NovelToon NovelToon
Misi Jaksa Tampan

Misi Jaksa Tampan

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Pembunuhan / Detektif / Tamat
Popularitas:392.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Miss DK

Misi tak terpecahkan Lucius Malcom, si jaksa tampan yang jenius adalah mencari seorang wanita muda nan cantik bernama Edith. Sudah hampir tiga tahun Edith menghilang tanpa jejak. Lucius sudah mencarinya ke segala penjuru dunia, namun hasilnya selalu nihil.

Sampai pada suatu malam, seseorang menghubunginya dan mengatakan bahwa mayat wanita muda yang mengenakan cincin berlian hijau milik Edith telah ditemukan.

Dan di tengah-tengah kesibukannya bekerja dan menyelidiki kasus tersebut, Lucius mulai mencurigai keterlibatan Monica, istrinya dalam kasus yang diselidikinya. Hingga mengancam keutuhan rumah tangga yang sudah mereka bangun selama tiga tahun.

Apakah dengan menyelidiki kasus cincin berlian hijau Edith, Lucius Malcom dapat menyelesaikan misinya?

Sebenarnya rahasia apa yang dipendam Edith hingga ia lenyap ditelan bumi?


Dan apakah pada akhirnya Lucius dan Monica berhasil mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka berdua?

Penuh ketegangan dan intrik, ikuti misteri yang ada di dalam cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss DK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Kebetulan yang Tidak Terduga

Aku terkekeh setelah bibir mungil Monica menjauh dari bibirku.

"Ciuman yang asin dan meninggalkan noda saus tomat," gurauku hingga mendapat cubitan manja dari Monica.

"Eits, si cantik tidak percaya kalo ada saus tomat yang menempel di sini," ucapku sambil mengusap bercak noda merah pada dagu Monica dengan jari telunjukku kemudian tanpa sadar menjilat jari telunjukku sendiri untuk menghilangkan noda itu.

"Ish... Jorok," tutur Monica sambil memberengutkan wajah cantiknya, berjalan pergi masuk ke dalam rumah dan beberapa saat kemudian keluar membawa sebungkus tissue basah berwarna hijau.

"Aku bersihkan ya," pinta Monica yang sudah mengambil selembar tissue basah dengan wangi bunga chamomile yang lembut. Dengan sabar Monica membersihkan mulutku yang berlepotan.

Aku tersenyum senang seperti seorang anak kecil yang senang mendapatkan perhatian dari ibunya.

"Done, jangan sampai berlepotan lagi ya!" perintah Monica galak.

Aku tersenyum nyengir sambil mengangguk-angguk.

"Setelah makan, apa yang ingin kamu lakukan, sayang? Jalan-jalan ke mall? Nonton televisi atau nonton bioskop mungkin?" tanyaku ingin memanjakan Monica dengan menuruti semua keinginannya, mumpung hari ini libur.

"Temani aku menonton film horor Korea," pinta Monica senang.

"Takut menontonnya sendirian?" tanyaku ingin menggoda Monica yang punya jiwa penakut terhadap hal-hal berbau hantu dan mistis.

Monica menggeleng-gelengkan kepalanya dan berbisik, "Aku tidak kuat melihat pesona aktor utamanya."

"What? Ini film hantu atau film apaan sih? Kok bisa tidak kuat melihat pesona aktor utamanya?" tanyaku bingung.

Monica hanya terkekeh melihatku bingung.

"Jadi penasaran kan kalau seperti ini. Ayo buruan nonton. Biar Bi Mimi yang membereskan piring kotor ini," ucap Monica menarik tanganku masuk ke dalam rumah. Memintaku duduk di depan televisi besar dengan home teather komplet yang membuat pengalaman menonton serasa di bioskop.

