Berkelana ke segala penjuru...
Membasmi semua kejahatan yang dia lewati...
Melampaui batas kekuatan...
Menantang Langit...
Mengukir legenda baru untuk di kenang
sepanjang Masa...
Tidak ada yang dapat menghentikannya, semua berjalan atas kehendaknya! kekuatan mutlak menjadi sumber utama!
MENGUKIR SEJARAH YANG AKAN DI KENANG DARI MASA KE MASA.
Saksikan kelanjutanya!^^
Enjoyy^^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tika widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Wen Juan
Feng Luozhi mengerjapkan matanya beberapa kali, menatap sosok gadis kecil di depannya.
"Kau...roh api?" Tanya Feng Luozhi memastikan.
Sosok imut didepanya mengangguk mantap dengan senyum lebarnya. "Ya tuan!" Serunya semangat.
Feng Luozhi masih tidak percaya dengan matanya, ternyata ucapan Riuzu benar dengan keberadaan Roh dari Api abadi. Kalau begitu? apakah semua jenis api abadi memiliki Roh? atau mungkin hanya beberapa diantaranya saja.
Riuzu terkekeh melihat wajah Feng Luozhi yang masih tidak percaya, "Feng-Feng, kamu masih tidak percaya?" Tanya Riuzu.
Feng Luozhi melirik Riuzu, kemudian dia menghela nafas. Ternyata dialah yang salah dan terus mempertahankan opininya, hingga kemunculan Roh Api Feng Luozhi akhirnya percaya.
Feng Luozhi bangkit dari tempatnya, "Apa untungnya jika kau sudah terbentuk?" Tanya Feng Luozhi.
Gadis kecil itu meletakan jari telunjuk pada bibir kecilnya, sambil berpikir. "Keuntunganya..." Jeda sebentar, "Banyak Tuan, salah satunya aku bisa membimbingmu melatih lebih jauh lagi cara menggunakan kekuatanku, dan aku bisa menambah tenaga dalammu secara bertahap" Tambahnya.
"Baiklah, tapi apa kau masih belum punya nama?" Tanya Feng Luozhi.
Roh Api menggeleng cepat, karena ini adalah hari terlahirnya dia sehingga belum memiliki nama.
Feng Luozi melirik Riuzu yang kini sedang memakan buah yang tumbuh di dalam cincin pusaka. Riuzu menaikan alisnya melihat Feng Luozhi yang menatapnya.
Tapi hanya sesaat, sebelum Feng Luozhi mengalihkan pandangnya kembali. "Apa kau mau kuberi nama? atau kau memilihnya sendiri?" Tanya Feng Luozhi.
"Dengan senang hati, tuan bisa memberikan nama apapun pada ku!" Kata Roh Api cepat dengan ekspresi lucu.
"Baiklah, sebelum itu alasan apa, dan kenapa kau memilihku sebagai tuanmu?" Tanya Feng Luozhi.
"Karena, ganteng!" Jawab Roh itu dengan Cepat.
Feng Luozhi menarik nafas dan membuangnya pelan, alasan apa seperti itu? gak masuk akal sama sekali, pikirnya.
"Seriuslah!" Kata Feng Luozhi.
Roh Api terkekeh pelan dan terkesan lucu "Baiklah tuan, alasanku memilihmu karena kau mempunyai ketertarikan tersendiri dalam diri tuan, dan sejauh ini hanya kau yang bisa menarik perhatianku" Ucap Roh Api.
Feng Luozhi menganggukkan kepalanya beberapa kali, sambil memikirkan kira-kira nama yang cocok untuk Roh Api Es Abadi ini.
Riuzu melirik ke arah Roh Api, kenapa dia tidak dianggap sedari tadi? padahalkan dia juga ada.
"Hei Roh kecil! apa kau tidak ingin berkenalan denganku juga?" Tanya Riuzu.
Roh Api melirik Riuzu, ah dia tau siapa pria itu. "Ah hallo! kau guru tuanku bukan?" Tanya Roh Api.
Riuzu mengangguk mantap, "Ya kau banar! aku adalah guru si bodoh ini." Ucap Riuzu dengan bangga, tapi tiba-tiba tubuhnya seperti rasa tersengat sesuatu.
Dia melirik Roh Api yang kini memasang wajah sangarnya, ternyata itu adalah ulahnya. "Jangan ejek tuanku! atau kau!" Kata Roh Api dengan kedua tangannya berada di sisi pinggangnya.
Hingga tiba-tiba suara Feng Luozhi terdengar, dan mengentikan Riuzu yang tadi ingin menjawab Roh Api.
"Fei-Fei! mulai sekarang namamu Feu-Fei!" Seru Feng Luozhi.
Roh Api menelengkan kepalanya menatap Feng Luozhi. Fei-Fei? mulai sekarang namanya adalah Fei-Fei.
"Baiklah Tuan, namaku Fei-Fei! namaku Fei-Fei!" Seru Fei-Fei semangat, sambil mutar-mutar di udara dengan girang.
Membuat Riuzu dan Feng Luozhi heran, apakah Roh Api ini sebegitu senangnya mendapatkan nama baru?.
