NovelToon NovelToon
Pergi Dengan 1 Milyar

Pergi Dengan 1 Milyar

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.

8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Di koridor yang lumayan sepi, Naka menatap Zea tajam, tak sabar menunggu penjelasan. Hanya ada satu dua orang yang lewat, itu pun jarang-jarang, hingga lokasi itu yang dipilih Naka untuk mendengar penjelasan. Di ruang rawat, Arka ditemani Vira dan Rizal, kedua orang itu sekaligus berkemas dan membereskan urusan administrasi.

Zea masih memegang amplop putih hasil tes DNA antara Arka dan Naka, namun sama sekali ia tak berniat untuk membuka dan melihat hasilnya.

"Kenapa gak dibuka?" Naka geram melihat Zea hanya diam saja.

Zea berjalan ke arah tong sampah yang letaknya tak jauh dari mereka, membuka lalu melemparkan amplop tersebut kedalam sana.

"Ze!" Naka terkejut, berusaha untuk menyelamatkan namun terlambat. Amplop itu jatuh di atas tumpukan sampah lain, meski bukan sampah basah yang kotor, namun ia geli untuk mengambil, serta dalam, susah diraih. "Apa-apaan kamu hah?" menatap Zea dengan dada bergemuruh. "Mau menghilangkan bukti?"

"Bukti apa?" Zea tersenyum kecut. "Aku tidak butuh hasil tes DNA itu, aku ibunya, aku tahu siapa ayah dari anakku," menyentuh dadanya yang terasa sesak. "Bagiku, kertas itu tidak membuktikan apapun. Arka anakku, darah dagingku. Soal ayahnya mau mengakui atau tidak, tidak penting bagiku."

"Kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar ini dariku? Kenapa?" ulang Naka penuh penekanan dan dengan nafas naik turun. "Arka anakku, bagaimana bisa hal sebesar ini kamu sembunyikan dariku. Kamu memisahkan aku dan anakku selama bertahun-tahun. Dan yang lebih menyakitkan, bisa-bisanya kamu bilang pada Arka jika ayahnya telah meninggal."

Bugh

Naka memukul dinding dengan sangat keras, sampai Zea kaget dan jantungan.

Zea sudah khatam, tahu seperti apa watak Naka, laki-laki itu memang tempramen sejak dulu, kontrol emosinya buruk.

"Jawab Ze!" bentak Naka meski tak terlalu keras mengingat ini adalah rumah sakit. "Kenapa kamu lebih memlih uang 1 milyar dan pergi dari pada minta pertanggung jawaban padaku?"

"Ya karena itu keputusan yang paling tepat saat itu."

Naka terkekeh mendengar jawaban Zea. Di mana-mana perempuan hamil minta tanggung jawab, bukan malah pergi.

"Apa menurutmu, aku bisa melawan Tuan Very?" Zea tersenyum simpul. "Aku ibarat hanya seekor semut kecil, yang sekali dia injak, akan langsung mati. Mau aku lari sekencang apapun, mata Tuan Very tetap bisa menjangkauku. Dan dengan sentilan kelingkingnya saja, aku sudah akan terhempas."

"Ada aku," Naka menunjuk dirinya sendiri. "Ada aku yang bisa bantu kamu."

Zea tersenyum tipis, "Emang kamu bisa apa, melihat saja kamu tidak bisa."

"ZE!" bentak Naka yang emosi karena merasa diremehkan.

Mata Zea memanas, dadanya sesak. Andai saja Naka tahu seberat apa masalah yang ia hadapi saat itu. "Maaf, aku gak berniat meremehkanmu," ia meralat kalimatnya, menyeka sudut matanya yang mulai basah. "Tapi apa yang bisa aku harapkan dari kamu, Naka. Tak ada jaminan saat kamu bisa melihat lagi, kamu masih tetap mencintaiku. Kamu tidak tahu seperti apa wajahnya, jadi kemungkinan kamu tetap mencintaiku itu sangat kecil."

Naka tersenyum getir, "Itu artinya, kamu meragukan ketulusan cintaku. Andai saja kamu tahu Ze, duniaku serasa runtuh saat kamu ninggalin aku," menatap Zea tajam dengan nafas naik turun. "Kamu menorehkan luka yang sangat dalam, kamu mengkhianatiku. Ternyata cintamu tak sebesar cintaku, cintamu bisa dibeli."