"Mari kita mulai menonton, Lucius," ujar Monica senang sambil menekan tombol play remote home teather dan memutar sebuah film horor Korea yang dibumbui unsur agama dan sekte. Selama 129 menit aku dan Monica menontonnya. Cukup menegangkan tapi tidak terlalu menakutkan karena pesona ketampanan aktor utamanya yang menjadi seorang petinju lebih mendominasi daripada kehadiran iblis jahat yang menjadi lawannya.

"The end, bagaimana? Seru filmnya?" tanya Monica sambil mengelus pipiku dan bersandar di dadaku yang bidang.

"Seru cuma sedikit kesal," ungkapku sedikit cemberut.

"Kenapa? Kok tiba-tiba kesal?" tanya Monica bingung. Manik mata cokelat hazelnya menatapku, mencari-cari jawabannya.

"Karena matamu tidak berkedip saat menonton film apalagi saat aktor utamanya sedang bertinju di atas ring. Pasti kamu benar-benar terpesona pada tubuh aktor utamanya yang keren, otot perutnya yang keras, lengannya yang terlihat kekar dan kulitnya yang cokelat mengkilat. Aih... air liurmu sampai menetes keluar," jawabku sambil berpura-pura mengelap cairan ludah Monica di sudut bibirnya.

"Kapan aku seperti itu? Kau terlalu melebih-lebihkan, dasar nakal!" ucap Monica memukul perlahan dadaku.

"Aku tidak akan nakal lagi kalau kamu membuatkanku nasi goreng tuna seperti janjimu pagi tadi," ujarku sambil mengusap perutku yang lapar.

Monica menoleh, menengok jam dinding yang terpasang di ruang keluarga.

"Sudah hampir pukul dua belas, tunggu sebentar, Lucius. Aku akan segera memasaknya untukmu," ucap Monica lamgsung bangkit berdiri hendak pergi ke dapur.

"Tidak usah tergesa-gesa, sayang. Nanti nasi gorengnya jadi tidak enak," ucapku kembali menggodanya.

"Enak aja, masakanku selalu enak. Bi Mimi saja mengakuinya," jawab Monica sambil berkacak pinggang.

"Iya, sayang. Kalau bisa telurnya jangan diceplok ya karena tadi pagi Bi Mimi audah membuatkan telor ceplok untukku. Jadi makan siang ini, nasi gorengnya di buat omelet nasi aja dan jangan lupa tambahkan keju di atasnya. Terima kasih, sayang. Masak yang enak ya," ucapku sambil menyelonjorkan diriku di sofa ingin menonton siaran berita di televisi.

"As you wish, Dear," jawab Monica sambil beranjak pergi ke dapur.

Aku mengangguk dan kembali fokus melihat berita di televisi. Seorang reporter pria berbaju hitam sedang melaporkan hasil peliputan berita yang dia dapat. Berita tentang penangkapan Jason kemarin sore di kediaman Jason beserta alasan kenapa Jason ditangkap.

"Diperkirakan motif yang dimiliki suami korban saat membunuh istrinya adalah karena ingin mendapatkan klaim asuransi jiwa senilai lima belas milyar rupiah. Dalam penyelidikannya, polisi menemukan bahwa suami korban adalah satu-satunya penerima manfaat dari polis milik istri korban. Sang istri diketahui menderita kanker stadium akhir, depresi dan mudah cemas. Suami korban hanyalah seorang seniman yang hanya memiliki sedikit uang dan tagihan kartu kreditnya yang membengkak," ucap reporter pria di televisi.

"Ini sudah gila," ucapku setengah menggeram marah.

"Permisi. Di depan ada Pak Andrew, Pak. Beliau ingin bertemu dengan bapak. Apakah saya boleh mempersilahkannya masuk?" tanya Bi Mimi sedikit ketakutan karena melihat ekspresi wajahku yang terlihat menakutkan.

"Saya akan menemuinya di teras, Bi. Katakan pada Monica, kalau Andrew datang dan minta Monica menyiapkan satu porsi omelet nasi goreng untuk Andrew," perintahku langsung melangkah pergi meninggalkan Bi Mimi yang mengangguk-angguk patuh.

