuk meronda malam keliling malam ini.

Pak Marsuki dikenal sebagai pria bertubuh gembul, suka bercanda, dan paling sok berani.

"Ah, kalau cuma cerita-cerita begitu mah, jangan dibesar-besarkan." Katanya sambil duduk selonjoran di pos ronda.

Pak Yuda hanya melirik sekilas.

"Jangan ngomong sembarangan, Ki." jawabnya pelan.

"Keadaan lagi tidak normal begini."

Pak Marsuki tertawa kecil mendengar ucapan Pak Yuda.

"Lah, justru karena tidak normal, kita harus santai, Pak." Katanya.

"Kalau kita ikut takut, ya habis kita." Sambungnya.

Ia menghisap rokoknya dalam-dalam, lalu menghembuskan asap ke udara malam.

Di sekitar mereka, suasana desa terasa sunyi. Hanya suara jangkrik yang bersahutan dan sesekali angin yang menggesek dedaunan.

Pak Yuda duduk tegak, matanya sesekali menyapu jalan yang gelap.

"Yang penting kita tetap waspada." katanya.

Pak Marsuki mengangguk asal.

"Iya, iya… waspada." Jawabnya santai.

"Ayo, kita keliling." Ujar Pak Yuda.

Akhirnya mereka bertiga berdiri dari pos ronda.

Pak Yuda mengambil senter, sementara pemuda yang ikut ronda malam itu membawa tongkat kayu. Pak Marsuki sendiri membawa senter dan rokok di tangannya.

Mereka mulai berjalan menyusuri jalan desa yang gelap. Cahaya senter dari tangan Pak Yuda menjadi satu-satunya penerang yang menembus kegelapan malam.

Rumah-rumah warga sudah tertutup rapat. Tak ada suara, tak ada cahaya, hanya sesekali terdengar anjing menggonggong di kejauhan.

Pak Marsuki masih mencoba bersikap santai.

"Lihat kan, aman-aman saja." Katanya pelan sambil tertawa kecil.

Pak Yuda menanggapi.

Pemuda di belakang mereka justru terlihat lebih waspada. Matanya terus bergerak, memperhatikan kanan dan kiri.

"Eh… sebentar." Tiba-tiba Pak Marsuki menghentikan langkah.

"Kenapa?" Pak Yuda menoleh.

Pak Marsuki terlihat sedikit canggung. Ia menggaruk kepalanya pelan.

"Ini… saya kebelet kencing." Ujarnya setengah berbisik.

Pemuda di belakang langsung melirik, wajahnya sedikit dongkol.

"Tahan saja dulu." Kata Pak Yuda.

"Sebentar saja, Pak. Sudah tidak tahan." Kata Pak Marsuki.

Pak Yuda menghela napas pendek, lalu mengangguk.

"Cepat. Jangan jauh-jauh."

Pak Marsuki langsung berjalan ke pinggir jalan, mendekati semak-semak yang agak gelap. Ia membelakangi mereka, mencoba mencari posisi.

Sementara itu, Pak Yuda tetap berdiri di jalan, senter di tangannya menyapu perlahan ke sekitar.

Pemuda di belakang semakin gelisah.

Angin tiba-tiba bertiup lebih kencang. Daun-daun berdesir pelan.

Pak Marsuki berdiri menghadap semak-semak, mencoba fokus. Namun entah kenapa, tengkuknya mulai terasa dingin.

Seperti ada yang memperhatikan.

Dia menelan ludah.

Lalu.....

Hhhhhh…

Sebuah hembusan napas terasa. Tepat di belakang telinganya.

Pak Marsuki langsung membeku.

Aliran airnya terhenti begitu saja.

Matanya membelalak, napasnya tertahan.

Dia tidak berani menoleh.

"P… Pak…" Suaranya nyaris tak keluar.

1
Setiahati
💜💜💜💜💜💜
Ririn Wati
Bagus🌟🌟🌟🌟🌟
Gadis misterius
Ternyata daud ikut terlibat dan siapa laki2 yg dipanggil mas oleh daud dan sbntar lg aning akan membasmi klian smua walaupun klian sembunyi dilubamg smut ...dsr aki2 diparani aning kapokkk we
awesome moment
smg ditemui yg dia liat..somsek.bgts.
awesome moment
aning kn meninggoy dilecehkan. pasti d bekasnya dunk. main pangkas. perampokan. layak dpt balasan mrk smua
Gadis misterius
Makanya jngn sok jago pak marsuki...bnr bu blas smua dendam anakmu mereka terlalu sepele klu tdk dpt keadilan dr mereka maka carilah keadilan sendiri...anak tunggal yg dijaga dngn sepenuh hati dibunuh oleh orang2 yg tdk berhati
Gadis misterius
Wong kok pd aneh cb perkatanya dijaga sekali2 ada rs empati dan berujar semoga aning dpt keadilan dan siapapun pelakunya semoga cepat terungkap gitu kan aman tdk bklan dinganggu🤣
Gadis misterius
Knp seaka2n pd tutup mata dngn kmatian aning pdhal ada yg melihat klu salah satu korban ada ditempat kejadian....dendamnya aning psti tmbh membara krn tdk dpt keadilan
Gadis misterius
Sdh dikubur seno tp kajahatan belom juga terbongkar....apakah ibunya aning juga pny ilmu dan blas dendam
Gadis misterius
Untung gk keluar kencing
Gadis misterius
Ayo tngn sopo kuwe Q kok melu deg2n ....gara2 seno nich smuanya kn imbasnya
Gadis misterius
Anakmu itu dlang dr kemalangan dan meninggalnya aning bu cb berdoa mint maaf atas semua kesalahan anakmu jngn hny nangis dimata ibu seno anak baik tp diluar kelakuan bejat
Gadis misterius
Ngeri ngeri sedap
Gadis misterius
Masalahnya pr pelaku keparat itu tdk ada yg mengaku trs klu ada yg curiga klu ada kaitanya dngn aning pd blng mustahil...mereka seakan2 tdk perduli seharsnya kn mereka curiga tp ini tdk .....apakah masih ada korban selanjutnya krn mereka pr pelaku tdk ada yg mengaku jd jlan satunya2 iya mati dtngn aning
Gadis misterius
Sdh tau yg dihadapi lebih kuat dr dirimu kok masih dipksa mbh matikan jdinya...seno sdh mudar apakah ada lg orang yg terlibat
Gadis misterius
Itu bkn cinta seno tp nafsu klu kau bnr2 mencintai aning dngn tulus walaupun ditolak tdk akan sakit hati trs menyakiti aning ....seno matinya yg pling di bikin maju mundur oleh aning krn dia dlang dibalik peristiwa itu
mawar
jangan satu" kak, 3 sekaligus up'nya ya, semangat 💪🙏
Gadis misterius
Seno iblis yg berwujud manusia....shrsny gk usah ikuta2n mbh klu gk mau mati
Gadis misterius
Melu2 kuwe mbh di plinter lehermu oleh aning kapokk we....muleh turu kono mbh biarkan aning blas dendam
awesome moment
smg pelaku dilecehkan xan mokat spt mrk melecehkan dan membunuh aning
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!