NovelToon NovelToon
Ternyata Anak Sultan

Ternyata Anak Sultan

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Suami Tak Berguna
Popularitas:176.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deanpanca

Sabila. seorang menantu yang acap kali menerima kekerasan dan penghinaan dari keluarga suaminya.
Selalu dihina miskin dan kampungan. mereka tidak tau, selama ini Sabila menutupi jati dirinya.

Hingga Sabila menjadi korban pelecehan karena adik iparnya, bahkan suaminya pun menyalahkannya karena tidak bisa menjaga diri. Hingga keluar kara talak dari mulut Hendra suami sabila.

yuk,, simak lanjutan ceritanya.
dukungan kalian adalah pemacu semangat author dalam berkarya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deanpanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.

"Kau ingin ke suatu tempat, sebelum kita pulang." Ucap Ervan.

"Tidak! Kita langsung pulang saja." Kata Sabila sembari menatap keluar jendela.

Kerlap Kerlip lampu malam ini layaknya bintang, Bangunan pencakar langit ibarat gunung gunung berjajar. Dulu sebelum menikah, Sabila masih bisa menikmati keindahan dan kebisingan kota. Hanya dua bulan dia terkurung di sangkar yang dibangun dari segala jenis duri, tapi membuatnya merasa telah seabad meninggalkan peradaban.

Sabila memutuskan untuk kembali ke apartemennya, sudah lama dia membiarkan bangunan itu kosong. Dia akan menekuni usahanya, masalah pekerjaan yang ditawarkan oleh Ervan akan dia tolak secara baik-baik.

"Aku akan membenahi diriku, akan ku buktikan tanpamu aku masih bisa bertahan hidup. Saat menjadi sekretaris aku bisa membangun usaha ku sendiri, sekarang tinggal ku kembangkan saja."

Melihat Sabila terdiam cukup lama, membuat Ervan merasa bersalah. Mungkin keputusan mengajak Sabila ke rumah Risma adalah salah.

"Tuan Ervan!"

Segera Ervan melirik Sabila, karena posisi dia sedang menyetir mobil (kalau noleh bukan pulang ke villa tapi ke rumah sakit).

"Kau masih memanggil ku, Tuan!" Kata Ervan kemudian kembali fokus melajukan mobilnya.

"Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?"

"Masalah pekerjaan itu. Aku minta maaf tidak jadi bekerja di kantor anda."

"Kenapa? Apa kau sudah melamar di tempat lain?" Ervan masih merasa ini imbas karena mengajak Sabila.

"Aku.. Temanku mengajak ku bekerja di tempatnya. Dia memiliki sebuah toko roti, dia berharap aku bisa membantunya menjalankan bisnis kecil ini." Ucapnya.

"Apa kau yakin? Aku akan memberimu gaji 2 kali lipat." Ervan panik mendengar niat Sabila.

Sabila sendiri tersenyum. "Aku sudah yakin. Aku sangat suka membuat makanan, entah itu roti, kue, dan lainnya. Jadi ini kesempatan untuk ku, mengembangkan bakat yang ku punya."

Ervan meluruhkan bahunya. Wanita memang sulit ditebak, kesalahannya hanya karena mengajak Sabila ke rumah sang mantan suami. Imbasnya dia tidak bisa melihat Sabila setiap hari di kantornya.

Padahal Ervan sudah salah sangka, Sabila tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Memang dia sudah berniat kembali mengelola usahanya.

Cukup lama terdiam, Ervan buka suara.

"Apa kau marah karena aku mengajakmu ke rumah Hendra?"

"Tidak! Justru aku berterima kasih, bisa sekali lagi melihat mereka tapi dengan kepala terangkat."

"Kenapa mengira aku marah?" Tanya Sabila.

Ervan menggelengkan kepala, tapi wajahnya sudah memerah. Dia malu karena salah paham, dia senang karena ucapan terimakasih Sabila.

