Lusiana mengakhiri hidupnya karena sangat kecewa dengan Sang Mama yang tidak pernah mengerti akan perasaannya.
Lusiana mengira setelah kematiannya adalah akhir dari rasa sakitnya, tetapi, justru arwah yang penuh luka dalam dendam itu membawanya harus terjebak di dalam boneka.
Lusiana yang berada di dalam boneka memuaskan dendam dan mencari siapapun yang pantas mendapatkan hukumannya.
Lusiana, dialah boneka yang akan menghasut siapa pemiliknya untuk melakukan kejahatan.
Cerita ini hanya fiktif, bagi yang menyukainya, jangan lupa untuk like dan komen setelah membacanya, ya.
Dukung karya author, ya. 💙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malangnya Syahnaz
Arion menyarankan pada keluarga Oki untuk mencari tempat aman sementara, supaya bebas dari kejaran Lusiana.
Rima yang tengah berbaring di brangkar itu meminta maaf pada Oki, ia menyesal telah menyimpan Lusiana di rumahnya.
Dan Oki memaafkan Rima yang sudah membuat perjanjian demi dirinya supaya selamat.
Sekarang, Ibu Rima mengusulkan kalau keluarga Rima untuk membuat pengajian dan meminta pertolongan pada sang pemilik hidup.
Semua orang setuju dan apakah akan berjalan lancar, Lusiana yang sudah mengetahui itu bertindak selangkah di depan.
Lusiana yang menggunakan tubuh barunya itu memakai pakaian serba hitam dan Lusiana memakai sarung tangan supaya tidak meninggalkan jejak apapun.
Apa yang akan Lusiana lakukan?
Lusiana yang sudah memantau Rima itu melihat kesempatan saat Oki sedang keluar untuk menjemput ustadz dan Ibunya sedang mengurus Syahnaz di kamar.
Rima sendiri tengah mandi dan Rima mendengar seseorang mengetuk pintu kamar mandi.
Rima mengira kalau itu adalah Oki dan Rima membuka pintu, betapa terkejutnya Rima saat melihat wanita asing sudah berdiri di depan pintu, belum sempat berteriak, Lusiana sudah membungkam mulut Rima menggunakan tangannya dan tangan satunya sudah siap dengan pisau.
****
Di luar, Karin bertemu dengan Oki yang baru saja kembali dan Oki memberitahu kalau Rima sedang bersiap dan Ibu Rima yang merasa kalau Rima terlalu lama di kamar mandi itu menyusul dan wanita itu berteriak saat melihat anaknya yang tergeletak di dalam kamar mandi.
"Aaaaaaaa!" Ibu Rima pingsan dan sebagian dari tamu yang datang itu mulai berlari ke belakang dan mereka melihat tanda L yang tertulis di dinding kamar mandi.
"Lusiana?" tanya Karin seraya menatap Arion dan Arion membubarkan kerumunan, sementara Oki, sudah pasti pria itu sangat terpukul.
Oki membatin, kalau seharusnya dirinya lah yang mati karena awal permasalahan ini ada pada dirinya yang berselingkuh.
****
Dua hari setelah kematian Rima, Oki masih membisu, sekarang, dirinya benar-benar hancur setelah ditinggal oleh kekasih hatinya, terlebih lagi, Oki sempat melukainya, membuat penyesalan Oki semakin dalam.
Ibu dan Ayah Oki menyemangatinya dan selalu ada di rumah Oki.
Sementara Ibu Rima, ia jatuh sakit dan sedang di rawat di rumah sakit.
Lalu, Oki yang sedang menatap Syahnaz itu menitikkan air mata, ia tak pernah membayangkan kalau putrinya harus kehilangan sosok yang paling ia butuhkan saat ini, sosok yang seharusnya menjadi sandarannya, mengajarinya bicara, berjalan.
Oki semakin sedih dan tak dapat menahan air mata kesedihannya itu di depan semua orang saat teringat dengan Rima yang sangat bersemangat ingin cepat dapat menyuapi putrinya dan sekarang, semua khayalan indah itu sudah pupus.
Lalu, Oki menghapus air matanya saat mendengar suara Arion dan Karin.
Arion dan Karin datang membawa pesan yang tertulis di kaca lemari Karin.
Pesan itu di tulis oleh Lusiana dan Karin mengatakan kalau Lusiana menuliskan inisial O dan Karin rasa orang itu adalah Oki.
Oki tak terkejut lagi karena Oki memang sudah merasakannya.
Lalu, setelah Karin dan Arion pergi, Oki mengajak Ibu dan Ayahnya berbicara.
"Bu, Ayah. Seandainya terjadi sesuatu pada Oki, Oki minta pada kalian untuk merawat Syahnaz dengan baik, jaga dia sampai dia besar dan jangan pernah lupa untuk menyampaikan padanya kalau Papa dan Mamanya sangat menyayanginya," pesan Oki.
