Demi membatalkan perjodohan yang dilakukan oleh papanya, Alea terpaksa harus meminjam uang kepada sang Bos, demi melunasi hutang-hutang keluarganya kepada kakek Will.
Bahkan, Alea juga sampai rela memotong urat malunya, demi meminta sang bos, untuk menjadi kekasih bohongannya.
Akan tetapi, takdir berkata lain, apa yang Alea rencanakan semuanya gagal. Dan malah berujung pada pernikahan serius dengan sang bos-nya.
Padahal, bos-nya adalah orang yang paling dihindari Alea sejak SMA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penuh Curiga
Setelah kejadian malam itu. Kini Alea harus lebih waspada ketika tidur. Ia takut kalau Rey akan mencuri ciumannya lagi saat ia tengah terlelap tidur.
Pagi ini, tepat pukul 10.00 pagi, Alea dan Yaya tengah bersiap untuk pergi ke ruang rapat yang akan di pimpin oleh general Manager mereka.
"Mari biar aku bantu," ujar Edwin mengambil alih laptop yang di bawa oleh Alea. Awalnya Alea menolak, tapi Edwin bersih kukuh untuk membantunya.
"Kalau begitu punyaku sekalian dong," ujar Yaya menyimpan laptopnya di atas laptop milik Alea yang berada di pangkuan Edwin.
"Siap," jawab Edwin. Semua team pengembangan pun segera pergi ke ruang rapat. Edwin sengaja mendudukkan tubuhnya di samping kursi kerja milik Alea, yang biasanya di isi oleh temannya yang bernama Fitri.
"Hai Edwin, kenapa kamu malah duduk di tempatku?" gerutu Fitri saat memasuki ruangan.
Edwin sengaja memasang wajah polosnya. "Tempat duduk mu? Benarkah? Bukannya di sini bebas ya," jawab Edwin.
"Memang bebas, tapi aku sudah terbiasa duduk di sini," tegasnya lagi.
"Fitri, Edwin jangan ribut. Kita mau mulai sebentar lagi. Dan kau Fitri carilah tempat duduk yang lain," tegas Miley sebagai wakil ketua rapat kali ini. Fitri pun berdecak kesal dan ia pun langsung pergi menjari kursi kosong yang ada di sana.
"Apa dia marah padaku?" tanya Edwin kepada Alea.
"Hm... biarkan saja, nanti dia juga baik lagi kok. Dia memang suka seperti itu, tapi tenang saja, dia tidak akan marah terlalu lama." Edwin pun mengangguk.
Rapat pun di mulai, semua orang yang hadir begitu mengamati apa yang dijelaskan oleh General Manager tersebut untuk acara lokarya sebelum produk terbaru dari perusahaan mereka launching.
"Baiklah, untuk itu lusa semuanya harus sudah siap jam 8 pagi ya. Di sana juga kita akan menginap selama dua hari. Jadi pastikan bagi kalian untuk menyiapkan semuanya secara detail dari sekarang."
"Baiklah acara rapat ini kita tutup. Tetap semangat teman-teman semuanya," begitu General Manager mengucapkan kata-kata terakhirnya sebelum keluar ruangan.
"Siap semangat." Serentak semua orang menjawab. Lalu rapat pun selesai, dan mereka bubar.
***
Sampai siang ini, Alea begitu merasa tenang karena Rey tidak mengganggunya. Rey dan Nando sedang pergi ke luar kota untuk mengecek perkembangan proyek baru.
Alea dan Yaya sedang sibuk merapikan meja kerja mereka. Yaya mengajak Alea untuk pergi makan di kantin bawah. "Alea, kau mau pergi ke kantin ya?" tanya Edwin, Alea mengiyakannya.
"Bolehkah aku ikut gabung bersama kalian?" tanya Edwin penuh harap. Yaya sejenak memperhatikan Edwin dari atas sampai bawah. Ia merasa akhir-akhir ini Edwin selalu berusaha mendekati Alea.
