NovelToon NovelToon
Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Berondong Ku Ternyata Seorang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun mengejar cinta suaminya, Lara Margaret Buchanan, tidak kunjung dapat meluluhkan hati lelaki yang sejak masa kuliah itu ia sukai.

Hingga usianya menginjak tiga puluh dua tahun, akhirnya ia pun menyerah untuk mengejar cinta David Lorenzo.

Hingga tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang pemuda, yang memiliki usia sepuluh tahun dibawah usianya.

Siapa sangka, pesona Lara Margaret Buchanan sebagai wanita dewasa, membuat pria muda itu tidak ingin melepaskan Lara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24.

"Ka.. kami pergi dulu!"

Setelah Stefan di bawa masuk ke dalam apartemen oleh Liam, ke dua pria yang menolong Lara dan Stefan, permisi pada Lara.

Dengan gugup mereka tidak berani memandang wajah Lara saat permisi pergi.

Lara yang merasa adanya keanehan dengan dua pria penolong Stefan, merasa kalau mereka sepertinya kenal baik dengan Stefan.

Ia memandang pintu apartemen Stefan yang tertutup, dan tidak berani mengetuknya untuk menanyakan keadaan Stefan.

Brak!!!

Lara mendengar suara cukup keras dari dalam apartemen Stefan, dan membuatnya dengan cepat mengetuk pintu Stefan.

Tok! tok! tok!!

"Stefan! apa yang terjadi! Stefan!!!" teriaknya panik, dan tidak sabaran ingin mengetahui apa yang terjadi.

Saat tangannya akan mengetuk kembali pintu apartemen Stefan, pintu itu pun terbuka.

Lara mundur satu langkah melihat siapa yang membuka pintu, "Apa yang terjadi, kenapa terdengar suara seseorang jatuh?!" tanya Lara dengan cemas.

"Tu.. !" Liam seketika menutup mulutnya.

Ia lupa, kalau Stefan masih tahap mengejar Lara, dan ia hampir saja keceplosan bicara, menyebut Stefan sebagai 'Tuan'.

"Ng.. Ste.. Stefan tadi terjatuh di kamar mandi!" jawab Liam dengan nada sedikit gugup.

Aduh, Tuan! rasanya sangat canggung menyebut namamu secara langsung! demi tujuan anda tercapai, semoga secepatnya selesai! agar rasa tidak nyaman ini berakhir! bisik Liam dalam hati.

"Terjatuh? bagaimana dengan lukanya? apakah bertambah parah?!" tanya Lara dengan nada cemas.

"Dia sudah berbaring di tempat tidur, hanya saja dia tidak mau lukanya ku periksa, bagaimana kalau anda masuk, dan membujuknya, Nyonya?" tanya Liam membuka pintu apartemen Stefan dengan lebar.

Lara mengepalkan tangannya dengan erat, karena merasa ragu untuk masuk ke dalam.

"Saya tidak bisa menjaganya dan merawatnya, saya tidak dapat menginap karena punya urusan, yang harus segera saya selesaikan!" kata Liam lagi memohon pada Lara.

Liam kemudian melangkah keluar, dan membiarkan pintu apartemen Stefan terbuka, agar Lara masuk untuk melihat keadaan Stefan.

"Oh, baiklah! aku akan melihatnya!" jawab Lara.

"Terimakasih, Nyonya!" ucap Liam.

Dengan langkah ragu kaki Lara pun masuk ke dalam apartemen Stefan.

Brak!

Pintu apartemen tertutup, dan Lara tersentak kaget mendengar pintu yang tertutup.

Lara tanpa ragu lagi melangkah menuju kamar Stefan, setelah Liam tidak berada di dalam apartemen Stefan.

"Stefan!!" panggilnya membuka pintu kamar.

Lara melihat Stefan terbaring di atas tempat tidur dengan keadaan meringkuk, dengan baju tidur yang tidak terkancing sepenuhnya, dan tampa memakai selimut.

"Stefan! bagaimana keadaan mu? apakah lukanya sudah diberi obat??" tanya Lara panik mendekat ke tempat tidur.

Ia kemudian duduk di tepi tempat tidur, lalu memeriksa luka Stefan.

