NovelToon NovelToon
KISAH MEREKA YANG LUAR BIASA

KISAH MEREKA YANG LUAR BIASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi / Light Novel
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn_Frankenstein

Apa itu kekuatan ? Apa itu bakat ? Dan apa itu keistimewaan ? Jika kamu memiliki kekuatan besar atau bakat dalam dirimu, apa yang akan kamu lakukan ? Menggunakannya untuk kebaikan, atau sebaliknya ?

"Memiliki kekuatan besar maka datanglah tanggung jawab yang besar." kurang lebih seperti itu kata-kata dari Ben Parker, meskipun hanya karakter fiksi, tapi kata-katanya sangat tidak biasa. Dan sekarang, cerita ini akan menceritakan kisah orang-orang yang luar biasa.

Note : update 2 hari sekali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 : The Hunter, Chapter 07.

.

Langit telah gelap malam, terlihat seseorang berpakaian lusuh tengah berjalan di dalam hutan, tapi sebenarnya dia berada di puncak gunung. Dia yang tak lain Jun, dengan hati-hati ia berjalan agar tak terjatuh karena permukaan tanah menurun, terlebih lagi dia tak mengenakan alas kaki. Sejenak ia duduk dulu di dekat salah satu pohon, karena ia merasa tak nyaman pada kakinya yang lecet, setidaknya ia berhasil keluar.

Tiba-tiba indra pendengarannya mendengar ramai dari tempatnya. Tak ingin dilihat aneh karena penampilannya, Jun segera bangkit dan berjalan pergi sejauh mungkin. Setelah beberapa langkah berjalan, ia mendengar suara barusan semakin ramai, terlebih lagi suara-suara tertawa. Rasa penasarannya pun muncul, ia segara berjalan ke sumber suara itu.

Setelah beberapa saat dan mungkin tak sampai dua menit pemuda itu berjalan kaki, kedua matanya melihat sekumpulan anak-anak remaja beberapa laki-laki dan perempuan. Jun merasa aneh, karena malam-malam begini kenapa para remaja itu sedang berpesta di dalam hutan ? Di dekat puncak lagi, dan anehnya ada beberapa dari mereka yang masih pakai seragam sekolah, dalam benaknya dulu ia tak pernah melakukan hal ini yang menurutnya buang-buang waktu.

Saat akan berbalik karena merasa tak penting, kedua telinganya mendengar suara rintihan dari seseorang. Seketika Jun membalikkan tubuhnya dan menatap serius ke sumber suara orang itu. Tanpa sadar bisa melihat orang itu dari jarak jauh yang mungkin jaraknya tak sampai dua puluh meter dari tempatnya berdiri. Ternyata orang itu juga memakai seragam, hanya saja terlihat berantakan, dan terdapat luka lebam di wajahnya serta di sudut bibirnya keluar darah.

"Kenapa mereka lakukan hal semacam ini ?" jun bergumam setelah menduga jika apa yang ia lihat ini adalah perundungan kepada seorang remaja.

Karena tak tahan melihatnya, terlebih lagi beberapa dari mereka merekam remaja yang terluka itu. Jun segera mendekat, ia sudah tak peduli dengan penampilannya yang lusuh serta keadaan tubuhnya yang sudah tak karuan.

"Hei, ada yang datang...!!" ucap salah satu dari mereka.

Jun pun kini berdiri di depan mereka yang berjumlah 7 orang, 4 laki-laki dan 3 perempuan. Ia sempat mengangkat alis sebelahnya, karena melihat ada 2 remaja dari 4 remaja laki-laki sudah bertindik di kedua telinganya, Jun saja tak berani menindik kedua telinganya. Di samping itu, para remaja menatap aneh ke arahnya. Tapi beberapa dari mereka langsung mengalihkan kamera ponselnya kearahnya.

"Dia sepertinya orang gila."

"Ya, dari penampilannya saja juga tak perlu ditebak."

"Ada perlu apa orang gila ini datang kemari ?"

"Mungkin dia tersesat."

"Tak ada gunanya dia tersesat, secara dia sudah gila, jadi dia bisa pergi kemana pun."

"Hahahahahahaha..."

"Hahahahahahaha..."

"Hahahahahahaha..."

"Hahahahahahaha..."

Itulah ucapan yang dilontarkan oleh ketujuh remaja ini, dan masih ada ucapan-ucapan yang tak mengenakan tentang keberadaan Jun. Meski begitu, Jun tak peduli dengan ketujuh remaja itu, pandangan Jun hanya tertuju ke arah sosok remaja yang tengah duduk bersandar di salah satu dahan pohon dengan keadaan dirinya yang babak belur.

"Hei, orang gila, kau sedang salah tempat ?"

"Lebih baik kau pergi saja dari sini."

"Benar, kehadiranmu bikin merusak pemandangan."

