Leona harus menghadapi cobaan hidup yang berat sejak usia dini. Ketika berusia lima tahun, orangtuanya, yang merupakan sepasang perwira yang teguh, tewas dalam pembantaian mengerikan karena ikut mengusut sebuah kasus besar yang terjadi di kota X.
Ditinggalkan tanpa keluarga, Leona harus belajar bertahan dan menghadapi kehidupan yatim piatu. Meskipun begitu, kekuatan batinnya yang luar biasa membantu Leona melawan rasa kehilangan dan kesepian. Pada usia enam tahun, hidupnya berubah secara tak terduga ketika dia diadopsi oleh seorang pria kaya bernama Willson Smith.
Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama ketika Leona mengetahui bahwa Willson Smith sebenarnya adalah seorang ketua mafia yang kuat dan berpengaruh di kota C. Terpapar oleh dunia gelap kejahatan, Leona harus menemukan keberanian dan keteguhan untuk menjaga integritasnya sendiri.
Sanggupkah dia menemukan pembunuh kedua orang tuanya dan membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemunculan Anggota Mafia Black Dragon
Di bawah kepemimpinan Leonard, anak buah mafia black scorpion yang terlatih dengan baik telah membentuk sebuah tim yang kompak dan solid, siap untuk menantang kegelapan yang menyelimuti rumah Calvin Steward.
Mendobrak pintu rumah Steward, atmosfer tegang merambat di antara mereka. Leonard dan timnya mengetahui bahwa di dalam rumah itu, tersimpan bukti-bukti penting mengenai kejahatan kelompok mafia Black Scorpion.
Keputusan untuk menyergap rumah Steward terasa berat, namun mereka sadar bahwa tanpa langkah tegas ini, bukti-bukti kejahatan itu bisa saja jatuh ke tangan pihak berwajib, sehingga kejahatan terselubung yang selama ini dilakukan oleh anggota kelompok mafia Black Scorpion dapat terungkap.
Setiap langkah di dalam rumah itu mengundang ketegangan. Leonard dan anak buahnya menyelinap dalam bayangan, menjaga setiap gerakan, dan komunikasi antara mereka hanya terjadi melalui isyarat mata yang tajam. Adrenalin memacu denyut jantung mereka ketika mereka mendekati tujuan utama mereka.
Di tengah kegelapan rumah Steward, Leonard beserta seluruh anak buahnya berusaha sekuat tenaga untuk menemukan bukti-bukti yang mereka cari selama ini.
Perasaan kemenangan dan rasa lega terusir oleh kekhawatiran akan munculnya pihak kepolisian di tempat itu, namun mengingat bos mereka sangatlah kejam, hingga membuat Leonard dan anak buahnya terpaksa harus melewati segala macam rintangan, hanya demi untuk sebuah flash disk yang selama ini dimiliki oleh Adrian Romero, yang membuat kelompok mafia Black Scorpion berada dalam bahaya.
Mereka menyadari bahwa kelompok Mafia yang dipimpin oleh Calvin Steward tak akan tinggal diam, jika mengetahui bukti-bukti itu berhasil mereka direbut.
Namun, keputusan mereka tak bisa diubah. Dengan hati-hati, Leonard dan anak buahnya mengumpulkan keberanian dan berusaha untuk menerobos rumah besar milik Calvin Steward, tanpa meninggalkan jejak yang mencurigakan.
Mereka sadar bahwa tindakan ini mungkin akan menimbulkan konsekuensi berat, bisa saja anggota mafia Black Spider mengetahui keberadaan mereka dan melakukan penyerangan balik.
"Apakah begitu menyenangkan memasuki kediaman milik orang lain di tengah malam buta seperti ini? Bahkan tanpa meminta izin, menerobos bagaikan seorang pencuri?" terdengar suara seorang pria yang sangat dingin, membuat Leonard beserta anak buahnya langsung membalikkan tubuh mereka.
Ctak...
Tiba-tiba saja lampu ruangan terbuka, menampilkan sosok seorang pria bertubuh tegap, wajahnya yang tampan terlihat gelap, setelah mengetahui ada sekelompok orang yang memasuki rumah besar itu dengan niat yang buruk.
"Siapa kau?" Leonard bertanya sambil menggertakkan giginya, dia berniat untuk menakuti anggota keluarga Steward, tapi nyatanya saat ini dia malah dihadapkan dengan pria asing yang memiliki aura menakutkan.
"Ciih! Orang seperti kalian tidak pantas untuk mengetahui namaku," ucap pria itu sambil berdecih, bahkan tanpa ragu dia pun meludah di hadapan Leonard dan anak buahnya.
Hal itu tentu saja memicu amarah dari anggota kelompok mafia Black Scorpion, dengan serta merta mereka segera mengangkat pistol yang berada di tangan kanan mereka, kemudian mengarahkannya ke pada pria itu.
