NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Perjaka

Dinikahi Duda Perjaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lidya Amalia

Hari yang seharusnya menjadi hari yang paling bahagia, tapi nyatanya tidak.
Hari yang seharusnya berganti status menjadi seorang istri dari lelaki bernama Danish, kini malah berganti menjadi istri dari lelaki bernama Reynan, tetangga barunya. Yang katanya Duda.
Dia adalah Qistina Zara, bagaimana kisahnya? kemana Danish? kenapa malah menjadi istri dari lelaki yang baru dikenalnya?
yuk, ikuti kisah Zara di sini😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegelisahan Zara

Mendengar itu, Keysa menangis. “Aku cuma mau kamu, Mas. Aku cuma mau nikah sama kamu,” ucapnya dengan setengah berteriak.

“Key … udah, ya. Jangan kayak gini,” ujar Sofi.

“Apa aku harus bertelanjang dulu di depan kamu, Mas. Supaya kamu mau menikahi aku?” Keysa bicara seperti itu pada Reynan, ia tidak menghiraukan ucapan Sofi.

Reynan beranjak dari duduknya setelah mengusap wajahnya dengan kasar.

“Rey pulang Pah, Mah. Percuma juga disini. Bebal orangnya,” kata Reynan.

“Mau kemana kamu, Mas?” tanya Keysa dengan berteriak.

Reynan terus berjalan, ia tidak memperdulikan Keysa.

Namun …

“Kamu keluar dari rumah ini, berarti kamu akan lihat jenazah aku, Mas.” Keysa bicara dengan gunting yang sudah ada di tangannya.

Reynan memberhentikan langkahnya. Namun ia tidak menoleh.

“Jangan berbuat gila, Keysa.” Joko langsung membentak sang anak. Apalagi ia melihat ada benda itu ditangan Keysa.

Bagaimana bisa, sang anak membawa benda seperti itu?! Pikirnya.

“Sudah ya sayang … ayo kita pulang,” ucap Sofi dengan suara lembut, tidak dipungkiri is juga khawatir.

Tidak hanya orang tua Keysa, Reza dan Yola pun turut bingung, cemas, khawatir, takut Keysa berbuat nekat.

“Kalo kamu keluar dari rumah ini, kamu akan melihat jenazah aku, Mas.” Keysa kembali bicara. Sorot matanya cukup tajam, penuh dengan emosi.

Reynan menghela napas kasar, lalu ia pun menoleh. “Terserah saja. Saya tidak akan luluh, cuma dengan ancaman seperti itu. Logika saja, mana ada orang mau menyakiti dirinya sendiri,” ucap Reynan disertai senyum sinisnya.

“Rey …”

“Rey …”

Secara bersamaan, Reza dan Yola mengingatkan sang anak. Bukan apa, setidaknya Reynan menurunkan egonya sedikit, sampai Keysa merasa tenang.

Takutnya … Keysa benar-benar nekat dan akan berujung fatal nantinya.

Keysa tersenyum getir. “Aku tidak bohong, Mas. Aku serius.”

“Lalu sekarang mau kamu apa, hah? Saya capek dengan segala dramamu itu.” Suara Reynan pun naik, sungguh ia lelah mengahapi drama Keysa.

“Nikahi aku, Mas. Nikahi aku!”

Reynan terkekeh kecil. “Kamu memang bebal, ya. Saya tidak mau. Saya sudah punya istri dan saya cinta dan sayang pada istri saya. Mustahil jika saya menikahi kamu.” Setelah bicara seperti itu, Reynan pun pergi.

Tetapi …

“Keysa!” Pekik Sofi, kala ia melihat sang anak menancapkan benda itu ke perutnya.

Brugh!

Keysa pun terkulai lemas, lalu jatuh ke atas lantai. Cairan merah mulai keluar dari perut Keysa.

“Pah …” Yola menoleh pada Reza dengan wajah khawatir.

“Rey …” geram Reza. Namun setelah itu, Reza pun langsung menyuruh sopir untuk menyiapkan mobil.

“Ayo kita bawa ke rumah sakit,” ucap Reza.

