Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.
Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.
Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaisar Pedang Langit
BOOOOMMMM!!!!!
Langit di atas kompleks Akademi Langit Timur seketika berubah menjadi lautan awan hitam yang pekat. Sambaran petir merah darah membelah angkasa tanpa henti, memuntahkan hawa pembantaian yang teramat sangat tirani.
Tekanan aura superioritas yang merayap turun dari balik pusaran awan mendadak membuat ribuan murid jatuh berlutut secara masal ke atas tanah. Bahkan jajaran tetua dari aliansi tujuh sekte besar tampak memucat pasi dengan napas tersedak.
Kepala Akademi Tian Yuan menengadahkan kepalanya secara perlahan. Raut ramah di wajah tuanya seketika berganti menjadi sangat serius. "Eksistensi itu... akhirnya memutuskan untuk menampakkan wujud jiwanya..."
Wush...
Dari balik pusat pusaran awan hitam, melangkah turun secara perlahan seorang pria paruh baya berkaus jubah hitam keemasan. Di balik punggungnya, tergantung sebilah pedang panjang pejal tanpa sarung. Rambut putihnya terurai liar tertiup angin spasial, sementara sepasang mata keemasannya memancarkan kilatan yang sanggup membelah langit.
Begitu telapak kakinya yang beralas sepatu kulit menapak di udara kosong...
WUUUNG! WUUUNG! WUUUNG!
Seluruh bilah pedang pusaka milik ribuan kultivator di sekeliling alun-alun bergetar hebat tak terkendali di dalam sarungnya, seolah-olah seluruh logam di bawah langit sedang bersujud memberikan penghormatan takzim kepada sang Raja!
Tetua Xu tersentak kaget dengan sepasang mata membelalak penuh horor. "Domain Pedang Absolut...?! Itu... itu adalah wujud kemunculan dari...!"
Jian Wufeng dari Sekte Pedang Langit seketika melompat turun dari kapal perang, berlutut penuh takzim di udara. "Hamba... Jian Wufeng memberikan salam takzim tertinggi kepada Yang Mulia Kaisar Pedang Langit!"
Seluruh tetua aliansi sekte besar dan Qin Hao bergegas menjatuhkan diri berlutut dengan wajah gemetar penuh pemujaan.
Shen Yu mengamati sosok pria di angkasa itu dengan ketenangan murni. Di dalam kesadaran jiwanya, Roh Menara berbisik tegang: "Shen Yu, tetaplah waspada secara maksimal. Eksistensi pria itu berada di kasta [Saint Peak]... hanya tinggal selangkah kecil baginya untuk menduduki takhta [Emperor]!"
Kaisar Pedang Langit sama sekali tidak mengindahkan sembah sujud ribuan kultivator di sekitarnya. Sepasang mata tajamnya melintasi ruang udara, mengunci fokus pandangannya tepat ke arah dahi Shen Yu.
"Jadi... kau adalah sesosok pemuda yang dipilih sebagai Pewaris Sah Menara Dewa Kuno..." ucapnya, suaranya bergetar mengandung hukum getaran kosmik.
Shen Yu tidak menunjukkan gestur menghindar. Ia berdiri tegak, menyahut lempang: "Benar."
***
Jawaban jujur dan lugas tersebut seketika memicu gelombang guncangan di benak seisi alun-alun!
Kaisar Pedang Langit menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan makna. "Ketenangan dan keberanian mentalmu sangat layak untuk dipuji, Anak Muda. Kalau begitu... apakah kau telah mengetahui kebenaran mengenai eksistensi pembunuh Ayah kandungmu yang sebenarnya?"
Deg!
Seluruh tubuh fisik Shen Yu seketika membeku total di tempat. Manik mata Roh Menara membelalak sempurna penuh horor. "Shen Yu! Jangan pernah membiarkan mentalmu terpengaruh oleh ucapan manipulatifnya!"
Namun, Kaisar Pedang Langit melambaikan tangan kanannya secara santai. Wush! Sebilah Kristal Ingatan Spasial termaterialisasi melayang di udara, menembakkan proyeksi visualisasi masa lalu ke angkasa.
Di dalam proyeksi cahaya tersebut, tampak wujud sesosok pria berkaus jubah hitam bertarung secara brutal melawan Ayah kandung Shen Yu. Pertempuran puncak itu meremukkan gunung dan membelah lautan! Hingga pada akhirnya... Ayah Shen Yu roboh tergeletak memuntahkan darah segar di atas tanah merah. Tepat pada detik sebelum proyeksi memudar, gurat wajah pria jubah hitam itu terekspos secara sangat jelas.
Shen Yu mengepalkan tinju kanannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. "Gurat wajah pria itu..."
Kaisar Pedang Langit berkata dengan nada datar namun menembus relung jiwa: "Jika kau memiliki ambisi untuk membongkar seluruh benang merah kebenaran ini... maka tempahlah dirimu hingga menjadi sesosok ahli terkuat. Ketahuilah, Shen Yu... Ayah kandungmu dahulu sama sekali tidak dibantai oleh pasukan Iblis... melainkan dieksekusi oleh sesosok manusia yang pernah ia anggap sebagai saudara seperjuangannya sendiri!"
PRAAAKKK!
Belum sempat Shen Yu melontarkan pertanyaan investigasi lanjutan, Kristal Ingatan Spasial tersebut mendadak hancur berkeping-keping menjadi debu di udara.
Kaisar Pedang Langit mendesah pelan. "Aku telah melanggar batas janjiku dengan memunculkan potongan memori ini. Selebihnya... kau harus mencari kepingan teka-teki itu dengan kedua tanganmu sendiri."
