NovelToon NovelToon
Four Crazy Girls

Four Crazy Girls

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:856.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Aulia Agustin

⚠️ [ JANGAN COPY PASTE WOI! KREATIF DIKIT DONG YAHH 😍 ]

– Mengandung kata-kata kasar 🙏🏼
__________________________

Pertemuan antara empat gadis, yang memiliki jiwa kesengklekan yang luar biasa. Berawal dari kegabutan yang mendalam. Dan bertemu karena rindu yang membesar.

Inilah kisah kami :v

"Kenapa jadi kayak Indos*ar geblek?!" tanya Alika kesal.

"Hah, masa iya?" sahut Nara.

"Lah, kata siapa?" tanya Yesha ikutan.

"Kalau pada nanya mulu siapa yang jawab egee?!!" protes Diva.

"Tapi lo juga nanya, Dipp," balas Yesha santai dengan watados.

"Tau ah, bodo amat!"

"Sengklek kan?! Emang iya."

"Au ah," sambung Nara.

"Udah diem deh."

"Mending promosi."

"Oke guys, jadi ini novel baru author. Maap kalau gak jelas, karena authornya juga gak jelas," cibir Yesha.

"Jangan lupa vote ya?" sahut Alika.

"Likenya saudara-saudari," dilanjut Diva.

"Oh iya, komen and share, hehehe."

"Yaudah gitu aja, selamat membacaaa semuaaaa!" --Alika, Nara, Diva, Yesha.

– Adapun kesalahan, kesamaan, atau apapun dari novel ini, saya mon maap. Karena novel ini dibuat murni dari pemikiran dan hasil kegabutan saya, tanpa meniru pihak manapun 🙏🏼

Happy reading guisss>>>

📍200521-210806

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Aulia Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Focragi • 30 Sarapan pagi

"Vid, apaan sih?" tanya Nara.

"Lo pada gak tau?" tanya David. Mereka menggeleng. David jongkok, mengoyak celana Yesha, terlihat darah bercucuran dari luka goresannya.

"Echaa" panggil mereka. Yesha memejamkan matanya menahan sakit. Danial datang membawa P3K mengobati lengan Alika.

"Dia tiba tiba bangun dari tidurnya teriak teriak"

"Gue samperin ke kamarnya ngeliat dia penuh keringat."

"Gue tanya dia gak jawab. Gue keluar sebentar dari kamar dia, gue mau ke kamar mandi tadi"

"Pas gue masuk, echa gak ada dikamarnya, tapi tongkatnya ada. Gue lihat dari kaca, dia pincang pincang lari cari taksi,"

"Bahkan dia hampir ketabrak"

"Gue kejar dia, dia terlalu cepat. Gue cari lewat GPS, tapi gak bisa. Dia tahan sakit kakinya demi ngejer kalian. Sekarang gue tanya, kalian kenapa hah?" tanya David.

"Percobaan bunuh diri" sahut Danial ketika mengobati tangan Alika. Danial tau karena Alika melukai tangannya didekat urat nadinya. Jika Yesha telat, ntah bagaimana nasib Alika.

"Gara gara Ajef?" tanya David.

"Mau gue bunuh sekalian itu Ajef? Kenapa kalian sebe·go ini sih?" tanya David lagi.

"Dan lo ca" David berdiri menatap Yesha. Yesha menatap David sekilas lalu kembali nunduk. David mengangkat kepala Yesha. Mengecup keningnya. 'gue mau marah si echa diam aja' batin Danial.

"Gue tau lo khawatir sama temen temen lo. Tapi lo harus tau gimana kondisi lo, jangan paksain diri lo kayak gini. Jangan buat gue khawatir! Jangan jadi orang yang nekat! Lo itu bisa minta tolong sama gue, sama Febri. Kenapa harus lo lakuin sendiri? Lo juga mau lukain diri lo?" kata David pada Yesha. Yesha masih menunduk.

