NovelToon NovelToon
Crazy Obsession

Crazy Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Pelakor jahat
Popularitas:185
Nilai: 5
Nama Author: Bertepuk12

Afnan tahu dia adalah penjahat, demi mendapatkan Dareen yang menjadi obsesinya sejak lama, Afnan tega menghancurkan kebahagiaan Jeslyn, sahabat sekaligus wanita yang dicintai Dareen.

​Satu jebakan licik darinya, sebuah penghianatan yang membuat Dareen kehilangan dunianya dan mulai menanam kebencian mendalam pada Afnan.

​Namun, Afnan belum puas.

​Melalui skenario malam yang kotor, Afnan akhirnya berhasil menyeret Dareen ke altar pernikahan, ia mendapatkan status, ia mendapatkan raga pria itu, tapi ia tidak pernah mendapatkan jiwanya.

​"Kau telah menghancurkan hidup Jeslyn, dan sekarang kau menghancurkan hidupku, Afnan. Jangan pernah bermimpi untuk dicintai di rumah ini."

​Di tengah dinginnya pengabaian Dareen dan bayang-bayang Jeslyn yang masih bertahta di hati suaminya, Afnan tetap bertahan dengan segala tingkah centil dan nekatnya untuk membuat sang suami bertekuk lutut.

​Akankah cinta yang berawal dari penghianatan ini akan menemukan titik terang?

#KOMEDIROMANSA
#KONFLIKRING

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bertepuk12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Di ujung sana, tepatnya meja VIP, seorang pria bersetelan formal terkesan rapi dengan postur tubuh tinggi nan tampan baru saja menyelesaikan presentasi poin utama tentang proyek investasi properti terbarunya.

Keheningan sesaat muncul, memberikan jeda pada otak Dareen yang sudah bekerja tanpa henti sejak pagi tadi. Kerutan di wajahnya semakin terlihat tatkala jam terus berdetak maju.

"Mr Dareen, proyek ini sepertinya akan mengalami  penundaan sebab belum selesainya investigasi oleh aparat keamanan."

Dareen tersenyum profesional, namun pikirannya mulai melayang, ia merasa sesuatu yang aneh, sejak tadi, di sela-sela fokusnya, ada sensasi ganjil yang menusuk, seolah ada sepasang mata yang mengamatinya.

"Saya haus, sebentar."

Dengan alasan mengambil gelas air, Dareen memiringkan tubuhnya sedikit, pandangannya melesat ke arah luar, melewati tirai pembatas yang samar. Matanya menangkap pemandangan yang seketika membuat urat lehernya menegang, meski ia berusaha keras mempertahankan ekspresi tenangnya.

Di dekat jendela, di bawah cahaya temaram lampu gantung kristal, netranya terputar lantas kening itu terangkat dengan begitu tajam tatkala menemukan seorang wanita bersama dengan pria nampak begitu mesra, tak jauh dari mejanya.

"Afnan?" Dareen bergumam pelan, nafasnya sedikit tercekat sebelum bibirnya terangkat sinis. Benar saja, wanita itu kini bersama pria lain.

Menyipit sengit, dapat Dareen lihat seorang pria yang tengah bersama sang istri memberikan tatapan remeh, tangannya tanpa ia sadari mengepal, menonjolkan urat-urat nadinya.

Entah mengapa Dareen merasakan dorongan aneh di dadanya. Bukan cemburu, tentu saja ia tak akan cemburu apabila melihat Afnan bersama pria lain, ia tidak punya waktu untuk emosi romansa seperti itu.

Namun tak lama dari itu lagi-lagi pemandangan yang membuatnya mual terlihat, pria yang ia ketahui bernama Algio, tepatnya salah satu rekan kerja samanya dalam pembuatan airplane kini mencium jemari Afnan.

Dareen meneguk airnya, sangat lambat, "Benar-benar murahan." Bibirnya tersungging, membentuk seringai penuh keremehan.

Oh my Lord, untung saja pernikahan mereka terjadi secara tertutup, tak ada seorang satu pun yang mengetahui hubungan di antara keduanya, bahkan awak media.

