Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28 menghalangi
Dengan wajah gelap Biel melangkah cepat ke arah parkiran,
Berbincang dengan Jokey cukup memakan banyak waktunya.
Hari ini ia harus cepat,
Ada pengiriman yang harus ia lakukan malam ini.
Setelah beberapa melangkah Biel sampai juga di parkiran,
Ia pun segera mencari motor Samy,
Namun perhatiannya justru terarah pada sosok yang berdiri dan bersandar pada sebuah motor yang tak asing baginya.
Netra Biel menyipit dengan kening yang berkerut pada sosok itu.
Biel melangkah ke arah sosok yang tak lain adalah Erick itu.
Di dalam hati, Biel mengumpati laki laki itu.
" lama sekali,
aku sudah menunggumu sejak tadi...." ucap Erick dengan santainya kepada Biel,
Ia tersenyum tipis sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Ia tahu,
Gadis di hadapannya itu sedang tak suka melihatnya saat ini.
Sebenarnya bukan hari ini saja Biel tak suka melihat keberadaanya,
setiap ia hadir di sekitar gadis itu, Gadis itu memang selalu memperlihatkan respon seperti itu.
Tapi Erick tak ambil peduli,
Ia tetap selalu datang, menawarkan diri untuk mengantar pulang meski selalu di tolak.
Terakhir adalah dua hari yang lalu,
Dari jauh ia datang hanya untuk mengantar gadis itu pulang.
tapi Biel menolaknya mentah mentah dan malah memilih pulang bersama temannya yang ia panggil Samy.
Erick tak bisa berbuat apa apa selain tetap mengikuti Biel di belakangnya seperti orang bodoh.
Dan malam ini....
Ia memang harus datang, ia harus memastikan Biel tetap bersamanya semalaman ini.
Biel telah berada dalam pengawasannya, dan ia tahu apa yang akan di lakukan gadis itu.
Biel menatap sinis kepada Erick,
" sebenarnya apa maumu ?! kenapa kau merecoki hidupku ?! " ucap Biel dengan nada ketus.
Sungguh ia sangat kesal saat ini, apalagi melihat Erick dengan gaya songongnya itu....
Dan lagi....
Ia sudah terjepit waktu,
sementara lagi adalah waktunya,
Tapi dia masih berada di sini......
" kenapa nada bicaramu selalu ketus padaku ?!
aku tidak mau apa apa darimu, aku hanya ingin mengembalikan motormu...itu saja " jawab Erick sambil menegakkan tubuhnya.
" lihat....aku membawa motormu,
tidakkah seharusnya kau berterima kasih padaku ?! " lanjutnya lagi.
Biel masih menatapnya penuh selidik,
" terlambat,
seharusnya kau kembalikan motornya sejak dua bulan yang lalu.
Tapi entah apa alasanmu kau masih saja menahannya....." omel Biel.
Erick tersenyum tipis mendengar jawaban sombong Biel itu.
Netranya tak lepas menatap sosok cantik berwajah dingin di hadapannya itu.
( itu karena aku sengaja agar kau tak lagi terlibat pengiriman barang barang haram itu )
Bisik Erick di dalam hati.
Itulah maksud sebenarnya Erick menahan motor Biel,
Tapi ternyata ia salah, Biel tetap saja melakukan aksinya meski tanpa motornya.
Terakhir gadis itu melakukannya di dalam kereta listrik,
Dan ia lagi lagi tak mampu menghentikan gadis itu.
Ia berhenti mengejar gadis itu ketika Biel yang saat itu menutup seluruh kepalanya dengan hodienya dan wajahnya dengan masker berwarna hitam melompat dengan begitu beraninya keluar dari kereta api.
Saat itu,
Sungguh jantung Erick seakan berhenti berdetak,
Darahnya seolah berhenti mengalir begitu juga nafasnya.
Ia seolah tak bisa bernafas ketika Biel berguling guling di tanah.
Hatinya terasa sakit dan seperti di remas remas.
Entah apa yang sebenarnya ia rasakan pada gadis itu.
Yang ia tahu....
hatinya terasa sakit saat melihat gadis itu terluka.
" Tapi tak apa,
Baguslah kau membawanya sekarang, aku memang sedang sangat membutuhkannya sekarang.
