Hanya seorang penjual ikan disiang hari. dan pengantar barang dimalam hari itulah pekerjaan pria yang bernama Satria.
Di caci maki sudah menjadi makanannya sehari-hari. Bahkan lebih parahnya lagi dia di khianati oleh istrinya sendiri dan hampir dibunuh oleh selingkuhan istrinya tersebut.
Tapi nasib merubah hidupnya sejak dia menolong seorang kakek tua misterius yang memberinya sebuah kalung pusaka naga.
Dan itu merubah hidupnya menjadi seorang penguasa.
Akhirnya Satria bertekad untuk membalas orang yang sudah merendahkan nya.
Penasaran dengan kisahnya? Baca yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Dewi mendatangi Satria didalam kamarnya. Setelah mengetuk pintu dan diizinkan masuk oleh Satria, Dewi pun dengan hormat masuk kedalam kamar tersebut.
Tidak bisa sembarangan orang yang bisa masuk kedalam kamar ini, hanya pelayan dan Dewi yang bisa masuk. Itupun atas izin dari ketua mereka.
Tapi sekarang, ketua mereka sudah berganti. Dan Satria tidak seperti itu. Satria mudah berinteraksi dengan para bawahannya.
"Tuan muda," sapa Dewi.
"Katakan!" pinta Satria dengan tegas.
"Apakah kita akan balas dendam kepada mereka? Kalau tuan muda perintahkan, hari ini juga kami akan bertindak," ucap Dewi.
"Tidak perlu. Maksudku kita jangan gegabah," ujar Satria.
"Baik tuan muda," jawab Dewi.
"Kita biarkan dulu mereka senang-senang. Kemudian kita serang secara sembunyi-sembunyi. Pertama kita lumpuhkan perusahaan nya," ucap Satria.
"Baik tuan muda," jawab Dewi.
"Rekomendasi aku hacker terbaik," pinta Satria.
"Siap tuan muda," jawab Dewi.
Dewi kemudian keluar, lalu memanggil hacker terbaik yang juga panglima perang. Kemudian Dewi kembali mendatangi kamar Satria bersama orang itu.
"Tuan muda memanggil saya?" tanyanya dengan membungkuk hormat.
"Siapa namamu?" tanya Satria.
"Oke tuan," jawabnya.
"Oke?" ulang Satria.
"Itu nama panggilan saya tuan, nama asli saya Arbas tuan," jawab Arbas.
"Hmmm. Aku mau bantuanmu," kata Satria.
"Silakan Tuan, apapun itu," ucap Arbas.
"Aku ingin kamu kocar-kacir kan perusahaan Shima. Jangan sampai bangkrut, cukup kamu sentil sedikit saja. Buat diambang kebangkrutan," perintah Satria.
"Siap laksanakan, tuan," jawab Arbas. Kemudian ia keluar dari kamar Satria.
Arbas adalah hacker terbaik, dan identitasnya tidak ada yang bisa menembus nya. Bahkan di luaran sana tidak ada yang tau dirinya seorang hacker.
Hanya para mereka yang ada disini yang tau siapa Arbas sebenarnya. Arbas meskipun ia panglima perang, tapi ia jarang bertempur.
Satria keluar dari kamarnya, dia ingin melihat cara kerja Arbas dalam melakukan tugasnya. Satria mengikuti Arbas bersama Dewi masuk kedalam sebuah ruangan khusus.
Satria takjub melihat ruangan tersebut. Beberapa buah komputer canggih ada disitu. Satria mengitari ruangan itu sejenak. Kemudian ia berdiri dibelakang Arbas yang sedang mengotak-atik komputer. Entah apa yang ia ketik.
Arbas langsung menyerang perusahaan pusat milik Shima. Butuh waktu 1 jam Arbas menembus sistem pertahanan perusahaan tersebut.
"Selesai," ucap Arbas setelah menyelesaikan tugasnya.
"Secepat itu?" tanya Satria yang masih bengong dengan kehebatan bawahan itu.
"Sistem pertahanan perusahaan mereka cukup kuat tuan, jadi saya butuh waktu 1 jam," ucap Arbas.
"Hmmm, terima kasih," ucap Satria. Arbas terkejut mendengar ketuanya mengucapkan terima kasih.
Karena ketua mereka yang dahulu tidak pernah mengungkapkan terima kasih. Meskipun pekerjaan mereka dilakukan dengan sangat baik.
Tapi kali ini berbeda. Arbas merasa dirinya sangat dihargai, dengan ucapan terima kasih saja sudah membuatnya bangga.
Dewi tersenyum, karena Dewi sangat tau dengan sifat Satria. Setelah Dewi selalu mengikuti Satria kemana-mana, jadi Dewi bisa mengerti.
"Kerja bagus," puji Dewi sambil menepuk pundak Arbas.
Satria kembali kekamarnya, ia ingin kembali beristirahat. Ia berpesan pada Dewi agar tidak diganggu selama 3 jam kedepan.
.
Disisi lain...