"Sepertinya kau sudah bosan hidup, sehingga mencari masalah dengan anggota kelompok mafia Black Scorpion!" ucap salah seorang anggota mafia Black Scorpion sambil berjalan mendekat ke arah pria itu dengan pistol yang terarah ke kepalanya.
Tap...
Tap...
Tap...
Tiba-tiba saja muncul puluhan orang dari belakang anggota mafia Black Scorpion, sambil mengarahkan senjata laras panjang ke arah mereka. Hal itu tentu saja membuat ketegangan di dalam kediaman milik keluarga besar Steward semakin terasa. Aura membunuh bercampur dengan aura kebencian, mereka terlihat saling mengintimidasi satu sama lain.
Walaupun jumlah pria yang mengepung anggota kelompok mafia Black Scorpion itu hanya berjumlah beberapa puluh orang saja, nyatanya mereka telah dipersenjatai dengan sangat lengkap, sehingga membuat anggota mafia Black Scorpion terpaksa harus menelan salivanya dengan susah payah.
"Sial! Sepertinya kita tidak bisa meremehkan pria ini, siapa sebenarnya dia dan kenapa berada di dalam kediaman milik Calvin Steward?" ucap Leonard sambil menatap tajam ke arah pria-pria yang baru saja datang.
"Kenapa? Apakah kalian takut? Dimana keberanian kalian tadi, saat menggertak ku? Hanya dengan melihat beberapa puluh orang anggota mafia Black Dragon saja kalian sudah ciut! Benar-benar pengecut!" ucap pria itu.
Glek...
Seluruh anggota mafia Black Scorpion langsung memelototkan matanya, mereka bahkan hampir tumbang di tempat saat mendengar nama anggota mafia Black Dragon. Siapa yang tidak mengetahui jejak kejahatan yang ditinggalkan oleh anggota mafia yang terkenal paling kejam di kota C itu? Bahkan jika dibandingkan dengan kelompok mafia Black Scorpion, mereka masih tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan anggota mafia yang saat ini berdiri tegak sambil menodongkan senjata ke arah mereka semua.
'Sial! Apakah pria tua itu salah memberikan informasi? Bukankah awalnya dia bilang bahwa Calvin Steward merupakan ketua kelompok mafia Black Spider? Namun mengapa ada anggota mafia Black Dragon dalam kediaman milik mereka? Ataukah kedua kelompok mafia itu telah bergabung menjadi satu kesatuan? Sepertinya hari ini aku melakukan kesalahan fatal' fikir Leonard.
Dia melirik ke arah kiri dan kanan, mencoba untuk mencari celah agar bisa keluar dari kerumunan pria yang kini mengepung mereka. Namun nyatanya anggota mafia Black Dragon bahkan tidak sedetik pun mengurangi kewaspadaan mereka, masing-masing jari telunjuk mereka telah diletakkan pada pelatuk pistol dan bersiap untuk memuntahkan timah panas agar bersarang di tubuh anggota mafia Black Scorpion.
"Sial! Apa yang harus kita lakukan sekarang? Mereka bukanlah lawan yang seimbang untuk kita, meskipun jumlah anggota kelompok mafia Black Dragon hanya setengah dari anggota mafia Black Scorpion." ucap salah seorang anggota mafia Black Scorpion sambil mengusap wajahnya dengan sangat kasar.
Dia melirik ke arah rekan-rekannya yang kini menunjukkan wajah pucat, mengingat sebentar lagi mungkin saja mereka akan segera kehilangan nyawa, jika sampai salah melakukan langkah, dihadapan kelompok mafia yang terkenal kejam dan tidak mengenal ampun itu.
"Sial! sepertinya pria tua itu telah menjebak kita, jika sampai aku bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup, maka lihat saja! Anggota kelompok mafia Red Poison pasti akan segera mendapatkan ganjarannya," ucap Leonard dengan sangat geram, sementara pria di hadapannya saat ini terlihat menyunggingkan seringaian yang sangat menakutkan.
"Tu-tuan!" salah seorang anggota mafia Black Scorpion berbicara dengan sangat terbata-bata, ujung dingin dari pistol salah seorang anggota mafia Black Dragon saat ini berada tepat di samping lehernya. Jika dia bergerak sedikit saja, kemungkinan besar timah panas itu akan segera bersarang di kepalanya.
"Hahaha... sepertinya anggota kelompok mafia Black Scorpion hanyalah sekumpulan pria-pria pengecut, yang tidak memiliki kemampuan apa-apa! Menghadapi senjata kecil seperti ini saja, dia bahkan telah bergetar ketakutan. Apakah kau masih pantas disebut seorang pria?" tanya salah seorang anggota kelompok mafia Black Dragon sambil menarik pelatuk pistol miliknya dan segera menembakkan isinya ke arah pria itu.
Dor...
Bruk...