"Hm... kuperhatikan, kau selalu saja mengikuti Alea, ada maksud apa kau dengan sahabatku ini? Mengintil terus!" Yaya berucap penuh curiga.
Edwin sejenak membenarkan kacamata bulat yang melekat di matanya. "Hah? Tidak ada maksud apa-apa. Lagi pula di ruangan ini, hanya kalian yang dekat denganku. Jadi tidak masalah bukan jika aku ingin gabung bersama kalian? ujar Edwin.
Yaya masih menatapnya penuh curiga. Alea pun mengembangkan senyumannya. "Sudah Yaya, biarkan dia ikut. Kasihan juga dia tidak ada teman," ucap Alea sambil menepuk pundak sahabatnya itu.
"Ayo, kalo mau gabung." Edwin tersenyum senang saat mendapat sambutan hangat dari Alea.
Kini mereka pun pergi ke kantin dan mendudukkan diri di atas kursi melingkari meja.
"Hm... sepertinya Alea ini orangnya terlalu polos dan mampu dimanfaatkan," gumam Edwin menatap Alea dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Si Edwin ini, dari tadi kok lihatin Alea terus ya? Aku jadi curiga dengannya," gumam Yaya dalam hati.
"Oh ya Edwin ... kau asli mana? Di lihat dari wajahmu, kau seperti campuran atau memang kau dari luar ya?" tanya Yaya menatap penuh selidik wajah Edwin yang memang terkesan seperti orang luar negri, lebih tepatnya seperti ada campuran darah Belanda.
"Hah? Aku? Asli Indonesia kok" jawabnya sedikit gugup.
"Benarkah? Tapi sepertinya kau ada campuran Belanda-Nya deh."
"Aih... wanita ini, ternyata dia cukup jeli juga," gumam Edwin dalam hati.
"Emh... iya, mungkin karena turunan dari kakekku yang orang Belanda jadi wajahku sedikit terlihat seperti bukan warga lokal," kilahnya.
"Owh... begitu," gumam Yaya. Masih dengan ras curiga yang mendalam di pikirannya.
"Aku harus menyelidiki dia, sepertinya semenjak masuk ke kantor ini, dia terlihat begitu ingin dekat dengan Alea. Padahal di dekat meja kerjanya kan ada Fitri dan aku, tapi kenapa hanya Alea yang seperti diincarnya," batin Yaya.
Saat pesanan datang pun. Edwin dengan cepat membantu pelayan itu untuk menyajikan mie ayam pesanan mereka.
"Ini Alea sumpitnya." Edwin membuka sumpit yang terbungkus plastik itu dan memberikannya kepada Alea. Sedangkan kepada Yaya, ia tidak melakukannya.
"Terima kasih," ucap Alea memberikan senyuman. Edwin pun dengan senang hati membalas senyuman Alea dan mengiyakannya.
"Benar sekali, ini sangat mencurigakan. Aku harus menyelidikinya," gumam Yaya penuh tekad dalam hati.
.
.
.
Bersambung.
Hai readers semuanya. Maaf ya aku baru bisa up date lagi. Jadi aku tuh kejebak sama tiga novel on going. Aku nulis di NovelToon sama di Novel*Me.
Yang di NovelToon aku ingin fokus dengan karya aku yang berjudul My Perfect Love. Dan di Novel*Me pun aku ingin fokus dengan karyaku yang berjudul Penjara Pernikahan.
Jadi untuk sementara novel Bos Ku Suamiku ini, aku mau hiatus dulu. Kalau pun update pasti slow banget. Aku mau fokus di dua novel itu dulu. Nanti setelah selesai namatin yang My Perfect Love, baru aku akan fokus melanjutkan cerita ini.
Terima kasih buat teman-teman yang udah setia nunggu dan masih stay. Author sayang kalian :)
ha ha ha
ha ha ha