Jansen pemuda yang memiliki wajah tampan dan blasteran Indo-Belanda itu yang sangat menginginkan menghabisakan liburannya untuk mendaki Gunung yang belum terjamah. Dia memiliki kekasih yang begitu cantik yaitu Amanda Prisila.
Jansen sedang mencoba membujuk kekasihnya itu untuk pergi menghabiskan liburan mereka ke puncak gunung perawan. tetapi orang tua Amanda tidak mengizinkanya.
Apakah akhirnya Jansen dapat membujuk orang tua Amanda? dan apakah liburan Jansen dan Amanda akan menggembirakan atau malah berujung kematian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afionita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XXX
Enjoy reading !
" Bagaimana ini benar kan dugaanku. sia-sia saja, sepertinya memang kita hanya berjalan di sini terus berulang ulang kali tanpa kita sadari kan " perkataan Amanda.
" Amanda benar sepertinya kita hanya berputar di sini saja. " ucap Rama.
" Lalu bagaimana nasib kita selanjutnya ma ? " Jansen bertanya karena bingung.
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk istirahat sejenak dan menjernihkan pikiran mereka.
" Lebih baik kita duduk dulu di sini untuk mengembalikan tenaga dan pikiran kita " ajak Rama.
" Baiklah ma " kata Jansen.
" Kalian di sini dulu aku akan ke sana untuk melihat lihat keadaan di sana " ucap Rama untuk pergi sebentar.
" Kamu sendirian ke sana ? " Jansen bertanya.
" Iya aku sendiri saja. kamu jagalah Amanda dulu. aku akan segera kembali " jawab Rama.
Setelah setengah jam berlalu. Rama belum juga muncul kembali.
" Bae, Rama belum juga kembali ? " Amanda bertanya.
" Iya Rama belum kembali bae. aku menjadi kawatir karena dia pergi sendiri " ucap Jansen bingung.
" Ini sudah setengah jam lebih dan Rama belum juga kembali. apa kita menyusulnya saja bae ? " Tanya Amanda.
" Ayo kita susul saja aku juga kawatir. di sini tinggal kita bertiga saja. dan aku tidak mau kehilangan teman-teman lagi " ucap Jansen.
Akhirnya Jansen dan Amanda mencari Rama dan memanggil namanya.
" RAMAAA " panggil Jansen
" Ramaaaa " panggil Amanda.
" Bagaimana bae ? ada tanda-tanda keberadaan Rama ? " tanya Jansen
Amanda bergeleng menadakan tidak ada. Saat itu Amanda dan Jansen tidak sengaja mereka berdua melihat ke arah yang sama. mereka melihat ke arah semak semak yang lebat itu.
Semak-Semak itu bergoyang-goyang ...
" Apa kamu melihat sesuatu bae ? " ucap Jansen penasaran.
" Semak-semak itu sangat aneh " Kata Amanda. kemudian dia dengan memberanan diri menuju ke semak-semak lebat itu dan akan melihat apa yang ada di situ.
" bae kamu mau ngapain ? " Ucap Jansen kaget.
" Aku penasaran dengan itu " kata Amanda dan ingin melihatnya.
" Kita lihat sama-sama " kata Jansen sambil menggenggam tangan kekasihnya.
Saat mereka ingin menyentuh semak-semat itu tiba - tiba saja Rama muncul di depan mereka di semak itu.
" Waaaaaaaaaaaa " teriak Jansen dan Amanda terkejut.
" Hah.. ternyata kamu ma. kamu buat terkejut saja. kemana saja kamu. pergi lama sekali " amuk jansen
" Maaf membuat kalian terkejut. aku tadi sudah ingin kembali. tapi aku tadi melihat kelinci ini yang terjebak dan membantunya karena kakinya terkena jebakan " Rama menjelaskanya.
" Kelinci ? jebakan ? " kata Amanda.
" Apa ini ? ini sangat aneh di hutan gunung ini ada jebakan. ini berarti menandakan kalau di sini pasti dekat dengan rumah penduduk atau mungkin di sini ada manusia seperti kita ? " kata Amanda dengan wajah berseri seri.
" Aku juga sedikit berfikir begitu manda. kalau ada jebakan seperti ini pasti yang akan membuat jebakan itu manusiakan ? " ucap Rama.
" Berarti di sekitar sini ada rumah pastinya " imbuh Jansen.
" Iya ayo kita mencarinya dan meminta bantuan " kata Rama.
Mereka akhinya berjalan mengikuti jalan yang sepertinya selalu di lewati penduduk sekitar.
" Jalan ini seperti masih baru. sepertinya ada orang yang baru saja melewati jalanan ini " kata Jansen.
" Semoga saja kita bertemu seseorang " kata Rama.
Setelah melewati jalanan tersebut mereka bertinga di hadapkan dengan rumah yang besar dan terdapat pagar yang tinggi terbuka.
" Lihat pagar ini terbuka. sepertinya baru ada orang yang membukanya " ucap Rama.
" Bagaimana kalau kita meminta bantuan ? " ucap Rama.
Akan tetapi Amanda tidak yakin untuk memasuki rumah itu.
" Tapi ini sudah sudah mau malam ma apa baik kita bertamu malam-malam " kata Amanda.
" Tidak apa - apa sekalian kita numpang istirahat juga Amanda " saran Rama.
Mereka Akhirnya memasuki rumah misterius tersebut.