NovelToon NovelToon
( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:910.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puspa Herliyah

Kita Sama sebagai seorang Abdi Negara, mengabdi untuk Negara tercinta. Dimana dengan seragam yang kita kenakan di baliknya ada sebuah tanggung jawab.

Di balik seragam kita, ada Cinta yang tulus selain untuk Negara , Cinta untuk kamu Abdi Negara pujaan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kedok

Mobil Annisa berhenti tepat di depan rumah Dinas nya, terlihat Arka berdiri di depan teras rumah.

Annisa keluar dari mobilnya, yang di antar oleh Dimas yang saat itu ikut turun dari motor nya.

" Abang dari tadi? " Tanya Annisa.

" Dari mana kalian? " Jawab Arka sambil menatap ke arah Dimas.

" Tadi habis rapat Saya keluar sama Bang Dimas."

" Kamu keluar sama Mantan suami, dan tidak ijin sama Abang yang calon suami kamu." Ucap Arka dengan nada sedikit tinggi.

" Kamu jangan salah paham dulu Arka, kita pergi memang berdua tapi kami hanya mengobrol biasa." Ucap Dimas.

" Bang, makasih ya traktiran cokelat nya." Ucap Annisa mencoba mengalih perhatian.

" Abang pulang dulu." Ucap Dimas.

" Makasih Bang." Ucap Annisa.

Annisa menatap ke arah Arka yang menatap Dimas meninggalkan rumah Dinas Annisa.

" Abang Cemburu?" Tanya Annisa.

" Ya jelas cemburu lah masa nggak cemburu lihat calon istri nya jalan sama pria lain." Jawab Arka.

" Maaf ya Bang." Ucap Annisa sambil memeluk lengan Arka.

" Jangan ulangi lagi, Abang melihat kamu pulang sama Dimas."

" Iya Bang, maaf ya."

*****

" Sayang tumben kamu kesini." Ucap Siska saat Dimas datang ke rumah Dinas Siska.

" Jadi saya nggak boleh nih main kesini?"

" Ya nggak sayang bukan begitu, malah senang."

" Bikinin kopi dong sayang, kangen kopi bikinan kamu."

" Ok Saya bikin dulu ya."

Dimas pun lalu menyulut rokok nya lalu menghembuskan asap nya kesembarang arah.

" Tuh kan merokok lagi." Tegur Siska saat membawakan secangkir kopi.

" Biarin Saya merokok jangan di larang untuk saat ini."

" Tapi kan merokok nggak baik sayang."

" Kamu sudah tahu kebiasaan Saya dari dulu ya kayak gini." Ucap Dimas.

" Kamu ada masalah?" Tanya Siska yang membuat Dimas menatap nya.

" Cinta kamu ke saya bagaimana? " Ucap Dimas kembali bertanya.

******

" Bunda Ayah, Saya ingin melamar Siska."

" Kamu sudah yakin pilihan kamu jatuh sama Siska." Ucap Pak Ibrahim.

" Apa kamu yakin Siska jadi istri kamu? " Tanya Ibu Riana.

" Bunda Ayah, memang Siska suka hidup glamour, dia sosialita tapi hatinya itu baik. Saya mengenal Siska tidak satu tahun dua tahun tapi sudah lama."

" Bunda masih berharap Annisa jadi istri kamu."

" Annisa mencintai Arka Bunda, dia sudah milik Arka."

" Ya Arka, Camat Muda itu. Annisa kenapa bisa bertekuk lutut dengan dia, karena dia mempunyai daya tarik untuk Annisa, sedang kan kamu entah apa yang ada pada diri kamu hanya ego kamu yang tak Mau belajar menerima Annisa. " Ucap Pak Ibrahim.

*******

Annisa memandangi cincin yang terselip di jari manisnya, mengingat moment sakral saat Arka melamar nya hingga apa yang terjadi pada Arka.

" Apa Saya akan menikmati indah nya pernikahan, lantas Saya akan berpisah, atau Saya tidak sama sekali menikmati indah nya pernikahan."

Annisa tersenyum getir saat diri nya meratapi nasibnya, kisah cinta yang tak pernah berakhir bahagia.

" Kenapa harus kamu Bang, kenapa kamu lakukan ini Bang."

*******

Dimas pun menyelipkan cincin di jari manis Siska, tampak wajah bahagia Siska saat acara lamaran nya.

Wajah kedua orang tua Siska pun sangat bahagia, apalagi akan menjadi besan seorang Bupati. Namun tidak dengan Pak Ibrahim dan Ibu Riana yang tampak biasa saja.

" Makasih sayang, akhirnya selangkah lagi kita akan menikah." Ucap Siska.

" Jadilah wanita satu - satu nya untuk Saya, kita jalani kehidupan susah senang bersama."

******

" Ayah kenapa Bunda nggak senang Dimas melamar Siska." Ucap Ibu Riana saat setelah pulang dari acara lamaran Dimas dan Siska.

" Karena kita nggak sreg dengan Siska."

" Bunda hanya nggak suka karena Siska seperti itu, tidak seperti Annisa."

" Sudah ya Bunda, kita menggunakan berbagai cara pun mereka memang tidak pernah berjodoh."

