NovelToon NovelToon
Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Kali Ini, Aku Yang Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Floravest

Perubahan signifikan dari sikap suami, membuat Azalea curiga dan mulai menaruh perhatian pada gerak-gerik Ramdan.

Biasanya yang pulang kerja menyambut dengan senyuman hangat, kini cuek dan mengabaikannya. Azalea mulai meneliti setiap kelakuan suaminya.

Ia yang di cap mandul oleh mertua, membuatnya memilih mengakhiri pernikahan 2 tahun ini. Dan pulang ke rumah. Namun di rumah pun ia ditolak, alhasil ia luntang-lantung di jalanan.

Bagaimana kisah Azalea kelanjutannya? Kita kuak balik ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Floravest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ng-gym bersama

"Eee...anu ahahah...Dewa. Aku hanya sedang melihat-lihat sekitar sini saja." kekeh Aza kikuk, menggaruk tengkuk lehernya gatal.

Dewa tersenyum saja. Senyum manis dimana matanya juga ikut tersenyum itu, sukses membuat Aza terpana melihatnya. Ia nyaris tak berkedip. Tanpa sadar ia mengulurkan jarinya, menyentuh alis Dewa yang tegas dan runcing itu, melongo kecil.

"Matamu sangat indah, Dewa..."

Tidak bisa Aza pungkiri. Dewa begitu menawan, rambut hitam legam yang disisir rapi, wajah blasteran serta bibirnya yang tebal merah alami itu, sangat menawan saat tersenyum.

"Aku akan pingsan jika kau terus tersenyum seperti itu...."

Dewa tak mampu menahan tawanya, ia tatap wajah polos yang tidak berkedip itu. Memajukan wajahnya ke depan Aza, hingga wanita itu membola, mengerjab lirih.

"Sekarang gimana? Apa semakin menawan?"

Tanya Dewa, dengan senyum yang lagi-lagi membuat jantung Aza nyaris copot. Wanita itu segera memalingkan mukanya, merunduk menutup pipinya yang merah merona, "De-Dewa sudah...!" gerutu Aza mencicit.

Dewa tegakkan kembali punggungnya, menatap intens wanitanya yang memalingkan muka karena malu-malu itu. Ia ulurkan tangannya ke pucuk kepala Aza lembut.

"Aku juga tidak bisa melihat tingkahmu yang imut jika tidak segera memeluk dan membawamu ke ranjang."

Aza terjingkit kecil. Dewa terkekeh melihat bahu yang terangkat itu. Lalu meraih tubuh Aza, mengangkatnya, membuat para maid dan penjaga kebun melongo bersamaan.

"Masuklah, Aza. Udara sore cukup dingin.Aku tidak mau kamu sakit." bisik Dewa seraya membawa Aza masuk ke dalam rumah.

"Memangnya aku anak kecil yang harus diberi perhatian terus? Aku sudah dewasa tau, umurku sudah 26 tahun!" cerocos Aza menggerutu, menggembungkan pipinya sebal.

Dewa tersenyum saja, ia segera membawa Aza menuju lift, tentu ke kamar mereka. Sesampainya di kamar, Dewa rebahkan Aza di sisi ranjang.

"Istirahat, kau sudah cukup lelah berjalan kesana-kemari." lirih Dewa seraya melepas jas kerja miliknya.

Aza tertegun, wanita itu bangkit perlahan, duduk disana, menatap polos Dewa yang mulai melepas satu persatu aksesori di bajunya.

"Terus abis ini kamu mau kemana?" tanya Aza pelan.

Dewa lirik lembut Aza yang menatapnya bulat-bulat itu, "Aku mau nge-gym."

Kening Aza mengerut kecil, "Nge-gym? Emangnya disini ada tempat nge gym?"

Dewa tersenyum, "Ada, kamu bahkan belum ada setengahnya meneliti setiap ruangan yang ada di lantai satu sampai lantai lima. Bahkan di rooftop atas ada kolam renang."

Membola langsung bola mata Aza, berbinar lembut. Wanita itu refleks berdiri, "Kolam renang?!"

"Gaboleh."

Aza sontak cemberut, "Aku belum ngomong!"

"Besok aja kalo mau berenang, ini sudah sore menjelang malam, kau bisa masuk angin. Di rumah ini tidak ada kolam renang hangat." Dewa segera masuk ke dalam kamar mandi, sengaja menghindar dari celotehan maut Aza.

Wanita itu kini duduk lagi dengan sebal di sisi ranjang, melipat kedua tangannya di dada dengan perasaan jengkel.

"Ishhh padahal mau lihat aja lho!"

Dewa terkekeh kecil dibalik kamar mandi. Ia tau betul Aza sangat suka berenang. Ia membuat kolam renang sambil membayangkan kehadiran Aza saat ia melihatnya. Namun ternyata takdir berkata lain. Bukan hanya membayangkan, ia sekarang bahkan bisa menyentuh dan melihat sosok wanita pujaannya sepuasnya.