Ia memutar poros tubuhnya di angkasa, bersiap melangkah memasuki celah awan. Namun tepat sebelum tubuhnya lenyap, ia menolehkan wajahnya sekali lagi ke arah Shen Yu.
"Shen Yu... tepat dalam kurun waktu tiga bulan dari sekarang... Turnamen Empat Akademi Besar akan resmi diselenggarakan. Jika kau benar-benar berhasrat untuk menguak rahasia masa lalumu... maka menangkanlah turnamen tersebut dan rebutlah takhta juaranya!"
SWISH!
Usai suku kata terakhir terucap, tubuh Kaisar Pedang Langit memudar menjadi berkas pendaran cahaya pedang murni, melesat hilang menembus dimensi angkasa.
Sementara di kejauhan, jauh di balik kerapatan lautan awan hitam, sesosok pria misterius berkaus jubah hitam kelam tampak berdiri mengintai dengan senyuman yang teramat dingin. "Bagus... bidak catur terakhir dari skenario ini... akhirnya resmi bergerak pada porosnya."
Keheningan yang mencekam masih membungkus seisi alun-alun Akademi Langit Timur. Kepergian Kaisar Pedang Langit justru menyisakan badai teka-teki yang semakin pekat di dalam benak Shen Yu.
Roh Menara berkata lirih: "Jangan biarkan gejolak emosimu dibutakan oleh potongan visual tadi, Shen Yu. Kristal ingatan memang sulit direkayasa, namun seseorang selalu memiliki kapabilitas untuk menyembunyikan separuh kebenaran di balik layar."
Shen Yu menarik napas dalam-dalam, mengangguk pelan. "Aku paham, Kakek. Sebelum seluruh kepingan bukti terkumpul utuh... aku tidak akan pernah meluncurkan aksi balas dendam pada target yang salah."
Kepala Akademi Tian Yuan tersenyum puas mendengar kedewasaan mental tersebut. Tangannya melambaikan Lencana Giok Biru Keabadian yang sempat tertahan ke tangan Shen Yu.
"Mulai detik ini... Akademi Langit Timur resmi bertindak sebagai benteng pertahananmu dari gempuran pihak luar. Namun ingat... aku hanya akan melindungimu dari bentuk intervensi yang melanggar hukum. Jika itu adalah konfrontasi pertarungan antar-murid... kau wajib menyelesaikannya dengan kekuatanmu sendiri."
Shen Yu menerima lencana giok tersebut, memasukkannya ke dalam ring. "Aku tidak pernah memiliki ekspektasi agar orang lain bertarung menggantikan posisiku, Senior."
Namun, di tengah keriuhan para murid, sepasang mata sedingin es abadi tampak terus mengunci pergerakan Shen Yu dari arah lantai atas paviliun.
Pemilik tatapan itu adalah seorang pemuda jubah hitam berambut panjang yang menutupi separuh wajahnya. Tepat di bagian dadanya, terpasang sebilah lencana emas berukir tulisan: [Murid Inti Peringkat Pertama]. Nama eksistensinya adalah Ye Han—jenius nomor satu yang tak terkalahkan di Akademi Langit Timur!
Ye Han menatap Shen Yu tanpa emosi. "Jadi... dialah pemuda asing yang dipilih secara khusus oleh Kepala Akademi..."
Seorang murid senior di sampingnya berbisik: "Kakak Senior Ye Han, apakah sampah dari desa itu layak menduduki kasta murid inti?"
Ye Han menyahut singkat: "Aku sendiri yang akan menguji kelayakannya. Jika ia terbukti lemah... maka aku yang akan membuang jasadnya keluar dari akademi."
Di saat yang sama, jauh di kedalaman tanah bawah tanah benteng Akademi Langit Timur...
Di dalam sebuah ruangan terlarang yang disegel oleh puluhan susunan formasi kuno purba, sebuah Peti Mati Hitam Legam mendadak bergetar hebat!
DUUM... DUUM... DUUM...
Suara denyut detak jantung yang teramat berat bergema dari balik dinding batu peti. Jutaan retakan emas menyalar di permukaan tutup fisiknya.
Sret!
Sepasang mata berwarna merah darah perlahan-lahan berputar terbuka di dalam kegelapan pekat. Suara parau purba menggema memotong kekosongan:
"Menara Dewa Kuno... akhirnya meletuskan denyut kebangkitan pewaris barunya..."
Sebaris senyuman mengerikan sarat akan hawa pembantaian terukir di balik kegelapan. "Tiga puluh ribu tahun aku mendekam dalam kurungan mati ini... dan kini telah tiba saatnya bagiku untuk merampas kembali apa yang seharusnya menjadi milikku!"
Pada fraksi milidetik yang sama di atas pelataran alun-alun, Pedang Dewa Purba di pinggang Shen Yu mendadak bergetar hebat memancarkan hawa dingin.
Roh Menara tersentak tegang dari balik dimensi cincin: "Shen Yu... berbahaya! Di dasar tanah bagian bawah akademi ini... ada sesosok monster purba yang keberadaannya bahkan tak mampu ditembus oleh persepsi jiwaku!"
Shen Yu mencengkeram erat gagang pedang hitamnya. Baru saja ia menginjakkan kaki di Akademi Langit Timur, namun tanpa disadari... ia telah resmi melangkah masuk ke dalam pusat lingkaran konspirasi mahaluas yang telah teranyam rapat selama puluhan ribu tahun!