"Aku bersumpah akan membalas semua penghinaan dan rasa sakit ini."
Tivany Wismell, seorang penipu ulung dari dunia modern bertransmigrasi ke zaman peradaban China kuno. Mengalami ketidakadilan dan nasib yang tragis, Tivany menolak menyerah dan akan membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kaum serigala murni
Rumor tentang keturunan campuran yang masih hidup akhirnya sampai ke telinga kaum serigala murni. Mereka kini sedang mengadakan rapat, rumah mereka ada di sebuah gua diatas tebing yang terjal dan menakutkan.
Auuuuuuuu
Auuuuuuuu
Auuuuuuuuuu
Seorang Alpha atau pemimpin koloni itu mengaum memanggil kelompoknya. Sekitar 600 serigala termasuk istri, menantu, anak, cucu dan cicit datang bergerombol.
Alpha ini masih muda, dia adalah keturunan generasi ke 500 yang baru saja naik tahta. Jika menggunakan umur manusia, mungkin dia berusia 30 tahunan. Tubuhnya kecil dan ramping dengan bulu abu-abu, meskipun kecil dia memiliki sifat pemberani dan kuat layaknya Alpha.
Kaum serigala murni kebanyakan sudah menjadi hewan roh yang berada di ranah Langit sampai Transendan. Mereka bisa bicara bahasa manusia atau bahkan berubah menjadi apapun, tapi mereka tetap menggunakan wujud serigala sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan.
"Baru-baru ini sedang ramai di bicarakan jika masih ada keturunan campuran yang masih hidup. Ini masih sebatas rumor, tapi kita harus tetap waspada." Ucap si Alpha.
apa? keturunan campuran?
bukankah mereka semua sudah di buru
apa itu baru lahir
tidak mungkin para tetua kecolongan
cepat cari tau
menjijikan sekali
bagaimana bisa dia hidup
Semua serigala berbisik-bisik tidak terima, mereka memiliki dendam kesumat dan sangat membenci keturunan campuran. Kebencian ini terjadi karena dulu tetua Alpha pertama, yang sangat di hormati dan di kagumi merawat seorang anak manusia yang dibuang.
Setelah anak itu besar ternyata dia seorang perempuan yang cantik, tetua Alpha jatuh hati padanya dan menikahinya. Sebagai Alpha pertama yang berani memilih menikah dengan manusia, dan meninggalkan tunangannya sendiri.
Banyak serigala yang menentang tapi cinta mereka tidak bisa di pisahkan, hingga akhirnya sang gadis hamil dan melahirkan keturunan campuran pertama dalam wujud serigala. Wanita itu tewas dan anak yang dirinya lahirkan di rawat sebagai penerus, pemimpin Alpha yang seharusnya adil justru dia pilih kasih kepada anaknya dengan alasan dia keturunan campuran.
Para serigala murni mulai iri dan takut silsilah keluarga mereka hancur, mereka mulai merencanakan untuk membunuh si keturunan campuran itu yang ternyata adalah Pong. Pemimpin Alpha terus melindungi anaknya sampai ajal menjemputnya, saat Pong akan naik tahta para serigala kompak memburunya dan hendak membunuhnya.
Pong berlari melarikan diri dan berhasil kabur ke tempat manusia hidup. Dia memupuk kekuatan dan berencana membalas dendam, dia membentuk koloni keturunan campuran pertama dan mendidik anak-anaknya untuk melawan bangsa murni.
Begitulah alasan permusuhan itu terjadi, di mulai dari pemimpin pertama serigala lalu berlanjut pada dendam Pong dan keturunannya. Dendam ini tidak akan pernah berakhir sampai mereka semua mati dan punah.
"Tenanglah, ini masih sebatas rumor. Para serigala pengintai akan melacak kebenaran ini, dan jika sudah ditemukan maka sudah saatnya kita memburunya. Hanya ada satu yang terlewat, ini hanya hal biasa dan pasti kita akan selalu menang. KAUM MURNI BERADA DI BAWAH KEADILAN DEWA, KITA PASTI MENANG MELAWAN KETURUNAN MENJIJIKAN ITU." Teriak sang Alpha.
Auuuuuuuuuuuuu
Aauuuuuuuu
Auuuuu
Serigala mengaum dan bersahutan, para serigala pengintai mulai berlari pergi untuk mengendus bau dari keturunan menjijikan itu. Entah apakah mereka akan berhasil menemukannya, atau justru mereka hanya termakan rumor tanpa dasar.
"Ketua, bukankah keturunan campuran pertama belum di bunuh? apa mungkin keturunan campuran yang masih hidup itu adalah dia?." Ujar salah satu serigala.
"Belum diketahui pasti, tapi keturunan menjijikan itu seharusnya sudah tua dan lemah. Dia akan mudah di bunuh, jangan pernah ketakutan pada darah menjijikan seperti mereka." Ucap sang Alpha tegas.
Setelah rapat itu selesai, sang Alpha berdiri diatas batu tebing menatap ke arah langit dengan tatapan mata tajam. Dia tau jika serigala memiliki banyak musuh, entah dari hewan lain atau bahkan sesama koloni serigala murni yang menginginkan kekuasaan.
