"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 16.
Amelia dan Asih dengan mengendarai sepeda motor almarhum Pakde Mahmud mereka berdua berangkat menuju stasiun kereta api.
"Astina pulang kampung Mel?? Terus kita bertemu di siapa di sana? Aku khawatir kita tidak diterima jika tidak ada orang dalam." Asih jadi tidak bersemangat melamar pekerjaan saat mendengar Asti pulang kampung.
"Informasi dari Asti, kita itu sudah dititipkan nama kita sama security, jika kita melamar langsung di diproses. Bismillah saja ya, mudah-mudahan rezeki kita bekerja di kantor milik bosnya Asti." Asih mengangguk
"Bosnya Asti yang punya perusahaan perfilman ?yang akan interview kita?"tanya Asih.
Kini kedua gadis itu sudah duduk manis di dalam kereta.
"Entahlah aku kurang tahu, bosnya Asti banyak.. semua dia panggil bos, aku sampai bingung majikan yang asli yang mana? Semuanya majikan kata Asti."jantung Asih berdegup tak karuan saat Kereta mulai jalan.. Lia yang nempel langsung molor,ia langsung terlelap.
30 menit mereka di kereta , akhirnya mereka sampai di stasiun yang mereka tuju.keduanya turun,Lia dan Asih menggunakan ojek online menuju perusahaan itu.
Suasana macet,tinggal sedikit lagi kedua wanita itu sampai di area perkantoran. Gedung perusahaan entertainment itu sudah terlihat..
Lia memutuskan untuk turun dari ojek.Asih pun ikut turun melihat Lia turun..
Ada satu pemandangan yang menarik perhatian Lia dan Asih.
Seorang perempuan sedang memarahi anak perempuan yang usianya kira-kira 6 tahun.
"Ayo iku tante Laiba.! Kamu harus dengar apa kata tante. Kenapa susah sekali kamu patuh apa kata Tante??ayo ikut tante kita pulang Sekarang!!
anak kecil itu menangis tidak mau ikut perempuan tersebut.
" Aku tidak mau ikut Tante,aku mau ke kantor Papa, tante bohong katanya mau antar Laiba ke kantor Papa. Akan aku adukan dengan papa kalau Tante jahat.Aku tidak mau Tante jadi ibu sambungku.. Tante pergi.. hikss..hikss lepaskan tangan aku sakit Tante.." Teriak Gadis itu.
"Ada apa ini? Mbak jangan kasar dong dengan anak kecil.. kalau dia tidak mau ikut mbak jangan dipaksa. Jangan-jangan mbak mau menculik ya??" Ucap Amelia matanya tajam menatap wanita cantik dan seksi yang ada di hadapan.
"Tante baik tolong aku..!tolong aku tante laiba tidak mau ikut Tante Linda. tante Linda jahat suka cubit tangan laiba dan suka bentak-bentak, matanya juga galak suka pelotot-pelotot Laiba."adu gadis kecil itu sambil berurai air mata.
Amelia seketika menepis tangan wanita rambut pirang itu,dan menarik tangan laiba dari genggamannya..
" Jangan kasar dengan anak kecil..biasakan bicara dengan bahasa yang lembut. Kalau mau anak itu nurut tidak seperti itu caranya.." hardik Amelia.
"Ehhh.. siapa kamu?? berani-beraninya ikut campur urusan ku.. Anak ni bandel dan tidak bisa pakai cara halus,harus cara kasar supaya nurut dengan ku." Teriak Wanita berambut pirang.
" Cara kamu salah gak semua orang nurut dengan bentakan dan hardikan, memangnya anak ini siapa kamu? Kamu berani membentaknya sampai ketakutan seperti ini." Tanya Amelia.
"Aku calon Istri papanya dan anak ini calon anak tiri ku, sudah sepatutnya ia nurut semua perintah ku." Gadis kecil dengan bola mata indah dan bulu mata lentik itu, bersembunyi dibelakang tubuh Amelia..
" Tante baik tolong aku, Tante Linda jahat Laiba tidak mau pulang dengan Tante Linda, Tante baik tolong antarkan Laiba ke kantor Papa yang ada di seberang jalan itu,Laiba tahu kok tempatnya." Ucap Laiba penuh permohonan.
Tampak sekali ketakutan di wajah cantik Laiba
Tangannya sangat kencang memegang rok yang dikenakan oleh Amelia, ia pun menggenggam tangan Asih sangat erat.
Naluri Laiba yakin Amelia dan Kasih orang baik.
Tiinn... Tiinn.. tiin
Bunyi klakson mobil berkali-kali memekakkan telinga.
"Lindaa..!! cepat naik ke mobil, tinggal saja anak tiri mu itu??masih calon anak sudah bikin susah apa lagi sudah jadi anak... " Teriak seorang laki-laki dari dalam mobil.
Perempuan bernama Linda itu buru-buru naik kedalam mobil yang klakson bunyi secara brutal..
Setelah Linda pergi bersama mobil mewah itu yang meninggalkan asap dan Aliba.
