Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.
Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.
Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[Episode : 30] Kesalah pahaman Alissa.
Udara dingin mulai merasuki tulang belulang Alissa, ternyata tinggal di Villa ini tidak memerlukan pendingin ruagan lantaran udaranya cukup untuk membuat tubuh mengigil. Alissa memandang kesekitaran saat sunyi melingkupi, bahkan hanya terdengar suara jangkrik yang menjadi pemecahan kehehingan di tengah hutan itu.
Pintu kamar Alrescha terbuka, membuat Alissa memperbaiki tegaknya seraya menatap wajah Alrescha yang datar saja, nampaknya Alissa memang sudah menganggu hingga membuat pria itu kesal melirik dirinya, jika begini apakah Alissa akan di bentak atau diusir dengan kasar, jika memang seperti itu, semoga Alissa kuat menahan semua perlakuan Alrescha.
"Ada apa degan mu, kenapa kau menemuiku dini hari ini" ucap Alrescha saat menanyakan maksud dan tujuan gadis itu, tentu saja Alrescha cukup kesal atas sikap sekretaris utama perusahaan, bahkan sampai membuat Arabella tersingung karnanya.
"Aku tidak bisa menyelesaikan masalah Villa ini, selain di tutup saja" sontak kening Alrescha berkerut dalam atas perkataan yang diucapkan oleh Alissa.
"Apa kau gila, aku memintamu mencari jalan keluar, kenapa kau begitu bangga bicara seperti ini padaku, nampaknya aku terlalu baik padamu Alissa"
"Terserah kau saja jika mengatakan apapun tentang ku, tapi aku meminta kau menutup Villa ini secepatnya"
"Kenapa?" tanya Alrescha kepada gadis itu.
"Villa ini tidak seusai dengan SOP kita, bahkan jalanan dan lokasihnya tidak strategis untuk di jadikan Villa yang bernaung di bawah Grup Nero, apa kau tidak bisa berfikir bagaimana jadinya jika jalanan kecil itu bisa mengakibatkan kecelakaan maut pada pengunjung jika tidak berhati-hati, bahkan tikungan tajam saja membuat aku begitu ngeri berada disini, dan kau dengan percaya diri memperluas pengenalan Villa melalui media cetak dan elektronik, sebaiknya kau berfikir ulang Alrescha"
"Masalah itu apa tidak di bicarakan oleh Ken padamu, aku bahkan sudah mempercepat pembangunan jalan menjadi akir tahun, apa lagi yang salah"
"Selain itu, pelayanan, kebersihan, dan juga kariyawan, semuanya sangat salah! Bagaimana bisa kau memperkerjakan orang yang berusia cukup di Vila ini dan kebersihanya saja membuat aku sangat tidak percaya, bahkan baru saja aku datang, ada sekelompok kecoak di kamar, jika hal ini dialami tamu apa kau pikir itu tidak mempengaruhi rating kita di situs penginapan, bisa-bisa hal seperti ini akan membuat konsumen pergi dan tidak mau mengunjungi Villa lagi. Selain itu kariyawan yang bekerja semuanya berasal dari mereka yang tidak berpendidikan, meskipun aku mengakui pendidikan tidak terlalu penting yang penting memiliki keterampilan, tapi bagaimana bisa selama 5 tahun bekerja masih belum bisa mengunakan komputer, bahkan itu bisa-"
"Alissa!" geram Alrescha dengan nada meninggi, membuat gadis itu terdiam atas sikap Alrescha yang tersulut emosi atas penjelasanya, Alissa menegadangkan mata kearah Alrescha Nero, ia baru menyadari ternyata pria itu sedang menahan marah atas kata yang ia lontarkan, dari mana lagi salah Alissa, apakah Alissa salah menemuinya malam-malam.
"Kakak" tukas Ken yang berlari kearah mereka, membuat Alissa melirik wajah panik dari Kenderick. "Kakak ini salah paham saja, Alissa-"
"Apa kau memintaku menutup Villa ini karna keriyawan yang tidak becus bekerja?" tanya Alrescha, membuat Alissa terdiam saat menatap bingung kearahnya.
Tentu saja Arabella yang ada di kamar berlalu kearah luar untuk melihat keributan itu, bahkan Arabella belum pernah mendegar Alrescha menahan kegeraman pada seseorang seolah rasa amarah itu terbelengu unuk ia luapkan.
"Kakak, aku akan menjelaskan semuanya pada Alissa" timpal Ken dengan memaksa, namun Alrescha terlanjur mendengar isi kepala Alissa dan ingin mengetahui maksudnya.
"Apakah benar itu alasan mu!" bentak Kenderick dengan suara keras hingga membuat Alissa tersentak kaget, bahkan matanya berlinang gugup saat Alrescha Nero menatap tajam dengan gurat kelam.
"Sayang ada apa?" tukas Arabella ketika berada di samping kekasihnya, membuat mata Alissa menatap ke wajah gadis itu, ia melihat aksi mesra mereka yang sekilas lalu sebelum Alrescha membuka pintu kamar, bahkan kali ini fokus Alissa teralihkan pada Arabella yang terlihat bahagia atas kekesalan Alrescha pada Alissa.