"Apa ini bisa dibilang Jatuh Cinta Akut"

*** ***

Kediaman Bu Wati

"Kamu gimana sih, Risma? Masa iya masalah mahar kamu percayakan saja pada calon suami mu. Harusnya kita pihak perempuan yang menentukan." Bude Ani kembali mengeluarkan jurus bacotnya.

"Bude, sudahlah. Percayakan saja pada mereka, mereka gak akan membuat kita kecewa. Asal bude tahu, keluarga Edward berada di urutan ke 4 terkaya seantero negeri ini. Apa yang harus bude takutkan?" Ucap Risma.

Bude Ani syok mendengar penuturan Risma. "Urutan ke empat!" Bude Ani terlihat kesulitan menelan ludahnya.

"Iya, Bude! Apa sekarang Bude sudah sadar kesalahan yang sudah Bude lakukan? Pak Ervan juga pemilik perusahaan tempat ku bekerja, bagaimana kalau sampai aku dipecat?" Ucap Hendra kesal.

Bude Ani merasa bersalah, tapi tetap berusaha berkilah. Tidak mau disalahkan sendiri, dia kembali membawa bawa nama Burhan.

"Jangan salahkan Bude saja dong, salahkan juga Burhan yang selalu memprovokasi. Dia juga satu tempat kerja dengan kamu, tapi selalu memojokkan calon Risma."

Semua keluarga menatap Burhan.

"Tujuan mas Burhan sebenarnya, apa? Tadi itu kesengajaan yang mas ciptakan." Burhan yang ditanya hanya membuang muka malas.

"Aku ingin balas dendam pada Pak Ervan. Aku tidak terima karena dia menurunkan jabatan manager ku."

Hendra benar benar dibuat stres dengan ketololan keluarganya. Hampir saja lamaran adiknya hancur berantakan, hanya karena ego.

*** ***

Villa Ervan

Sabila dan Ervan sudah sampai di villa. Sebelum pulang Ervan mengajak Sabila menikmati secangkir kopi di tepi kolam.

"Cobalah, Apa rasanya enak?"

Sabila pun mencoba kopi yang dibuat Ervan. Sepertinya kopi ini cocok diletakkan di cafe, rasanya tidak kalah jauh dari Americano, kopi late, dan lainnya.

Zsrupp, ahh!

"Enak! Beli dimana?" Canda Sabila, jelas saja dia melihat Ervan membuatnya.

"Kau ini. Apa benar enak?"

"Iya enak sekali. Kalau bisa di jual di cafe cafe, pasti banyak peminatnya."

Ervan mengangguk kemudian menatap Sabila yang masih menikmati kopi buatannya. Sidang perdana Bu Wati dan Riska akan segera digelar, Ervan ingin meminta pendapat Sabila sekalian meminta dia hadir saat sidang berlangsung.

"Sabila, dua hari lagi sidang Bu Wati akan digelar. Aku harap kamu bisa hadir." Kata Ervan.

"Apa tidak bisa membebaskan saja mereka? Beberapa hari ini sudah cukup untuk memberikan mereka pelajaran."

Alis Ervan menyatu, "Kenapa? Biarkan saja mereka dipenjara paling tidak 6 Bulan."

Sabila meletakkan cangkir kopinya. "Aku ingin mereka hadir di acara pernikahan Risma. Bagiku bisa lepas dari keluarga toxic sudah cukup. Bebaskan mereka!" Ucap Sabila.

"Baiklah, Tuan Putri. Hamba ikuti keinginan anda." Gurau Ervan yang segera mendapat lemparan sandal dari Sabila.

Pletak Auu!

"Bila!"

Mereka pun tertawa.

"Ervan! Besok aku harus pindah. Aku tidak mau terlalu lama menyusahkan mu."

Deg

"Kenapa pindah? Tinggal saja disini, karena pada akhirnya kau akan menjadi nyonya di rumah ini." Ucap Ervan.