Tentu saja, apa yang Oki katakan membuat Ibu dan Ayahnya marah.
"Apa yang kamu katakan, seharusnya kamu kuat dan bangkit, kamu harus berjuang untuk putri kamu!" Amarah Ayah Oki meledak dan Oki yang menangis itu hanya bisa menundukkan kepala.
****
Di gedung kosong, Lusiana tengah duduk dengan menyilangkan kakinya. Ia tertawa, merasa puas karena bermain-main dengan Karin dan Arion.
"Kalian juga akan mendapatkan giliran, bersabarlah!" kata Lusiana.
****
Di rumah Melodi, ia sedang bersiap untuk ke rumah Arion, Melodi ada pekerjaan di luar kota dan Melodi harus menitipkan Cila padanya.
Sesampainya di rumah Arion, Arion yang sedang berhadapan dengan roh halus itu menolak demi keselamatan Cila, tetapi, Melodi menertawakan Arion yang sebagai detektif tapi percaya dengan hal mistis.
"Mel, aku tidak bercanda, kasus yang belakangan ini ku tangani, itu ulah arwah penasaran dan sekarang, dia sedang membalaskan dendamnya. Aku harap kamu mengerti," kata Arion yang berdiri di pintu ruang tamu, sementara Cila sudah duduk di sofa memperhatikan Arion dan Melodi yang sepertinya sedang bicara sangat serius.
"Kamu tau kenapa aku minta cerai?" tanya Melodi seraya menatap Arion.
"Karena kamu sangat sibuk sampai melupakan keberadaanku dan Cila, ternyata, sampai sekarang kamu tidak berubah!" kata Melodi yang kemudian menerobos masuk untuk bicara dengan Cila.
"Sayang, Mamah pergi dulu, Mamah ada kerjaan di luar dan Mamah akan kembali setelah dua hari nanti," kata Melodi dan Melodi pergi tanpa permisi pada Arion.
Arion hanya menggelengkan kepala, tidak mungkin akan bertengkar degan mantan istrinya di depan anaknya, apalagi meributkan untuk menolak keberadaan Cila di rumahnya.
Tak ada pilihan lain, Arion membawa Cila ke rumah Karin sementara Arion akan menjalankan misi dengan Oki sesuai dengan apa yang mereka rencanakan.
Rencana apa itu?
Karin mengiyakan dan Cila terus menatap ke arah lemari hias Karin dan Karin bertanya, "Cila, kamu kenapa?"
"Di sana, ada yang duduk di atas," kata Cila seraya menunjuk ke atas lemari tersebut.
Karin mengikuti arah Cila menunjuk dan Karin mengatakan kalau tidak ada apa-apa di atas sana.
"Ada, dia perempuan dengan baju putih, rambutnya mengembang dan matanya seperti panda," kata Cila seraya menatap Karin.
Karin menggaruk kepalanya saat mengetahui siapa yang di atas sana dan itu adalah kunti yang beberapa waktu lalu ia undang.
Dan Karin meminta pada Cila untuk tidak menatapnya dan Cila justru melambaikan tangan padanya.
****
Di rumah Oki, Arion mengajak Oki untuk ikut bersamanya, Arion yang sudah mengetahui kalau Oki adalah target selanjutnya itu meminta padanya untuk terus ikut bersamanya.
Sayangnya, Lusiana yang sudah mengetahui rencana Arion dan Oki itu merubah rencananya, justru Lusiana mengincar Karin yang sekarang sedang berdua saja dengan Cila.
Lalu, Cila yang sedang menggambar di ruang tengah bersama Karin itu menatap Karin yang sesekali membalas pesan dari teman-temannya.
"Ada apa?" tanya Karin dengan lembut dan Cila menjawab kalau ada yang datang.
Lalu, Karin memanggil ayahnya dan tidak ada jawaban. Ya, Karin mengira kalau Hendru yang datang.
Kemana Hendru dan siapa yang datang?
Yang datang adalah Lusiana dan sekarang, Lusiana sedang berdiri di pintu ruang tengah, memperhatikan Karin yang sedang menatapnya.
Apakah Karin dapat melihat Lusiana?
Tidak, Karin hanya menatap pintu yang kosong dan Karin merasa kalau yang Cila katakan adalah benar, terbukti dari bulu halusnya yang tiba-tiba berdiri.
Jangan lupa like dan komen, ya, all.
Bersambung. Dukung karya author dengan vote/giftnya. Terima kasih.
Thanks 🙏
kunti pula,lain perangai kok suka anak manusia...tpi untung bisa di atur juga...menurut orgtua2...kunti klo di paku cantik amat.....gimana klo kunti laki2 pasti ensome ya thor...🤣🤣
gimana menghapus kn lusi itu....gercep amat...brandal loh
jgn kmu coba2 lepas kn kalung cincin itu cilla...klo nggk mau kluarga mu mampus oleh lusi...dgn kau sekali mampus lohhh...
ada aja kelakuan.ny..
buruan cariin..