"Aku bertanya padamu Alissa, apa kau ingin aku menutup Villa ini untuk menganti seluruh pegawai penginapan?" tanya Alrescha sekali lagi hingga membuat perhatian Alisaa tertarik padanya.
"Tentu saj-" ucap Alissa namun dengan cepat Kenderick menutup mulutnya, untuk menghentikan tindakan implusif yang Alissa lakukan.
"Apa!! Apa anda gila Nona" bentak Arabella yang memperkeruh suasana. "Apa kau tidak tahu ini desa apa? Dulunya ini adalah desa mati yang membuat warga desa tidak memiliki pekerjaan karna sumber air mengering, bahkan notaben penghasilan masyarakat adalah bertani, untuk itulah desa ini di juluki desa miskin. Dan Alrescha membuat Villa di tengah hutan lantaran akses wisata alamnya sangat menunjang untuk di jadikan penghasilan, bahkan rata-rata yang bekerja adalah orang di desa ini untuk menghidupkan keluarga mereka, apa kau tidak mengetahui hal ini sebelum mengurusnya, bagaiman bisa kau implusif sekali" jelas Arabella dengan penuh bangga, bahkan ia seperti menertawakan Alisaa atas kebodohanya.
Sontak Alissa melirik Alrescha Nero dengan segera, ia seperti terpuruk dalam rasa bersalah hingga membuat mulutnya berkatup ragu untuk bicara. "A-Aku sunguh tidak tahu" lirih gadis itu ketika menatap Alrescha dengan wajah bersalah.
"Segera kemasi barang-barangan mu besok pagi, aku tidak mau melihatmu lagi" perintah Alrescha saat menahan amarahnya.
"Tapi, aku sungguh tidak tahu, jika aku tahu aku tidak akan melakukan hal ini, aku minta maaf maaf Alrescha, sungguh"
"Pergilah!!!!" teriak pria itu hingga membuat Alissa tersentak, bahkan gadis itu menundukan pandangan dengan air mata yang mengenang, ia bahkan tidak percaya jika dirinya sangat salah besar di sini. "Aku bilang pergi!" teriak Alrescha sekali lagi, membuat Kenderick menarik Alissa dan memeluknya di hadapan Alrescha.
Hingga tangan Alrescha mengepal keras ketika memandangi hal itu, bahkan nampak sekali bagaimana Ken protektif melindungi Alissa dari kakaknya, membuat Arabella menyadari jika saat ini ada pancaran tidak terima dari mata pria itu? Tapi tidak terima apa? Apakah tidak terima karna Ken bergaul denganya atau tidak terima karna Ken memeluknya.
"Jangan membentak Alissa seperti itu, seharusnya kau juga sadar kesalahan dirimu" ucap Kenderick kehadapan kakaknya.
"Kau jangan membelanya, kau juga salah membawanya kesini, bukankah sudah aku katakan untuk mengurusnya sendiri, kenapa kau membawa orang lain yang tidak memiliki peranan dalam mempertimbangkan masalah ini" geram Alrescha pada adiknya.
"Masalah ini akan selesai jika kau tidak membiarkan beberapa kesalahan terus terjadi, bahkan jika aku hanya kesini sendirian akankah kau mendengarkan diriku? Bahkan sebelum aku bicara saja kau sudah menolaknya, dengan kejadian ini seharusnya kau sadar apa yang Alissa sampaikan tidak seluruhnya salah. Beramal dan berbuat baik boleh, tapi jika kau memasukanya dalam bisnis tetap saja ada hitungan untung ruginya, jangan kau samakan saja kepala singa dan harimau, Alrescha Nero"
"Ken, kenapa kau bicara sekasar itu pada kakak mu" tukas Arabella ketika membela Alrescha.
"Bahkan sekasar ini saja belum tentu dia sadar untuk membedakan yang mana lawan dan kawan, yang mana kepala singa dan harimau" sontak pandangan Kenderick itu ia pancarkan dengan tajam saat membalas ucapan Arabella.
Alissa keluar dari pelukan Ken, ia mendorong tubuh Kenderick sesegera mungkim, Alissa menahan hati dan air matanya, jika itu permasalahanya tentu sedari awal Alissa yang salah, ia berdiri di depan Alrescha dan Arabella, seraya melipat kedua tanganya dengan sopan.
Alissa membungkukan badan kearah depan dengan penuh tulus. "Maafkan aku Tuan Nero, maafkan aku Nona Arabella. Aku mengaku salah dan akan kembali besok pagi" ucapnya kehadapan mereka, membuat Alrescha mengehela nafas berat sambil menarik tangan Arabella untuk masuk ke kamar mereka.
Mengunci pintu kamar dan meninggalkan Alissa serta Kenderick disana, bahkan baru saja Ken ingin menjangkau bahu gadis itu, Alissa berlalu pergi dan meninggalkan Kendeick tanpa bicara.
Up dong thor🙏🙏🙏
semangat Thor aku padamu🤗