NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Tuan Muda

Ibu Untuk Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: keynan

"Aku membencinya, bayi yang seharusnya melengkapi kebahagiaan kami. Dia yang sudah lama kami nantikan.Tetapi aku sangat membencinya. Tatapan mata itu, Ahh sayangg aku tak sanggup menatapnya."

Ia terus meratapi kepergian sang istri untuk selama lamanya.Ia sangat marah dengan keadaan yang tak memihaknya. Baginya cintanya telah tiada, terkubur bersama jasad istrinya. Meninggalkan kehampaan dalam relung hatinya yang terdalam.

Namun hatinya bergejolak saat sang bayi berhasil mencuri perhatiannya. Tingkahnya lucu dan menggemaskan.

"Ada apa denganku? Aku tak boleh keluar dari zona nyamanku".

♡♡Henry Arjun Syahreza♡♡


Pertemuannya dengan bayi tampan, pipi gembul dan mata bulat. Mengubah segala kehidupan pahitnya. Seolah memberikan cahaya dalam kegelapan, menghilangkan setiap rasa pahit itu. Menggantikanya dengan manisnya kehidupan.

"Sayangg tak kan kubiarkan kau tenggelam dalam kesedihan. Baby El aku yang akan terus berada disampingmu. Menggenggam erat tanganmu. Kita akan melewati kepahitan ini bersama."

♡♡Adellia Jasmine♡♡

Jangan lupa subscribe
like
komen
vote
rate bintang 5

ig @keynan7127

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon keynan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flash back

Terima kasih yang masih setia menantikan Baby El, dan juga semua dukungan yang diberikan.

Semoga berkenan meninggalkan jejak like komen dan vote ya readers

Happy Reading

💐💐💐💐💐💐

"Jangan pernah takut untuk mencoba, segala ketakutan dalam diri kita tak akan sirna. Jika kita tak pernah mencobanya, mungkin semua hal yang menakutkan adalah lebih indah dari yang kita bayangkan."

Arga dan Henry tiba di kota Z pukul 11.00 WIB. Mereka sudah ditunggu CEO Makmur Terus. Suatu hal yang luar biasa, dan keberungtungan yang sangat bagus, seorang Henry Arjun Syahreza menghadiri undangannya.

Padahal pertemuan lain biasa diwakilkan Arga, atau Direktur terkait. Tetapi tidak dengan saat ini, ia hadir bersama Arga.

"Selamat siang semuanya, berhubung tamu istimewa kita sudah hadir, mari kita mulai rapatnya," ucap Rafa, CEO Makmur Terus.

"Baik," sahut semua orang. Henry tak bisa fokus pada presentasi Rafa, berulang kali Arga harus mengingatkan Henry.

Apa yang sedang dipikirkan Tuan nya? Tak seperti biasanya singa buas itu tak fokus, biasanya ia akan sangat detail, mengoreksi setiap kesalahan dari investor. Arga hanya bisa membatin.

"Tuan," bisik Arga. Ini sudah untuk kesekian kalinya dia menegur Henry.

"Ah ya, apa sudah selesai?" tanya Henry. Semua orang saling melirik, mempertanyakan apakah presentasi mereka tak didengarkan? Atau Henry tak tertarik dengan ide mereka?

"Belum Tuan, Anda dimintai pendapat tentang ide mereka," jelas Arga dengan suara pelan.

"Menurutmu bagaimana?" ucap Henry. Arga hanya mengernyit.

"Menurut saya sudah bagus, bahkan akan menghasilkan profit yang yang sangat menguntungkan bagi kita," ucap Arga sungguh-sungguh.

"Baiklah." Henry segera Berdiri dari duduknya.

"Baiklah Pak Rafa saya setuju, atas semua presentasi Anda, silahkan berdiskusi dengan sekertaris saya," ucap Henry. Dia segera belalu dari ruangan rapat, dan menunggu Arga ditaman kecil seperti balkon didepan ruang rapat.

