NovelToon NovelToon
SERIBU LANGKAH PAPA

SERIBU LANGKAH PAPA

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga / Chicklit
Popularitas:52k
Nilai: 5
Nama Author: Hellena24

Ellena adalah sosok gadis yang mandiri, kuat, keras kelapa, sedikit kasar, namun hatinya baik dan murah hati. Ellena sangat sering membantu teman-teman di daerahnya yang kurang mampu.

Ia dibesarkan dari sepasang suami istri yaitu Papa dan Mamanya, yang memulai hidup berumah tangga dari O saat mereka menikah, sampai mereka membuka bisnis dan hidup berkecukupan.

Masa pertumbuhan Ellena, ia mendapat didikkan yang sangat keras oleh Papanya. Karenaa banyaknya pengalaman saat merantau semasa muda, menjadikan Papa Ellena sangat keras dalam mendidik anak-anaknya. Begitu juga dengan Ibunya yang menjadi guru SD dan SMP didaerahnya. Ia adalah wanita mandiri.

Papa Ellena sering melayangkan tangan, kaki, barang atau pun dengan ucapan yang keras dan kasar kepada Ellena dan Mamanya.

Ellena memilih satu Adik laki-laki yang sangat di sayangi oleh Papanya. Dibanding terbalik dengan Ellena.

Karena semua itu, bertahun-tahun lamanya, Ellena memendam kebencian terhadap Papanya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hellena24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Belanja Keperluan Bakti Sosial

Ellena dan Esi berjalan mengelilingi setiap sudut hypermart di lantai satu gedung mall itu, dengan bergantian mendorong satu keranjang belanjaannya.

Di dalam keranjang itu sudah terdapat tisu basah tiga pack yang sudah diplester karena tisu basah itu beli dua pack dapat gratis satu pack. Ada tisu kering satu pack isi 250 helai. Pop mie delapan pcs, empat milik Ellena dan empat milik Esi. Ada beberapa bungkus cemilan snack milik keduanya. Dan ada satu pack minuman susu bubuk yang berisi satuan bungkus sasetan.

“Len, kamu beli sikat gigi baru gak?” tanya Esi pada Ellena.

“Gak Es, sikat gigi ku banyak di kosan. Setiap pergi beli sikat gigi baru terus. Sayang masih sekali dua kali pakai. Bawa salah satu dari itu aja aku.” jawab Ellena.

“Aku beli lah, sikat gigi ku itu tinggal, satu-satunya di tambah sudah lumayan lama hehe…” kata Esi sambil tertawa.

“Iya sudah beli saja yang baru, yuk…” kata Ellena menarik ujung keranjang belanjaan yang Esi dorong dengan menggunakan tangan kanan nya. Mereka berjalan ke arah rak keperluan mandi.

“Oh iya Es, kita beli sampo rentengan aja yuk. Jadi sekali pakai satu bungkus habis, langsung buang. Gak ribet kita bawa satu botol gitu. Berat kan?” kata Ellena.

“Iya, betul itu Len. Tapi ada kah di sini jual sampo sasetan?” kata Esi bertanya sambil tersenyum.

“Nah itu aku gak tahu Es, haha… Tapi coba kita cari, harus nya ada dong. Di sini kan lengkap, barang-barangnya.” kata Ellena menjawab.

Tidak membutuhkan waktu lama Esi dan Ellena menemukan sampo sasetan yang mereka inginkan.

“Nah, kan ada. Banyak pilihan malah!” kata Ellena lagi.

“Iya, kita beli ini saja ya. Rambut ku rontok.” kata Esi sambil memberikan satu rentengan sampo yang khusus untuk perawatan rambut rontok.

“Iya sudah ini saja, aku kan di kosan emang pakai sampo ini Es.” jawab Ellena.

“Oh iya, lupa aku! Cocok gak kamu pakai sampo ini? Rontok nya berkurang gak?” tanya Esi.

