NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Alana 2

Takdir Cinta Alana 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisah Cute

******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. TCA 2

Adit dan Vina yang baru pulang dari rumah sakit milik mereka sendiri melewati lapangan bermain anak - anak, Vina yang hari ini ikut menemani sang suami bekerja tak sengaja melihat sepeda putri berada di dekat kolam ikan.

"Kak itu kan sepeda Alan kenapa di tinggal gitu aja sih sama anak itu?" tanya Vina.

Adit hanya tersenyum saat melihat sepeda putri nya berada di dekat kolam dan melihat kakek Sugeng mendorong gerobak nya yang bagian kaca nya pecah. Adit langsung menghentikan mobil nya tepat di dekat gerobak kakek Sugeng.

"Assalamu'alaikum kek! Itu gerobak bakso nya kenapa lagi, pasti ulah Alan lagi ya?" Tanya Adit.

"Waalaikumsalam! Oh ini tadi ada sepeda terbang maka nya jadi kaca nya pecah lagi." ucap kakek Sugeng.

Adit hanya menahan senyum saat mendengar ucapan kakek Sugeng dia tau maksud dari perkataan sang kakek.

"Sudah di ganti belum kek? Tanya Adit.

"Sudah sama tuan Chandra. Kalau begitu kakek pulang dulu ya den Adit, biasa mau beli kaca yang baru sebelum toko nya tutup. Assalamu'alaikum." ucap sang kakek.

"Waalaikumsalam." jawab Adit dan Vina bersamaan.

Adit hanya bisa menghela nafas saat mendengar lagi - lagi putri nya yang membuat kakek Sugeng susah.

"Kakak lihat kan kasihan loh kak kakek Sugeng harus benerin kaca gerobak nya setiap hari karena ulah Alan." ucap Vina.

"Mau gimana lagi sudah keturunan ibu nya degil." jawab Adit.

"Vina gak degil kak hanya usil saja sama abang Vina tapi." jawab Vina.

"Iya, bearti dia keturunan Vino dong yang selalu buat ulah." Jawab Adit.

Vina mengerutkan dahi mendengar perkataan suami nya, Adit pun melajukan mobil nya menuju kerumah agar dia segera sampai dan melihat apa yang di lakukan putri nya.

******

Sedangkan di dalam rumah Helen yang melihat Alana akan keluar dari kamar nya setelah selesai mandi langsung memanggil nya dan mendekat kearah kakak nya.

"kak Alan mau kemana?" Tanya Helen yang usia hanya beda 1 tahun dari Alana.

"Biasa mau ambil sepeda nanti bunda bising kalau lihat sepeda nya ada di taman." ucap Alan.

"Helen ikut ya kak." pinta Helen.

"Boleh ayo." ajak Alana dengan merangkul pundak Helen.

Saat mereka berdua sampai di luar dia melihat ayah dan bunda nya pulang, kedua nya langsung menyambut kepulangan kedua orang tua nya dengan berlari memeluk sang ibu.

"Bunda....!" teriak kedua nya.

Helen menatap kearah Vina saat dia sudah melepaskan pelukannya dari bunda nya.

"Ayah bunda bawa apa?" Tanya Helen.

"Ini kebab kesukaan Helen dan ini bakso bakar kesukaan kak Alan." Ucap Vina dengan tersenyum kearah kedua putri nya.

"Wah makasih ya bunda." Ucap Helen dengan memeluk Vina dengan erat, dia senang saat kedua orang tua nya pulang membawa kan sesuatu untuk mereka berdua.

Adit melihat kearah Alan dan langsung mendekat kearah putrinya. Karena sudah membuat susah kakek Sugeng.

"Hari ini kenakalan apa lagi yang kamu buat Alan?" Tanya Adit.

Alana hanya nyengir kuda sambil makan bakso bakar yang ada di tangan nya dan menatap kearah bunda nya yang hanya menarik nafas dan menggeleng kepala.

"Hehe...! Maaf ayah tadi Alan gak sengaja nabrak kakek Sugeng lagi. Tapi sudah di ganti kok sama papi bang Saga." Ucap Alan.

"Bukan masalah ganti rugi nya Alan tapi kamu harus belajar bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu perbuat, apa kamu gak merasa kasihan sama kakek Sugeng harus membeli kaca lagi dan ini sudah sore. Dia harus memperbaiki kaca itu dengan sendiri karena pasti tempat biasa dia memperbaiki kaca sudah tutup." ucap Adit dengan lembut.

"Iya ayah Alan akan bantu kakek Sugeng." jawab Alana.

Alana berjalan bersama dengan ayah nya menuju kerumah kakek Sugeng, Helen yang melihat kakak nya pergi langsung ikut berlari menemani Alana, karena dia tak tega melihat kakak nya di hukum.

Dari sebrang jalan Ken melihat Alana berjalan menuju kearah rumah yang dia kenal langsung menghubungi Saga agar ikut membantu Alana karena dia tau pasti Alana lagi - lagi di hukum sama ayah nya. Saga yang baru selesai mandi langsung menjawab panggilan dari Ken saat dia tau Ken menghubungi nya.

