Rumah boneka yang selalu dimainkan oleh gadis kecil bernama Mariana merupakan malapetaka bagi sang sepupu, Lucas Nova dan sang adik, Keane Nova.
Kejadian itu dimulai saat keduanya diminta oleh paman dan bibi mereka untuk menginap selama liburan sekolah dan menemani sang gadis kecil bermain.
Liburan untuk menemani Mariana berubah menjadi bencana karena teror dari rumah boneka kecil dan makhluk halus yang mencoba membunuh mereka.
Apakah liburan itu akan menjadi hari kematian ketiganya yang harus terjebak dengan teror dan kutukan dari rumah boneka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Mencari Bantuan bag. 2
-Claang…Claaaang
Kedua anak kecil itu menarik gerbang dengan kuat sambil berteriak.
“Tolong! Buka gerbangnya! Kenapa tidak bisa dibuka!” teriak Agatha.
“Mariana harus keluar dari sini! Mariana harus mencari bantuan!! Buka pintunya!!”
Tidak ada orang yang lewat di tempat itu, ini memang sangat aneh. Kondisi di sekitar jalan yang ada di kediaman Keluarga Nova memang sepi karena jarak antar masing-masing rumah cukup jauh.
Pekarangan dan halaman yang luas membuat sebagian rumah berada beberapa meter dari rumah tetangga lainnya. Inilah salah satu masalah lain yang dihadapi oleh anak-anak itu.
Hari masih siang namun ketika di dalam rumah Keluarga Nova, entah kenapa terlihat seperti cepat sekali berlalu. Sudah begitu, jalan luas dan lebar di luar terlihat seperti jalanan mati.
"Ini tidak akan berhasil!" ucap Agatha. Dia mencari sesuatu yang keras di halaman rumah tersebut. Terlihat beberapa saat kemudian dia datang dengan membawa garpu rumput, "Mariana, minggir dari situ!" teriaknya.
Mariana menyingkir sesuai perintah Agatha. Dengan keras, beberapa kali gadis kecil itu memukul garpu rumput untuk membuat gerbang bahkan menggunakan gagang garpu rumput panjang itu dengan memasukkannya ke sela-sela pintu gerbang untuk ditarik.
Beberapa kali gadis kecil itu mencoba menariknya namun tetap saja gagal hingga Agatha kelelahan.
"Tidak berhasil. Kenapa?!"
Mariana hanya memeluk rumah bonekanya dan menangis. Dia kembali merasa kesal, "Keluarkan Mariana dari sini! Mariana harus menolong Lucas dan Keane! Mariana harus menolong paman!"
"Mariana harus menolong mereka! Keluarkan Mariana!! Hiks...hiks..."
Karena kesal, Mariana secara tidak sadar mengangkat rumah bonekanya dan melemparnya ke arah gerbang. Sambil menangis, dia langsung melemparnya dengan keras, "Keluarkan Mariana!! Hiks...hiks...Mariana mau keluar!!"
-Braaaak
Agatha sendiri terkejut melihat Mariana melempar rumah bonekanya. Namun ada yang aneh. Saat rumah boneka itu dilempar ke arah gerbang hingga menciptakan suara keras, gerbang langsung bisa terbuka. Seakan memang ada sesuatu yang mengunci pintu gerbang, sekali bersentuhan dengan rumah boneka milik Mariana, semua seakan lenyap.
Mariana sendiri terkejut dengan apa yang dilakukannya dan langsung mengambil boneka-boneka kecil yang berserakan dan rumah bonekanya.
"Tidak!! Hiks...maafkan Mariana, maafkan Mariana. Jangan sakiti Lucas dan Keane. Hiks...."
Gadis kecil itu memasukkan boneka-bonekanya secara sembarang dan Agatha melihat itu, tapi hal yang membuatnya terbelalak adalah semua boneka-boneka kecil itu bergerak dan berhenti di tempat tertentu. Itu adalah lokasi dimana Lucas dan yang lain ada di dalam rumah namun saat ini Agatha tidak mengetahui hal itu.
Darah segar yang awalnya keluar dari mainan rumah boneka tiba-tiba saja menghilang bersamaan dengan pintu gerbang yang terbuka lebar.
Agatha melihat ke jalan dan dia menyadari pintu gerbang tidak lagi tertutup, dia menarik tangan Mariana.
"Mariana, ini kesempatan! Aku tidak tau apa yang terjadi padamu dan rumah ini, aku juga tidak tau kenapa aku bisa ada di sini, tapi ini kesempatan!"
"Kita bisa meminta pertolongan dan menolong paman yang kamu maksud! Kita ke gereja dekat rumahku!"
"Sekarang kesempatan kita! Ayo berdiri dan lari!"
Mariana masih menangis dan membawa rumah bonekanya. Kedua gadis kecil itu berlari meninggalkan rumah. Setelah pagar rumah terbuka karena terkena bantingan rumah boneka Mariana, pagar tersebut sama sekali tidak tertutup lagi.
Agatha sempat menengok ke belakang dan melihat rumah Keluarga Nova dari kejauhan.
"Aku tidak mengerti. Kenapa aku bisa sampai di sana dan bagaimana ada hal aneh seperti ini. Aku yakin aku sendiri tidak mengenal mereka lebih dekat."
"Namun melihat kondisi Mariana kecil seperti itu, ada hal yang aneh. Terutama rumah boneka yang dipegangnya."
"Rasanya aku ingat sesuatu. Tapi..."
"Lupakan!! Aku harus mencari bantuan dari orang dewasa. Kami harus tiba di gereja secepatnya!!"
**
Sementara kondisi di dalam rumah yang asli, Edwin seperti menemui sesuatu yang berbahaya.