"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Sekarang cepetan mandi sana. Pakai air hangat kalau badanmu masih terasa kaku, terus siap-siap ke sekolah biar gak terlambat."
"Iya, Bunda. Arash langsung ke kamar dulu, ya," sahut Arash patuh, memberikan senyuman menenangkan kepada Bundanya sebelum akhirnya melangkah menaiki undakan tangga menuju ke lantai dua.
Di dalam rumah itu, tidak ada satu pun orang yang tahu mengenai ritual berat dan penyucian jiwa yang baru saja dilalui oleh Arash semalam suntuk di tengah hutan angker.
mereka semua mengira bahwa Arash hanya menghabiskan malam dengan mengaji dan tidur di pondok atas perintah Kyai Hasan.
Rahasia besar mengenai gemblengan spiritual tingkat tinggi itu tersimpan rapat, hanya diketahui oleh tiga orang saja: Arash sendiri, Eyang Hasan, dan Eyang Umar.
Namun, begitu Arash membuka pintu kamar tidurnya yang bernuansa abu-abu minimalis itu, kedamaian yang baru saja ia rasakan seketika menguap tanpa bekas.
Setibanya di kamar, Arash langsung disambut oleh sepasang mata yang menatapnya dengan sangat tajam dari atas lemari jati besar di sudut ruangan.
Lala sudah nangkring di sana dengan posisi duduk menekuk lutut, melipat kedua tangannya di depan dada, dan wajah transparannya berkerut masai menahan amarah ghaib yang sudah menumpuk sejak jam sembilan malam tadi.
Pendaran energi hijau di sekeliling tubuh hantunya tampak berkedip-kedip tidak stabil, menandakan tingkat emosinya sedang berada di titik didih maksimal.
"Kamu jahat, Mas! Kamu jahaaatt!!!" jerit Lala dengan suara melengking tinggi yang sukses membuat gendang telinga Arash berdenging gila-gilaan.
Saking kalapnya, hantu cewek *cegil* itu langsung menyambar bantal guling ghaib atau entah bagaimana esensi energinya berhasil mendorong bantal kecil milik Arash yang ada di atas Kasur lalu melemparkannya dengan kecepatan penuh ke arah wajah Arash.
Wuuushhh!
Arash dengan refleks tangkas seorang atlet basket segera memiringkan kepalanya ke kiri dalam hitungan detik, membuat bantal itu melesat lewat begitu saja dan jatuh mengenaskan di lantai dekat pintu.
"Wuihhh... hampir aja kena muka gantengku.’’ Celetuk Arash mengusap dadanya.
‘’Apaan sih, La?! Aku baru pulang loh, langsung disambut amukan begini," protes Arash sembari menutup kembali pintu kamarnya rapat-rapat agar suara lengkingan Lala tidak terdengar sampai ke lantai bawah oleh Bundanya.
"Ya makanya itu! Kenapa kamu baru pulang sekarang, hah?! Kenapa kamu nginep di pondok pesantren?! Kamu gak pamit sama aku, Mas! Gak ada kabar, gak ada angin, gak ada hujan, tiba-tiba kamu menghilang dari radar ghaib aku!" berondong Lala menggebu-gebu.
Hantu cewek itu melayang turun dari atas lemari dengan gerakan super cepat, lalu mendarat tepat di depan dada Arash sembari berkacak pinggang.
Jarak wajah mereka hanya terpaut beberapa sentimeter, membuat Arash terpaksa mundur satu langkah demi menjaga jarak aman non-muhrim beda dimensi mereka.
"Iya, maaf, Lala. Semuanya serba dadakan semalam. Aku gak sempat pulang buat ngabarin,’’ jawab Arash mencoba memberikan penjelasan sesingkat mungkin.
"Alasan! Padahal kemarin siang di kasur ini kamu udah janji manis sama aku! Kamu bilang kamu bakal pulang cepat habis Isya, kamu mau dengerin curahan hati aku yang udah dua minggu kesepian gara-gara kamu skorsing!" tuntut Lala dengan mata yang melotot dramatis, seolah-olah dia adalah pihak yang paling terzalimi di seluruh alam semesta.
"Tapi kenapa kenyataannya kamu malah baru menampakkan batang hidung sholehmu subuh-subuh begini? Hati aku ini rasanya kayak digoreng dadakan tahu gak!"
‘Tahu bulat kali ah!’ saut Arash dalam hati.
Arash menarik napas dalam-dalam, mengelus dadanya berulang kali sembari merapalkan kalimat istighfar di dalam batinnya.
Dia benar-benar kehabisan kata-kata menghadapi tingkat keposesifan mahluk halus yang satu ini.
"Kamu sengaja kan, Mas? Kamu tahu sendiri kalau aku ini hantu yang gak bisa sembarangan masuk ke kawasan pondok pesantren karena pagar ghaibnya tebal banget kayak tembok raksasa! Setiap kali aku mau nyusul kamu ke sana semalam, tubuh ghaibku langsung kesetrum energi ayat suci sampai rambutku jabrik semua!" imbuh Lala lagi dengan nada suara yang mulai terdengar sedikit serak merana, meluapkan seluruh kekesalannya yang harus tertahan di batas gerbang pesantren semalam utuh.
"Kamu sengaja nginep di sana buat menghindari aku, iya kan?! Jujur kamu, Mas!"
Arash hanya bisa menghela napas berat, menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan pasrah yang teramat sangat.
Dia meletakkan kedua tangannya di pinggang, memandangi wajah Lala yang masih cemberut dengan pipi ghaib yang digembungkan.
'Ya Allah... kok rasanya aku malah jadi kayak sosok suami yang baru pulang kelayapan malam, terus langsung dilabrak habis-habisan sama istri sah di ambang pintu kamar ya?' gumam Arash pelan di dalam hatinya.
‘Gini amat ya rasanya punya peliharaan, apakah nanti kalau punya istri, begini juga?’
...____...
...Guys, Mommy udah kasih 3bab loh ya. So, jangan jadi PEMBACA GHOIB yaa, jangan pada pelit, Like dan komen nya. Dan Inget, harau baca sampai akhir, jangan loncat2 kaya pocong 🤭🤭...
u benar-benar ya bikin harapan makin palsu aja bukannya benar ekh malah amburadul..
wah wah benar-benar s cengil kocak u ya.. hahahaha
Hayooohhh buruan,,anterin tuh si Poci ke salon Ghoib,,
malah di interogasi dlu🤣🤣🤣