"Ada apa Ken?"

"Bang, Alan kayak nya di hukum oleh ayah Adit, dia menuju kerumah kakek Sugeng kasihan bang ayo bantu." ucap Ken.

"Ah anak itu pasti gara - gara nabrak kakek Sugeng tadi, iya abang kesana." jawab Saga.

Saga langsung berlari turun ke bawa untuk menuju kerumah kakek Sugeng.

Aisyah ibu Saga yang akan ke kamar putra nya langsung menghentikan langkah nya saat melihat putra nya turun kebawa sambil berlari.

"Mau kemana nak ini sudah sore dan mau magrib?" tanya Aisyah.

"Mami, Saga mau lihat Alan dulu ya mi, assalamu'alaikum." ucap Saga.

Aisyah hanya bisa menghela nafas dan menggeleng kepala saat melihat putra semata wayang nya berlari keluar rumah. Chan yang melihat istrinya menatap keluar rumah merasa heran dan langsung mendekat.

"Mami nya Saga lihat apa?" tanya Chan dengan memeluk istrinya dari belakang.

"Itu mas Saga keluar bantu Alan, apalagi yang di perbuatan keponakan kamu itu mas?" tanya Ais

"Biasa sayang pertama nabrak gerobak kakek Sugeng, kedua dia kecebur di kolam ikan yang ada di taman." jawab Chan.

"Astaghfirullah, kita lihat yuk mas, Saga lari bantu Alan, gak tau mau bantu apa." ajak Ais.

"Paling di hukum sama Adit dan pasti nya Ken dan Saga jadi garda terdepan Alan. Mas jadi ingat saat masa sama Vina remaja, kita yang selalu jadi pelindung Vina saat dia ada yang bully." ucap Chan.

"Iya, ya mas dan sekarang Saga dan Ken yang jadi pelindung Alan. Semoga hubungan mereka tetap terjaga dan saling menyayangi."

"Iya karena mereka gak punya adik lagi selain Alan dan Helen, andai Nita ada dia pasti bangga saat melihat putri mereka tumbuh jadi gadis yang baik di tangan Adit dan Vina."

"Iya Vina gak pernah bedain kasih sayang dia ke Alan, malah aku lihat Vina sayang banget sama Helen." ucap Aisyah.

"Ayo kita lihat apa yang di lakukan anak - anak." ajak Chan.

Di tempat Alan saat dia sampai dia melihat kakek Sugeng sedang memperbaiki kaca gerobak nya.

"Assalamualaikum, Kakek mau Alan bantu boleh?" tanya Alan.

"Waalaikumsalam, Alan gak perlu nak, kamu ngapain ke rumah kakek ini sudah jam setengah enam."

"Alan mau bantu kakek." jawab Alan.

"Gak perlu kakek bisa sendiri."

Adit yang melihat dan mendengar penolakan kakek Sugeng untuk di bantu Alan hanya bisa menarik nafas dan menggeleng kepala. Tak lama kedua kakak Alan datang.

"Ayah Adit kenapa Alan di hukum, Alan gak sengaja kok nabrak kakek Sugeng." protes Ken putra dari saudara nya Vina, Vino.

Adit yang melihat kedatangan Sagara dan kenzo tau jika kedua anak saudara dari Vina itu ingin akan membela Alan.

"Ayah bukan mau menghukum Alan tapi ingin Alan bertanggung jawab atas kenakalan nya." ucap Adit.

Saga yang melihat Alan membantu kakek Sugeng merasa kasihan hingga dia melihat tangan Alan terkena kaca dan tergores tapi dia diam saja. Saga langsung menarik tangan Alan dan mengajak nya untuk pulang.

"Ayo pulang." ajak Saga.

"Ta- tapi bang Alan lagi bantu kakek." ucap Alan sambil berjalan.

"Ayah Adit gak lihat tangan Alan terluka?" tanya Ken.

Helen hanya melihat saja dia juga melihat tangan Alan terluka tapi dia takut untuk membantu.

"Ayah lihat Ken dan ayah akan obati setelah sampai rumah." ucap Adit.

Ken langsung pergi begitu saja saat melihat Alan dan Saga sudah pergi di ikuti oleh Helen. Saga mengajak Alan duduk di dekat taman dengan memberi plester pada luka Alan.

"Alan gak papa abang, Alan kan dah biasa terluka." ucap Alan.

Riski yang baru pulang dari latihan basket turun dari sepeda nya saat dia melihat Alan dan Saga ada di taman bermain.

"Kalian sedang apa? Tangan kamu kenapa Lan?" tanya Riski. 

"Gak papa hanya kena kaca, bang Saga saja berlebihan." jawab Alan.

Ken dan Helen yang mencari keberadaan Saga dan Alan melihat Riski berada di taman tau jika di sana ada Alan, mereka berdua langsung berlari kearah taman dan benar Saga sedang mengobati luka di jari Alan.

