NovelToon NovelToon
Mahawira Sang Chiran Jiwin

Mahawira Sang Chiran Jiwin

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romantis / Fantasi / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:112.3k
Nilai: 5
Nama Author: deharung

Mahawira adalah penjelmaan dari pecahan jiwa penguasa semesta, kelahirannya bertujuan untuk menegakan keadilan dan kebenaran menolong yang tertindas dan membantu yang lemah.

Dengan sifatnya yang santun dan rendah hati, penampilan yang tampan, tubuhnya yang tinggi serta aroma wangi tubuhnya. Wira selalu menjadi incaran para gadis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deharung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 30. Pelelangan

Sudah banyak item barang yang dilelang, namun pria tua diruang khusus no 5 tidak tertarik untuk ikut menawar.

Pedang Dewa Suci terjual dengan harga sepuluh ribu koin emas.

Pedang Neraka terjual dengan harga dua belas ribu koin emas.

Bebagai macam pil dan sumberdaya lainnya juga sudah terjual.

Diatas panggung...

"Ini adalah benda unik yang didapat dari dunia kecil kuno, ahli kami belum bisa mengidentifikasi barang ini karna segelnya tidak bisa dibuka, inilah dia Peti Mati Kuno," teriak pembawa acara.

Empat orang Pendekar Raja menggotong Peti mati keatas panggung. Peti mati yang terbuat dari bahan kayu berwarna hitam mengkilap dengan aura yang sangat misterius.

"Benda ini dibuka dengan harga awal sepuluh ribu koin emas, penambahan harga tidak boleh kurang dari seratus koin emas," pembawa acara menyebutkan harga awal.

Pria Tua penasaran dengan benda ini, dia mengarahkan kesadaran dewanya pada peti mati di atas panggung.

"Ada tiga kristal besar di dalam peti mati," batin Pria Tua penasaran, dia mencoba lebih fokus lagi menggunakan kesadaran Ddewanya.

"Api Suci Poeniks Biru, Api Es Abadi, Telur.......?, Daya hidupnya sudah lemah karna berada pada tempat yang tidak sesuai dalam waktu yang lama," Aku harus mendapatkan benda ini batinnya.

Sementara itu para peserta lelang yang lainnya mulai kasak-kusuk ramai.

"Untuk apa membeli benda yang mereka sendiri tidak bisa membukanya,"

"Kalau pun bisa dibuka siapa yang bisa jamin ada barang bagus didalamnya," jawab rekan disampingnya

"Buang uang beli barang yang tidak jelas," kata yang lainnya.

"Baiklah karna benda ini tidak ada yang berminat akan kami kembalikan dan lanjut dengan barang berikutnya," kata pembawa acara.

"Sepuluh ribu seratus koin emas," Pria Tua diruang khusus no 5 memberi tawaran.

"Jika tidak ada yang menawar lagi maka Peserta no 5 akan memenangkan benda ini," teriak pembawa acara.

Peti mati dibawa ke ruang khusus no 5 oleh pelayan.

"Selanjutnya acara Lelang akan dipandu oleh Nona Prema Santi," kata pembawa acara sembari melangkah keluar panggung

Seorang wanita muda cantik muncul keatas panggung menggantikan rekannya untuk memandu pelelangan berikutnya.

"Sekarang kita memasuki acara lelang sesi kedua, untuk mempersingkat waktu langsung saja kita perlihatkan item berikutnya, 'Pil Dewa Bulan' mampu meningkatkan kultivasi satu tingkat untuk Pendekar Raja, untuk Pendekar dibawah level Pendekar Raja bisa naik sampai dua tingkat," Nona Prema Santi menjelaskan.

Peserta lelang mulai riuh melihat pil kwalitas tinggi mulai dilelang, mereka sudah menantikan dari tadi.

Seorang pelayan membawa kotak kecil yang berisi 10 biji Pil Dewa Bulan.

"Untuk Pil Dewa Bulan ini penawaran kami buka dengan harga seratus ribu koin emas, kenaikan harga tidak kurang dari sepuluh ribu koin emas koin emas," Nona Prema Santi membuka harga.

Peserta lelang mulai melakukan penawaran,

"Sebelas ribu Koin Emas," peserta no 85 menawar,

"Jangan terburu-buru," bisik temannya ketika Rengganis peserta no 85 menaikkan harga cukup tinggi.

"Tiga belas ribu koin emas," Peserta no 100 ikut menaikkan harga.

"Sial.....," Turangga Tuan Muda dari keluarga Bangsawan Cedi ikut menawar rutuk Rengganis.

