NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 : Kecurigaan Louis

Serah berjalan memasuki area penjamuan bersama dengan para gadisnya. Semua orang menatap cemas, takut-takut akan terjadi keributan di tempat, mengingat Louis malah membawa wanita lain di acara besar seperti ini.

"Salam sejahtera, Yang mulia," ucap Serah dengan sopan dan tutur bahasa yang lembut. Ia membungkuk yang diikuti oleh gadis-gadis lainnya.

"Berdirilah," Balas Louis yang dengan cepat meninggalkan Helena. Ia memegang kedua lengan Serah saat memintanya untuk berdiri.

"Aku tidak mengira kalau ternyata Lady Helena adalah tamu istimewa anda hari ini." Serah melirik ke arah Helena yang berdiri di belakang tak jauh dengan wajah merengut karena Louis seakan seperti meninggalkannya.

"Ah, dia...." Louis tentu tampak bingung untuk memberi penjelasan.

"Anda sungguh Raja yang sangat baik hati, begitu memperhatikan semua orang di istana. Pantas saja Lady Helena sangat antusias sejak pagi karena undangan anda." Serah berbicara sambil tersenyum. Nada bicaranya tampak polos tapi jelas ini adalah kalimat jebakan.

Disatu sisi ia menyanjung Louis yang justru membuat lelaki itu tidak bisa mengkonfirmasi kebenaran kalau semua hanya salah-paham. Kalau sampai ia menarik kata-kata dan mengatakan tak mengundang Helena, jelas dia akan membuat Helena menjadi bahan lelucon yang menjatuhkan martabat. Tapi di sisi lain ini akan terlihat seperti Louis memiliki hubungan spesial dengan Helena.

"Yah, karena gadis itu pernah berkata ingin melihat perburuan dengan kereta yang indah...." Louis akhirnya lebih memilih reputasinya di hadapan publik. Ia tak ingin terlihat seperti Raja yang tidak bijak dan mempermalukan seorang Putri bangsawan. Esmerus pun pasti akan tersinggung karena itu.

Mendengar jawaban Louis yang seperti itu membuat Helena tersenyum lebar. Dia berani berjalan mendekati Louis.

"Terimakasih, Yang mulia. Saya sangat tersanjung, apalagi kereta itu khusus untuk saya," ucapnya membungkuk namun jelas kalimatnya sarat akan pamer. Ia seperti ingin menunjukkan kalau Louis lebih peduli kepada dirinya dibanding sang calon Ratu. Dari kejauhan Esmerus, ayah Helena diam-diam tersenyum dan berpikir mungkin Raja tertarik dengan putri kecilnya itu. Dia tak keberatan kalau Louis akan menjadikan Helena sebagai mistress.

"Lady Serah, kau tidak keberatan 'kan kalau aku yang duduk di sana," ucap Helena yang baru begitu saja sudah berani menunjukkan taring kecilnya di depan Serah.

"Tentu, karena anda adalah tamu istimewa yang dibawa oleh Raja Louis. Saya tidak memiliki hak untuk mengatur," jawab Serah dengan cepat, tampak tak tersinggung.

Sementara William, sang penasehat yang ikut hadir hanya bisa geleng-geleng melihat Helena, dan Cristine menatap Serah dengan kebingungan. Ia semakin tak mengerti dengan sikap sang Ratu yang sepertinya sengaja ingin membuat Louis dan Helena tampak bersama.

Louis pun tak bisa berkata apa-apa lagi selain menahan kekesalannya pada Helena. Pria itu mengepalkan tangannya dengan kuat saat Helena langsung duduk di sebelah singgasananya.

"Karena semua telah hadir, sebelumnya mari kita minum dulu sebagai pembuka acara!" Louis bisa dengan cepat mengubah suasana hati dan mengontrol diri. Kemudian, Ia mengangkat gelas miliknya ke udara.

"Untuk kesejahteraan Mathilda!" Ucapnya dengan lantang yang diikuti oleh para bangsawan.

"UNTUK MATHILDA DAN RAJA LOUIS!" Sambut para undangan saat itu.

Usai minum dan memberi sambutan Louis berdiri. "Baiklah, acara ini segera dimulai. Sekarang keluarkan pemburu andalan kalian masing-masing, dan aku perkenalkan pemburu andalan kami, Tuan Stoic!"