"Maaf" kata Yesha. David memeluk Yesha lagi, kali ini Yesha membalasnya. Cukup lama pelukan yang diselingi kecupan di kening. David melepasnya lalu memapah Yesha menuju sofa. Dia mengambil kotak P3K dari Danial mengobati luka Yesha.

"Gue aja sini" pinta Danial. David memberikannya pada Danial. Danial mengobati Yesha, antara ikhlas atau menahan kesal. Dia mengobati dengan kasar.

"Aaa.. aaaaaa..." Keluh Yesha.

"Sakit? Makanya jangan be·go!" ceramah Danial.

"Lo berempat, jangan seto·lol itu cuma karena cowok! Mulai sekarang, gue, David, Ikhsan, sama Revin, bakal ngawasin kalian. Jangan sampe hal ini terulang lagi" kata Danial, mereka mengangguk.

"Lo mau gue laporin ke papa?" tanya Danial pada Yesha.

"Nggak bang jangan, plis" pinta Yesha.

"Kenapa? Bukan lo yang bakal di serang papa, tapi enjel sama Lisa. Kenapa lo lindungi mereka?" tanya Danial.

"Karena gue mau buat perhitungan" jawab Yesha.

"Gue gak mau papa yang balas, gue juga gak mau dia dikeluarin. Biarin gue sama yang lain balas dia dengan cara kita sendiri" lanjutnya.

"Terserah" jawab Danial dia sudah selesai mengobati Yesha lalu pergi menuju dapur. Yesha mengikuti abangnya, tapi tangannya ditarik David.

"Mau patah itu tulang kakinya? Duduk!" suruh David. Yesha kembali duduk dengan tatapan kekesalan.

"Merepet mulu macam emak emak" gumam Yesha pelan, David dan Danial mendengarnya tapi pura pura gak dengar.

"Sorry ca, gara gara gue..." Ucapan Alika disambar Yesha.

"Apa sih? Gak usah minta maap dah" suruh Yesha.

"Gue gak enak" jawab Alika.

Toktoktok...

"Masuk dok" suruh David. Seorang dokter wanita pun datang. Dia memeriksa keadaan Yesha.

"Tidak masalah, retakannya tidak terlalu parah. Jangan sampai lupa jaga kesehatan ya" ujar dokter itu. Yesha tersenyum kikuk.

"Iya dok" jawabnya gitu.

"David, saya pergi dulu"

"Iya dok hati hati" jawab David. Dokter itu senyum lalu pergi.

"Udah pada istirahat! Sekarang!!" suruh David.

"Iya iyaaa, bawel banget" cela Yesha. Mereka berempat tidur di satu kamar beralaskan kasur lipat milik David. Sedangkan David dan Danial tidur sendiri sendiri.

_____________________

Keesokan harinya, mereka bangun penuh semangat. Mereka berempat menuju dapur untuk membuat masakan.

"Echa, lo duduk aja. Kaki lo makin sakit nanti. Ujung ujungnya kena semprot lagi sama kedua makhluk ajaib itu" kata Diva.

"Iya sih, tapi gue pengen bantu gimana dong" tanya Yesha.

"Bantu doa. Duduk!" balas David.

"Kan makhluk ajaib muncul" kata Alika. Mereka tertawa. Yesha terpaksa duduk dan melihat teman temannya memasak, daripada dia kena amukan dua D. Danial dan David.

Beberapa menit kemudian, makanan masak dan sudah tersedia di meja makan.

"Huaahh pengen mandi" keluh Nara.

Ting tong....

David membuka pintu.

"Eh bro? Masuk" suruhnya. Mereka berempat menatap penasaran ke arah pintu. Dan muncullah.... Wisnu.

"M.. mas Wisnu" Nara terkejut. Tampilan Nara saat ini membuat Nara bersembunyi dibalik Alika.

"Mas lebih suka kamu natural kayak gitu, gak perlu malu" kata Wisnu.

"Uwuu uwuuuu" ledek teman temannya.