Sedang kan Adit tak bisa berbuat apa pun saat melihat anak Chandra dan Anak Vino membela putri nya. Dia pun langsung pamit setelah membantu pak Sugeng memperbaiki kaca gerobak nya.

"Terima kasih ya nak Adit sudah bantu kakek pasang kaca, oh iya jangan terlalu keras sama Alan dia masih anak - anak." ucap kakek Sugeng.

"Iya kek, saya minta maaf ya kek Alan selalu bikin kakek susah dengan tingkah nya." ucap Adit.

"Iya gak papa, kakek juga sudah biasa jadi gak heran dengan kenalan Alan." ucap nya.

Setelah itu Adit pamit pulang karena hari sudah hampar magrib. Saat dia berjalan dia melihat anak - anak berada di taman bersama dengan Saga dan yang lain nya.

"Kalian di sini, ayah kira sudah ada di rumah." ucap Adit.

Adit melihat Alan hanya menunduk dia langsung memeluk putri semata wayang nya yang sangat dia sayangi.

"Maafin ayah ya nak, ayah bukan gak sayang sama kamu Alan, ayah hanya ingin kamu belajar bertanggung jawab."

"Iya ayah, maafin Alan ya yah selalu bikin ayah pusing, ini semua gara-gara Riski ayah." tunjuk Alan kearah Rizki sahabat nya yang selalu bersama Alan di saat senang dan susah.

"Apaan sih Lan, kok aku." tunjuk Riski pada diri nya sendiri.

Semua hanya tersenyum saat mendengar apa yang di katakan oleh Alan dia malah menyalahkan sahabat nya sendiri. Setelah luka nya di obati Adit langsung mengajak semua anak - anak pulang dan menyuruh Riski juga pulang. Saat sampai di rumah mereka semua melihat ada kedua orang tua Sagara. Vina melihat Alan dan Helen di gandeng oleh suami nya langsung mendekat.

"Bundaaaa." ucap Alan dengan tersenyum kearah sang ibu.

"Loh gak sekalian ambil sepeda kamu nak?"

"Oh iya lupa, ini semua karena ayah, bunda... Jadi Alan lupa kan sama sepeda, gak papa lah besok juga Alan masih mau main di taman gak akan hilang bunda." jawab Alana.

"Bukan masalah hilang apa tidak Lan, biar diperbaiki rem nya sama ata." jawab Vina.

Alan hanya nyengir saat kakek nya menatap kearah diri nya dan langsung berlari memeluk nya, Helen hanya menatap saja apa yang di lakukan Alan agar semua orang tak jadi memarahi nya.

❀•°•═════ஓ๑♡๑ஓ═════•°•❀

1
kalea rizuky
cepetan pergi kan moga dpet yg lebih tajir. lebih kaya dr Riski itu dan buat si Helen sepupu durjana makan itu Riski cwok kere
Anan Sah
Pintar banget Alan menyimpan semua rasa sakit nya sampai ga ada yang tau apa yang di rasakan sama Alan sehingga Alan memutuskan untuk pergi jauh dari keluarga...Semangat ya Alan...😍😍😍
Ani Rohayani
Alana terlalu pintar menyimpan rahasia alasan sebenarnya tentang kepergiannya ke Malaysia
Ani Rohayani
ya ampun Mahar kamu terlalu membesar besarkan masalah sampai akhirnya kamu sendiri terluka
Ani Rohayani
cinta pada pandangan pertama tuh saga😄
Ani Rohayani
ya ampun saga apa yang terjadi,kamu nabrak orang ya
Sahidah Sari
wih mantap nih Alana menang balapan sepeda,emng keren Alana!.
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
Sahidah Sari
Ken dan saga selalu menjadi pelindung bagi Alana dr siapa pun termasuk dr ayah nya sendiri,, mereka ga mau Alana knp2 padahal Adit hanya ingin Alana belajar bertanggung jawab atas apa yg dia perbuat.
Sahidah Sari
ya ampun Alana kelakuan nya bikin orang ngakak juga geleng geleng kepala tau, ada aja kelakuan nya buat pusing om nya ..
kalea rizuky
ambil aja Riski cwok miskin aja dihh Alana bisa dpet yg lebih
kalea rizuky
pergilah Alana yg jauh cari bahagia mu
Anan Sah
😍😍😍
SusiVikers
Ken kamu gak perlu khawatir ya, aku yakin Alana pasti baik² aja kok dia bisa jaga diri
doakan saja agar semuanya lancar ya
SusiVikers
sakit bgt ya pasti jadi Alana
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
SusiVikers: lah iya haha
Bagas siapa coba ampun dah🤣🤣
total 2 replies
SusiVikers
aduh untung aja ya langsung banting stir kalo enggak bisa nabrak org tuh
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
SusiVikers
alana kamu bner² pandai menutupi semua rasa sakit yg kamu rasakan
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
Ratih Tyas
Alan pasti bisa jaga diri
Ratih Tyas
Mungkin Humaira jodoh Saga🤭
Ratih Tyas
Kok Helen jadi ngeselin ya
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄
Estri Gunyani
Ken jangan kwatirkan Alan dia gadis yg pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!