“Perasaan sama aja, Es. Cuma rambut ku kan lebih ke putus-putus, bukan rontok dari akarnya. Akibat di warnain kemarin jadi rusak rambut.” kata Ellena menjawab dengan ekspresi sedihnya.

Esi dan Ellena terlihat sedang mengantri di kasir. Itu menandakan kedua gadis ini sudah selesai membeli semua kebutuhan yang akan mereka gunakan saat berada di daerah perdesaan tempat mereka bakti sosial besok.

Terlihat antrian yang begitu panjang saat ingin membayar, membuat Ellena dan Esi merasa lelah karena terlalu lama berdiri. Di tambah saat memilih barang-barang tadi, mereka juga sudah hampir berjalan mengelilingi ke semua sudut luasnya hypermart itu.

Mengelilingi sudut demi sudut rak barang-barang yang tersusun rapi di hypermart itu, mulai dari pintu masuk ada peralatan rumah tangga dari lemari kecil, meja kecil, rak-rak. Lanjut ke bagian elektronik, ada kulkas, tv, setrikaan dan segala macam elektronik kebutuhan rumah tangga semua ada tersedia. Lanjut ke bagian barang-barang dapur, seperti sendok, piring, gelas, mangko dan lain-lain. Lalu berpindah ke area buah-buahan, sayuran beserta lauk pauk dan sangat banyak area barang-barang lain yang mereka lewati dan lihat satu persatu.

Kedua gadis itu tidak membeli atau sedang mencari semua barang-barang itu, namun saat mereka mampir ke hypermart mereka akan selalu mengelilingi dan melihat barang-barang itu hanya untuk mencuci mata saja. Begitu juga dengan teman-teman Ellena yang lain.

Bahkan terkadang saat mereka bosan, atau sedang menunggu jadwal menonton bioskop mereka mampu mengelilingi satu mall. Yang belanja palingan hanya satu dua orang saja, yang lain hanya mencuci mata. Bukan tidak punya uang atau sedang irit, tapi prinsip mereka memang gadis-gadis yang tidak boros. Entah karena mereka adalah anak akuntansi atau memang sudah ajaran dari sononya. Membeli barang hanya sesuai kebutuhan saja. Yang sesuai keinginan apakah tidak boleh? Boleh-boleh saja, tetapi sesuaikan lagi dengan kebutuhan dan juga dengan pemasukan yang kita dapat.

Kesembilan gadis ini belum bekerja, mereka berada di kota ini hanya fokus untuk belajar dan tugas mereka adalah menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan benar. Itu lah pesan dari masing-masing orang tua kepada mereka. Jadi belum waktunya atau tidak wajar kalau saat ini mereka berfoya-foya dengan menggunakan uang jajan dari orang tua.

\=\=\=\=

“Len, biar aku saja yang bawa motor.” kata Esi saat mereka berdua masing-masing membawa kantong belanjaan dan setelah tiba di parkiran sepeda motor di mall itu.

“Oke, kita ke tempat percetakan spanduk dulu ya.” jawab Ellena.

“Oke, Len!” kata Esi setuju.

Saat berada di atas motor, kedua gadis ini berbincang-bincang mengenai apa saja yang ingin mereka bicarakan. Terkadang mereka terlihat sama-sama tertawa menceritakan hal yang lucu.

“Oh iya Len, aku mau cari sendal jepit buat di kampung besok itu.” kata Esi lagi, saat mengingat kebutuhannya.

“Kamu mau cari sandal jepit yang modelan gimana? Jangan yang cantik-cantik, kita belum tahu medan di sana bagaimana. Bagusan beli sandal swallow aja, Es. Yang ada duri-duri nya itu. Sangat nyaman dan cocok di pakai di kampung. Gak licin lagi.” jelas Ellena, kebetulan sesuai dengan pengalaman yang sudah pernah ia alami saat mengikuti bakti sosial sebelumnya.

“Oh, yang banyak warna itu ya? Yang ada warna merah, hijau, orange itu kan?” tanya Esi membenarkan.