Saat tangannya menyentuh tubuh Stefan, ia sangat terkejut.

Tubuh Stefan sangat dingin.

Sepertinya Stefan baru saja selesai berendam di dalam bathtub, untuk meredakan pengaruh afrodisiak pada tubuhnya.

"Stefan! tubuhmu sangat dingin!!" kata Lara semakin cemas.

Lara mengancingkan baju tidur Stefan, tapi tiba-tiba Stefan mencengkram pergelangan tangannya.

"Kak" panggil suara lemah Stefan dengan mata terpejam, "Jangan tinggalkan aku"

Stefan menaruh tangan Lara pada dadanya, dan menekan telapak tangan Lara di sana.

"Aku di sini, aku tidak pergi!" jawab Lara.

Telapak tangannya merasakan dada Stefan yang terasa kokoh, dan diam-diam perasaannya merasa nyaman menyentuh tubuh berotot Stefan.

Tanpa sadar ia membiarkan tangannya di bawa Stefan, dan perlahan turun melewati rusuk Stefan, lalu berakhir pada perut sixpack Stefan.

Seperti terkena hipnotis, ia membiarkan tangannya beberapa detik di sana.

"Kak, tanganmu sangat nyaman, aku menyukainya menyentuh kulit tubuh ku" ucap nada lemah Stefan yang terdengar serak.

Mata Lara berkedip mendengar apa yang dikatakan Stefan.

Ia baru tersadar, dengan apa yang telah dilakukan tangannya pada perut Stefan.

Perut Stefan yang berotot, sama seperti dada bidang Stefan.

Dengan cepat ia menarik tangannya dari sana, tapi Stefan lebih cepat darinya.

Tangannya ditarik Stefan, dan tubuhnya pun jatuh menimpa tubuh Stefan.

"Kak, jangan pergi"

Ke dua lengan Stefan memeluk tubuh Lara, dan mendekapnya erat dalam rangkulan tangannya.

"Stefan, kamu terluka! aku akan mengobati lukamu! lepaskan aku!"

Lara mencoba melepaskan diri dari dekapan Stefan.

"Tidak, nanti kamu pergi"

"Kalau lukamu tidak diobati, nanti jadi infeksi!"

Lara merasakan tangan Stefan mengendur, dan ia pun dapat mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Stefan.

Lara menghela nafas lega setelah duduk dengan tegak, lalu ia kemudian memeriksa luka pada bahu Stefan.

Ternyata luka yang dialami Stefan, mengenai luka pada bahu yang kemarin terluka.

Luka itu jadi semakin lebar.

"Di mana kotak p3kmu?" tanya Lara seraya mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling kamar Stefan.

"Aku tidak punya!" jawab suara lemah Stefan.

"Tidak punya??"

Lara pun teringat saat kemarin Stefan terluka.

Stefan pingsan di depan pintu apartemennya.

Ternyata Stefan tidak memiliki obat-obatan di apartemennya.

"Tunggu sebentar! aku akan ambil dari rumah ku!" kata Lara, lalu meninggalkan Stefan.

Dengan tergesa-gesa ia pun pergi mengambil kotak p3knya, dan kembali dengan tergesa-gesa agar segera mengobati luka Stefan.

"Isssh!"

Stefan meringis begitu kapas pentol, yang telah diolesi antiseptik menyentuh lukanya.

Melihat Stefan yang meringis, dengan lembut Lara meniup luka Stefan, sembari perlahan mengolesinya dengan obat antiseptik.

"Apakah masih sakit?" tanya Lara lembut.

"Tidak lagi, terimakasih kak"

Stefan meraih tangan Lara, dan menariknya sehingga tubuh Lara kembali jatuh menimpa tubuh Stefan.

"Kak, aku merasa tidak nyaman, jangan pergi! temani aku di sini" ucap suara lemah Stefan.

Lara merasa sesak dengan rangkulan Stefan, yang terasa erat memeluknya.

"Ba.. baik, kamu lepaskan aku dulu!" jawab Lara.

Dengan enggan Stefan menuruti apa yang dikatakan Lara.

