Di dalam hening dan gelapnya malam, akhirnya Shima mengetahui sebuah rahasia yang akan mengubah seluruh hidupnya bersama Kim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaLibra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkemas
Zayn akhirnya diperbolehkan pulang setelah 3 hari dirawat di rumah sakit. Kim sendiri yang akan mengantarkan calon anak sambungnya itu pulang agar ia tahu dimana Zayn dan Ibunya tinggal.
Setelah 20 menit perjalanan, Kim membelokkan mobilnya masuk ke gang. Ia tercengang melihat kontrakan yang ditempati Shima. Tempatnya terbilang sangat sempit untuk ukuran Shima yang mempunyai bayi.
"Kamu tinggal disini selama ini? " Tanya Kim setelah ia memarkir mobilnya di halaman kontrakan Shima.
"Iya Mas"
"Lalu, apa Ayahnya Zain masih memberimu nafkah untuk kalian? "
Shima menatap horor pada Kim.
"Gak usah sebut - sebut DIA lagi ya Mas. Zayn hanya anakku, Zayn cuma punya aku saja" Jawab Shima tidak suka.
"Bagus. Gak usah kamu terima apapun dari laki - laki si_alan itu. Mulai saat ini, aku yang akan menafkahi Zayn. Dan aku lah ayahnya Zayn." Kim ikut geram dengan mantan suami Shima itu.
Shima menatap Kim tak percaya. Ia pun segera menggendong Zayn yang tertidur dan bergegas turun dari mobil.
Shima membuka pintu kontrakannya dan mempersilakan Kim untuk masuk. Dan benar saja feeling Kim, tempat ini tidak layak untuk Shima.
Shima menidurkan Zayn di kasur dan kembali menemui Kim di ruang tamu. Baru saja mendaratkan bokongnya di kursi, Shima sudah dibuat spot jantung.
"Kemasi bajumu, kita akan pindah dari sini" Titah Kim.
Shima menganga lebar.
"Mas gak usah macem - macem ya. Aku nyaman tinggal disini."
" Tapi lingkungan disini kurang bagus untuk Zayn. Kamu mau anak kita sakit lagi"
"Mas ihh.. Zayn anak aku aja, bukan anak kita. "
"Sama aja, nanti juga bakalan jadi anak aku juga" Jawab Kim dengan PD-nya.
"Mas PD banget sih" Shima memanyunkan bibirnya.
"Gak usah dimaju_in gitu bibirnya. Mau dicium? " Goda. Kim dengan mempermainkan kedua alisnya.
Shima menutupi bibirnya dengan kedua tangannya. Kim gemas sendiri dengan janda muda di dekatnya ini.
"Aku mau bukti_in sama kamu. Aku serius sama kamu. Aku mau tanggung jawab sama kamu sama Zayn. Aku beneran sayang sama kalian" Ucap Kim tulus.
"Tapi maaf mas. Aku belum kepikiran buat rumah tangga lagi. Aku masih ingat gimana sakitnya waktu Ibu nyodorin aku jadi suami DIA. Aku bahkan gak dikasih pilihan. Aku kesakitan waktu jadi istrinya. Gak dianggap sama sekali. Aku dibikin hamil tapi dia bilangnya aku selingkuh dan yang paling bikin aku sakit, dia gak aku_in Zayn sebagai anaknya. Aku tuh gak pernah selingkuh dari dia Mas. Hiks Hiks Hiks." Shima menangis.
Kim mengusap bahu Shima dengan lembut dan mengusap air mata di pipi Shima.
"Gak usah nangis lagi. Aku gak akan maksa kamu kok. Aku cuma mau tunjukkin ke kamu kalau ada orang yang beneran sayang sama kamu. Aku akan tunggu kamu sampai kapanpun kamu siap jadi istriku. Sekarang kamu kemasi barang kamu ya. Kemarin aku udah nyuruh Andre buat cari_in rumah yang lebih layak untuk kamu. Kita pindah sekarang ya" Tutur Kim lembut.
"Tapi M_"
"Apalagi? Pokoknya kita pindah sekarang" Kim tak bisa dibantah.
"Sayang uangnya Mas. Aku udah kontrak rumah ini selama dua tahun, dan masih ada sisa beberapa bulan lagi"
"Nanti aku ganti uang kamu. Mumpung masih jam segini juga, masih ada waktu buat kita pindah ke rumah baru"
"Mas Kim gak lagi bohongin aku kan? " Shima masih belum percaya dengan Kim.