Tidak menunggu lama, Joko langsung menggendong Keysa lalu ia memasukkannya ke mobil yang sudah disiapkan sopir Reza.

Reynan mengusap wajahnya dengan kasar, ia tidak menyangka jika Keysa benar-benar melakukan hal yang mengancam nyawanya.

“Rey …” Reza berjalan ke arah Reynan.

“Pah … gimana ini?” Tidak dipungkiri, Reynan merasa shock dengan kejadian ini.

“Kita ke rumah sakit dulu,” kata Reza pada Reynan.

“Mama ikut,” ujar Yola.

Akhirnya, mereka pun pergi ke rumah sakit.

***

“Gimana keadaan Keysa?” tanya Reza pada Joko.

“Lagi ditangani dokter,” jawab Joko singkat.

Tidak lama, dokter keluar dan memberi tahu jika Keysa akan dibawa ke ruang operasi.

Keysa harus melakukan operasi, karena luka tus*kan itu cukup dalam sampai melukai usus.

“Lakukan yang terbaik. Dok,” ucap Joko.

Dokter menganggukan kepalanya. Bersamaan dengan itu, Keysa sudah berada di atas brankar dengan dua perawat yang mendorong.

Nampak wajah Kesya yang pucat, hati Joko pun terenyuh.

“Kamu kuat. Key,” ucap Joko.

Keysa tidak menjawab.

Keysa mengedarkan pandangannya. Saat melihat Reynan ada disana, Keysa pun tersenyum.

Melihat itu, hati Joko kembali terasa perih.

Keysa dibawa ke ruang operasi, mereka pun turut ikut ke sana.

“Pasien akan kami tangani dulu. Mohon doanya ya,” ucap dokter.

Setelah Keysa masuk ke ruangan operasi, Joko langsung mengajak Reza dan Reynan untuk bicara. Akhirnya ketiganya pergi ke kantin.

Sedangkan Yola dan Sofi menunggu di depan ruangan operasi.

“Ini semua gara-gara anda Pak Reza,” ucap Joko.

“Ya. Saya akui, saya salah. Tapi disini tidak hanya saya, anak anda pun sama. Kenapa tidak bisa berlapang dada, tidak bisa menerima jika Rey sudah menikah.”

“Anak saya tidak bisa disalahkan begitu saja. Pertama, anda yang meminta. Kedua, anda ingin segera menikahkan mereka (Reynan dan Keysa). Dibalik keinginan Pak Reza itu, Pak Reza tidak bertanya lebih dulu pada Reynan. Seharusnya, sebelum Pak Reza ingin menjodohkan mereka, Pak Reza diskusi lebih dulu. Bukan Pak Reza memberitahu Reynan setelah perjodohan ini berjalan.”

Reza diam, ya ini memang salahnya. Semuanya gara-gara ia menduga jika sang anak memiliki kelainan, yaitu suka sesama jenis.

Reza membuang napas dengan kasar. “jadi sekarang mau Pak Joko apa?”

“Reynan tetap harus menikahi Keysa,” ucapnya.

“Tidak! Sampai kapan pun, saya tidak akan menikahi Keysa.”

“Rey … tolong-lah. Nikah kontrak pun tidak apa-apa. Jangan lama-lama, tiga bulan cukup,” ujar Joko.

“Tidak. Saya tidak bisa.” Reynan tetap menolaknya.

Reza berdehem. “Begini saja, sebagai gantinya, bagaimana jika saya memberikan saham lima belas persen?”

Joko tersenyum getir. “Saya tidak mata duitan. Lagian, tidak semuanya selesai dengan uang, Pak Reza. Intinya, saya mau pertanggung jawaban dari kalian berdua.”

“Kenapa saya harus bertanggung jawab? Pertama, saya tidak melakukan apapun. Kedua, saya dari awal sudah menolak perjodohan ini.”