Berikan kuncinya padaku, aku tidak punya banyak waktu lagi untuk meladenimu.....
aku sibuk " ucap Biel lagi masih dengan ketus.
Tangannya terulur meminta kunci motor kepada Erick,
Erick lagi lagi tersenyum, tapi alih laih memberikan kunci motor kepada gadis di depannya itu,
Ia justru memasukkan kunci motor itu kedalam saku celananya.
Mata Biel seketika melotot melihat hal itu,
" apa kau gila ?! " sentak Biel geram.
" ambil jika mau....
dan jika terjadi sesuatu padaku karena ulahmu,
kau tentu harus bertanggung jawab " ucap Erick lagi masih dengan tersenyum tipis.
Wajah Biel memerah menahan geram, ia sungguh tak paham apa sebenarnya di inginkan laki laki di hadapannya itu.
Biel tak tahu...
Jika sebenarnya Erick sudah satu jika ia adalah salah satu kurir yang saat ini tengah di incar pihak polisi.
" kau memang laki laki gila....." umpat Biel sambil memutar tubuhnya hendak berlalu dari tempat itu.
Ia memutuskan akan memakai motor Samy saja,
Ia merasa malas jika terus berurusan dengan Erick.
Biel langsung naik ke atas motor Samy yang berada tak jauh dari motornya yang tadi di bawa oleh Erick,
Namun baru saja ia akan memakai helm,
Erick tiba tiba menarik tangannya dan menghentikannya.
" Hei...
apa yang kau lakukan ?! " sentak Biel kaget kepada Erick
" mau kemana kamu ?! " tanya Erick, kali ini wajah laki laki itu nampak tegas.
Biel turut menatap Erick dengan tatapan yang tak kalah tegas,
" aku mau kemana itu bukan urusanmu, urus saja urusanmu sendiri " jawab Biel sambil menarik tangannya yang masih di pegang oleh Erick.
Tapi Erick tak mau melepaskan tangan itu, ia kembali menarik tangan Biel,
Tarik menarikpun tak dapat di elakkan.
Biel marah,
Ia menendang dada Erick dengan kasar dan berhasil.
Tubuh Erick terjengkang ke belakang, tapi bukannya menyerah.
Erick bangkit dengan cepat dan kembali berniat menghentikan Biel.
Biel pun tak mau diam begitu saja, ia melemparkan tinju kepada Erick ketika laki laki itu kembali mendekat kepadanya.
Tapi kali ini Erick bisa menghindar,
Ia memiringkan kepalanya kesamping dan tak lama kemudian ia menangkap tangan gadis itu.
Biel masih tak mau menyerah,
Ia kembali melayangkan tinjunya dengan tangannya yang lain,
tapi nihil....rupanya Erick lebih jago dan bisa membaca gerakannya.
Ia bahkan berhasil memegang kedua tangan Biel setelah ia berhasil menangkis serangan gadis itu beberapa kali padanya.
Erick sempat kewalahan menghadapi Biel, ia tahu Biel memiliki kemampuan bela diri.
Tapi ia tak menyangka kemampuan Biel akan sehebat ini.
sekarang ia merasa wajar kenapa Biel bisa berkali kali lolos dari sergapan pihak kepolisian.
Gadis itu benar-benar bukan gadis biasa.
kemampuan bela dirinya sangat tangguh.
" lepaskan aku....apa maumu ?!!! " sentak Biel sambil meronta berusaha melepaskan diri ketika Erick menarik kedua tangannya kebelakang tubuhnya dan kemudian laki laki itu ikut naik di belakang boncengan motor Samy.
Tubuh Biel terasa membeku ketika ia merasa tubuh Erick mendekat dan akhirnya menempel pada punggungnya.
sementara kedua tangannya masih berada di belakang tubuhnya dalam genggaman Erick.
" sudah ku katakan berkali kali padamu jika aku tidak mau apa apa darimu Bee...
tapi malam ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat "
bisik Erick di telinga Biel dan semakin sukses membuat tubuh Biel kian membeku.
Jantungnya seketika terasa berhenti berdetak .
Nafas Erick yang menerpa telinganya seolah mampu membuat rambut rambut halus di tubuhnya berdiri.
" aku tidak mau....aku punya urusan yang lebih penting dari pada ikut denganmu.
lagi pula....
Kau tak punya hak memaksaku begini.....lepaskan aku......
dasar brengsek.....!! "