"Kamu tau, kolam renang itu kubuat demi mengenang dirimu, Lea. Aku benar-benar bersyukur bukan hanya kolam renang saja, tapi kau juga ada disini." lirih Dewa tersenyum, sebelum kembali lanjut berganti baju gym.

Aza lirik Dewa yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan setelan baju spandex hitam itu. Serta celana pendek setinggi lutut, khass baju untuk gym.

Dewa tatap Aza yang langsung melengos. Tersenyum tipis, "Mau ikut ng-gym?"

Awalnya Aza merasa enggan. Namun ia juga penasaran. Apa gym sebagus itu? Ia belum pernah mencobanya. Dulu ingin karena diajak teman, namun Ramdan menolak dengan alasan takut dilihatin cowok-cowok disana. Alhasil tidak pernah kesampaian sampai sekarang.

Namun sekarang, dengan Dewa. Ia bisa melakukan olahraga itu sepuasnya tanpa harus mengeluarkan uang ratusan sekali datang.

"Apa aku bisa?"

Aza agak gugup, ia belum pernah mencobanya. Bagaimana jika dia malah mengacaukan latihan Dewa karena ketidakmampuannya.

Dewa tersenyum tipis, ia hampiri Aza yang merunduk itu, menarik tangannya untuk turun, "Aku akan melatihmu."

Aza tatap lekat manik mata legam yang tersenyum itu. Menurut saja meski ragu, "Baiklah."

Sesampainya di ruangan gym, terkejut Aza disitu. Ruangannya langsung menghadap ke arah pemandangan gunung dan danau besar di ujung sana. Benar-benar panorama yang memanjakan mata. Sementara melihat kebawah, ia akan disuguhi hamparan padan rumput dimana rusa-rusa milik Dewa berlalu lalang mencari dedaunan.

"Ini benar-benar indah, Dewa. Bagaimana kamu bisa kepikiran mendesain tempat hingga sedetail ini?"

Aza tatap melongo pemandangan yang tak mengecewakan sedikitpun itu. Memegang kaca besar yang mengelilingi gym. Dewa di belakangnya tersenyum tipis. Ia raih pinggang Aza untuk turun dari undakan dinding. Menuju area treadmill untuk melatih kaki Aza lebih dulu.

"Hmmm, ini seharusnya masih gampang." ucap Aza dengan pedenya, menaiki treadmill tanpa ragu.

Dewa tersenyum saja, "pakailah, aku akan melihatnya dari sini."

Aza tertegun, ia lirik Dewa sekilas lalu menatap aneka tombol di depannya, "Ini yang mana satu yang harus di pencet?"

Dewa segera mendekat, ia pencet tombol start dibawah layar monitor utama. Mesin mulai menunjukkan tanda-tanda nyala. Aza langsung tegang, ia pegang pegangan treadmill cepat.

"De-Dewa...." lirihnya.

Ia memang merasa alat ini cukup mudah. Ia tak mengira hanya karena mesin mulai menyala dan pinjakan mulai berjalan dengan pelan.

"Jalan santai saja, aku sudah stel ke sedang, seharusnya tidak terlalu cepat."

Aza mengangguk saja, ia mulai melangkahkan kakinya dengan ragu di atas treadmill. Ia tatap monitor di depannya. Keningnya mengerut saat melihat tombol angka-angka di layar monitor.

"Ini tombol apa?"

Karena penasaran, ia langsung saja memencet angka paling akhir tanpa ragu. Alangkah terkejutnya ia saat pijakan di bawah langsung berputar dengan cepat. Membuatnya berlari kuat hingga rasanya tak sanggup untuk menahan.

Dewa yang sedang menggunakan cable machine melihat itu langsung berlari ke arah Aza. Menangkap tubuh Aza dari belakang agar tidak membentur lantai.

Mereka terjatuh bersama. Dengan Aza yang menindih tubuh Dewa di bawahnya.

"Dewa!"

Wanita itu syok langsung. Relfeks melompat dari tubuh Dewa. Membantunya untuk segera berdiri, "Apa kamu tidak apa-apa?! Aku minta maaf udah bikin kamu kaya gini!"

Dewa bangkit perlahan, nafasnya sedikit terengah. Pria itu segera berjalan menuju alat treadmill untuk memencet tombol merah. Pijakan langsung berhenti mendadak. Membuat Aza melongo syok.

"Lahh...ada tombol berhenti mendadak rupanya?"

Dewa memejam, menggeleng lemah, "Sepertinya aku tidak boleh hilang pengawasan atasmu, Lea."

1
anggita
ikut ng👍like, kasih iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Floravest🔥: aamiin makasih kakak🤗
total 1 replies
anggita
di novel, tiap pintu dibuka pasti... ceklek😅, ora tau grobyak, bruuak dll
Floravest🔥: nanti jadi aneh😂
total 1 replies
Dynhz
bagus bgt🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!