Joko menggebrak meja. “ini salah kalian berdua, terutama anda Pak Reza. Anda sudah memberikan harapan besar pada anak saya. Sampai akhirnya anak saya benar-benar jatuh hati pada anak anda yang sombong dan arogan ini. Setelah itu, anda memutuskan harapan itu, karena anak anda menikah dengan wanita lain. Saya sebagai seorang Ayah, sakit melihat anak saya seperti itu. Keysa rela menurunkan harga dirinya, Keysa rela melakukan sesuatu yang mengancam nyawanya, demi kamu, Reynan! Cintanya padamu sudah besar, bahkan lebih besar dari cinta pada dirinya sendiri.” Joko diam sebentar, lalu ia menarik napas dan membuangnya dengan kasar.

“Coba renungkan, coba kalian balikan posisi Keysa sekarang pada anak dan adik kalian, Salsa.” sambungnya.

“Apa yang akan kalian lakukan? Apa yang akan anda lakukan Pak Reza, jika anak anda diberi harapan palsu? Apa yang akan kamu lakukan Rey, kalo adik kamu diperlakukan laki-laki, seperti kamu memperlakukan Keysa sekarang?”

Reza dan Reynan diam.

“Saya cuma minta, kamu nikahi Keysa, Rey. Tidak lama, cukup tiga bulan saja. Nanti dibuat perjanjian hitam diatas putih.” Setelah bicara seperti itu, Joko pergi. Meninggalkan Reza dan Reynan yang masih diam dengan pikiran yang bercabang.

***

Sedangkan di Tangerang, saat ini Zara sedang gelisah. Tidak ada kabar dari Reynan.

Saat ini sudah menunjukan pukul tujuh malam, tapi Reynan masih belum mengabarinya.

“Apa gue chat duluan?” batin Zara.

“Ah gak usah. Nanti dia kegeeran.”

“Tapi … kenapa belum ngabarin?”

“Dia baik-baik saja, ‘kan?”

Zara berdiri, lalu ia duduk, lalu berdiri lagi seraya menggigit kuku jarinya.

“Ish … chat ajalah. Bodo amat mau geer atau apa. Gue cuma mau tanya dia, udah sampai apa belumnya?!”

Zara terus berperang dengan hati dan pikirannya.

Akhirnya, ia pun memutuskan untuk mengirim pesan lebih dulu.

(Udah sampai belum?) Pesan itu pun, terkirim. Ceklis dua, tapi masih berwarna abu.

“Ish … kemana sih dia.”

Tok tok.

Pintu kamar Zara diketuk dari luar.

Lekas Zara pun membukanya.

“Iya, Bi. Kenapa?”

“Kata Ibu, keluar. Tahlilnya udah mau dimulai,” ucapnya.

“Iya, Bi.”

Helaan napas keluar dari mulut Zara. Ia letakkan ponsel itu di atas nakas, lalu ia pun keluar dari kamar untuk ikut tahlil. Ini adalah tahlil sang Nenek yang ketujuh.

Sampai akhirnya tahlil selesai, Zara buru-buru ke kamar untuk mengecek apa sudah ada balasan pesan atau belum dari sang suami.

Namun …

Helaan napas kembali Zara lakukan saat melihat ponselnya.

Tidak ada balasan, apalagi panggilan telepon. Bahkan chat-nya pun belum dibaca sama sekali.

Sungguh, Zara dibuat kecewa oleh seorang Reynan Ghani Utama.

***

ada yang minta up sore, aku kabulin. selamat membaca...

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
mending cia keluar dri rumah, kan bisa ngekost biar ayahnya yg gak tau diri belajar bertanggung jawab sama istri barunya...
fatih faa
lanjut thor
Lidya Amalia: siap kk
total 1 replies
Sriati Rahmawati
Keysa biar nikah sama bpknya Reynan saja🤣🤣🤣🤣
Lidya Amalia: gak mau dia, Reza udah berumur😅
total 1 replies
Lidya Amalia
aduh jangan dong🤭
Dian Romadhon
Kalo ampe mau nikahin keysa beneran fix saya hengkang ya thor
fatih faa
semangat terus thor
Lidya Amalia: siap kk🥰
total 1 replies
fatih faa
lanjut Thor update sore
muna aprilia
lanjut
Titik Sofiah: awal yg menarik ya Thor moga konfliknya nggak trlalu berat
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!