Meskipun dia kuat dan memiliki kedudukan, dia hanyalah serigala kecil yang sering di remehkan. Karena tubuhnya yang kecil dan tidak memiliki aura Alpha dominan, dia selalu hidup di balik bayang-bayang pemimpin sebelumnya yang merupakan Ayahnya sendiri, yang tewas saat memburu koloni keturunan campuran terakhir.
"Apa Ayah tewas karena di bunuh oleh keturunan yang masih hidup ini? atau koloni yang Ayah taklukan memang kuat?. Pasukan yang pergi bersama Ayah mengatakan jika pertempuran terjadi di dalam sebuah istana, mereka melawan seorang putri serigala berdarah Alpha dominan. Katanya putri itu juga tewas saat pertempuran, jadi siapa sebenarnya yang terlewat?." Gumam si alpha.
"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk, tidak mungkin anak dalam ramalan itu benar-benar lahir. Seluruh keturunan campuran sudah dihabisi bahkan bayi dan anak-anak sekalipun, mustahil dia bisa lahir." Gumam si Alpha menenangkan diri.
Kembali pada Wei dan Meyleen, mereka masih sibuk mengurus Lin yang menurut Meyleen aneh dan menakutkan. Padahal baru sekitar satu bulan berlalu, tapi Lin sudah tumbuh seperti anak berusia 6 bulan.
"Kenapa kau selalu menatap aneh ke arah Lin, apa kau membencinya?." Tanya Wei.
"Dia aneh." Jujur Meyleen.
"Apa karena taringnya?." Wei merasa insecure, karena anaknya mirip dengannya.
"Bukan." Meyleen menggeleng.
"Lalu?." Wei heran.
"Dia baru lahir satu bulan, tapi kenapa dia sudah sebesar anak 6 bulan? bahkan taringnya sudah mulai tumbuh. Entah kenapa aku takut dengan pertumbuhannya ini, apa ini wajar terjadi pada keturunan campuran?." Ucap Meyleen.
"Yaa memangnya apa yang aneh?." Heran Wei.
"Tentu saja aneh, dia baru lahir satu bulan tapi sudah sebesar ini." Meyleen tidak habis pikir dengan otak Wei.
"Bukankah itu wajar? saat berusia dua tahun dia pasti sudah bisa berburu dan hidup sendirian di hutan." Ucap Wei.
"Apa yang kau katakan sebenarnya sih? dia bayi manusia." Meyleen geram.
"Tapi dia tumbuh seperti serigala, meskipun dalam wujud manusia. Aku juga begitu, dan itu normal saja." Ucap Wei.
"Jadi saat kau berusia 2 tahun kau terlihat seperti berusia 12 tahun begitu?." Meyleen sakit kepala.
"Bukan, anak serigala akan tumbuh dengan cepat tapi menua dengan lambat. Serigala tidak lama menjadi bayi, jadi dia akan tumbuh sesuai usianya nanti." Ucap Wei sambil bermain dengan Lin.
"Maksudmu dia hanya melompati fase bayi, tapi saat berusia satu tahun dia akan tumbuh seperti anak manusia pada umumnya?." Meyleen berusaha memahami.
"Ya, tapi insting dan kekuatannya berbeda dengan anak-anak pada umumnya." Ucap Wei.
"Apa kau berencana melatihnya menjadi kuat sejak kecil?." Tanya Meyleen.
"Ya, mungkin setelah dia berusia 4 bulan sampai 3 tahun. Dia harus bisa memiliki insting berburu yang tajam, waspada dan peka dengan sekitarnya. Dia tidak boleh tumbuh dengan lambat sepertiku." Ucap Wei, dia dulu baru melatih insting berburunya saat berusia 10 tahun.
"Hey, umur 4 bulan dia masih bayi! apa yang akan kau lakukan pada bayi?." Syok Meyleen serangan jantung.
"Dia pasti sudah bisa berjalan dan berlari, mungkin belum bisa bicara tapi instingnya sudah muncul. Aku akan mengajaknya pergi selama tiga tahun, apa kau ingin ikut?." Tanya Wei mengajak.
"Jadi kau berpikir akan meninggalkanku lagi?." Sinis Meyleen.
"Karena itu aku mengajakmu." Wei serba salah.
"Seharusnya kau mengatakan dengan tegas. Kita akan pergi berlatih selama tiga tahun, kemana pun kau pergi aku dan Lin akan selalu ikut." Ucap Meyleen kesal.
Wei hanya diam saja karena malas berdebat, dia sibuk bermain dengan Lin. Meskipun cara Wei mengajak anaknya bermain cukup ekstrim, dengan menggigit leher anaknya seperti kucing atau menjilat wajahnya. Benar-benar seperti seorang serigala yang sedang bermain, Meyleen awalnya merasa takut tapi lama-lama dia terbiasa.
apa jadi lupa akan meylin dan lin....
q harap tidak ya thorrr 💪😘