NovelToon NovelToon
My Perfect Husband II

My Perfect Husband II

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:960.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: dasp.98

ketika semua sudah membaik dan di penuhi cinta, orang dari masa lalu datang.

akankah bara bisa mempertahankan cintanya?

atau perlahan masa lalu bara menggeser kedudukan clara dalam hati bara?

atau malah clara yang mengalah untuk masa lalu suaminya yang datang kembali?

temukan jawabannya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dasp.98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ch 29

Semenjak Claudia dan Patricia memergoki Bara yang tengah bersama Tina. Bara mulai berhati-hati pada kedua teman Clara tersebut. Bahkan Bara jadi makin posesif pada istrinya. Meskipun Bara harus menahan semua rasa rindunya pada Tina.

Inget Tina oon, Tina jelek! Batin Bara menguatkan dirinya tiap kali ingin berlari menemui Tina.

Bara juga berusaha tenang dan fokus ke istrinya saja. Meski ia akui sangat sulit.

"Lama?" tanya Clara pada Bara yang menunggunya di depan ruang kelas.

Bara hanya menggeleng lalu membawakan barang-barang milik istrinya dengan senyumnya yang mengembang.

Ini hubunganku halal, aku gak bisa egois. Batin Bara saat melihat istrinya yang mudah lelah dan berkeringat saat hamil.

"Adeknya laper kak, cari makan yuk!" ajak Clara pada suaminya.

"Oh, anak ayah laper ya? Mau makan apa sayang?" tanya Bara antusias.

"Em, apa ya? Aku jadi bingung," jawab Clara sambil berjalan beriringan dengan suaminya ke mobil.

"Ke hotel gimana? Habis ini jam ku kan?" tanya Bara.

"Iya, boleh. Eh ada bakwan malang Kak!" ucap Clara saat melihat gerobak bakwan malang yang terparkir di ujung parkiran.

"Mau itu?" tanya Bara.

Clara langsung mengangguk dengan antusias lalu menggandeng suaminya dan duduk manis setelah memesan.

"Dulu aku sama Bob suka makan bakwan malang. Aku mau bawain buat Bob juga ah," ucap Clara sambil menerawang membayangkan masa nakalnya dulu.

Bara hanya diam dengan wajahnya yang cemberut dan langsung bad mood mendengar ucapan istrinya.

"Pak pesen empat di bungkus ya," ucap Clara lalu menatap suaminya yang cemberut.

"Makan yang banyak aja di sini gak usah di bawa!" ketus Bara .

"Aku mau berbagi masa laluku sama kakak. Kok malah marah gini," ucap Clara lalu menggenggam tangan suaminya.

"Yaudah boleh bawa pulang. Tapi Bob jangan dibagi," ucap Bara yang langsung posesif.

"Dibagi sesuap?" tanya Clara pada suaminya sambil menatapnya geli.

"Gak boleh juga! Adek dukung ayah dong bunda nakal tuh!" ucap Bara ngotot sambil meminta dukungan pada bayi dalam kandungan Clara.

"Hahaha kakak ada-ada aja adek mana ngerti gituan," ucap Clara sambil tertawa terbahak-bahak.

***

Perasaan Tina benar-benar hancur saat melihat Clara dan Bara yang begitu mesra. Bahkan saat melihat Bara yang bertingkah kekanak-kanakan pada Clara pula yang membuatnya makin tersakiti dan sadar dimana tempatnya bila di banding Clara.

Dengan perasaan yang berkecamuk Tina meninggalkan Clara dan Bara. Niat awalnya yang ingin mengabari Bara ia urungkan. Sesak dan sakit. Hanya itu yang Tina rasakan hingga ia hanya bisa terdiam di dalam mobilnya yang terparkir tepat di samping mobil Bara.

Candaan dan kemesraan Bara dan Clara terlihat begitu jelas dari posisinya saat ini hanya saja suara Bara yang tak terlalu jelas terdengar. Tina makin kesal dan cemburu di buatnya.

"Harusnya aku yang disana!" gumam Tina sambil menggebrak setir mobilnya saat membayangkan bila ia bertukar posisi dengan Clara.

Tiap suapan Bara terlihat bagaikan sayatan bagi Tina. Bagaimana tidak, Bara hampir selalu bermanja-manja dan tak melepaskan pandangannya dari Clara. Tangannya juga kerap sekali mengelus perut Clara. Senyuman seolah tak pernah luntur dari wajah tampan Bara yang sangat berbeda saat bersama Tina. Jangankan untuk senyum, tenang pun Bara tak mampu.

Dengan perasaannya yang tersakiti. Tina pergi meninggalkan suguhan keharmonisan rumah tangga mantan pacarnya itu. Tanpa tujuan jelas Tina pergi dan terus menginjak pedal gasnya. Hingga ia berhenti di salah satu kafe.

"Americano satu!" pekik Tina begitu masuk ke dalam kafe yang cukup sepi itu.

"Kamu ngapain kesini?" tanya Robi yang sedari tadi sudah ada disana bersama Bob yang bingung memilih menu yang akan dipesannya.

"Bukan urusanmu!" jawab Tina lalu duduk begitu saja dengan kesal.

"Bang gue pesen ayam kremes boleh?" tanya Bob yang meminta ijin pada Robi.

"Ah iya boleh," jawab Robi lalu menerima buku menu dan catatan dari Bob.

"Lo mau apa kesini? Bikin gak mood makan tau gak! Mati sana!" umpat Bob yang langsung emosi saat melihat Tina.

Beberapa pengunjung langsung menatap ke arah Bob yang membuat keributan. Robi yang refleks langsung mendorong Bob hingga terduduk di bangku milik Tina.