Henry mengusap layar ponselnya, sekarang yang ada adalah bayi tampan yang tengah tersenyum bahagia. Gambar Henry kecil yang dia ambil tadi pagi, dengan berbagai pose dan gaya.

"Kau sangat menggemaskan," ucap Henry mengelus potret El.

Saya ikut bahagia Tuan, Anda sudah melakukan hal yang tepat. batin Henry.

"Tuan," panggil Arga.

"Ah ya, apa sudah beres?" tanya Henry. Dia segera mematikan layar ponselnya. Dan menyimpan benda pipih itu dalam saku celananya.

"Sudah selesai Tuan, kontrak kerjasama sudah ditandatangani. tinggal menunggu tanda tangan Anda." Arga menyerahkan map berwarna merah pada Henry.

Tanpa menunggu lama, Henry membubuhkan coretan tintanya pada kertas itu. Ia ingin segera kembali ke Jakarta, maksudnya mansion. Atau lebih tepatnya bertemu El.

"Maaf Tuan, Tuan Rafa mengajak kita makan siang, sebagai bentuk terima kasih. Atas kerja sama kita," ucap Arga.

"Makan siang?" tanya Henry. Dia melihat jam dipergelangan tangannya. Sudah jam 13.25 pantas saja perutnya sedikit meminta jatah. Belum lagi tadi pagi dia hanya memakan selembar roti.

"Tapi kita harus segera kembali," wajah cerah Henry berubah mendung.

"Ayolah Tuan Henry," ucap Rafa yang berada ditak jauh dibelakang mereka.

"Baiklah." jawab Henry, dengan wajah lesu.

Mereka berempat makan siang disebuah restoran mewah, tak jauh dari tempat meeting mereka.

Henry merasa sedikit risih, karena sekertaris Rafa sering mencuri pandang padanya. Arga yang menyadari ketidak nyamanan Tuannya, segera mengalihkan perhatian.

"Uhukkk uhuukkk.." Arga pura pura batuk.

"Kalau makan itu hati-hati?" tanya Henry menyodorkan segelas air putih.

"Anda tak apa apa Tuan?" tanya Rafa. Arga hanya menjawab dengan anggukan.

Sejak kapan Tuan Henry singa buas ini menjadi jinak? Bahkan tak seperti biasanya dia berbuat baik pada orang, ucap Arga dalam hati.

Namun alih alih memberikan minum pada Arga, Henry pura pura menumpahkan air, pada wanita dihadapannya. Seketika wanita itu menjerit.

"Aaaaaaaaa..." teriak wanita itu.

"Ups tanganku terpeleset," ucap Henry tanpa dosa. Bahkan ia tak berniat meminta maaf.

"Maaf kan Tuan Henry, Nona." ucap Arga memberikan beberapa lembar tisu.

Sekertaris Rafa itu segera pergi, menuju ketoilet wanita. Sebagian baju bagian lengannya basah. Ada pula cipratan air diwajahnya. Sekertaris itu terus saja mengumpat, ia merasa dipermalukan.

Hahahaaa.. Rasain tuhh... Emamg enak dimandiin didepan umum.

"Tidak perlu meminta maaf Tuan, ini hanyalah kecelakaaan," ucap Rafa. Henry diam dan melanjutkan makannya, tanpa berucap apapun.

Sepertinya rumor itu benar adanya, Tuan Henry sangat menakutkan. Semoga langkahku tidak salah, untuk menjadikannya partner bisnisku. Dan juga ladang uang.

"Ga ayo kita pulang," ajak Henry setelah selesai makan.

"Ku rasa kesepakatan kita selesai Tuan Rafa, sebaiknya kami kembali. Karena masih banyak yang harus kami selesaikan," pamit Arga.

Keempat orang itu saling menjabat tangan, sebagai tanda perpisahan dan juga persetujuan mereka.

Mobil mewah yang ditumpangi Henry dan Arga melaju, meninggalkan kota Z. Kota dimana Henry bertemu dengan Metta untuk pertama kalinya. Mungkin ini menjadi salah satu alasan, mengapa Henry menerima tawaran Tuan Rafa.

