NovelToon NovelToon
Pembalasan Untuk Para Penghianat

Pembalasan Untuk Para Penghianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Ibu Tiri / Saudara palsu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.

Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.

Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.

Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.

Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Alvian tiba di halaman rumah nek Asih, bergegas dia mengetuk pintu yang memang sudah terbuka lebar.

"Assalam mu'alaikum nek!" Alvian pun mencium tangan nenek Asih dengan takzim.

"Wa'alaikum salam nak, kamu tidak bekerja hari ini?" Tanya Nek Asih pada Alvian.

"Aku sudah pulang nek, oh ya nenek dan Risa mau kemana?" Alvian bertanya pada nek Asih karena dia melihat cucu dan nenek itu tampak nya sedang bersiap untuk pergi.

"Nenek mau membawa Risa ke tukang urut yang ada di ujung kampung nak, di sana ada tukang urut yang bisa menangani orang -orang yang patah tulang dan keseleo" Nek Asih menjelaskan pada Alvian.

"Kalau begitu saya ikut nek, biar saya yang menemani Risa!" Alvian dengan semangat ingin ikut bersama nek Asih dan Risa.

"Tidak perlu pak Alvian, biar saya pergi bersama nenek saja!" Tiba - tiba Risa yang baru saja keluar dari dalam kamar nya dan langsung menyela ucapan nenek nya dan Alvian.

"Saya tetap akan ikut bersama kalian!" Alvian tetap ngotot ingin ikut.

"Tidak papa nduk, nak Alvian boleh ikut!" Nenek menengahi perdebatan antara cucu nya dan Alvian.

Mereka bertiga pun pergi ke rumah tukang urut dengan menggunakan mobil nya Alvian, alvian setia menunggu Risa menjalani pengobatan tradisional nya.

******

Waktu terus berlalu, tidak terasa kini Risa sudah bisa berjalan seperti biasanya. Kaki nya pulau lebih cepat dari perkiraan dokter, Risa pun kini sudah bisa kembali ke kantor nya seperti biasa.

Setiap hari Alvian selalu datang menemui Risa di rumah nya, perhatian yang di berikan Alvian pada Risa seketika membuat Risa tersentuh.

"Nak, bagai mana dengan perasaan mu pada nak Alvian?" Tanya Nenek Asih pada Risa ketika Risa sedang bersiap untuk berangkat bekerja.

"Maksud nenek?" Risa menatap nenek nya dengan heran.

"Nenek tidak buta nak, nenek tahu bahwa nak Alvian menaruh hati pada mu!" Nek Asih berkata sambil membenarkan hijab di kepala cucu nya.

Risa menunduk kan kepala nya, hati kecil nya mengakui bahwa memang Alvian menaruh hati pada nya. Tapi kegagalan rumah tangga nya yang dulu membuat Risa takut untuk memulai hubungan baru, rasa trauma itu jelas masih ada.

"Risa takut nek, kegagalan rumah tangga Risa dulu membuat Risa takut untuk menjalin hubungan lagi!" Risa berkata sambil menunduk kan kepala nya.

"Nak, tidak semua laki - laki itu sama seperti Arvin. Nenek bisa melihat nak Alvian itu berbeda!" Nek Asih berusaha membuka hati Risa kembali.

Belum sempat Risa menjawab ucapan nenek nya, terdengar suara orang yang mengucapkan salam di depan, dan Risa tahu siapa pemilik suara itu.

"Assalam mu'alaikum!" Suara salam itu terdengar dengan jelas.

"Wa'alaikum salam!" Serentak nek Asih dan Risa menjawab salam.

"Nak Alvian sudah datang, nenek ke depan dulu!" Nek Asih menepuk pundak Risa dengan lembut.

Risa masih termenung di depan cermin yang ada di hadapan nya, dia memperhatikan pantulan wajah nya di depan cermin itu.

"Harus kah aku menerima pak Alvian?" Risa bertanya pada bayangan diri nya yang ada di cermin.

Risa segera mengambil tas kerja nya, sudah lebih dari satu bulan tas ini nganggur karena kecelakaan itu dan dia tidak bekerja. Tapi pagi ini dia akan kembali ke kantor.