Saat aku sampai di teras rumahku, kulihat Andrew sedang duduk di kursi kayu, wajahnya kelihatan sedih dan kecewa.

"Andrew, bagaimana kabar Jason? Aku baru saja menonton berita di televisi. Apakah yang dikatakan reporter berita itu benar?" tanyaku penasaran ingin segera mendengar penjelasan Andrew.

"Iya, Pak. Polisi menangkap Jason karena Jason dianggap memiliki motif untuk membunuh istrinya. Jason mendapatkan manfaat sebesar 15 milyar dari polis asuransi Orlene," jawab Andrew sambil menghela nafas panjang.

"Sangat tidak masuk akal sekali. Pembunuhan yang kejam dan meletakkan mayatnya di tempat umum untuk mencari sensasi, bagaimana bisa mendapatkan manfaat dari polis asuransi? Bukankah di dalam pasal-pasal polis asuransi itu menyebutkan bahwa uang pertanggungan (uang ganti rugi jika terjadi sesuatu pada orang yang memiliki asuransi) tidak dapat diberikan jika tertanggung (orang yang mengajukan asuransi) meninggal karena tindakan kriminal oleh orang yang berkepentingan dengan polis, seperti tertanggung atau ahli warisnya. Bagaimana mungkin polisi tidak mengetahui hal itu?" tanyaku heran dengan alasan tidak masuk akal yang dilontarkan pihak kepolisian.

"Polis asuransi yang dimiliki Orlene ini berbeda dengan polis asuransi lain, Pak. Polis asuransi ini dimiliki Orlene sejak dia diadopsi oleh salah satu manager dari Hope Corporation. Jadi walaupun Orlene meninggal karena pembunuhan atau bunuh diri, ahli warisnya akan mendapatkan uang pertanggungan dari pihak penanggung (agen asuransi)," jawab Andrew.

"Orlene mendapat beasiswa dari Hope Corporation juga?" tanyaku tak percaya.

"Tepat sekali, Pak. Bukankah tadi malam bapak sudah mengirimkan foto Orlene kepada saya lewat email, dimana bapak meminta saya untuk mengecek keabsahan dokumen adopsi dan informasi tentang orang tua angkat Orlene, jadi kenapa sekarang bapak malah bingung dan bertanya balik ke saya?" ucap Andrew sedikit bingung dengan pertanyaanku.

"Maksudmu Oline adalah Orlene?" tanyaku lagi.

"Iya, Pak. Nama kecilnya adalah Oline. Setelah Oline diangkat anak oleh salah satu manager Hope Corporation, Oline mengganti namanya menjadi Orlene Charlotte," jelas Andrew.

"Astaga, sungguh kebetulan yang tidak terduga. Luna alias Monica, Love alias Emily, Oline alias Orlene, mereka semua saling berhubungan satu sama lain. Membuat kecurigaanku makin membesar," ucapku tidak percaya dengan semua fakta yang baru saja kudapati dari Andrew.

"Saya tidak mengerti maksud bapak, apakah bapak bisa menjelaskannya kepada saya?" tanya Andrew tidak mengerti dengan ucapanku.

"Nanti akan kujelaskan. Lalu, apa alasan Emily Lufena pergi ke kantor polisi tadi malam? Alibi apa yang dibuat Emily Lufena untuk membuktikan bahwa Jason tidak bersalah?" tanyaku ingin tahu.

"Ternyata Jason berselingkuh, Pak. Setelah tahu Orlene sudah berangkat ke Bali, Jason pergi ke hotel tempat Emily menginap dan mereka menghabiskan waktu bersama pada hari Orlene meninggal," jawab Andrew makin sedih karena tidak dapat menerima kenyataan sahabatnya berselingkuh dengan sahabat Monica.

"Bagaimana bisa Jason berbuat seperti itu, Andrew? Bukankah Jason adalah seorang suami yang baik?" tanyaku tidak percaya Jason berselingkuh selama ini.

