NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu

Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Poligami / Cinta Dramatis Yang Sedih / Tamat
Popularitas:11.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Aira adalah istri yang hanya Ibrahim manfaatkan untuk melampiaskan hasratnya. Terlebih Aira yang lugu lebih mudah untuk di tipu.

Hingga waktu berlalu dengan banyak peristiwa terjadi, benarkah tidak ada cinta di hati Ibra untuk Aira?

Benarkah hanya istri pertamanya cinta Ibrahim?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IPH BAB 30 - Harus Bahagia Atau Bersedih?

Belum sempat Aira menjawab semua ucapan Ibrahim, dokter Liana masuk ke ruang rawat itu. Memeriksa keadaan Aira dengan seksama.

Dua perawat yang selalu mengikuti dokter Liana pun menuliskan kondisi kesehatan Aira dalam sebuah catatan.

"Nyonya Aira, Anda jangan sampai kelelahan lagi, banyak istirahat dan usahakan untuk makan yang banyak ya. Anda sudah boleh pulang, tapi saya sarankan untuk dirawat dulu di rumah sakit selama 3 hari," ucap dokter Liana penuh perhatian.

"Tapi Dok_"

"Baik Dok, kami terima saran Anda," potong Ibrahim cepat, sebelum Aira menyelesaikan ucapannya.

"Kita pindah ke ruang VIP sayang, setelahnya kita minta bik Sumi untuk membawa Yusuf kesini. Bahkan mereka juga bisa menginap di rumah sakit bersama kita," jelas Ibrahim langsung pada sang istri, tak ingin Aira berpikir buruk dengan niatnya kali ini.

Mendengar penjelasan sang suami, Aira pun mengukir senyumnya tipis. Memang Yusuf lah yang menjadi pertimbangan untuk segera pulang. Apalagi dari kemarin Aira tak melihat anaknya itu. Rasa rindunya sudah tidak bisa di tahan. Tak peduli meski pinggulnya terasa nyeri ia ingin sekali segera pulang.

Namun mendengar penjelasan Ibrahim membuat Aira bernafas lega, iapun dengan pelan menganggukkan kepalanya.

Ibrahim yang melihat itupun sama leganya, ia mengelus pucuk kepala Aira dengan sayang.

Sementara dokter Liana yang melihat pemandangan indah inipun tersenyum kecil. Ia sungguh berharap Ibrahim benar-benar akan memperlakukan Aira dengan baik, seperti janjinya.

Setelah dokter Liana pergi, Ibrahim segera memindahkan sang istri ke ruang VVIP. Ruang rawat yang sudah menyerupai sebuah apartemen kecil. Kamar utama utuk pasien dan ada satu kamar lagi untuk keluarga. Kamar keluarga pun diisi dengan dua ranjang. Juga terdapat beberapa sofa panjang untuk pengunjung. Dapur kecil pun tersedia di sana.

"Apa tidak terlalu berlebihan Mas kita pindah ke ruang ini?" tanya Aira. Kini Ibrahim sedang memindahkan tubuhnya dari ranjang dorong ke ranjang utama kamar ini.

"Tidak sayang, ini tidak berlebihan, tidak akan bisa menebus kesalahanku padamu," ucap Ibrahim lirih, bahkan tatapannya masih saja sayu.

"Maafkan aku," timpal Ibrahim lagi. Keduanya saling tatap bahkan sampai tak sadar jika dua perawat itu sudah pergi dari sana dengan membawa ranjang dorongnya.

Aira yang melihat tatapan dalam itu hanya bisa terdiam, mencoba mencari kebenaran dari sorot mata sang suami.

Benarkah Ibrahim meminta maaf?

Benarkah Ibrahim tulus saat memanggilnya sayang?

Benarkah ini semua bukan mimpi?

Tapi kenapa? tanya Aira di dalam hati setelah bingung dengan pikirannya sendiri.

"Mas minta maaf untuk apa?" tanya Aira, keduanya masih saling tatap lekat.

Sampai akhirnya Ibrahim yang lebih dulu memutus tatapan itu, lalu duduk disisi ranjang dan menggenggam erat salah satu tangan Aira.

Menggenggamnya lembut seolah menunjukkan semua rasa cinta yang dia punya.

"Maaf tentang di mobil, aku melecehkan mu sampai seperti ini," ucap Ibrahim lirih, ia tak menatap mata Aira, pikirannya masih kalut memikirkan sebuah alasan untuk membuat semuanya terlihat wajar. Tak ingin sedikitpun Aira tahu tentang anak mereka yang sudah tiada.

"Mas benar merasa bersalah? bukan hanya sandiwara?" tanya Aira, dilihatnya sang suami yang masih setia menundukkan wajah, enggan untuk menatap dirinya.

Namun saat mendengar Aira bicara tentang sandiwara, Ibrahim dengan segera mengangkat wajah, kembali membalas tatapan banyak tanya dari sang istri.

Ibrahim menggelengkan kepalanya.

"Tidak sayang, aku bersumpah padamu, aku tidak sedang bersandiwara. Aku sungguh menyesali ini semua. Aku mohon Aira, aku mohon kita jangan berpisah, beri aku kesempatan untuk menebus semuanya. Beri aku kesempatan untuk memperlakukanmu dengan baik. Aku akan menebus semuanya," jelas Ibra panjang lebar, bicara buru-buru ingin Aira segera tahu isi hatinya.