Amelia menatap Laiba, wajahnya seperti tidak asing bagi Lia,tapi ia lupa dimana ia bertemu dengan Laiba
" Anak cantik..! Tante jahat itu sudah pergi, anak cantik mau Tante antar kemana? ".Kasih sudah gelisah sekali jam untuk interview semakin dekat.
" Ke kantor papa saja Tante,Laiba tahu kantor papa PT. Reza entertainment Indonesia."
Degghh!
Lia merasa tidak asing dengan nama tersebut.
Sedetik kemudian Lia ingat Reza adalah bos Asti,dan Laiba anak yang di asuh oleh Astina.
Lia sering liat Asti upload foto anak kecil yang duduk dipangkuannya.
" Adek cantik..kenapa bisa pergi bersama Tante tadi tanpa susternya,Susternya mana?" Tanya Lia lagi
Lia sangat penasaran tapi Lia bingung mau bertanya apa?
" Mbak Tina sedang pulang kampung Tan.." jawab Laiba.
Amelia mengaguk ia mengelus pucuk kepala Aliba Penuh dengan kasih sayang.
Ia memotret Laiba lalu ia kirim ke Astina. Yang sedang ada dikampung.
" Kira-kira kita telat gak ya, Lia?? Aku berharap sekali bisa keterima kerja hari ini." Asih gelisah tak menentu. Bayang-bayang di tolak menari-nari didepan matanya..
" Insyaallah kita tidak telat, sebentar lagi kita sampai." Kasih menatap Lia bingung,ia yang tidak tahu dimana letak kantor yang membuka lowongan kerja khusus office girls itu.
"Kita ini mau mengantarkan adik Laiba ke kantor papanya kan? Memangnya kantor Papanya Laiba dekat dengan perusahaan yang membuka lowongan kerja?" Tanya Kasih dengan cemas.
" Iya.. Dekat sih.. kamu tenangkan hati dan pikiran banyak-banyak berdoa." Jawab Lia.
Tidak lama Taxi tersebut memasuki kawasan perkantoran.
" Bapak supir turunkan kami di lobby perusahaan Reza entertainment. Bapak supir bisa tunggu? Aku mau ke papa dulu minta uang untuk bayar bapak supir." Ucap Laiba dengan suara khas anak kecil yang merdu..
" Tante yang bayar ongkos taxinya Laiba tidak perlu minta tolong papa." Senyum manis dengan lesung Pipit terukur indah disudut bibir gadis kecil itu.
" Tante baik sekali... Terimakasih ya, Tante. Laiba akan minta Papa ganti uang Tante baik." Lia tersenyum dan mengangguk.
Saat taxi masuk kedalam area gedung perkantoran. Security memeriksa taxi tersebut.
Laiba membukakan kaca mobil.
" Pak Yanto, Papa adakan dikantor??" Tanya Laiba dengan suara nyaring.
"Non Laiba..! Ini siapa yang bersama Non?? Tuan Reza ada dikantor.." security mengurungkan niatnya memeriksa keseluruhan isi taxi.
Yang ada Ia membukakan pintu taxi saat sudah sampai di lobby.
" Mbak-mbak ini mau melamar pekerjaan dikantor Pak Reza? Kenapa bisa bersama Non Laiba?? Ini bukan moduskan? Supaya ke
di terima kerja." Tanya Security penuh selidik.
Lia dan Asih mengaguk dan menggelengkan kepalanya.
" Selamat Pagi pak.. saya mau tanya ada nama saya tidak di catatan bapak, peserta pelamar kerja. Amelia lestari dan kasih Hati." Tanya Lia sopan.
" Pak security Tante baik ini, sudah menolong Laiba dari Tante Linda yang jahat.. jadi bapak security tidak usah tanya-tanya dan tuduh-tuduh ya.." security tersebut tersenyum dan mengangguk.
" Baik Nona cantik." Security yang bernama Yanto itu , memeriksa catatannya..
Ia tersenyum setelah menemukan nama Lia dan Asih.
" Ada nama neng berdua titipan Mbak Asti. " Lia dan Kasih saling pandang dan tersenyum.
" Baik pak..! Terimakasih ya,kami pamit." Lia dan Asih diantara oleh security menggunakan lift khusus untuk menuju ruangan Reza dan tempat interview karyawan baru.
" Biasanya yang wawancara pihak personalia mbak.bukan pak Reza, pak Reza pemilik perusahaan tidak mungkin interview." Ucap Yanto.
" Lia pun bingung kata Asti yang buka loker kantor Bosnya yang bergerak di bidang jasa konsultan pajak..
Ia tidak tahu jika Perusahaan Reza entertainment yang merekrut karyawan. Lia tidak tahu jika Reza yang membeli naskahnya yang membukakan loker.
Lia pikir bos Asti yang lain, karena semua Asti sebut Bos..!
Kasih terkesima melihat Artis berkeliaran di gedung itu.
Ia yang menaiki lift kaca bisa melihat siapa saja yang berkunjung ke kantor itu.