"Pak Alvian, tidak usah repot - repot. Saya bisa berangkat sendiri ke kantor!" Risa berkata pada Alvian yang sedang menunggu nya di ruang tamu.

"Tidak papa Risa, mulai hari ini saya yang akan menjemput dan mengantar kan mu!" Alvian tersenyum pada Risa.

"Tapi pak,,,!"

"Ayo kita sarapan dulu, sebelum kalian berangkat ke kantor!" Nek Asih berkata dengan cepat sebelum Risa sempat menyelesaikan ucapan nya.

"Tidak usah nek, kita sarapan di luar saja!" Risa menjawab ucapan nenek nya sebelum Alvian sempat bersuara.

"Mari pak Alvian!" Risa menarik tangan Alvian agar segera pergi dari rumah nenek nya.

Kedua nya masuk kedalam mobil dan Alvian tersenyum melihat ulah Risa, Alvian mengendarai mobil nya meninggal kan halaman rumah nenek nya.

"Kita berhenti di depan pak!" Risa berkata setelah dia melihat sebuah gerobak penjual bubur ayam di depan sana.

Risa dan Alvian turun dari dalam mobil dan Risa langsung memesan 2 porsi bubur ayam untuk mereka.

"Pak, tolong jangan datang lagi ke rumah kami pak!" Risa berkata pada Alvian Ketika mereka sudah duduk saling berhadapan di kursi yang sudah di sediakan.

"Kenapa Risa? Apakah salah jika saya mencintai ku?" Alvian bertanya pada Risa sambil memandangi wajah perempuan di depan nya dengan lekat.

"Tidak ada yang salah pak, tapi keadaan kita jauh berbeda. Aku tidak mau pak Alvian mendapat kan rasa malu karena bersama seorang janda seperti ku!" Risa berkata sambil menunduk kan kepala nya.

"Janda juga manusia, tidak ada yang bisa menolak jika memang itu takdir nya. Lagi pula aku tahu semua itu bukan kesalahan mu!" Alvian tersenyum pada Risa.

Seketika Risa mengangkat wajah nya, dia memandangi Alvian yang saat ini sedang tersenyum di depan nya.

"Apa yang pak Alvian ketahui tentang saya?" Tanya Risa dengan tatapan heran.

Alvian tidak menjawab pertanyaan Risa, walaupun dia tahu segala nya. Alvian ingin mendengar nya langsung dari mulut Risa.

"Ini pak, bu. Pesanan nya!" Penjual bubur ayam itu mengantar kan pesanan Risa.

"Terima kasih pak!" Risa dan Alvian segera menikmati sarapan mereka.

Sesekali Risa melirik ke arah Alvian, hal itu mengingat kan nya pada sosok sang mantan suami. Dulu Arvin tidak mau sarapan di pinggir jalan seperti ini, dia mau nya makan di tempat yang mewah dan berkelas.

Rasa gengsi yang di milik oleh Arvin sangat tinggi, padahal dia hanya karyawan biasa. Rumah yang mereka tempati dulu adalah hadiah pernikahan nya dari orang tua nya ketika dia menikah dengan Risa. Arvin baru naik jabatan setelah dia menikah dengan Risa, tapi dia malah berulah dengan selingkuh dengan Wulan.

"Risa, aku mencintai mu. Tolong jangan minta aku menjauh dari mu, bertahun - tahun aku menunggu momen ini!" Alvian memandang Risa penuh harap.

"Apa maksud pak Alvian?" Tanya Risa sambil menatap Alvian dengan intens.

"Aku mencintai mu sejak dulu, aku sangat frustasi saat mengetahui kau menikah dengan Arvin dulu. Aku berusaha mengubur rasa cinta ku pada mu, tapi aku gagal. Dan kini Tuhan mempertemukan kita lagi, tolong jangan buat aku hancur lagi Risa!" Alvian memohon pada Risa sambil menggenggam jemari Risa dengan erat.

Seketika Risa terpaku mendengar ucapan laki - laki yang kini ada di hadapan nya, dia tidak menyangka bahwa pertemuan pertama mereka begitu meninggal kan kesan yang mendalam pada diri Alvian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!