Andrew hanya mengangkat bahu tanda ia tak dapat memberikan penjelasan apapun kepadaku.

"Dan buktinya adalah rekaman cctv hotel tempat Emily menginap?" tanyaku menduga-duga.

"Benar, Pak. Rekaman cctv hotel adalah buktinya," jawab Andrew.

"Lalu bagaimana tanggapan polisi tentang hal ini? Apakah mereka percaya dan membebaskan Jason dari tuduhan?" tanyaku lagi.

Andrew menggeleng-gelengkan kepala.

"Polisi menganggap bisa saja Jason punya komplotan atau menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh istrinya," ungkap Andrew kecewa karena upaya nekat Emily membongkar perselingkuhannya dengan Jason tetap tidak membuahkan hasil.

Kasus ini makin lama makin rumit, batinku.

Aku hanya dapat menghela nafas panjang. Begitu pula Andrew, wajahnya terlihat sangat kusut.

"Kita lanjutkan setelah makan siang, Andrew. Lebih baik kita isi dulu perut kita dengan omelet nasi goreng sebelum bekerja keras memikirkan hal ini," ajakku cepat karena melihat kondisi Andrew yang terpuruk.

Sepertinya Andrew tidak sempat sarapan, jadi jangan sampai dia melewatkan makan siang, bisa masuk angin nanti, batinku.

"Terdengar sangat lezat. Silahkan tunjukkan jalan menuju meja makan, Pak," pinta Andrew mulai berbinar-binar mendengar menu makan siangnya, dia nampak sudah tak sabar ingin mencicipi masakan Monica.

"Ayo ikut!" ajakku cepat berjalan masuk ke dalam rumah.

Syukurlah, nafsu makannya masih bagus, walaupun baru saja ada angin ribut menerpa, batinku.

1
Sun Flower
Luar biasa
Sun Flower
Lumayan
Ryn
Mantap thorr.. saya suka novel.genre kayak ginii..☺️ sukses sll kk authorr
Erna Wati
blm baca semua....thor jgn banyak ngobrolnya ceritanya hehehe
wonder mom
more than best friend?🤔
Mell djuna
seperti nya monica dan kedua tmn na mw memalsukan identitas lg ,spy mereka dpt klaim asuransi dr korban" yg sudah meninggal 🤭
Miss DK: Makacih banyak buat jempolnya, Kakak.
Semoga suka dengan novelnya.
total 1 replies
virtandeepa
tetap aku like tanpa protes
Miss DK: Wkwkwk ... mau protes apa, Kak? kritik sarannya ditunggu.
total 1 replies
virtandeepa
duh penasaran
MangaToon_Editor
cool
Dino● Nhớ mọi ngừi nhắm: Ủa ad?
total 4 replies
jingga
kq jadi lucius yg kena sich
jingga
makin tegang😬
jingga
fighting pk jaksa💪💪💪
jingga
akhirya kejawab sudah
jingga
makin penasaran😍
jingga
tulisannya rapi,ceritanya menarik.
tapi kenapa peminatnya dikit ya🤔
Miss DK: Makasih udah mampir dan beri like, Kak.
Mungkin karena saya jarang promosi dan ceritanya terll berat (bukan genre romance) jadi krg peminat. Hehehe ...
total 1 replies
Ava Eka
sptnya gambaran cerita dan nama2 orang luar negeri,tp gagal paham ama makanannya
Miss DK: Hahaha ... Latar tetap di Indonesia aja. Surabaya dan Batu.
total 1 replies
🌹Almira🌹
semangat💪💪
Sucy Illana
cerita bagus Thor
Miss DK: Terima kasih banyak, Kak.
total 1 replies
Latifah Rais
heeem teka teki,, ga tau apa yg terjadi taunya hera membawa ares ke hades,, kasian nasib ares ketakutan hidupnya
Lili
Hadir 😁
Mampir ya ke Ibu Tunggal
Terima kasih 🙏
Miss DK: Done.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!