"Astangfirullah Pak, ini bukan hukuman tapi menindas namanya!" Pekik Nabila kala menatap bukuu setebal tembok di depannya.
"kalau tidak mau silahkan keluar dari daftar Siswi saya!" jawab pria yang amat di kenal kekillerannya.
huff!
Nabila tak dapat membantah selain pasrah ia tidak mau mengulangi mata kuliah satu tahun lagi hanya demi satu kesalahan.
Tetapi Nabila pikir ini bukan kesalahan yang fatal hanya dosennya memang rasa sensitiv terhadap dirinya, Nabila tidak tahu punya dendam apa Pak Farel sehingga kesalahan kecil yang Nabila perbuat selalu berujung na'as.
Yuk lanjut baca kisah Nabila yang penuh haru dan di cintai oleh dosennya sendiri secara ugal-ugalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana fatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
ALHAMDULILLAH SAMPAI BAB 30
Mohon dukungan dengan tinggalkan jejak, terima kasih....
Alka yang semakin menggila, napasnya mengebu berbentur sama desahan yang membuatnya melayang tidak karuan, bersama tangan yang terus aktiv beremas benda kenyal padat milik Nabila. Sementara bibirnya menjalar ke jenjang leher sang istri, entah berapa banyak karya yang tertingal di sana Alka tidak perduli sebab dirinya sudah lebih asyik menikmati walau dalam hati terdalamnya Alka masih ingat kalau istrinya tidak bisa di jamah lebih dalam.
Melihat wajah Alka yang belingasan tak tahan ingin melepas sesuatu yang tertahan di sana, Nabila langsung berinisiatif mengambil langkah tepat sebuah alternatif yang insyaallah membuat sang suami puas.
Dan alangkah indahnya dunia Alka saat ini menggila seperti, saat Nabila dengan lihai membuka mulutnya dan menjulur lidahnya.
Dan rasa percaya ini yang tadi Nabila tanam walau selalu sempat khawatir tapi karena survi membuktikan inilah tritment yang di sukai oleh para suami salah satu alternatif memuaskan hasratnya kala lagi berhalangan.
Mata Alka kembali takjub sama apa yang di lakukan oleh istrinya, walau ini bukan pertama kalinya karena Alka sering meminta hak serupa saat ia menginginkan tapi kali karena inisiatif sang istri sendiri dan itu yang membuat Alka yakin kalau Nabila sudah jatuh cinta pada dirinya yang tampan dan menggoda.
Kumat narsis Alka kambuh kembali.
Kala pelepasan itu sudah berada di ujung klimas Alka mengerang sebagi tanda puas sambil menjambak rambut Nabila yang hitam legam dan wangi.
"Terima kasih," ucap Alka I laveyou Nabila di dalam hatinya berlanjut.
Dasar Alka kenapa ia masih gengsi untuk menyebut tiga kata itu secara terang-terangan.
Nabila pun merasa lega saat melihat suami kelepasan dengan sempurna, setelah itu Nabila kembali pada mode awal ia pura-pura bersikap biasa saja dan santai agar Alka tidak curiga kalau dirinya tadi sangat menikmati dan berusaha memberikan yang terbaik karena pastinya Alka akan merasa sangat senang dan besar kepala nantinya.
"Cepatan mandinya sudah siang, Aku mau mandi di kamar mandi luar saja Pak," ucap Nabila datar.
Alka pun mengikuti apa kata sang istri walai pikirannya masih berkelana kemana-mana.
"Lah kenapa sekarang dia cuek begitu ya, perasaan tadi ia melakukan itu dengan cinta," batin Alka mengusap wajahnya kasar segera mandi sesuai perintah sang suami.
Selesai mandi Alka keluar dengan fisik segar, ia senang sekali walau istrinya sedang halangan tapi masih bisa merasakan kesegaran seperti biasanya yang usai bercinta, selama Nabila tidak haid memang tak ada hari tanpa bercinta bahkan siang hari Alka masih bisa melakukannya, di kantor pun ia jadi.
Kaleuar kamar mandi, Alka di buat shok kembali oleh Nabila yang ternyata perempuan itu sudah selesai duluan tapi bukan itu yang buat Alka kalang kabut lagi.
"Ya Allah, masak aku harus mandi lagi?" gumam Alka mendesah berat.
"Memangnya kenapa Pak, belum selesai mandinya?" tanya Nabila yang sedang melilit handuknya.
Nabila yang jahil memperlambat dirinya yang mau memakai baju dan ia pun pura-pura.
"Pak, mau sarapan di sini apa di luar, aku belum masak?" ujar Nabila belum juga mengambil baju.
"Kamu nggak mau pakek baju, nanti masuk angin?" ucap Alka ketus.
"Bentar Pak, ini masih mau pakek handbody tidak enak kalau sudah mandi," sahut Nabila santai, tangannya begitu pelan menggosok bagian tubuhnya, tangan, betis dan juga bokongnya.
Alka menghela napas kasar sambil menggeleng, kenapa Alka pikir kalau istrinya benar berbeda banget, Nabila yang pemalu, sungkan tapi sekarang ia terlihat santai apa lagi kadang Nabila terlihat genit.
"Pak, mau sarapan apa?" tanya Nabila lagi sengaja agar suaminya menoleh.
"Makan kamu," sahut Alka kesal.
"Hah! Makan Aku? Memang bisa?" tanya Nabila menyerngit kan dahi, tangannya berhenti yang sedang mengoles handbody di sebelah tangannya.
"Ada bunur," jawab Alka.
"Hah! bubur?" Perjelas Nabila.
"Iya." sahut Alka datar.
"Iya Pak, tadi aku pikir Bapak jawab mau makan yang lain, eh tahunya Bubur," gumam Nabila manja.
"Makanya dengerin baik-baik kalau orang bilang itu." Alka pura-pura sibuk mengambil ponselnya dan membuka cht padahal tidak ada chat masuk.
Saat Alka berusaha fokus sama benda pipinya agar bisa menghindar pandangan yang buat imannya lemah, tiba-tiba Nabila mematung di depan Alka.
"Pak," panggil Nabila mematung.
Shontak Alka terkejut.
"Astangfirullah Nabila! Kamu ngapain berdiri di sini?" pekik Alka spot jantungan di tambah istri belum juga memakai baju.
"Bapak sih serius amat lihat Hpnya, Aku mau mintak tolong." ucap Nabila dengan raut wajah yang menggemaskan apa lagi Nabila habis mandi dengan rambut yang sedikit basah.
"Mintam tolong apa?" tanya Alka mulai panik.
Nabila menahan tawa kuat-kuat melihat wajah panik suami mesumnya.
"Hahahh, rasian kamu Pak! Memang enak aku kerjain, makanya jangan gengsi yang di pelihara, apa susahnya sih bilang cinta sih padahal jelas-jelas nafsunya selangit." batin Nabila sambil tertawa.
"Ini tolong olesan handbody di belakang ku Pak, aku nggak bisa tangan ku tidak sampai," pinta Nabila sambil menyerahkan handbody ke arah Alka.
Deg!......
Lanjut Nabila......... Wkwkwkwk