NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Cintapertama
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.

Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.

Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.

Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.

Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Baik lah," jawab papa Firman yang seketika tenang melihat reaksi sang istri yang sangat bijaksana.

Sementara itu di kamar Erlan, Erlan berdiri di balkon kamar nya, beberapa kali ia melampiaskan kemarahannya dengan tembok dan juga barang-barang yang ada di dalam kamar tersebut. Sehingga tangan nya sedikit lecet dan berdarah.

"Sial! Kenapa papa malah nikah sama mama nya Aruna? Kenapa dunia gak adil banget ke gue? Kenapa bukan orang lain aja? Kenapa harus Aruna yang jadi adik tiri gue?" Umpat Erlan sambil mengepalkan tangannya dengan keras.

Kini Erlan pun sudah mengetahui nama wanita yang dua hari terakhir selalu memenuhi benak nya. Entah kenapa dengan Aruna, Erlan sangat marah, seperti bukan hanya karena papa nya menikah tiba-tiba tanpa sepengetahuan dirinya, namun karena adik tirinya ternyata adalah wanita yang akhir-akhir ini memenuhi ruangan kosong yang ada di hati Erlan.

Perasaan Erlan kini campur aduk, antara marah, kesal dan juga tidak bisa menerima kenyataan yang tiba-tiba muncul seperti bintang jatuh ini.

"Gue pikir dengan gue gak setuju papa nikah lagi, papa gak bakal nikah dan tetep mencintai mama selamanya, tapi nyatanya gue salah, papa malah nikah tanpa sepengetahuan gue," lirih Erlan.

Selain itu ini juga adalah salah satu alasan Erlan tidak menyukai sang papa yang ingin menikah lagi, semua karena dia ingin sang papa selalu mengingat mama nya yang telah meninggal sepuluh tahun lalu, meskipun usianya sudah dua puluh tahun Erlan juga belum bisa berfikir dewasa sepenuhnya soal sang mama yang telah tiada.

Sementara itu di kamar Aruna, "Kak Hana, Aruna mau pulang, bantuin Aruna beresin baju-baju Aruna lagi ke dalam koper ya," ucap Aruna yang mengambil koper nya.

"Jangan nona muda, jangan begitu, kasihan tuan Firman dan nyonya, mereka baru saja hendak menjalankan kebahagiaan bersama," ucap Hana menahan Aruna sambil mengambil koper tersebut dan menyimpan nya di sudut kamar.

"Aruna gak mau tinggal di sini, Aruna gak mau punya kakak jahat, Aruna bisa ngelawan perempuan yang nindas Aruna di sekolah, tapi Aruna gak bisa kalau sama cowok, apalagi dia galak banget," kata Aruna kepada Hana.

Hana yang berusia tiga puluh lima tahun sangat mengerti apa yang di rasakan oleh Aruna, dia yang notabene nya juga pernah hidup bersama laki-laki kasar dengan mudah memahami perasaan Aruna, ia menghampiri Aruna dan memegang kedua pundak nya.

"Nona muda, ceritakan kepada ku, kenapa kau terlihat sangat trauma dengan kekasaran seorang laki-laki?" ujar Hana dengan lembut.

Aruna menundukkan kepalanya. "Papa, dia orang yang kasar dan gak suka sama Aruna dia benci Aruna dan gak jarang mukulin Aruna pas masih kecil," kata Aruna menjelaskan.

Hana yang mendengar itu pun seketika memahami perasaan Aruna, ia pun memutuskan untuk menasehati Aruna.

"Nona muda, aku juga pernah mengalami hal yang sama sebelum aku bekerja di sini, suamiku adalah pemabuk yang sering kdrt, namun tidak semua laki-laki seperti itu, contoh nya tuan muda Erlan," ujar Hana sambil tersenyum.

Aruna menatap Hana, dia mengerutkan keningnya, benar, ia awalnya penasaran karena sebelumnya sikap Erlan di sekolah sangat berbeda dengan yang tadi, mau di bilang salah orang tidak mungkin karena itu adalah orang yang dia kenal dalam beberapa hari terakhir dan dia tidak mungkin salah.

Erlan sebelumnya lebih baik dan terlihat asik, namun sekarang seperti memiliki kepribadian ganda ia berubah jadi seperti singa lapar. Benar, mengenal orang memang tidak cukup jika hanya satu atau dua hari saja.

"Maksud kak Hana? Dia gak kasar? Kak Hana gak lihat tadi gimana dia narik Aruna?" Tanya Aruna sambil memperlihatkan pergelangan tangan nya kepada Hana.

"Nona muda, duduk dulu," kata Hana yang kemudian membuat Aruna duduk di pinggir ranjang. Sedangkan dirinya kemudian bersimpuh di hadapan Aruna dan tersenyum manis.

"Kak Hana mau ngapain?" tanya Aruna kebingungan.

"Tuan muda adalah orang yang baik, dia yang membantu ku mendapatkan pekerjaan ini, sampai saat ini aku menjadi kepala pelayan di sini, ia punya mama yang cukup baik, mama nya adalah orang pertama yang berani menolong ku saat aku berkelahi dengan suamiku di depan sebuah clap malam, pada saat itu mereka tampa sengaja melihat dan akhirnya membantu ku, tuan muda, dia tak seperti apa yang nona muda bayangkan," jelas Hana yang hendak membersihkan pikiran Aruna tentang Erlan yang menurut nya jahat.