Bagaimana jika media tau lantas meliput Afnan tengah bersama pria itu? Mau di taruh mana muka tampannya ini? Dareen terkekeh, mengepalkan tangannya erat.

"Entah cara entah sifat, benar-benar menjijikkan." Seru Dareen pelan, netranya makin menyipit sengit, pula nafasnya mulai tak beraturan.

Pria itu Algio, kini memberikan tatapan menantang, tak lama ia berdecih pelan, "Mengapa memberi tatapan seperti itu? Apa dia pikir dengan merebut barang murahan sepertinya aku akan mendidih?"

"Ciuh... Menjengkelkan," Dareen tertawa pelan, "Sial, mereka benar-benar murahan." Lanjutnya menggenggam gelas itu semakin erat, lantas bibirnya terkatup, ia mengalihkan pandangan.

Dengan cepat ia kembali ke mejanya, "Rapat saya akhiri, adapun yang ingin dibahas atau ditanyakan, kita akan mengelar rapat lagi besok pagi." Serunya cepat.

Jax mengerutkan kening binggung tepat di belakang tubuh sang majikan, "Apa tidak baik langsung diselesaikan saja, Tuan?" Tanyanya dengan hati-hati, tak menyadari bahwa ekspresi Dareen mulai mengeras.

"Jangan banyak tanya, Jax." Dareen menoleh sembari memberikan tatapan tajam, tanya salam penutup, pria itu langsung pergi begitu saja, meninggalkan tatapan binggung para pegawai dan investornya.

"Mohon maaf, sepertinya Mr. Dareen sedang dalam suasana hati yang kurang baik, rapat diakhiri sekarang, saya akan mengirimkan surat undangan esok pagi, mohon dihadiri tanpa keterlambatan. Terima kasih dan selamat malam."

Tersenyum sopan, Jax menundukan setengah badannya, netra itu berputar, bibirnya tersungging tatkala menemukan nyonyanya tengah bersama pria lain, ia menebak-nebak, sebelum akhirnya berlari menyusul Dareen.

*

*

*

Lalu lalang kendaraan masih terlihat begitu padat di kota madya itu, suara berbagai kendaraan membelah kebisingan, namun tak mengganggu sebuah kabin yang tertutup. Di dalam mobil, hanya ada suara radio.

Dareen terus-menerus melonggarkan ikatan dasinya yang sebenarnya sudah cukup longgar, seolah-olah oksigen di dalam mobilnya tidak cukup untuk mendinginkan kepalanya yang terasa mendidih.

"Sial, wanita itu semakin hari semakin berani." Dareen tak mampu lagi menahan keluh kesahnya, pria itu berdecak, menahan segala umpatan yang terasa ingin keluar.

Mendengar seruan dari Dareen, membuat Jax reflek menatap kaca spion dalam, "Apa yang anda maksud, adalah Nyonya Afnan, Tuan?"

"Jika bukan dia siapa lagi, heh!?" Dareen membuka suara lagi, kali ini nada suaranya naik satu oktav.

"Kau lihat wajah Algio tadi, Jax?" Menutup mata sejenak, Dareen malah mengingat bagaimana Algio memberikan tatapan remeh terkesan merendahkan pada dirinya.

"Pria itu memberikan tatapan menantang seolah dia telah memenangkan sebuah penghargaan besar. Apa penghargaan?" Tertawa pelan, Dareen menurunkan sudut bibirnya, "Cih, dia hanya memungut wanita yang bahkan tidak pernah kuanggap ada di dalam hidupku."

Diam, Jax tak mampu menjawab apapun, pria itu hanya bisa menjadi pendengar bagi sang tuan, ia tak berani untuk mengeluarkan pendapat sedikitpun. Namun Jax menyadari, bahwa Dareen sedikit cemburu, hanya saja tidak ingin mengakui.

"Apa-apaan kedua manusia itu, sangat menjijikkan dan menjengkelkan."

Dareen membuang muka ke arah jendela, namun pantulan bayangan dirinya di kaca justru mengingatkannya pada ekspresi Algio yang terkesan merendahkan harga dirinya.