Zea tersenyum mendengar semua penuturan Naka. "Andai saja kamu tahu, Naka, sangat mudah bagiku untuk memilih antara kamu dan uang 1 milyar. Aku yang naif saat itu, bodoh sekaligus bucin, sudah dipastikan milih kamu," ia tertawa sekaligus menangis.

"Kalau memang seperti itu, kenapa justru uang yang kamu pilih."

"Karena yang memberi pilihan Tuan very," sahutnya, menatap Naka nanar. "Sejatinya, yang Ayahmu berikan bukanlah pilihan, tapi putusan. Bohong kalau dia memberiku pilihan, dia memberiku keputusan untuk pergi. Aku tekankan sekali lagi, PUTUSAN."

Naka tersenyum tipis, "Aku mendengar sendiri kamu memilih uang dari pada aku. Kamu juga sudah menandatangani surat pernyataan jika kamu telah menerima uang 1 milyar dan berjanji tidak akan pernah menemuiku lagi."

"Itu karena aku tertekan," Zea berteriak tertahan. Ia memejamkan mata sejenak, meremat dadanya yang terasa nyeri. "Aku diancam, aku ditekan, aku ditempatkan dalam posisi dimana harus mengikuti keputusannya. Dan menurut kamu, aku bisa apa?"

"Hari itu.. " Zea mulai menceritakan kejadian 8 tahun yang lalu.

FLASHBACK

"Maaf Tuan, saya tidak bisa menerima uang itu. Saya tulus mencinta Tuan Kanaka, dan cinta saya tidak bisa dibeli dengan uang seberapapun itu."

Plok plok plok

Tuan very tersenyum sambil bertepuk tangan. "Saya salut padamu Zea, kamu tidak tergiur dengan uang 1 milyar. Tapi saya sarankan, fikir terlebih dahulu, jangan buru-buru mengambil keputusan. Saya beri kamu waktu 3 hari untuk berfikir."

Zea menggeleng, "Tidak perlu, saya sudah yakin dengan keputusan saya," ia bangkit dari duduknya, lalu menunduk sopan. "Permisi," balik badan, berjalan ke arah pintu.

"Tunggu!" panggil Tuan very saat Zea hendak menarik gagang pintu.

"Saya pastikan, tak sampai 2 hari, kamu akan menemui saya dan berubah fikiran. Memilih Naka, sama artinya dengan memilih maut. Kamu salah memilih lawan."

1
Gia Nasgia
Aku sama seperti Rizal dan vira serasa nonton kartun Tom and Jerry😂
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
ada vira emang menambah moodbooster banged baca nyaaa, 🤣🤣🤣🤣
Gia Nasgia
lanjutkan kk othpr
Gia Nasgia
Pak very benar"tdk punya hati😡
Gia Nasgia
Next
Gia Nasgia
Akhirnya Naka tahu cerita yg sebenarnya dan kelakuan ayahnya😡
Gia Nasgia
Naka jangan membuat Raka membenci mu dgn cara mu memperlakukan Zea di depan Raka
Fenny Agustyawaty
lhoooo...bonus chap donk..thoorrr....
Ayu Femini
sedih juga nih🥺
Gia Nasgia
Dasar arogan😡
Gia Nasgia
Lanjutkan Thor
Gia Nasgia
Next
Gia Nasgia
🥹🥹🥹🥹
Gia Nasgia
Pak very nggak pantas di panggil kakek dgn Raka😡
Gia Nasgia
Pengen tampol si borokokok inimah😡
Gia Nasgia
Penasaran dgn pernikahan Zea atau jangan2 hanya akal bulusnya pak Very🤔
Gia Nasgia
ishh orang tua yg hanya mementingkan egonya saja😡
Gia Nasgia
Saking tdk bisa move on nya sehingga membalas Zea lewat anaknya sendiri
Fenny Agustyawaty
thooorr...ini novelnya diksh bumbu bawang yaaaa.../Cry/jahat bgt bikin mewek readers....bagus pake bingits siihh ceritanya...g ada typo lg..👍👍👍👍
Pink Ky
👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!