"Kamu kenapa sih Bob, jangan teriak-teriak," bisik Robi yang ikut duduk bersama Bob yang baru saja duduk.

"Barbar," sindir Tina lalu memutar bola matanya dengan jengah.

"Kamu mau ganti tempat makan siang dimana?" tanya Robi yang tak menghiraukan Tina.

"Pantas Bara gak suka sama kamu. Aku yakin Clara juga terpaksa jadi temenmu, arogan, pecandu, gak punya sopan santun. Gak ada orang yang mau sama sampah masyarakat kayak kamu! Liat gimana kamu. Ngomong gak sopan, sama cewek lagi. Penampilan gembel. Apa kamu gak pernah diajari tata kra_"

Ucapan Tina terpotong karena Robi yang langsung menamparnya dan menarik Bob pergi begitu saja. Bob hanya diam pasrah mengikuti langkah Robi.

###

"Maaf soal Tina tadi," ucap Robi memulai pembicaraan memecah keheningan dalam mobilnya.

"Apa yang di bilang Tina gak salah juga. Aku emang kaya gitu, apa yang perlu di maafkan? Apa yang perlu ku sangkal?" ucap Bob sambil menghela nafas.

Robi langsung menepi begitu mendengarkan ucapan Bob yang tak tersinggung bahkan cenderung melunak.

Ekspresi itu, ekspresinya selalu jujur apa adanya. Aku suka! Batin Robi yang makin terpesona pada Bob.

"Eh Bang! Gue laper cari makan yuk! Yang ini gue yang traktir!" ucap Bob ceria.

Robi hanya menyeringit bingung mendengar ajakan Bob yang mendadak ceria. Tak hanya itu Bob bahkan menawarinya traktiran makan siang pula.

"Duit gue banyak Bang!" ucap Bob lagi ketika melihat reaksi Robi. "Lo mau makan apa? Sate kuda liar? Bakso? Iga? Sebut aja sebut! Gue traktir!" ucap Bob girang lalu mengeluarkan dompet Tina yang diambilnya.

Robi langsung membelalakkan matanya begitu melihat apa yang ditunjukkan Bob.

"Kapan kamu ambilnya?" tanya Robi cukup terkejut.

"Ada deh," jawab Bob santai lalu tertawa kecil. "Aku yakin pasti dia lagi repot sekarang. Sukurin biar tau rasa!" sambung Bob.

Robi hanya terdiam saat mendengar ucapan Bob sambil menatap Bob yang begitu senang dan puas. Sadar Robi tak ikut tertawa bersamanya Bob langsung terdiam sambil menatap Robi.

"Pantesan dari tadi anteng," komentar Robi lalu mulai tertawa bersama Bob. "Ayo cari tempat makan siang paling mahal!" ucap Robi semangat lalu tancap gas.

"Mantap Bang!" sahut Bob yang senang bukan main saat Robi menyetujuinya.

Rasain lo! Susah-susah noh! Emang gue pikirin! Malu-malu sana lo! Batin Bob girang karena bisa membalaskan sedikit dendam Clara yang akan muncul nantinya.

1
gelombang cinta
padahal bambang nama mantan ku kok jadi kucing 😭😭😭😭
Vera Wilda
yah sad ending ya Thor....
untung blm saya baca seluruhnya, langsung k endingnya, ternyata sad ending, maaf Thor saya gak jd baca 😊🙏
Vera Wilda
jd lelaki yg tegas Bara , jangan kasih harapan jika kamu gak mampu....
Vera Wilda
waduh baru juga mulai, langsung ganas pelakor nya
Lina RA
knp clara mati, ada y bisa mnjlaskan?
Shilla Wati
judul nya my perfect husband, tpi karakter baranya bgtu, dri mna perfect nya tour,
critanya jga sadis binggo
Ashry Huda Huda
mending g bca novelmu thor kurang mnarik bkin kcwa
Ashry Huda Huda
maaf thor klau critax hnya bgni akhir2x ko meninggal aq hapus saja novelmu aq g suka g mnarik
Ashry Huda Huda
loh loh loh ko jdi gni thor knp si clara tba2 sudah meninggal...clara harus hidup dong thor ksihan si bayi
Ashry Huda Huda
ini bara yg mn siih ko namax sama dng yg di sebelah .yg di seblah ankx kembar dua bima bimo nmx ank.jdi pusing dehhhh
Hanip Hanipah
semoga celara masih hidup awas ajah bara bersatu lagih sama Tina ga setuju
Wiwin Winarsih
gak sesuai ma judul deh... perfecnya gimana...
Andi Tenriwaru Indal'hasdin
ceritax menjengkelkan banget,knp hrus Clara yg meninggal bkn Tina,judulx jg nggak sesuai Thor🙏🙏
pyaoliang
nama kucingnya si bambang?? 🤣🤣🤣
pyaoliang
ngeri ya klo ada yg kek gini. mana suami blum move on
Susy Suelestari Nababan
baguslah kalau kamu sudah mulai sadar mas bara
Ardina Dina
aduh thor ending nya nyesek banget,, masa ci tina pelakor yang menang sih😭😭
Ardina Dina
sumpah kesel bnget sma semuanya ,,,,kok ikut" juga nutupin kebejtan bara

nyesek banget tau😥😖
Ardina Dina
si bara kurang tegas sih,,,masa pelakor di kasih celh buat masuk kerumah tangganga


klw aku jdi clara sih mnding lepasin aja tu bara biar tau rasa gimana rasanya ngehancurin rumah tangga sendiri😭😭😢
Ismi
iya gapapa Thor... bikin cerita baru lagi ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!