Seorang pria tampak berdiri gagah di hadapan para bangsawan dengan penuh kebanggaan dengan sambutan yang diberikan kepadanya.

Tentu dia bukan satu-satunya pemburu yang akan meramaikan suasana hari itu. Karena puluhan pemburu andalan masing-masing bangsawan turut serta dan bersaing.

Kemudian Louis berdiri, berjalan sedikit ke depan membuat seluruh atensi kini berpusat padanya.

Seorang pengawal mendekati sambil memberikan sebuah mesiu (ini pistol pada jamannya cuma dulu disebut mesiu).

Suasana hening sesaat ketika sang Raja memegang senjata itu ditangan. Ia memandangi semua pemburu yang sudah bersiap dengan busur dan panah.

Perlahan ia mengangkat tangannya ke udara yang diiringi dengan suara letupan dari mesiu yang memekakkan telinga.

"Dengan ini, saya mengatakan acara perburuan dimulai!" Ujarnya dengan nada keras.

Setelah mendengar aba-aba itu, para pemburu bergegas mengambil kuda pacuan masing-masing dan segera melesat cepat memasuki ke arah hutan Mathilda dengan penuh semangat. Tentu saja, karena hadiah yang diberikan pun bukan main-main. Raja Louis menawarkan sekantung batu bermata yang harganya sangat bernilai tinggi.

"Mari, mari kita kembali duduk!" Louis mempersilahkan para jamuannya untuk duduk kembali.

Sesaat kemudian para pelayan yang juga dihadirkan di sana segera menyiapkan menu makan siang untuk para bangsawan itu.

Mereka meletakkan sebuah piring kecil yang di atasnya ada beberapa bola-bola seperti daging atau sesuatu yang dibumbui atau diberi tepung dan dimasak hingga kecokelatan.

"Ini makanan pembuka, Olive all'ascolana. Silahkan dinikmati." Pria itu dengan bangga mempresentasikan makanan tersebut.

Semua orang menikmati makanan itu termasuk Serah. Jujur saja ia tak terlalu menyukai rasanya karena memiliki perpaduan rasa yang menurut lidahnya agak aneh.

Tak lama para pelayan kembali berkeliling dan kali ini mereka menuangkan earl tea pada masing-masing cangkir yang telah disediakan sebelumnya.

"Teh ini memang yang terbaik," ucap seorang pria yang tak lain adalah Esmerus, yang merupakan seorang ambassador di bidang perhubungan antar negara. Ia memiliki posisi yang sangat penting. Pantas saja Louis selalu mengandalkannya dan bermain aman agar pria itu tidak tersinggung sekalipun putrinya Helena, mulai membuatnya muak.

"Aku setuju," timpal pria lain sambil tertawa.

"Ngomong-ngomong, Putri Serah, apa semua kiriman persediaan pangan yang katakan di pertemuan pada waktu itu sudah terlaksana?" Tanya Esmerus secara tiba-tiba.

"Ya, semuanya sudah berjalan sejak beberapa hari yang lalu." Serah hanya menjawab sekedarnya saja tanpa memberikan informasi lebih lanjut.

"Tapi bukankah akan berbahaya karena anda harus melewati gerbang Duncan untuk sampai tujuan? Mereka saat ini dalam keadaan krisis dan terdesak, bagaimana kalau sampai pihak Duncan mengambil alih semua pasokan itu?" Seorang pria entah siapa namanya langsung memperingati Serah agar lebih berhati-hati.

"Tak masalah, aku bisa mengatasi itu," balas Serah dengan tenang.

"Wah, jadi masalah itu sudah anda selesaikan? Hebat, hebat sekali! Raja Louis memang tidak salah memilih calon Ratunya!" Sambar seorang pria lain yang langsung memuji akan kekagumannya kepada Serah.

Berbeda dari orang-orang sekitar, Esmerus tampak tidak suka, pun Helena yang langsung merasa kesal karena kini perhatian tertuju pada Serah.

"Apa hebatnya? Dia hanya berbicara dengan Raja Duncan. Pasti dengan cara merayunya, dasar wanita penggoda!"