°°
Ken Dai memandang papan kayu yang berlubang, lalu menatap Kang Furu dan Lin Houfeng bergantian di depannya.
Lin Houfeng dan Kang Furu masih saling menyalahkan tentang siapa pelaku yang membuat lantai kamar mereka bolong, dan kasur mereka yang kini terbelah dua.
"Saudara Kang mengakulah! maka masalah ini akan selesai!" Kata Lin Houfeng.
"Kenapa aku?! kau lah yang menyuruhku saudara Lin!" Seru Kang Furu tidak terima.
Dia tidak ingin hanya sebelah pihak yang disalahkan. Karena melihat Lin Houfeng yang kukuh tidak mau disalahkan.
Lin Houfeng membuang nafas pelan, memang sesusah itu ya mengaku? kan tidak ada salahnya mengaku sendiri, itung-itung pahala menurut Lin Houfeng.
Ken Dai mengusap mukanya dengan kasar, kedua muridnya ini bodoh atau gimana? dan lagi bagaimana mereka bisa tidur dengan kondisi tempat tidur yang sudah sebelah-sebelah ini.
"Diamlah! aku akan membayar ganti rugi ini, kalian berdua cepat suruh yang lain bersiap-siap! sekarang juga kita melanjutkan perjalanan." Kata Ken Dai, berjalan meninggalkan kamar dua remaja itu.
Di bawah, Ken Dai segera menuju meja pembayaran. Dan menanyakan jumlah yang harus dibayarnya karena telah merusak fasilitas penginapan.
Ken Dai menghela nafas lega, saat mengetahui jumlah dendanya tidaklah besar. Karena hanya memakai tiga koin emas, memang terdengar sikit jika itu untuk pendekar. Namun jika untuk penduduk desa ataupun kota, satu koin emas saja sudah bisa untuk makan mereka selama seminggu lebih.
Setelah menyelesaikan pembayaran, Ken Dai memilih duduk di kursi yang di sediakan oleh penginapan sambil menunggu kelima muridnya turun.
Tiba-tiba, Wen Juan muncul dan berjalan mendekati Ken Dai dari arah tangga. Senyum ramah tercetak dari bibir pemuda itu.
"Tuan pendekar, saya ingin meminta bantuan sebentar bisa?" Tanyanya.
Ken Dai menaikan sebelah alisnya, melihat Wen Juan yang datang sendiri dan langsung meminta bantuannya.
"Ada apa?" Tanya Ken Dai.
Mendengar Ken Dai mau menganggapinya, akhirnya pun Wen Juan mulai menceritakan masalahnya. Sebenarnya, alasan Wen Juan meminta tolong Ken Dai ada sangkut pautnya dengan acara pelamaranya hari ini ke keluarga Shui di kota ini.
Wen Juan ingat, bahwa keluarganya sedikit memiliki konflik antar keluarganya. Alasan dia juga harus menginap dan merebut ruang dari rombongan Ken Dai juga, karena mereka saat itu sedang diintai. Dan akhirnya, rombongan mereka memilih menginap di penginapan hingga menunggu hari esok.
Dan Sekarang yang dikhawatirkan oleh Wen Juan adalah keberlangsungan pelamarannya nanti. Dia takut, bisa saja terjadi penyerangan atau bisa di bilang ada yang berkhianat.
Alasan ini juga Wen Juan ingin meminta tolong pada Ken Dai, untuk Ken Dai mengawal mereka saat acara pelamaran sedang berlangsung. Wen Juan juga bukan meminta pertolongan dengan cuma-cuma, dia akan membayar Ken Dai dan rombongannya dengan harga yang mahal.
"Bagaimana tuan pendekar, aku bisa membayar kalian 500 keping emas." Ucap Wen Juan.
Ken Dai menimbang ucapan Wen Juan barusan. Walaupun 500 keping emas tidak berarti bagi pendekar, namun untuk tambahan pemasukan dan biaya makan atau penginapan selanjutnya, akan sangat membantu.
Setelah mempertimbangkan keputusannya, akhirnya Ken Dai menyetujui ucapan Wen Juan. Menurutnya tidak ada salahnya, menyisihkan waktu mereka sesaat.
Mendengar Ken Dai menyetujui permintaannya, membuat Wen Juan senang semoga saja rencana pelamaran ini tidak ada hambatan.
Bersamaan dengan selesainya ucapan keduanya, Feng Luozhi dan yang lainya terlihat menuruni anak tangga.
"Tetua Ken!" Ucap kelimanya, setelah sampai didepan Ken Dai dan Wen Juan.
Kang Furu dan Lin Houfeng melirik sinis Wen Juan yang kini di dekat Ken Dai. Menyadari tatapan tidak suka dari dua remaja itu, membuat Wen Juan segera undur pamit untuk berisap-siap.
"Kita tunda perjalanan sebentar." Ucap Ken Dai tiba-tiba, dan menimbulkan berbagai pertanyaan dari lima muridnya.
Next up>>
#akhirnya mndpt luka yg tdk semestinya
😆😜
🤩😎
😆😜