"Enggak sayang. Ini buktinya kalau kamu gak percaya" Kim menyodorkan hapenya dan menunjukkan bukti chatnya dengan Andre, sekaligus gambar rumah yang akan ia tempati bersama Zayn.
Shima cemberut lagi. Shima tidak sadar jika mode cemberutnya membuat Kim ingin melemparkan Shima ke atas ranjang dan mengungkungnya.
Kim menggelengkan kepalanya.
"Kenapa cemberut? " Tanya Kim.
"Nanti aku kerjanya gimana Mas.? Ini jauh dari tempat kerja aku"
"Nanti aku antar jemput. Atau nggak, kamu resign aja. "
" Ihh.. Gak mau Mas. Aku masih butuh uang buat masa depan Zayn." Shima keras kepala.
"Minta uang padaku Shima. Akan aku berikan sebanyak kamu mau. Gak usah banyak alasan. Cepat berkemas, atau kamu mau aku cium beneran? " Usil Kim.
Shima bergegas bangkit dari duduknya sebelum Kim benar - benar menciumnya. Tapi sebelum Shima beranjak, ponselnya berdering.
"Siapa? " Tanya Kim.
"Temen aku mas. Tetangga kontrakan sebelah" Jawab Shima.
"Loud speaker! " Perintah Kim.
Shima menyambar ponsel di depannya, mengangkat panggilan tersebut dan kembali duduk.
"Halo Mi" Sapa Shima pada Umi, si penelpon.
"Shi, aku harus gimana? Huwaaaa"
"Loh kamu kenapa Mi? "
"Ceritanya panjang Shi. Intinya pengajian di rumah batal karena kakak menolak nikah sama Kak Andi. Tapi tadi malem Kak Yaya udah nikah sih"
"Syukurlah. Lalu masalahnya apa? "
"Kakak gak nikah sama Kak Andi. Kak Yaya nikahnya sama orang lain. Dan lebih gi_lanya lagi, kak Yaya nyuruh aku aja yang ganti_in dia. Aku ogah lah. Dia fitnah aku juga. Huwaaaa"
"Kok bisa? Ah pusing aku. Gini deh Mi. Kamu balik ke kontrakan kapan? Aku mau pamit sama kamu. Hari ini, Mas Kim ngajak aku pindah. Nanti aku share loc ya. Kamu dateng aja ke tempat aku nanti, cerita sepuas kamu deh"
" Hidup aku gini banget deh Shi. Muka gak jelek - jelek amat. Kerjaan oke. Usia juga udah bisa lah di ajak bikin anak. Mau di jodohin di tikung kakak. Giliran udah suka sama orang, kok orang itu adalah orang yang ditakdirkan buat kamu. Huwaaaa"
"Gak usah lebay ya Buk." Shima merotasi bola matanya.
"Hehehe. Ya udah deh. Aku tutup teleponnya ya. Eh satu lagi. Kamu jangan mau di apa - apain sama Mas Kim ya. Aku sempet lihat cara dia natap kamu kemarin, apalagi natap sumber airnya dedek Zayn kaya yang awwwhhh gimana gitu" Umi cekikikan.
"Husss.." Shima tak enak pada Kim yang ikut mendengarkan obrolan mereka.
Pipi Kim memerah sampai ke telinga. Rupanya wajah mesumnya bisa dibaca oleh orang lain. Shima langsung mematikan sambungan teleponnya karena khawatir Umi akan berbicara yang tidak - tidak lagi jika ia tidak segera menyudahi obrolannya. Tapi, percakapannya dengan Umi, membuat otak Shima traveling kemana- mana.
"Ehem.. Maaf Mas. Aku siap - siap dulu. " Shima melenggang pergi hendak berkemas. Baru juga hilang dibalik sekat, kepala Shima sudah muncul lagi.
"Mas Kim gak berniat buat jual aku kan? "
Kim menepuk keningnya. Gemas sekali dengan pemikiran Shima. Kim berdiri dan mendekat pelan ke arah Shima. Menatap Shima dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Stop stop. Oke Oke. Aku siap - siap" Shima bergegas mengemasi semua barang miliknya dan Zayn.
Kim menghembuskan nafas kasar. Bisa gi_la jika ia selalu dekat dengan Shima. Perempuan itu punya aura pemikat yang kuat menurut Kim. Apalagi penampilannya kini jauh lebih cantik dan modis dari pada yang dulu. Dan yang membuat Kim hampir hilang akal adalah aset kembar Shima yang hampir dua kali lebih besar dari saat terakhir kali mereka bertemu.