"Lo sendiri?" tanya Danial baru selesai mandi, dan anehnya.

Danial tidak pakai bajuuu!!! Hanya ada handuk yang terlilit dipinggangnya.

"Woi gob·lok, pake baju lo dah. Gak usah sok sixpack" ledek Yesha. Danial tertawa melihat ketiga teman Yesha yang sedang menutup mata.

"Malah ketawa. Sakit sarap lo" ledek Yesha lagi. Danial pun masuk ke kamarnya.

"Gue sama temen" jawab Wisnu.

Ting tong...

"Ribet, kenapa gak sekalian sih?" tanya David kesal sambil menuju pintu. Masuklah seorang pria tampan dengan baju hitam pendek yang menampakkan ototnya, serta celana panjang dengan warna senada.

"Anand?" tanya Alika.

"Loh a.. a.. aduh lupa gue"

"Alika" sahut David.

"Nah iya itu, Alika. Lo Alika kan?" tanya pria bernama Anand ini. Alika mengangguk semangat.

"Kalian saling kenal?" tanya Danial yang keluar menggunakan baju kemeja yang dibuka kancingnya ditambah celana pendek.

"Bang feb, otak lo rada mereng ya? Lo sama aja kagak pake bajo!!!!!! Mana celananya pendek banget lagi. Kemeja dibuka, kalau pake kaos dalemnya mending" protes Diva.

"Percuma lu ngoceh, bang kuda tuh tuliiii" balas Yesha. Mereka tertawa.

"Alika yang bantuin gue waktu kena serang sama tidabelyubi" jawab Anand.

"Eh tunggu, David sama Bang Febri kok kenal?" tanya Diva.

"Anggota geng gue" jawab Danial.

"Loh sekolah di?" Yesha.

"Smada"

"Aaaa... Pantesan gak asing, ini yang gue bilang ganteng" kata Nara tiba tiba. Wisnu menatapnya datar.

"Ampun mas ampun" Nara berkata sambil cengengesan. Yang lain tertawa.

"Echa, sama yang lain. Mandi sana. Dikamar mandi situ ada satu, di kamar gue ada satu, dikamar Danial satu, dikamar tempat kalian tidur satu. Bajunya, ini di dalam paper bag yang dibawa Anand" jelas David.

"Gue kamar daaa....vid" kata Yesha, dia mengambil satu paper bag dari tangan Anand lalu pergi ke kamar David.

"Gueee.. kamar bang Febri" Diva pergi ke kamar Danial. Alika langsung menuju kamar tidur mereka tadi.

"Lah masa gue disitu? Woi, eughhhh.. kampret" cela Nara. Mereka tertawa, Nara pun pergi ke kamar mandi dekat dapur.

Gak berlama lama seperti wanita pada umumnya, mereka keluar secara bersamaan, tanpa make up. Mereka berempat duduk di meja makan apartemen David. Danial berhadapan dengan Diva, David dengan Yesha, Alika dengan Anand, dan Nara dengan Wisnu. Mereka memulai makan.

"Lo gimana bisa kenal Alika?" tanya Yesha mengintrogasi. Tidak ingin kejadian buruk terulang kembali, takutnya pria tampan dengan muka sok polos ini seorang fakboy.

"Gue dulu musuhnya Febri. Tapi sekarang gue se-geng sama Febri."

"Gue kena serang sendirian, gue lagi lari lari, tiba tiba Alika tarik tangan gue buat sembunyi."

"Gue natap Alika yang lagi keringatan. Gue tanya kenapa dia selamatin gue dia jawab “apa salahnya?” bukan jawaban yang gue dapat dia malah nanya lagi. Gue diem aja, setelah aman dia milih pergi."

"Gue tahan tangannya, tanya namanya. Dan dia jawab. Tapi gak begitu jelas karena waktu itu telinga gue lagi gak bagus. Tapi gue denger samar samar nama dia," jelas Anand.

