Adara hamil, sialnya ia tidak tahu ia hamil anak siapa. Yang ia ingat terakhir kali hanyalah dirinya terbangun dalam keadaan telanjang bulat bersama dengan empat sahabat laki laki nya yang juga tidak mengenakan pakaian apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theshittyqueen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA PULUH
Cherryl tidak bisa lepas dari Markus sejak kepulangan Markus.
Sesaat pesta ulang tahun Cherryl berakhir, dan malam semakin larut. Dimana sudah waktunya Cherryl untuk tidur, Markus pamit pergi. Pulang ke rumah orangtuanya.
Cherryl melarang, ia bilang ia ingin tidur ditemani Markus. Hal yang selama ini ia impikan. Tidur dalam pelukan Papa Markus nya.
Markus mengiyakan, namun nampaknya semua itu belum memuaskan bagi Cherryl.
Gadis kecil itu menepati apa yang ia katakan, ia ingin memamerkan Papa nya kepada teman teman nya.
Cherryl pergi ke taman bermain dengan Papa nya, sengaja bermanja-manja dengan Markus di depan teman teman nya. Cherryl ingin menunjukkan bahwa dia juga punya Papa. Bukan hanya mereka saja yang memilikinya.
Cherryl senang akhirnya ia bisa menghabiskan waktu dengan Markus. Tapi disatu sisi Cherryl sedih, karena Markus tidak tinggal satu rumah dengannya.
Ia harus berpisah dari Papa nya itu. Meski Markus tinggal di rumah sebelah tetap saja itu tidak membuat Cherryl puas.
Cherryl ingin seperti teman teman nya, Papa dan Mama nya tinggal bersama. Makan bersama, pergi jalan jalan bersama.
Bukannya menjaga nya bergantian seperti ini, bukan ini yang Cherryl harapkan.
“Papa Markus tidur disini lagi ya seperti semalam.” Cherryl memohon agar Markus mau menginap lagi disini, Cherryl ingin saat ia bangun ada Papa dan Mama nya, sarapan dengan Papa dan Mama nya dan juga bermain dengan Papa dan Mama nya.
“Cherryl sayang, Papa tidak jauh kok. Kalau Cherryl rindu Papa, atau ingin sesuatu Cherryl bisa datang ke rumah Oma Sabrina, Papa ada disana.”
Cherryl cemberut, bukan itu yang dirinya inginkan. Namun Cherryl juga tidak bisa keras kepala dan memaksakan kemauannya.
Jika dirinya nakal, mungkin Markus akan pergi lagi. Cherryl tidak ingin jauh dari Papa nya lagi.
Cherryl hanya mengangguk meski hatinya tidak rela. Ia harus melepaskan Papa nya pulang ke rumah Oma Sabrina.
Ketika Markus pergi, saat itu juga Cherryl berbalik dan berlari kearah Adara. Memeluk kaki Adara dan menangis disana.
“Mama.. kenapa Papa tidak tinggal sama kita aja? Kenapa harus pulang kerumahnya Oma Sabrina? Papa Mama nya Andrew tinggal sama sama kok, tapi kenapa Mama dan Papa Cherryl enggak?”
Adara menghela nafas berat, ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada putrinya. Tidak mungkin Adara mengatakan bahwa dirinya dan Markus tidak punya hubungan apa apa. Dan tidak seharusnya tinggal bersama.
Adara hanya diam, menepuk nepuk punggung Cherryl. Berharap hal itu bisa membuat Cherryl tenang.
***
Aaron kembali mendapat kunjungan dari Clara, mantan Ibu mertua nya.
Tapi kali ini Clara datang membawa kabar yang entah Aaron sendiri tidak bisa mengatakannya itu kabar baik atau kabar buruk untuknya.
Markus sudah kembali. Dan Cherryl juga menyayangi Markus.
Tentu saja, Markus adalah Ayah kandungnya. Sudah jelas bahwa Cherryl menyayangi Markus.
Masa tahanan Aaron sendiri sudah tidak lama lagi, sebentar lagi ia bisa menghirup udara bebas.
Namun di benak hati Aaron, ia bertanya tanya. Untuk apa ia bebas jika ia hanya akan melihat orang yang dicintainya bahagia dengan orang lain.
Aaron tahu bahwa Adara dan Markus tidak bersama, tapi Aaron tahu diri. Jika ia tetap memperjuangkan Adara, ia hanya akan berakhir kalah.
Markus sudah pasti menang.
Pertama karena Markus adalah Ayah kandung Cherryl.
Kedua karena Markus lebih memiliki tempat besar di hati Adara selain Aaron.
Aaron tahu hal itu karena jika bukan dengan rencana ia selama ini Adara tidak akan pernah melihatnya sebagai seorang laki laki, Dimata Adara dirinya ini hanya lah seorang sahabat.
Tapi dengan Markus? Aaron bisa merasakan perbedaan nya ketika Adara menceritakan tentang Markus kepadanya. Meski Adara terus mengatakan bahwa ia membenci Markus, tapi Aaron tahu bahwa sebenarnya Adara menyayangi Markus. Hanya saja semua itu tertutupi oleh amarahnya, kecewa, dan juga ke egoisannya sendiri.
“Apa yang kau pikirkan Aaron?” tanya Clara karena melihat Aaron melamun. “Kau memikirkan Cherryl?”
Aaron hanya menganggukkan kepalanya saja.
Clara tersenyum lembut, “Kau tidak perlu khawatir, kami tidak berencana untuk menutupi tentang dirimu kepada Cherryl. Suatu hari nanti kami akan menjelaskan tentang dirimu, dan ketika kau bebas nanti kau bisa menemui nya dan bermain dengan nya seperti dahulu lagi.” Clara menatap Aaron dengan tatapan penuh kasih sayangnya, “Dengarkan aku Aaron, kau memang pernah berbuat salah. Tidak apa apa kau bisa memperbaiki semuanya, meski kau bukan lagi menantu ku.. kau tetap lah bagian dari kami. Kau putra angkat kakak ku, berarti kau keponakan ku. Ah tidak.. kau putra ku juga, bagaimana pun kau tetap putra ku. Jadi jangan pikirkan apapun, dan mulai lah hidup yang baru dengan menjadi Aaron yang lebih baik lagi, mengerti?”
Aaron menganggukkan kepalanya sembari menahan tangis, ia masih diberi kesempatan, di beri tempat oleh orang orang yang telah ia bohongi. Jikalau Aaron tahu ia akan di terima di keluarga ini dengan baik, Aaron tidak akan melakukan hal bodoh itu.
Hal bodoh yang menyakiti banyak orang.
sukses
semangat
mksh