Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sixteen
"Eh... kok begitu?" tanya bibi Juli yang terkejut dengan ucapan Xiao Xie
"Tenapa? benal tan, cia-cia ail mata atu... Olang bibi Juli ngga telpengaluh" jawab Xiao Xie
"Hehehe... bibi lebih takut Yang Mulia tuan putri mahkota, karena beliau yang memperbolehkan Tuan putri memakan es krim satu cup sedang" jawab Bibi Juli
"Talau jie jie yang bilang, atu bica apa?" jawab Xiao Xie. bibi Juli dan pengawal pribadi nya pun tertawa mendengar kekesalan Xiao Xie
"Palcah dili ini, jie jie lebih menyelam kan" ujarnya lagi. bibi Juli dan pengawal pribadi nya itu hanya saling tatap dan terkekeh
"Ayo Gege... catu cup cedang pun tat apa" ucap Xiao Xie sambil mengadahkan tangan nya
"Cabal tuan putri bungsu" jawab Si. Xiao Xie mendengus saat mendengar ledekan Si
"Apalah Gege Ci ini? hati atu cedang telpotet-potet loh ini" jawab Xiao Xie
...----------------...
Ampun tuan... Ampun
Xiao Xie yang sedang berjalan pun mendengar suara minta ampun segera mengikuti nya
Xiao Xie melihat wanita seumuran Gegenya memukul wanita paruh baya, orang kekaisaran nya mencoba menyelamatkan wanita paruh baya itu. tapi di halangi pedang para pengawal wanita muda itu
"CUTUP..." teriak Xiao Xie
Semua orang pun menoleh saat mendengar teriakan itu, wanita muda yang sedang memukuli wanita paruh baya itu pun langsung mendengar melihat Xiao Xie dengan tajam
"Siapa kau berani-beraninya berteriak pada putri ini?" teriak wanita muda itu
"Putli apa yang cuka memutul? talau tamu itu putli halus memiliti empati" ucap Xiao Xie
"Kau... Jangan ikut campur bodoh" ucap wanita muda itu marah karena tidak terima di bilang tak memiliki empati
"Tenapa malah? atu Tan omong apa ada nya? tamu tat memiliti empati" ujarnya lagi
"Pengawal... pukul bocah kurang ajar itu untuk ku" teriak nya dengan sombong
"Putul atu? hahaha... tamu mampuh?" ledek Xiao Xie. pengawal yang ingin memukul Xiao Xie pun maju saat sampai lima langkah lagi tubuh mereka langsung terpental jauh
"Berani sekali tamu seperti kalian ini melukai tuan putri kekaisaran Xianxian...." teriak pengawal pribadi Xiao Xie
Para penjual yang tahu siapa gadis cadel itu. bersorak gembira, Xiao Xie pun mendekati gadis muda yang memukul paruh baya
PLAK
Wajah gadis muda itu di tampar dengan sang kencang oleh Xiao Xie
"Catit Tan? itu juga yang dilaca bibi ini" ucap Xiao Xie sambil membantu bangun wanita paruh baya
"Tamu memutul Olang tanpa pelacan? bibi ini juga manucia tau" ucap kesal Xiao Xie
"Gege Plajulit......" teriak Xiao Xie memanggil penjaga gerbang
Wushhhh
Jendral muda yang tadi memberi pelajaran pada seorang pemuda pun datang
"Hormat yang mulia tuan putri bungsu... ada masalah apa yang mulia sampai berteriak?" ucap Jendral muda
"Lempal meleta... meleta belani-belaninya membuat tegaduhan dicini" ucap Xiao Xie
Jendral muda itu melihat gadis kecil seumuran pangeran pertama dan beberapa prajurit yang terpental. dia mengangkat kedua alis nya seolah bertanya kenapa mereka bisa seperti itu
"Kalian membuat Keributan di kekaisaran ini?" tanya tajam Jendral muda
"Ja jangan coba-coba kamu menyentuh ku, aku ini putri ke tujuh Kaisar Ling" ucap Putri Ling yang gugup karena melihat kemarahan di wajah lelaki yang seumuran dengan Gege nya
"Ini kekaisaran Xianxia.... bukan kekaisaran Anda Putri ketujuh" jawab jendral muda dan segera memanggil para prajurit untuk lempar mereka kembali kekaisaran Ling
"Dacal tat tahu malu... Xie'el di lawan
TBC