Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi.
Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya.
Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, yang baru saja, berhasil memukul pantat dirinya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara.
Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Sungguh benci
"Apa yang terjadi? Tubuhku... Tidak mau bergerak, apa yang salah dari ku? Bahkan pedang ku, nggak bisa aku gerakkan, sesuai keinginan ku, seolah-olah aku lumpuh total di sini! Tanpa mau melakukan apapun, padahal aku ingin sekali bergerak!" Batin Chuzuru, dengan keadaan dia saat ini, yang begitu kaku, seolah-olah dia tidak tahu, harus berbuat apa? Dan bagaimana? Cara gerakan tubuhnya, sehingga dirinya keringat dingin.
"Sihirnya dia sangat berbahaya, apa dia berniat menyerang tanpa pandang bulu ya? Ini sungguh Sihir kejam, tindakan dia, melebihi sikap Iblis, padahal... Dia bukan Iblis." Ucapan Tio yang begitu santai, padahal lengannya sedang terluka oleh pedang Katana tajam, dan itu sangat lebar, seperti kena sayatan yang sangat dalam, hingga menyentuh tulang lengan dirinya, dengan kondisi dia, sangat kritis banget, mustahil baginya, untuk bergerak, apalagi untuk melarikan diri.
"Apa maksud perkataan mu itu?!" Tanya Chuzuru penasaran, sambil berusaha mencabut pedangnya, seperti apa yang aku katakan sebelumnya, tidak dapat digerakkan, seperti yang dia inginkan, bagaimana pun caranya? Bener-bener tidak mampu bergerak, dan sangat terkunci kuat, dalam posisi kaku, ia... Sungguh tidak bisa apa-apa.
Setelah mendengar pertanyaan seperti itu, Tio malah mendekati Chuzuru, dengan beberapa langkah, membuat luka sayatan pedang di lengannya semakin parah, dan darahnya bercucuran, seperti darah mengalir tanpa henti, tapi Tio, sama sekali tidak peduli, seolah-olah dia inginkan itu, dan berharap cepat mati.
"Wanita bersayap itu, ingin melakukan serangkaian serangan Sihir berskala besar, tanpa tahu... Gimana keadaan mu saat ini? Tidak bisa bergerak, dan tidak tahu harus berbuat apa kan?" Balasan Tio, sambil mencoba menyentuh wajah cantik Chuzuru, yang begitu lembut dan halus, dan dia berhendak merangkul pinggangnya, dan wajahnya pun, sangat dekat dengan wajah Chuzuru, seolah-olah dia inginkan bau harum ditubuhnya,, yang sudah lama tergoda olehnya.
Menyadari perkataan itu, Chuzuru bertanya, walaupun tubuhnya dirangkul olehnya, tanpa tahu harus berbuat apa, selain bertanya. "Apakah kamu, yang bikin aku tidak bisa bergerak?" Tio hanya balas tersenyum, tanpa harus menjawab apapun.
Berselang beberapa menit kemudian, ada serangan tendangan ke arah mereka berdua, lebih tepatnya, fokus menyerang Tio, dalam keadaan lengah.
Seperti yang kamu tahu, Tio mampu menahan tendangan tersebut, belum lagi Tio yang sedang didesak, dia malah melontarkan kata-kata yang tidak ingin didengar oleh Himiwari, sehingga Himiwari sangat marah kepada Tio.
Setelah itu, apa yang terjadi? Seperti kalian tahu, Himiwari gunakan Sihir bola api ya, sayangnya tidak ada satupun serangan, yang berhasil dia lakukan, yang ada Chuzuru yang jadi korban, dari serangan bola api, dengan kondisi sekarat dan sadar.
"Dia... Gunakan diriku, sebagai tameng hidup...." Ucapan Chuzuru, bahkan di perkataan terakhirnya, dia malah bermuntah darah, seolah-olah dia memiliki riwayat penyakit paru-paru.
Bagus... Bagus... Kamu mampu bertahan, kamu emang pantas, menjadi Istriku." Ucapan Tio yang begitu bangga. " Lain kali, jangan gitu dong, tubuhmu malah keliatan rusak, sehingga dirimu nggak cantik lagi, aku sungguh tidak senang sayang." Sambungnya, yang begitu sombong. "Tapi... Demi diriku, kamu rela melakukan itu, terimakasih ya, telah melindungi aku sayang." Puji ya.
