Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".
Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.
Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C-29
Sudah 3 hari Nabila dan Gilang di Surabaya setelah kepulangan Abah dan bapak. Hari ini mereka akan kembali ke Madiun.
Setelah semua barang telah selesai dikemas. Nabila dan Gilang berpamitan kepada keluarga nya. Dan di lanjutkan untuk perjalanan pulang yang lumayan jauh. Kali ini Gilang sendiri yang membawa mobilnya.
Saat di perjalanan mereka saling berbicara tentang rencana mereka. Dimana Nabila yang masih ingin lanjut sekolah. Dan Gilang yang masih ingin tinggal di rumah sakit. Karena menurutnya, dia bisa kapan saja bekerja tanpa harus capek-capek pulang dan pergi.
"Dek, setelah lulus dari pondok kamu mau lanjut kemana" tanya Gilang.
"IAIN Ponorogo, kata bapak sama ibu kalau sekolah gak usah jauh-jauh. Toh sama saja, yang membedakan cuma anaknya aja. Gimana dia jalaninya."
"Kapan pendaftaran nya"
"Udah lama, tinggal nunggu pengumuman."
"Emang kamu lewat jalur apa"
"Span-ptkin"
"Oh....."
"Eh.... mas selama di Madiun tinggal di mana"
"Aku tinggal di apartemen rumah sakit. Kita hari ini juga pulang kesana dulu ya. "
"Kenapa gak ke rumah aja."
"Rumahnya masih proses pembangunan. Mungkin ketika kamu boyong nanti sudah bisa di pakai."
"Rumah yang aku maksud tuh, rumah bapak sama ibu. Lagian aku cuma nginep semalam ini aja. Besok sore balik kepondok."
"Ya udah kalau kamu maunya gitu. Tapi kita mampir rumah sakit dulu ya. Aku mau ngambil baju."
"Iya deh."
Percakapan mereka berakhir setelah mobil yang mereka naiki masuk pelataran rumah sakit. Gilang pun segera turun, dan menuju apartemen nya. Sedangkan Nabila menunggu di mobil.
Hanya beberapa baju yang Gilang bawa. Karena mungkin setelah Nabila kembali ke pondok. Dia juga akan kembali ke apartemen nya. Setelah selesai, Gilang kembali ke mobil.
Tidak butuh waktu yang lama untuk sampai rumah orang tua Nabila. Karena memang jarak tempuh nya dekat.
Sesampainya di rumah, mereka segera masuk. Karena ini masih siang, jadi di rumah cuma ada ibu. Nabila dan Gilang menyalimi ibu dan ke kamar.
"Maaf ya, kamarnya belum di bersihkan. Mas taroh di meja dulu, dan istirahatlah di ruang tengah."
"Emang kamu mau ngapain."
"Ya bersihin kamarlah. Masak iya nanti malam mau tidur di kamar yang kotor."
"Aku bantuin kamu aja."
"Gak usah."
"Udah gak papa, biar cepat selesai."
Setelah percakapan mereka. Mereka membersihkan kamar sedangkan ibu memasak. Karena kamar Nabila tidaklah besar. Jadi mereka cepat membersihkan nya.
Nabila masih sibuk menata pakaiannya dan juga punya Gilang. Sedangkan Gilang pergi mandi.
Sejak pernikahan mereka. Mereka mulai belajar untuk menghargai satu sama lain. Dan belajar melakukan kewajiban mereka. Kecuali hubungan intim yaaaa. Karena mereka ingin sama-sama mengenal pasangan mereka. Dan Nabila juga masih sekolah. Jadi soal urusan itu, mereka menundanya.
Semua pakaian telah tertata rapi. Dan kamar juga sudah bersih. Nabila pun memilih untuk mandi juga. Karena Gilang juga sudah selesai. Sebelum pergi mandi, Nabila menyiapkan pakaian suaminya.
Selesai mandi Nabila kembali ke kamar. Karena Gilang sudah menunggu nya untuk melakukan solat duhur berjamaah. Ya sejak menikah juga mereka melakukan solat berjamaah.
Selesai solat
"Dek, makan dulu. Ibu udah selesai nih masaknya" ucap ibu dari luar kamar
"Iya Bu." jawab Nabila dan ibu meninggalkan mereka
"Makanan dulu mas"
"Iya,"
Mereka pun makan bersama dengan ibu. Karena mbaknya yang masih kuliah. Dan bapak yang masih bekerja. Setelah selesai makan.
"Assalamualaikum....." ucap seseorang yang sudah berada di ruang makan. Dia menyalimi ibu dan Nabila juga Gilang.
"Wangalaikumsalam...." jawab mereka, lalu ibunya Nabila kembali untuk menjahit sedangkan Gilang tetap di sana
"Jahat Lo, pulang gak kasih kabar." ucapnya pada nabila dengan nada sedih
"Maaf, "
"Terus kapan Lo balik ke pondok"
"Besok"
"Besok, kok cepet banget sih. Gue masih pengen sama Lo."
"Bentar lagi gue ujian."
"Berarti bentar lagi Lo boyong dong. Asyikkkk... inget Lo punya janji sama gue setelah boyong. "
"Iya,"
"Ehmmmmm..." ucap Gilang yang merasa di abaikan
"Eh iya, maaf mas. Kenalin ini budi, sahabatku sejak kecil dan tetangga kita juga. Dan Di ini mas Gilang, suami gue."
"WHAT...." teriak Budi yang schok
"Bisa gak Lo gak usah teriak-teriak di rumah orang." ucap Nabila
"Maaf bil, Lo bilang apa tadi. Dia suami Lo, gak salah Lo. Bukan nya lo masih sekolah ya. Lagian kenapa juga Lo harus nikah dulu. Tar gue gak bisa main lagi sama Lo. Gak bisa kayak dulu lagi dong"
"Dia gak salah kok, saya memang suaminya. Dan saya juga mengizinkan Nabila untuk melanjutkan sekolah. Untuk alasan nya, maaf saya rasa tidak perlu saya jelaskan. Biar pihak keluarga saja yang tahu. Soal main sama Nabila, boleh sih. Asal gak kelewat batas aja." jawab Gilang
"Ok..... Lagian juga udah terjadi juga." ucap Budi pasrah
"Dek, aku ke kamar dulu mau istirahat." ucap Gilang seraya pergi dan tak lupa ia kecup kening nabila
"Gue pulang deh bil, Lo juga butuh istirahatkan."
"Serius Lo. Besok gue balik lho, tar Lo gak punya temen curhat lagi."
"Iya. Lagian gue juga gak ke sekolah lagi. Paling kalau ada apa gitu gue ke sekolah. Gue pamit ya, assalamualaikum...." ucap Budi lalu pergi
"Wangalaikumsalam...."
Setelah ke pulangan Budi, Nabila membereskan meja makan. Dan kembali ke kamar untuk istirahat.
¥¥¥¥¥¥¥°°°°°°°°°°°°°¥¥¥¥¥¥¥
Gimana nih, cerita nya bagus gak
Tulis kritik dan saran kalian di kolom komentar ya😀😀😀
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
makasih 🙏🙏