******

Semua orang berlari ke Sana kemari karena kedatangan Ibu Bupati yang tanpa pemberitahuan, Annisa pun keluar saat melihat Mobil Polisi dan mobil warna hitam berplat no satu.

Annisa pun lalu menyambut Ibu Riana yang baru turun dari mobil, Mantan mertua dan mantan menantu itu saling berpelukan.

" Bunda kenapa datang tiba - tiba, jadi nya kami tidak menyambut Bunda." Ucap Annisa.

" Bunda kesini bukan urusan Dinas, tapi urusan pribadi."

" Mau bicara di ruangan Annisa atau di rumah Dinas? "

" Bicara di rumah Dinas saja lebih santai."

Annisa dan Ibu Riana pun berjalan memasuki rumah Dinas Annisa, tampak raut wajah Ibu Riana yang sangat nyaman dengan berada di samping Annisa.

" Bunda tumben ada apa kemari?" Tanya Annisa sambil membuatkan teh hangat untuk Ibu Riana.

" Tadi malam Dimas melamar Siska." Jawab Ibu Riana.

Annisa terdiam sejenak, lalu seutas senyuman ke arah Ibu Riana sambil membawa secangkir teh hangat.

" Abang sangat mencintai Siska Bund, Cinta Abang sama Siska sangat besar, tidak dengan Annisa."

" Bunda hanya masih berharap kamu kembali bersama dengan Dimas."

" Kita tidak saling mencintai Bund, kalau pun kita di satu kan kembali, semua nya tidak mungkin terjadi."

" Apa kamu memang benar - benar sudah tidak ada rasa sama anak Bunda?"

" Saat Abang menceraikan Saya, rasa itu hilang di hari itu juga."

" Bunda tidak bisa menerima Siska."

******

" Saya minta kamu jauhi Annisa."

" Kamu cemburu?"

" Pasti cemburu melihat calon istri nya jalan bersama mantan suaminya."

" Kamu tenang saja, Annisa tidak mungkin jatuh Cinta sama Saya, dan Saya pun sudah bertunangan dengan Siska."

" Bagus kalau begitu, jadi tolong jaga jarak dengan Annisa karena Saya tidak suka kamu dekat dengan nya." Ucap Arka.

" Saya akan tinggal kan dia, tapi dengan satu syarat berhenti lah menikmati yang bukan milik kamu, karena bila kamu tetap seperti ini semua mimpi akan hancur."

Arka menatap ke arah Dimas dengan penuh emosi dan mengepalkan kedua tangan nya dengan apa atas sindiran Dimas.

*******

" Apa tertangkap Polisi? " Ucap Pak Bowo saat mendapatkan kabar dari anak buah nya.

" Lantas Aldo di mana? "

Pak Bowo menggebrak meja saat apa yang di ceritakan oleh anak buah nya berdasarkan informasi yang mereka dapat.

" Ternyata kucing kesayangan Saya Mau bermain - main dengan Saya rupanya." Ucap Pak Bowo dengan senyuman yang penuh arti.

" Kita ikuti permainan mereka."

******

" Jadi Annisa tahu, selama ini dia diam dan tahu semuanya."

" Benar Bos, kehilangan anak buah kita ada hubungan nya dengan Annisa dan Dimas."

" Nggak, nggak mungkin Annisa tahu itu tidak mungkin. Kalau pun sampai terjadi ini nggak bisa di biarkan."

" Apa yang akan Bos lakukan pada nya, apakah akan berbuat kasar atau bos akan menghancurkan hidup nya secara perlahan?"

Arka diam dengan tatapan tiba - tiba kosong, dirinya mengingat apa yang di katakan oleh Dimas.

" Saya harus berbuat sesuatu, sebelum hal yang tak di ingin kan benar - benar terjadi."

1
Dewi Oktavia
nah Lo,,,ketawan tak y
Dewi Oktavia
waduh
Dewi Oktavia
sedih x cerita y
Dewi Oktavia
Alhamdulillah akhir y bersama lagi
Dewi Oktavia
wih,,anak y masih hidup
Dewi Oktavia
nyebelin
Dewi Oktavia
😁lucu
Dewi Oktavia
asyik,,,seru
Dewi Oktavia
cemburu
Dewi Oktavia
tak kebanyang
Dewi Oktavia
😭
Dewi Oktavia
benar klo kita cinta ma orang tapi cinta kita tak terbls pasti akan hilang walaupun sakit.
Dewi Oktavia
sedih x
Dewi Oktavia
oh baru faham alur cerita y,,,,tak enak jika menikah dari perjodohan
Dewi Oktavia
maksud y pa sich inti y saya kurang faham
Dewi Oktavia
ko baru jumpa sudah begitu,,,,jadi penasaran
Dewi Oktavia
wih....jarang Lo seperti itu biasa y😜
Nina Maryanie
menarik
Rubiyanti
Luar biasa
Dianty
semangat thor, g sah dngerin nyinyiran para deterjen,,, moga sehat trus biar bisa bkin cerita yg bagus2 lgi, n so pasti rejekinya bnyak n berkah, we ❤️u👍
Puspa Herliyah: amin.. i love you too..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!