"OOOOOOOO.... Lo Ananda Zeno Alsyahky!!!" kata Nara tiba tiba.

"Baru ngeh ni anak. Kan udah di bilang ex- d.a.v.a.r team" sahut Alika.

"Otak dia mah lemot gara gara natap kak Wisnu mulu" ledek Yesha. Nara memijak kakinya tepat dipergelangan kakinya yang retak.

"Aaaauuuuuuuuaaaaaa" keluh Yesha. Sepersekian detik, Nara tersadar.

"Aduh sorry ca sorry, gue lupa kaki lo retak. Sakit ya? Eh maaf lo. Maaf caa astaga" Nara merasa bersalah. Yesha malah tertawa.

"Loh kok ketawa si anjiy" kata Nara.

"Kaki gue gak apa apa kok na, santaiii" kata Yesha.

"Pandee banget sembunyikan semuanya" sahut David. Yesha mengedipkan matanya mengasih kode.

"Echa kesakitan, tapi pas liat muka bersalah lo dia jadi gak enakan" kata David.

"Nggak kok na, gue nggak boong. David boong" kata Yesha.

"Udah ah, makan sekarang" suruh Danial.

"Iyaa iyaa bapakk" balas Keempat Ciwi Bacot.

1
Sandisalbiah
seneng sih.. abang ama adek bisa kompak, akur gini... ya.. walau pun brisik dan banyak dwbat tp teyep saling sayang dan peduli.. dan bamg Danil itu gak jaim nunjukin adiknya ke temen² nya..
kagome
gk bikin bosen. keren uda kayak nyata ceritanya🥰
Samudra Rohul
mungkin itu si david
Rahmah Rahmah
Hai🙋
Wilda Maulida
kayaknya nara sma khansa deh... wisnu pnuh rahasia...
Wilda Maulida
penasaran ending nya.. kayaknya hmpir mirip ciwi barbar david jagain jodoh bryant....
Xiao Xia
pen satu abang kek bang danial dong
Khadijah Sty
42i2i4
Neneng
david deh ya kaya nya
Pengagummu⚘
buat crita tentang david ngk miggu
Pengagummu⚘
bengek gw 😂😂
Pengagummu⚘
gesreknya minta ampunn😂😂
Deana
Gus Gus bagus
Luna piena
sengaja baca yang paling akhir ehh kok malah yesha sama cowok yang namanya boy sih? jadi bingung niatnya baca yang paling akhir buat pingin tau apa akhirnya yesha sama Bryant ehh ternyata ada cowo baru yaa.ini cuma novel tapi sakit nya tuh kerasa sampek netesin air mata huaa boleh ga sih aku mau nya yesha sama Bryant aja huaaa mama lihatlah kapal ku seperti tenggelam 😭😭😭
Luna piena: ahhh thank you author your are the best author hahah okee lanjut baca sempet berhenti baca karena ga kuat buat lanjut lagi takut makin sakit hati
total 2 replies
Luna piena
kenapa si Bryant gaada kesel" nya sih sama david yang ngedeketin echa cemburu kek ihh ngeselin banget
Idaman Lahagu
ceritakan sampe anak²nya thor
hy_mptr♡
thankyou atas cerita u yg ini sekian lana lumutan nunggu updatenya dan sekarang endingnya. Selamat ya atas karyanya
mnonu: thanks support nya kak ✨
total 1 replies
Patimah_1803
masa udah ending aj ni 🙂 ayo dong Thor buat S2 atau enggak ekstra part
Patimah_1803: di tunggu Thor ekstra part nya😚😚😚
total 2 replies
dipaaaa
sumpah ini end mut??? awwwwwww congrats Mutia ,, makkasih untuk cerita" yang seru nya😸💛✨
mnonu: mau di lanjut byy?
total 1 replies
Buahnaga.putih
Thor cepet amat ending nya, sekali update langsung ending buat lagi ngapa thor
mnonu: InsyaAllah extra part, xixi 😹🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!