"Berani-beraninya dia mencium jemari Afnan di depan umum. Apa dia tidak punya otak? Dan Afnan, wanita itu benar-benar tidak punya harga diri. Dia membiarkan tangan kotor Algio menyentuhnya seolah dia adalah wanita simpanan yang haus perhatian."

Seruan Dareen begitu menggebu-gebu, seolah tengah mengeluarkan penghinaan yang teramat nyata untuk ia ucapkan.

"Hubungan dekat? Itu namanya tidak tahu diri!" Dareen memukul sandaran tangan di kursinya dengan keras. Melampiaskan rasa emosi yang tersimpan di dadanya.

Sedangkan Jax, pria itu melirik bagaimana Dareen memukul kursi dengan begitu keras.

"Dia tahu siapa aku. Dia tahu posisiku di dunia bisnis ini. Meski pernikahan kami tertutup, bagaimana jika ada salah satu kolega bisnisku yang mengenali wajahnya? Dunia ini sempit, Jax. Satu jepretan kamera dari paparazzi yang lewat saja sudah cukup untuk menghancurkan reputasi yang kubangun selama bertahun-tahun."

Dareen menarik napas panjang, namun napasnya masih terasa pendek dan tidak beraturan. Logikanya terus berputar, mencoba memvalidasi kemarahan luar biasa yang ia rasakan sebagai bentuk 'perlindungan diri' terhadap nama baiknya.

"Apa yang akan kau lakukan jika berada di posisiku, Jax?"

"Aku tidak cemburu, catat itu baik-baik dalam otakmu, aku hanya merasa mual. Bagaimana bisa seorang wanita yang secara hukum masih terikat denganku bertingkah seperti pelacur kelas teri di depan pria lain?"

Pelacur? Jax meneguk ludahnya kasar, bagaimana jika ia berkata bahwa sang tuan begitu egois dan gengsi berkata bahwa ia cemburu? Memvalidasi bahwa itu mencoreng nama baiknya terasa tak cukup jika perlakuannya saja malah begitu ganas.

"Bagaimana aku harus menjelaskan?"

"Dia pikir dengan beralih ke Algio, dia bisa membuatku merasa kehilangan? Sama sekali tidak. Dia hanya sampah yang sedang berpindah tempat pembuangan. Tapi tetap saja, kelakuannya benar-benar mencoreng mukaku."

Tangan Dareen kembali mengepal, urat-urat nadinya menonjol begitu jelas hingga jari-jarinya bergetar. Ia merasa harga dirinya diinjak-injak, pria itu tertawa pelan, menyadari kebodohannya.

"Cek semua rekaman CCTV restoran itu, atau pastikan tidak ada wartawan yang berkeliaran di sana tadi." Titah Dareen dengan nada memerintah yang tegas, tak ingin interupsinya ditolak.

"Aku tidak ingin besok pagi melihat berita sampah tentang wanita itu." Dareen dengan kasar menyenderkan bahunya, melihat pelipis yang terasa begitu nyeri.

Angguka kepala terlihat, "Baik, Tuan," Jax berkata pelan namun tegas, "Apa saya perlu mencari tau hubungan di antara Nyonya Afnan dan Algio?"

"TIDAK PERLU!" Dareen berkata dengan kasar, paranoidnya kambuh, "Aku tidak sudi mengetahui hubungan kedua manusia menjijikkan itu."

"Biarkan saya sampah itu bersatu, aku tidak ingin mengetahui mereka berhubungan sampai di tahap mana, aku hanya ingin nama baikku tetap bersinar."

"Baik, saya mengerti." Jax mengangguk, namun tetap saja, di balik perkataan Dareen, ia tetap harus mencari tau tentang hubungannya keduanya.

Jax, paling tau sifat Dareen, sekalipun pria itu berkata tidak, ia tau bahwa yang berada di dalam hati sang tuan berbeda, hanya gengsi. Benar, tuannya memang tidak menyadari, namun ia begitu sadar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!