Helena menggeram dalam hati. Tak terima kalau semua orang memuji Serah, apalagi dianggap sebagai calon Ratu yang pantas. Menurutnya yang pantas menjadi Ratu dan pasangan Louis hanya dirinya seorang, Helena Esmerus dan Serah lebih pantas menjadi pelayannya saja.

Tapi hal berbeda dipikirkan oleh Louis. Alih-alih terkesan atau meremehkan, lelaki itu justru merasa curiga.

"Bagaimana caranya dia melakukan pembicaraan pada Grenseal?? Apa telah terjadi kesepakatan antara mereka di belakangku?"

Louis kini membayangkan sebuah papan catur di mana ia melihat Serah berdiri di seberangnya dan sosok Grenseal yang tiba-tiba muncul di depan wanita itu sebagai pelindung.

Gambaran itu langsung membuat Louis cemas dan tanpa sadar ia menggigit bibir bawahnya sedikit.

Di sisi lain Serah mendapati perubahan sikap Louis yang menjadi tak tenang. Sekilas ia melirik pria itu.

"Louis..., apa dia mulai curiga...?"

1
putri bungsu
dasar mata keranjang
Mingyu gf😘
ini raja otak isinya slengki doang terus egois gak pantes banget bergelar raja
Panda: slengki itu apa kak??
total 1 replies
Kustri
pdkt🤭
Panda: 🤣🤣🤣 tauuu ajaaaa
total 1 replies
Kustri
klu melewati laut jgn lupa tenggelamkan helena🤭
ato lewat hutan, tinggalkan sj dia😁
Panda: celupin juga tenggelam sama bajunya sendiri deh 🤣

bajunya pada berat, Helena paling cetar
total 1 replies
Peri Cecilia
engga, dia terganggu banget wkwk, mending pergi aja dirimu
Panda: cekek onlen kak🤣
total 1 replies
Kustri
bocil kegatelan, jgn mimpi bersaing sm serah, bukan level
serah akan sukarela menyerahkan louis pdmu
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Aku kira fantasi beneran, ternyata Romance kerajaan toh
☕︎⃝❥Haikal Mengare: iya, aku juga pernah dengar
total 3 replies
Jing_Jing22
Ketakutan William sampai kepalanya terasa terancam hanya karena masalah buku benar-benar menggambarkan betapa absolutnya kekuasaan sang Raja. Atmosfer di dalam ruangannya yang berantakan dengan tumpukan buku juga sangat deskriptif. Keren banget pembawaan nya.
Panda: ya bisa penggal sesuka hati dia tinggal bikin konspirasi, dituduh, kelar hidup

termasuk posisi Ratu juga enggak aman

aku masih belajar deskripsi dan digabung sama alur dan konflik

kalau ada masukan lebih silahkan kak, makasih 😊
total 1 replies
Panda
halu dia kak
Tulisan_nic
Persembahan khusus? Dan Helena menerima itu seperti sebagai kemenangan, aduh teka teki ini perlu di sibak lebih dalam.
Kustri
boleh gk 👊buat louis, egois bgt
jgn ampe louis jd sm serah, gk rela qu
Kustri: apa grendsel
total 2 replies
Kustri
simalakama
Nyonya Gunawan
Lanjut thor..
Panda: diusahakan terus kak

😊
total 1 replies
Panda
ide bagus kak 🤣

jadi tumbal Louis buat muja kerang ajaib
Stanalise (Deep)🖌️
persembahan /Whimper/ persembahan apa ini thor? ga bakal jadi tumbal kan dia
Panda: persembahan tumbal maha raja Louis buat kerang ajaib 🤣
total 1 replies
Stanalise (Deep)🖌️
Mau gimana lagi, udah terlanjur. Kalau emang ga cocok, Sekaran d pindah bagian juga bisa,.kan💆
Kustri
salahmu sendiri gk menghargai pemberian rakyatmu, jgn salah klu nanti rakyatmu membencimu
Panda: hajar rame rame ntar satuju
total 1 replies
DANA SUPRIYA
siap siaplah karena semuanya jangan bersiap
Kustri
oowh...sayang serah baru belajar pedang
Kustri
apa serah bs beladiri, pastilah yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!