Setelah duduk dengan baik, Lara menyingkirkan kotak p3k ke atas meja, di samping tempat tidur Stefan.

Ia kemudian membenarkan baju tidur Stefan, lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Stefan.

"Jangan pergi, kak" kembali Stefan meraih tangan Lara.

Lara menghindari tangan Stefan, "Aku tidak pergi, tidurlah! aku di sini menjagamu!" jawab Lara.

Lara mengambil kursi, dan menaruhnya ke dekat tempat tidur Stefan.

Ia pun duduk pada kursi tersebut, dan membiarkan tangannya kembali diraih Stefan.

Matanya perlahan mulai berat, setelah beberapa menit menunggu Stefan tertidur.

Kepalanya perlahan jatuh ke atas tempat tidur, begitu ia tidak dapat menahan matanya, yang semakin terasa berat.

Lara pun tertidur.

Tidak tahu sudah berapa jam ia tertidur, saat Lara membuka matanya, ia sudah berbaring di atas tempat tidur.

Dan ia tertidur dalam dekapan Stefan, dengan posisi tangannya masuk ke sela-sela baju tidur Stefan.

Matanya seketika terbuka dengan lebar, begitu melihat tangannya berada di atas dada Stefan.

Ia pun tersentak, setelah menyadari posisi tidurnya.

Kenapa aku bisa diatas tempat tidur? bukankah tadi aku duduk di kursi? pikir Lara kebingungan.

Sama seperti yang ia alami, saat Stefan menginap di apartemennya.

"Kak, kamu harus bertanggung jawab padaku! sudah dua kali kamu tidur dengan ku, aku sudah tidak suci lagi" kata suara serak Stefan.

Stefan perlahan membuka matanya, dan memandang Lara dengan matanya yang tampak sayu.

Bibirnya menyunggingkan senyuman tipis, saat mengatakan apa yang ia katakan.

"Apa?!!"

Mata Lara membulat mendengar nada serak Stefan yang masih mengantuk.

Bersambung........

1
Lia siti marlia
ya ampun tuh bocah berasa di per...os oleh padal dia yang meped terus
Endang Sulistiyowati
Ya ampun Lara, Stefan minta tanggung jawab tuh karna udah 2x bobo bareng. Modus banget Stefan,
nuraeinieni
dasar modus,,,bilang aja kamu keenakan di peluk lara
nuraeinieni
aduh cindy kamu salah orang,ingin mencelakai lara malah steven yg kena,untung lara dan steven cepat menghindar.
nuraeinieni
curiga nih lara,dgn orang2 nya steven
Cindy
lanjut
Dian Rahmawati
stefan 🤣
mars
iya tuh udh 2x ditiduri,tanggung jawab lo udh ga suci lagi🤣🤣🤣🤣🤣 koplak
Lia siti marlia
mulai mulai terkuak sedikit demi sedikit
Ariany Sudjana
kak penulis, tolong jangan sampai Lara dirusak Stefan, gara-gara minuman itu
Ariany Sudjana
aduh kenapa air itu diminum sama Stefan? jangan sampai Lara jadi pelampiasan karena minuman laknat itu. kenapa sih bukannya David saja yang minum? kan sudah ada pelampiasannya? ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan
Ariany Sudjana
hahaha benar kata Stefan, kalau David sudah dibutakan sama jalang peliharaannya dan juga Mak Lampir Anna itu
Maria Mariati
kejebak sama permainan sendiri 🤣🤣🤣💪💪💪😍😍
nuraeinieni
cindy dan mama anna,sandiwara kalian tdk mempan,lara sdh muak dgn kebusukan kalian.
nuraeinieni
aduh sepertinya minuman itu sdh di kasi masuk obat perangsang
nuraeinieni
enak ya david dapat hadiah bogemam dari berondong
Lia siti marlia
hadeh bisa bisa stefan nyoblos lara lagi gara gara minuman yang di berikan cindy
Ariany Sudjana: iya, ga rela kalau Lara dirusak duluan sama Stefan. gimana sih kak penulis?
total 1 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Endang Sulistiyowati
Bener tuh kata Lara, 2 pria bodoh yang dengan mudah dikendalikan 2 wanita licik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!