“Iya es, udah enak di pakai, harga merakyat lagi. Kita juga pakainya kan di kampung, gak perlu gengsi-gengsian. Kalau kamu beli yang bagus terus bawa ke sana, tar hilang, rusak, sudah pasti ke injak-injak sama orang-orang. Sayang kan?” kata Ellena lagi.

“Benar tu, Len. Tar cari itu aja lah.” jawab Esi membenarkan pendapat sahabatnya.

“Kalau sendal swallow itu, warung depan gang kita juga ada jual Es. Waktu kita bakti sosial ke Anjugan kemarin kan, aku beli di situ.” jelas Ellena lagi.

“Ya sudah nanti beli di situ aja.” jawab Esi.

\=\=\=\=

“Pak, saya mau ambil spanduk. Ini notanya!” kata Ellena kepada Bapak yang duduk di meja kasir dan sedang menjaga tokonya itu.

“Oh iya, sebentar ya.” jawab nya ramah.

Bapak itu memberi nota dari ellena kepada salah satu karyawannya. Dan karyawannya kembali dengan membawa spanduk pesanan Ellena.

“Boleh saya buka dulu, Pak? Untuk melihat gambarnya?” tanya Ellena sambil tersenyum.

“Iya boleh dong, Mbak.” jawab Bapak itu sambil tersenyum kembali kepada Ellena dan berdiri menghampiri Ellena untuk membatu membuka spanduk yang lumayan besar itu.

“Oke ni Pak, sudah benar. Sesuai dengan pesanan saya.” kata Ellena lagi.

1
Di babb ini kita dapat menyimpulkan .. jangan menunda-nunda pekerjaan yang bisa kita kerjakan sekarang... 🤭🤭🤭
Malaikat berhati batu 😂😂 bukan nya yang namanya malaikat gak punya hati ya 🤭🤭🤭maaf klo salah 🤭🤭🤭🤭🤭🏃🏃🏃🏃🏃
Ela Jutek
seng sabar non tu pasti chat lupa waktu jadi ribet sendiri😂😂
玫瑰
next please
𝒯ℳ
Keren
𝒯ℳ
Numero ☝️ buat komen dan like oyeeeeee
𝒯ℳ
Orange seharusnya
𝒯ℳ: Kalah taruhan ?
total 4 replies
𝒯ℳ
Sunblock dan eyeliner..... maap kepo ratu
Siti H: lha.. bisa2nya tau alat make up🤣🤣😅😅🤭
total 1 replies
𝒯ℳ
Hairdryer seharusnya ratu
𝒯ℳ
Harusnya alarm ratu... bkn alaram 🙏🙏🙏
玫瑰
Kehidupan kampus yang sungguh dirindui..
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐: yuk kak kita ikut bus ellena dkk aja 😂
total 1 replies
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Esi pemborosan 🤣, belanja sesuai kebutuhan bukan ke inginkan. Tapi kalau uang sudah banyak sih gak masalah haha
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Iyaa sama suka pink juga wkwk
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Compalek wkwk, itu seperti di tawarin makan harus di colet
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Terus aja es, terusss sampai sana. Masih terus lagi 🤣🤣
🦋⃟ℛ★Bintang☀️✡️ᴬ∙ᴴ࿐
Kebayang dua cewek ini duduk di atas motor wkwk
玫瑰
Next
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐: Done kk hihi
total 1 replies
Ela Jutek
nah kan ada yg lupa lagi tu si Esi, untung belom malem coba bawa koper aja ntar kalo udah tutup toko nya ya hee
Ela Jutek: hooh bener tu kak😂
total 6 replies
Alhamdulillah akhirnya up juga meski hanya satu babb 🥰🥰🥰.... semangat kk ..
next next
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐: Makasih dek udah doain jadi kk up hari ini wkwk
total 3 replies
🥀⃟ʙʀ 🎀 🅐🅨🅐 🎀
kehidupan yg sangat keras dihadapi oleh Ellena dan keluarganya..ikut kesel bacanya ngelihat kelakuan papanya yg gk punya hati bgt..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!