"Brengsek! Dia berani manggil sayang! Aku ingin sekali membunuhnya." Batin Chuzuru, dan sekali lagi, dia bermuntah darah. "Dia sungguh Iblis, dia bener-bener kejam, makhluk seperti dia, tidak pantas hidup!" Sambungnya, yang begitu benci mendalam, karena tidak sudi, dipanggil sayang, oleh makhluk Iblis, seperti Tio Satrio.
......................
Kenapa dia seperti itu? Bukankah aku sudah di jelaskan, umat manusia yang ada di dunia ini, begitu sangat benci terhadap Iblis, semakin bencinya, mereka rela membunuh Iblis, sekalipun, Iblis itu sangat baik hati.
Seolah-olah dunia ini, tidak akan biarkan bangsa ras Iblis, bisa hidup damai, dimana pun mereka tinggal.
Emangnya apa yang dia takutkan? Bukankah seharusnya sudah jelas, Fatimah Harum, adalah nama Iblis, yang tidak bisa dilupakan oleh dunia.
Dan satu-satunya orang, bikin dunia ini sungguh berubah menjadi tragedi bencana perang, yang sangat panjang, sehingga bangsa ras lain, tidak mau mengampuni nyawa Iblis, di sebabkan karena itu juga.
Bahkan saat ini, mereka masih perang, dari ancaman Dungeon dan Monster Sihir, yang telah diciptakan oleh Ratu Iblis Fatimah Harum.
Dan sebenarnya, yang kalian harus tahu, Fatimah Harum, awalnya adalah bangsa ras Manusia, yang begitu cupu dan culun, dimata orang-orang, dia sungguh direndahkan oleh bangsa ras sendiri, bahkan pernah disebut, manusia tidak berguna, dan satu-satunya manusia, yang tidak bisa gunakan energi Sihir, sebelum dia menjadi Iblis, yang begitu benci terhadap dunia.
Pasti ada alasannya kan, Fatimah Harum berani melakukan itu semua, sayangnya alasan dia menjadi Iblis, sudah dilupakan oleh dunia, atau emang dunia sudah muak dirinya.
Walaupun diceritakan pun, tidak akan pernah ada habisnya, hingga kamu berpikir, apakah pantas dia di salahkan.
......................
"Nona Muda!" Teriakan Bang Anas, seketika langkahnya terhenti, setelah Tio berkata. "Kamu lagi, sudah kubilang, orang luar tidak boleh ikut campur, atau kamu harus menanggung akibatnya."
"Kamu... Adalah... Tio Satrio, tidak ku sangka kamu adalah Iblis, brengsek! Kalau aku tahu kamu itu Iblis, saat itu juga, sudah dari dulu menebas kau!" Marahnya Bang Anas, dan mengambil posisi menyerang.
"Tidak sadar diri, apa kamu tidak bisa lihat? Apa yang terjadi di sekitarmu? Baru kamu bisa nilai, apakah aku bisa di tebas oleh pedangmu?" Balasan Tio, dan berharap Bang Anas mundur, kalau tidak, dia pantas dibunuh olehnya.
Setelah mendapatkan pertanyaan seperti itu, Bang Anas pun melihat sekeliling ya, dan menyadari orang-orang yang sudah di tumbang kan oleh Tio, merupakan Hunter peringkat S. "Bagaimana? Apakah kamu masih bilang, kamu mampu menebas ku?" Tanya Tio.
"Kamu sungguh kejam! Matilah!" Teriakkan Bang Anas, yang begitu sangat benci terhadap Iblis, tanpa peduli keselamatan Chuzuru, yang akan di tebas olehnya.
"Jangan sakiti Istriku." Ucapan Tio, yang begitu datar.
Dengan tangan manisnya, dia menahan tebasan itu, membuat tangannya terluka oleh pedang, lihat saja lukanya, darahnya sampai bercucuran, membuat Bang Anas senang.
Melihat perilaku itu, Tio berkata. "Sebenarnya... Aku yang Iblis, atau kamu yang Iblis."
Bang Anas menjawab. "Bukankah sudah jelas, kamu Iblis."
Dan Chuzuru juga berkata. "Pertanyaan konyol, apakah kamu berpikir, kamu pantas hidup?" Dengan senyum senang di wajahnya, karena Tio Satrio, mendapatkan kena serangan fatal, dan sangat mustahil dapat di sembuhkan.
"Kalau begitu semoga berhasil." Ucapan Tio, sambil merenggangkan lehernya, keliatan kaku. "Emosi keserakahan, Penyerapan energi Sihir jahat." Sambungnya, membuat telapak tangan dan lengan terluka sembuh total.
Membuat Bang Anas, dan Chuzuru terkejut. "Ini tidak mungkin!" Ucapan serentak mereka berdua.