Saat melintasi perbatasan kota, Henry meminta sopir untuk berhenti. Yah, direst area ini, tempat mereka bertemu.

"Metta aku selalu ingat tempat ini, tetapi aku menyesal. Karena hanya sebentar waktuku mengenalmu. Dan aku juga berterima kasih, kau rela mempertaruhkan nyawamu. Untuk malaikat kecil ku," gumam Henry.

"Ayo pak jalan," ucapnya setelah puas bernostalgia.

Flash back On

Henry yang saat itu sedikit mabuk, tak kuasa mengendalikan laju mobilnya. Telebih jalanan sedikit lengang karena gerimis. Ia bahkan tak menyadari adanya mobil lain yang terparkir dibahu jalan.

Kabut mulai turun, ketika melewati perbatasan kota Z, jarak pandang sangat minim. Ditambah kondisi Henry yang setengah sadar.

Henry menabrak mobil Metta dari belakang, sang pemilik mobil tentu saja mengumpat kasar. Hingga ia berjalan mengetuk pintu mobil Henry, namun tak ada jawaban. Ia hendak memecahkan kaca mobil, namun kaca mobil diturunkan.

Menampilkan raut wajah Henry yang sedikit memar, dibagian dahinya. Dan penampilan acak acakan.

"Heii Tuan, Anda ini bisa menyetir atau tidak? Lihatlah kau menabrak mobilku," ucap Metta.

"Hmmmm..." Henry hanya berdehem.

"Kau ini apakah bisu? jangan hanya hammm hemmm saja, cepat ganti rugi," bentak Metta. Dia merasa sangat kesal.

"Ambil ini, dasar wanita, hanya uang dan uang yang kalian mau," ucap Henry. Ia menampar Metta dengan segepok uang. (Othor juga mau donk!)

"Maaf Tuan, tak semuanya bisa diganti dengan uang, saya hanya ingin Anda meminta maaf," ucap Metta.

"Jangan harap itu terjadi," Henry menolak.

Henry turun dari mobilnya, ia berniat menghubungi Edo. Sahabat yang akan dia kunjungi. Namun sinyal didaerah sini sangat minim.

Ia melanjutkan niatnya, karena hanya beberapa meter, dia melihat ada rest area. Henry hendak mencari tempat untuk charge ponselnya.

Namun ia merasa sangat pusing, jadilah Henry tak sadarkan diri sebelum sampai tujuan. Metta yang sedang memunguti lembaran rupiah untuk dikembalikan berlari. Membantu Henry, dibantu beberapa orang untuk membawa keklinik di rest area.

Flash back Off

TBC

Terima kasih

1
tina0892 agustina
Luar biasa
Muhardi
mantan nya byk
Anonymous
lanjut Thor dan selalu semangat
Key: thanks ka
total 1 replies
Cherry🍒
untung gak ngajak Intel haha Bejo mah beda
Cherry🍒
yaawoh aku ngakak
Cherry🍒
oooh mengapaaaaaa baru eps 1 mata udah banjir 😭
Anonymous
Weh weh apa ni
Wiwuk Putri
Edo kah Mr x itu
Wiwuk Putri
judul nya El Mandi lumpur isinya sama spt Bab sblm nya
Nurmalina Gn
kak Rey ini kan Thor....
Nurmalina Gn
siapa dia Thor......
Nurmalina Gn
auto nangis 😭😭😭😭
Nurmalina Gn
terimakasih Edo mau jadi orang baik....semoga kamu bahagia
Nurmalina Gn
Irawan bukan nya orang kepercayaan eyang wira
Zaskia Gusril
keren
Nurmalina Gn
ini lah sumber dendam nya edo
Nurmalina Gn
hihihi... ngeri banget nama nya
Nurmalina Gn
Arga semoga nanti nya kau tak patah hati
Nurmalina Gn
haaaah Cemen banget si henry
Nurmalina Gn
benar benar terbawa suasana baca novel ni di awal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!