"Ya, malahan bikin kedua mataku sakit melihatmu."

"Hahahahahahaha..."

"Hahahahahahaha..."

"Kalau dilihat-lihat, dia seperti pakai pakai pasien rumah sakit."

"Apa dia orang yang kabur dari rumah sakit ?"

"Benar, dia orang yang kabur dari rumah sakit gila."

"Hahahahahahaha..."

"Hahahahahahaha..."

Pandangan Jun pun teralihkan ke arah ketujuh remaja itu, ia pun memberikan tatapan tajam. Meski begitu para remaja tak tau, karena yang mereka lihat hanyalah penampilan poni rambut milik Jun yang panjang sehingga kedua matanya tak terlihat, terlebih lagi ini sudah malam.

"Hei, dia diam saja, apa dia orang gila yang tuli ?"

"Mungkin saja, secara dia tak menjawab ucapan kita."

"Hei, orang gila mana yang bisa diajak berbicara."

"Hahahahahahaha..."

"Hahahahahahaha..."

"Hahahahahahaha..."

"Apa yang sedang kalian disini ? Membully ?" ucap Jun tiba-tiba dengan suara nada yang datar.

Mendengar suara Jun, seketika mereka bertujuh membeku, karena tak menyangka jika orang aneh berpenampilan pakaian pasien yang lusuh ini bisa menjawab, yang berarti dia tidaklah tuli. Bahkan satu remaja yang babak belur pun juga terheran-heran melihatnya, terlebih lagi orang lusuh itu memandanginya lagi dengan tajam.

Pandangan Jun kembali ke arah ketujuh remaja itu dan ia berkata lagi. "Pergilah, ini sudah malam, jangan mengulangi perbuatan ini lagi."

Para remaja itu saling memandang, lalu salah satu dari mereka pun berkata. "Jika kami tak mau, kau mau apa ?" balasnya sambil menampilkan senyuman yang remeh.

Jun pun langsung menjawab. "Itu terserah kalian, lagi pula kalian hanyalah anak-anak remaja yang lagi puber, jadi aku hanya menyampaikan saran saja. Jika tak ingin didengar, pun tak masalah, yang rugi kalian, bukan aku."

Setelah mengatakan itu pun Jun membalikkan badannya, ia tak ingin berurusan dengan para remaja ini yang menurutnya telah membuang waktunya, karena dirinya harus pergi untuk ke suatu tempat. Dan untuk seorang remaja yang sedang dibully itu, dia sudah tak ada ditempat, lebih tepatnya dia sudah pergi. Benar, Jun sengaja mengalihkan perhatian para remaja ini untuk memberikan kesempatan padanya agar bisa lari.

"Sial...!! Seok, dia telah pergi." ucap dari salah satu dari mereka setelah melihat remaja satu sekolahnya yang suka mereka bully telah tak ada di tempat.

"Apa ?"

Para remaja lainnya langsung terkejut, dan melihat tempat terakhir anak remaja yang mereka bully, ternyata benar, dia sudah tidak ada. Pandangan mereka langsung teralihkan ke sosok orang aneh yang sedang berjalan menjauhi mereka.

Lalu salah satu dari mereka berjalan cepat ke arah Jun, begitu mendekat, dia langsung memegang pundak orang itu dengan cengkramannya. "Gara-gara kau, bahan kesenangan kami telah hilang."

Para remaja lainnya pun juga ikut mendekat, mereka pun melingkari Jun agar tak pergi, tentu saja mereka memandangi orang lusuh ini dengan tatapan terkesan rendahan serta melontarkan ucapan yang tak menyenangkan.

"Jika sudah begini, kau harus menjadi gantinya." ucap salah satu remaja yang terlihat seperti jagoan dan juga bertindik, dia pun menarik kerah pakaian yang dikenakan Jun.

Lalu teman lainnya pun berkata. "Bukankah, dia pantas jadi bahan kesenangan kita, jika dia mati pun tak ada yang peduli."

"Benar, lagi pula dia hanyalah orang gila."

"Kalau orang gila, kenapa dia bisa mengeluarkan kata-kata seperti tadi ? Seakan-akan dia masih terdengar waras." ucap salah satu perempuan remaja.

"Kau tau ? Dari semua orang gila, tidak semuanya gila beneran. Mereka terkadang bisa waras disaat-saat yang tidak tepat." balas remaja perempuan yang lainnya.

"Jadi maksudmu, dia tadi seperti orang waras bukan sekedar tidak kebetulan ?" ucap seorang remaja perempuan yang lainnya lagi dengan penasaran.

"Betul sekali."

"Pastikan kalian berdua merekamnya, aku yakin ini akan sangat bagus kalau langsung di upload setelah ini." ucap remaja laki-laki itu kepada ketiga teman perempuannya.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!