"Benarkah?" tanya Aruna yang mulai mempercayai Hana.

"Ya, ini bisa jadi karena tuan muda belum siap menerima kenyataan kalau tuan Firman menikah lagi, dia sangat menyayangi almarhum mama nya, tak mudah untuk tuan muda melupakan beliau," kata Hana terus menjelaskan berharap Aruna memahami keadaan Erlan.

Aruna pun mulai memahami apa yang di ucapkan Hana barusan, dia jadi merasa kasihan kepada Erlan yang tadinya di marahi oleh papa Firman.

"Kalau tau begini, aku gak bakal setuju mama nikah sama om Firman, dia pasti marah banget karena berfikir mama bakal gantiin posisi mama nya," ucap Aruna kembali menunduk sedih.

"Tidak nona, tuan muda Firman sangat menyayangi tuan muda Erlan, dia melakukan itu juga karena ingin memberi sebuah keluarga lagi untuk tuan muda, dengan ini saya minta nona tidak boleh menyerah, seiring berjalannya waktu, kalian pasti akan akrab," kata Hana lagi.

"Keluarga?" tanya Aruna.

"Hmmm," jawab Hana sambil mengangguk kecil.

"Yaudah deh, kau gimana lagi, udah terlanjur," kata Aruna seketika tersenyum tipis untuk membuat Hana tenang.

"Ya sudah, sebaiknya nona muda Istirahat sekarang, besok akan kembali sekolah kan," kata Hana lagi.

"Iya," jawab Aruna.

"Kalau begitu, saya permisi," ujar Hana meninggal kan kamar Aruna dan membiarkan nya istirahat karena jam sudah menunjukkan pukul setengah satu.

Aruna membaringkan tubuhnya di kasur, dia menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

"Gue gak nyangka kalau ternyata dunia benar-benar sempit ini, kok bisa dia jadi kakak gue? Erlan? Rahan?" Kata Aruna yang kemudian memejamkan mata nya dan tertidur pulas.

Malam pun berlalu sebagai mana mestinya. Rasanya baru sebentar Aruna memejamkan mata, alaram di kamar nya sudah menari-nari saja, meminta Aruna untuk segera meninggalkan ranjang empuk itu.

Ia yang terburu-buru pun segera mengambil handuk nya dan masuk ke dalam kamar mandi.

Selang tiga puluh menit kemudian, Aruna pun keluar dari kamar nya dan segera menuju sang mama yang saat ini sedang menyiapkan sarapan di ruang makan.

"Mama," kata Aruna sambil menyandang tas nya.

"Sayang, ayo cepat sarapan," kata Firman kepada Aruna yang kini berdiri di samping sang mama.

"Iya, makasih pa," jawab Aruna masih sedikit canggung.

"Oh iya, mas kenapa Erlan belum turun?" tanya mama Dinda kepada papa Firman.

"Biarkan saja, nanti juga dia akan turun, sudah lah, ayo sarapan," kata papa Firman tak peduli.

"Jangan mas, biarkan aku yang melihat nya ke atas," ucap mama Dinda yang kemudian hendak melangkah pergi.

"Mama," panggil Aruna yang khawatir.

****

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mpus lh kau... aq jijik🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gas kn monyet tu woy
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus
🇦 🇵 🇷 🇾👎
np kgt kau nyet... gk sesuai dgn pkrn kau nyet... nydr tlg
🇦 🇵 🇷 🇾👎
pd x kau jalg
Felycia R. Fernandez
penasaran kenapa Maura meninggal kk Thor
👑公爵夫人🪷: sabar nanti juga tau🥹🥹🥹
total 1 replies
D_wiwied
baru kali ini aku dukung orang yg playing victim 🤣😆
👑公爵夫人🪷: wkwkwkw orang kayak gitu lawan nya juga harus yang kayak gitu kak
total 1 replies
Nana Biella
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
lama lama aku eneg liat Reyhan...
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Felycia R. Fernandez
mau Lo apa sih Jalang...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
D_wiwied
Erlang aja bs menilai si Vani si ular berbisa, cm kamu aja yg bodoh Reyb🤭😆
Felycia R. Fernandez
Harus gtu pake kata "butik usang" ???🤬
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kau cp... ud hbt... sok bgts... moga gmbel ya🤣
Felycia R. Fernandez
vibes nya udah kek punya suami aja ya Aruna...
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
D_wiwied
usia 21 dan masih SMA 🤔🤔
👑公爵夫人🪷: baca dulu penjelasan nya agar gak salah paham kakak
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
ngajakin bobo bareng nih Erlan...
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
Felycia R. Fernandez
Rahan lagi???
👑公爵夫人🪷: maaf kak typo maksudnya Erlan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Rahan ini siapa kk Thor??
Felycia R. Fernandez: ok kk👍
total 2 replies
Widisukma Arta
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
Erlan gak seburuk itu,malah mereka seperti kk dan adik kandung...
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!