"Lima belas ribu koin emas," Peserta no 80, Lodira Tuan Muda Bangsawan Manipura menaikkan harga.

"Dua puluh ribu koin emas," teriak Turangga.

"Biarlah Kakak Turangga yang ambil," Kata Lodira mengalah.

"Pil Dewa Bulan dimenangkan oleh peserta no 100 tuan muda Turangga.

"Kita lanjut ke item selanjutnya, 'Golok Naga Percona' senjata Pusaka Level Dewa, golok ini sangat terkenal ribuan tahun lalu pernah digunakan oleh Panglima Sura Manggala menyatukan daratan Apsara dibawah kekuasaan Kerajaan Padang Gemilang," Prema Santi menjelaskan.

"Baiklah untuk Golok Naga Percona harga kami buka mulai dari sepuluh juta koin emas, kenaikan harga tidak boleh kurang dari seratus ribu koin emas," Nona Prema Santi menegaskan.

"Sepuluh juta lima ratus koin emas," kali ini penawar pertama datang dari peserta no 32 perwakilan sekte Golok Neraka, sekte kelas menengah aliran hitam yang terkenal dengan jurus Golok Setan, Jalu Lanting adalah putra Patriak sekte yang terkenal bengis dan kejam.

"Sebelas juta," Brangsinga peserta no 40 salah satu Jendral muda Pangeran Gantar, Penguasa Malawa Dewa, dari awal dia datang karna tertarik dengan Golok Naga Percona yang ada di list barang lelang yang dilampirkan dalam undangan.

"Lima belas juta, Kau pikir aku takut," geram Jalu Lanting.

Peserta lelang yang lain diam tidak ikut menawar mengingat latar belakang keduanya yang sama-sama dekat dengan pihak penguasa sekarang.

"Dua puluh juta," Brangsinga menaikkan harga.

"Empat puluh juta," Jalu Lanting tidak mau kalah,

"Sial.....kenapa tadi tidak membawa koin emas lebih banyak," rutuk Brangsinga dalam hati, tidak menyangka akan ada yang berani bersaing dengannya.

"Lima puluh juta," ini penawaran terakhirku pikir Brangsinga sambil menatap Jalu Lanting dengan marah.

"Enam puluh juta," Jalu Lanting benar-benar menginginkan Golok Naga Percona yang terkenal ketajamannya dan memiliki histori yang melegenda.

"Seratus juta," peserta no 35 yang duduk disebelah Brangsinga ikut menaikkan harga,

"Kenapa kamu ikut menawar ?, bukankah kamu pengguna pedang," Brangsinga penasaran,

"Aku hanya membantumu, kulihat kamu sangat ingin memiliki golok ini, ingat kembalikan nanti koin emas ku," kata rekannya.

"Baiklah aku kembalikan beserta bunganya," jawab Brangsinga gembira.

"Set** alas.....,ada saja yang mengganggu,' umpat Jalu Lanting kesal.

"Karna tidak ada lagi yang memberikan penawaran lebih maka Golok ini dimenangkan oleh peserta no 35," pembawa acara mengumumkan.

Ada banyak benda level Pusaka Dewa yang sudah terlelang oleh Prema Santi, hingga pembawa acara kemudian digantikan oleh Kepala Rumah Lelang.

"Baiklah saudara sekalian sekarang tiba pada acara puncaknya," Kepala Rumah Lelang membuka kotak emas yang berisi botol terbuat dari Giok.

"Ini adalah Pil tingkat Ilahi, kami persilahkan Ketua Sekte Pedang Suci dan Patriak klan Warma naik ke panggung untuk memastikan keaslian pil ini," Kepala rumah lelang menambahkan.

Ambariksa Ketua Sekte Pedang Suci dan Warmadwipa Patriak klan Warma naik ke panggung.

"Ini Pil Sambung Raga !," mereka berdua terkejut begitu botol dibuka, aroma yang khas menyebar memenuhi ruang lelang.

Pembawa acara memperlihatkan pil dengan warna merah bergaris emas, pada peserta lelang. Setelah pil dimasukkan kembali pembawa acara menawarkan cara pelelangan pada para peserta mengingat jumlah pil sangat terbatas.

"Ini hal yang baru terjadi dirumah lelang kami, kami menawarkan pada peserta lelang apakah pil ini dilelang perbutir atau sekaligus, jika perbutir kami mulai dengan harga delapan puluh juta, jika sekaligus kami buka dengan harga tujuh ratus juta" kata pembawa acara.

Sebagian peserta menginginkan perbutir, sebagian lagi ingin sekaligus, akhirnya pembawa acara mengambil jalan tengah dengan membagi masing lima butir dalam dua sesi.