Shima dan bawahannya yang sudah berhasil melenyapkan Satria pun berpesta. Mereka minum minuman anggur merah berjenis Domaine de la romanee conti 1990.
Shima belum menyadari kalau perusahaan nya diambang kebangkrutan. Saat Shima hendak membayar minuman tersebut, Shima memberikan kartu hitam miliknya.
"Maaf Nyonya, kartu anda bermasalah," ucap pelayan hotel itu.
"Tidak mungkin, pasti alat kalian yang rusak!" kata Shima.
Pelayan itu kembali menggesek kartu tersebut, lagi-lagi pembayaran ditolak. Pelayan pun mencoba berkali-kali, tapi hasilnya tetap sama.
"Maaf Nyonya, kartu anda tidak bisa," ucap pelayan itu.
Braak ... Shima menggebrak meja. Hingga pelayan itu terkejut. Pelayan tersebut pun ketakutan.
"Panggil manager kalian...!" Bentak Shima.
"Ba-baik nyonya," ucap pelayan gugup.
Pelayan bergegas memanggil manager hotel tersebut. Pelayan pun kembali datang bersama dengan manager hotel tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya manager dengan sopan. Karena mereka pelanggan VVIP.
"Pecat pelayan itu, kerja saja tidak becus...!" Manager menoleh kearah pelayan yang sudah gemetar ketakutan.
Baik, nyonya," jawab manager.
"Gesek ini," titah Shima.
Manager hotel pun segera menggesek kartu tersebut, tapi selalu saja gagal. Manager mencoba lagi dan lagi, tapi hasilnya tetap sama.
"Maaf Nyonya, kartu anda di blokir," ucap manager tersebut.
"Apa?!" Suara Shima naik beberapa oktaf.
Manager dan pelayan yang masih ada disitu pun hanya tertunduk. Tiba-tiba ponsel Shima berdering. Shima melihat nama pemanggil, ternyata dari bawahannya yang bertugas dibagian IT.
"Hmmm. Ada apa?" tanya Shima.
"Nyonya, perusahaan kita di jebol. Semua data terkunci dan keuangan dibekukan," lapor pria itu.
"Apa? Bagaimana bisa...?" tanyanya.
"Maafkan kami nyonya, hacker itu terlalu kuat. Kami tidak bisa melawannya," kata pria itu.
Shima terduduk lemas. Sekarang dia sudah tidak punya apa-apa lagi. Bahkan untuk membayar minuman pun sudah tidak punya uang.
"Tidak mungkin, tidak mungkin!!!" teriaknya.
"Aaaaahh!!!" para bawahannya, manager dan pelayan berhamburan keluar dari ruangan itu. Tidak ada yang berani mendekati nyonya mereka.
Shima tertawa sambil menangis, "tidak mungkin," gumamnya.
Manager datang kembali, ia ingin Shima bertanggung jawab atas pesanan yang belum dibayar oleh Shima.
"Pergi... Pergi kalian...!" Shima terus berteriak.
Manager bergidik ngeri melihat Shima saat ini. Manager pun akhirnya memanggil petugas keamanan. Shima pun diamankan oleh petugas keamanan ditempat ini.
Asisten pribadinya tidak ikut minum-minum bersama Shima, karena tadi tiba-tiba ia sakit perut. Sehingga ia hanya beristirahat didalam kamar.
Sang asisten yang ditelepon oleh Shima untuk membayar minuman mereka pun tidak bisa menolong.
Karena uang simpanan asistennya juga tidak cukup untuk membayar semuanya. Akhirnya Shima pun dibawa ke penjara oleh petugas keamanan.
Asistennya belum mengetahui tentang perusahaan mereka yang hampir bangkrut. Tapi disaat ia membuka pesan diponsel nya, alangkah terkejutnya sang asisten.
"Bagaimana bisa?" gumam asisten.
Asisten pun memutuskan untuk kembali ke negaranya. Dia tidak mau menanggung resiko.
Ditempat Satria...
Satria sedang tidur, karena ia merasa lelah. Kejadian demi kejadian selalu datang kepadanya.
Beruntung Satria memiliki asisten seperti Dewi yang cekatan dalam segala hal. Baik pekerjaan dan yang lainnya.
Satria tidak tau harus sedih atau bahagia dengan semua yang ia alami. Sejak ia menolong pria misterius itu, hidupnya jadi tidak tenang.
Satria perlahan membuka matanya, karena tidurnya sudah cukup. Satria pun masuk kedalam kamar mandi. Ia ingin mandi, Karena hari sudah malam.
Setelah selesai mandi Satria berganti pakaian lengkap. Dewi mengantar makanan untuk Satria. Dewi yang ditemani pelayan pun masuk kedalam kamar Satria dan meletakkan makanan diatas meja.
"Silakan Tuan muda," ucap Dewi. Kemudian Dewi keluar bersama pelayan tadi.
Satria yang memang sudah lapar pun segera makan. Satria tersenyum membayangkan kehancuran Shima.
Satria memang kejam, tapi ia tidak ingin membunuh secara langsung. Ia akan membuat orang itu menderita terlebih dahulu.