Hati yang sudah sepenuhnya untuk Aira.

"Maafkan aku, aku seperti itu karena aku cemburu," timpal Ibra lagi, memang itulah yang ia rasa, memang karena itulah ia memperlakukan Aira dengan kasar.

Sebuah perasaan yang ingin ia tepis namun tidak bisa.

"Cemburu?" tanya Aira membeo, mengulang ucapan sang suami.

"Ya Aira, aku cemburu, kamu tau kenapa? karena aku mencintaimu," balas Ibra pula yang kini mulai mengakui perasaanya.

Tak peduli meski ia harus menjilat ludahnya sendiri, namun memang itulah yang kini ia rasa.

"Benarkah? mas tidak bohong?"

"Tidak, bagaimana caranya agar kamu percaya?"

Aira terdiam, memikirkan sebuah jawaban yang akan ia berikan pada sang suami. Mencari-cari apakah benar ia lebih berharga dari pada yang lainnya.

"Aku ingin harta kakek atas namaku kembali," ucap Aira lirih, dan dilihatnya sang suami yang menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Ambilah sayang, itu memang hak mu, aku sedikitpun tak berhak menggunakannya," balas Ibrahim sungguh-sungguh.

"Bahkan jika kamu ingin kembali menjadi CEO aku akan mengizinkannya, apapun yang kamu inginkan aku akan memenuhinya. Aku bahkan rela tidak bekerja jika kamu memintaku untuk menjaga Yusuf di rumah," jelas Ibrahim, kedua netranya menatap Aira dalam, ingin Aira tahu bahwa yang ia ucapkan adalah sungguhan. Tak ada kata bohong apalagi sandiwara.

Sedangkan Aira bergeming, masih tak bisa menerima jika ini semua nyata.

"Bagaimana jika aku meminta mas Ibra untuk menceraikan mbak Sonya?" tanya Aira lagi masih dengan suaranya yang lirih, ia tahu permintaannya ini tak masuk akal.

"Baiklah, aku akan menceraikan Sonya sekarang juga."

Deg!

seketika itu juga jantung Aira seperti berhenti berdetak, bagaimana dengan mudahnya Ibrahim mengabulkan semua keinginannya.

Jika boleh jujur, Aira memang menginginkan Ibrahim hanya untuknya sendiri. Tak ada orang lain. Namun sudut hatinya tetap menentang keinginannya itu. Untuk hidup bahagia bukan berati menghancurkan orang lain.

"Ti-tidak Mas, jangan ceraikan mbak Sonya. Aku hanya ingin mbak Sonya dan aku tinggal terpisah."

"Tidak Aira, aku akan menceraikan Sonya, bukan hanya untukmu. Tapi diantara kami memang sudah tidak ada kecocokan lagi_"

"Tidak Mas, jangan ceraikan mbak Sonya. Apapun alasannya, aku akan merasa sangat bersalah," potong Aira cepat.

Buat sejenak diantara mereka hanya ada hening. Ibrahim pun terdiam, memikirkan bagaimana baiknya, antara dia, Aira dan Sonya.

Perlahan, Ibrahim kembali menyentuh tangan sang istri, bahkan mengecupnya sekilas.

"Aku akan mengatakan sesuatu, mungkin sesuatu yang sulit kamu percaya," ucap Ibrahim.

"Aku sudah tidak mencintai Sonya dan hanya mencintai kamu seorang, Sonya sudah berbuat kesalahan fatal, cintaku untuknya hilang bukan hanya karena kamu saja, tapi juga kesalahannya itu," jelas Ibrahim.

Aira diam, setia mendengarkan.

"Aku tidak akan menceraikan Sonya seperti keinginanmu, tapi jika Sonya ingin berpisah denganku, aku tidak akan menahannya," putus Ibrahim.

Dan lagi-lagi Aira hanya diam, ia tidak tahu harus bagaimana. Harus bahagia atau bersedih?

1
ayu cantik
bagus
ayu cantik
suka
Khairul Azam
aku paling benci karakter perempuan seperti aira lemah
Ney 🐌
mpir
Sagitarius women
Koo bersimpuh duduk nya.. bersila atulah
Sagitarius women
Laki laki tho lol
citra marwah
aku mampir
Supriaten Sukarman
jgn mau oon klu mau
Kasmawati S. Smaroni
aira berhati malaikat
Rita Juwita
ceritanya selalu seruu thor... /Good//Good/
family megantara
Alhamdulillah khatam 🥰
lanjut judul lainnya 🥰
komalia komalia
si dirga lagian
komalia komalia
anak dirga cewe apa cowok sih ko engga di jelasin
komalia komalia
ini si ibra nya yang baper apa memang dirga nya yang ada hati sama aira
komalia komalia
kalau kisah nyata istri pertama selalu jadi korban dan istri pertama selalu tersiksa,Kalau di novel malah kebalik
komalia komalia
biadab
komalia komalia
biar tau rasa si ibra
komalia komalia
maka nya jadi laki laki jangan bodoh
komalia komalia
pergi ke tegal sama sama sekalian memulangkan kamu ke orang tua mu aira
komalia komalia
kasihan aira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!