Peserta mulai kasak-kusuk ada yang menggabungkan koin emas mereka supaya bisa melakukan penawaran kemudian membagi rata pil nya.

"Baiklah kami mulai pelelangan Pil Sambung Raga ini dengan harga awal empat hitam lima puluh juta koin emas, kenaikan harga tidak boleh dibawah lima puluh juta koin emas," pembawa acara mengumumkan.

"Lima ratus juta," peserta lelang no 4, Ketua Sekte Gunung Gintung memulai.

"Enam ratus juta," peserta lelang no 6, Ketua Sekte Pedang Suci menaikkan harga.

"Satu miliar koin emas," peserta lelang no 1, perwakilan Penguasa Malawa Dewa menambah harga.

Melihat perwakilan dari Penguasa baru Malawa Dewa ikut menawar peserta yang lain serta merta terdiam.

"Peserta no 1 memenangkan pil ini," pembawa acara mengumumkan.

Pelayan membawakan pil yang sudah dimasukkan dalam kotak emas keruang khusus no 1, setelah membayar, perwakilan penguasa pergi dari ruangannya.

Heeeeeeeh... .

Peserta lelang merasa lega karna merasa bisa menawar lebih leluasa tanpa merasa sungkan dengan keberadaan perwakilan penguasa yang baru.

"Kita lanjutkan 5 pil berikutnya dalam botol ini," teriak pembawa acara sambil mengangkat botol giok ditangannya.

"Lima ratus juta," teriak Jalu Lanting tak sabar, dia berhasil mengumpulkan koin emas dari rekannya sesama Sekte menengah.

"Enam ratus juta," Warmadwipa ruang khusus no 2 menawar.

Ambariksa Ketua Sekte Pedang Suci yang berada diruang khusus no 6 mengutus bawahannya untuk bekerjasama dengan Patriak Klan Warma, dan keduanya sepakat

"Tujuh ratus juta" Jalu Lanting mengangkat harga.

"Sembilan ratus juta," Ambariksa berkata tenang sambil mengeluarkan aura Pendekar Suci tingkat 8.

"Satu miliar koin emas," Jalu Lanting merasa mendapat dukungan dari banyak sekte menengah menaikkan harga tanpa rasa takut.

"Kurang aja* !, sekumpulan sampah berani memprovokasi," Ambariksa gemas dengan keberanian Jalu Lanting.

"Satu setengah miliar," ucap Ambariksa kesal.

Koin emas yang dimiliki Jalu Lanting tidak cukup untuk menaikkan tawaran, dia terduduk lemah.

"Karna tidak ada lagi yang memberikan penawaran maka pil ini dimenangkan oleh peserta no 6," pembawa acara mengumumkan dan sekaligus menutup lelang hari ini.

1
DebU kAKi
mantap
Naga Emas
serundeng wangi menceritakan bahwa dia sayang dgn wira
ciru
pengen baca cerita ini tp kelihatanya udah hiatus gak ada kelanjutannya
DebU kAKi: hilang semangat menulisnya hee
total 1 replies
anggita
okey thor, smoga sukses novelnya.. 👌
anggita
cendana... kya nama sebuah keluarga yg terkenal di masa orba 😁
Sang_Penyendiri: Awas... Kang Bakso nanti lewat lho, Mbak Anggit... Wkwkwk
total 1 replies
anggita
nama jurusnya keren..
anggita
rsi bergunatha., 💥
anggita
nama tingkatan tekniknya banyak juga yah👌👏 oke lah..
anggita
👍 like dukungan utk cerita silat lokal.. 👌
anggita
rumah makan sedap,, 👍
anan
hadir k🤗
Dehan
aku kasih vote ya thor.. semangat up thor
DebU kAKi: makasih kak
total 1 replies
Maya●●●
halo kak salam kenal.
aku mampir nih.
mampir juga di karyaku ya😊😊
Mo chi
hanya author lah yg tau...🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Faiza
kemana,,,,dimana,,,,,,,,,,!!!! kok gak ada,,,,,, hehehe
Faiza: Iyo,,,Iyo,,, hehehe moga sehat 🤗
total 2 replies
Dehan
ditunggu up nya thor..
aku kirim mawar yahhh
DebU kAKi: makasih kk
total 1 replies
Dehan
Memandang tajam..
padahal kesemsem tuh pemimpinnya..
Dehan
Hadehhh dibaca dari judulnya udh serem kirain tertangkap gimana
ternyata oh ternyata 😂
Dehan
Kasihan juga sama anak2nya pangestu yg bermohon mohon
Dehan
Dihukum kalo menurutku 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!