"Kau bilang, apa?" Sabila mengira dirinya salah dengar, tidak mungkin seorang Ervan yang sedingin es itu berkata demikian.

"Aku juga ingin menikahimu. Terlepas dari masalah kita, aku benar benar mencintai mu." Ucap Ervan dengan jantung yang berdisko ria.

"Menikah! Tapi aku baru saja bercerai."

"Aku akan menunggu 3 bulan ke depan. Tapi kalau kau sampai hamil, aku harus menunggu sampai anak kita lahir. Begitu kan aturannya!?"

Sabila meraba perutnya, benar juga kalau dia hamil bagaimana? Segera dia menoleh pada Ervan yang juga memperhatikan pergerakannya.

"Apa kau yakin aku akan hamil?" Tanya Sabila yang sedikit takut.

Ervan merasakan ketakutan Sabila, dia berencana menjahilinya.

"Aku yakin karena beberapa kali mengeluarkannya di dalam." Karena itu aku minta Nico mencari mu, aku harus bertanggung jawab.

"Ternyata dia tidak benar benar menyukai ku. Dia hanya ingin bertanggungjawab."

"Sepertinya malam itu aku tidak sedang dalam masa subur. Aku gak bakalan hamil." Ucap Sabila.

"Tetap saja aku harus bertanggung jawab, aku sudah menggauli mu. Kamu wanita pertama dan ku harap menjadi yang terakhir juga."

Wajah Sabila bersemu, Mulut lelaki memang seperti panas matahari yang melelahkan bongkahan es padat.

"Kita lihat saja nanti, sekarang aku masih dalam masa Iddah. Aku juga mau fokus membantu usaha teman ku." Ucap Sabila yang membuang wajahnya ke arah lain, takut saja Ervan melihat rona wajahnya yang sudah mirip kepiting rebus.

"Hmm, Ya." Walau ada rasa kecewa, tapi semua harus tetap dijalani. Percintaan tak semulus pakaian yang baru saja di setrika.

1
Ejan Din
lo... apa ervan Hilang ingatan.. 16 Tahun jangan sampai ervan nikah sama org lain... Dan 1 lg Mario apa yg berlaku, reyhan juga... terus2 anak2 ervan sma... flashback...
DeanPanca: iya kk, semua akan hadir kembali di season ini
total 1 replies
Ejan Din
ibu yg bego
Yurniati
tetap semangat terus thorr
Yurniati
terus lanjut update nya thorr
Ejan Din
Benar kata Rista.. sungguh ibunya Hendra ini mmg Gini ya sikap ngak Tau malu..
Ejan Din
Salah mu juga Edward menyurun teman2 mu memjajah tubuh risma.. sadar Edward Kay yg kejam bukan risma menjebak mu tp kmu yg jahat sebenarnya klu di fikir2 risma juga korban digilir.. kasian risma juga..
Aiko T. T.
kok episode yang terakhir membingungkan ya. semangat author buat cerita yang lebih baik lagi /Good/
Ejan Din
benar2 cari mati 2 wanita ini.. suda baik ditarik balik sidangnya.. malah jd parah lg ni
Cakrawala
/Facepalm//Facepalm/
Ejan Din
padan muka mu Hendra.. keluarga parasit.. penyesalan malah ingin kembalik pun ngak akan dapat dengan mudah
Ejan Din
ya ya.. klu suda Tau Gini.. harus hati2 bila..
Ejan Din
keluarga durjana.. moga karma akan menimpa mereka semua..
Ejan Din
keluarga parasit.. talam Dua muka...
Siti chotijah
ga asyik endingnya nanggung
Elisabeth Ratna Susanti
setuju nih 👍
Elisabeth Ratna Susanti
waahh seenak Gue nih
memyselfni Me my
bila yg bodoh padan muka
Elisabeth Ratna Susanti
kalau sudah jadi bubur alias terlanjur hanya ada penyesalan pastinya
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍 kopinya baru dikumpulin 😆
Yurniati
terus lanjut update nya thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!