Rendika Mahendra lelaki tampan dan mapan tapi di usia nya yang sudah menginjak 33 tahun dia tak juga mau menikah karena ada hal rahasia yang di sembunyikan nya..
akhirnya orang tua nya menjodohkan nya pada Selena perempuan cantik tapi sangat manja dan sombong, pernikahan mereka terjadi tapi tak ada kebahagiaan sedikit pun,Selena sibuk dengan dunianya begitu juga dengan Rendika..
karena tinggal di rumah mertua nya Selena malah tertarik pada Gio,anak kedua dari keluarga Mahendra..
bagaimana dengan nasib Rendika akan kah ada sosok perempuan yang akan menemani nya nanti untuk membuka Rahasia yang selama ini di sembunyikan nya...
bagaimana kisah selanjutnya baca di novel terbaru ku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
puas
Apa yang seharusnya terjadi telah terjadi untuk pasangan pengantin baru ini, sebelum subuh Niken terbangun dan melihat bercak seluruh tubuh nya, selangkang*n nya terasa panas, mungkin ini yang pernah di katakan orang sakitnya malam pertama tapi tak membuat Niken trauma malah di bangga bisa memberikan nya pada Rendika yang sudah menjadi suami sah nya
Niken sedikit tersenyum karena suami nya benar-benar sudah sembuh,hanya ketakutan saja yang membuat nya menjadi tak percaya diri,puas....satu kata yang Niken ucapkan dengan kejadian mereka semalam tak ada yang perlu di ragukan lagi dari diri Suaminya ini Rendika benar-benar sudah sembuh
" mas...."bisik Niken pelan,dia membangun Rendika karena harus pindah nanti ada yang melihat mereka
" hmmmm" sahut Rendika
" bangun mas,,,ini sudah mau subuh"
Rendika membuka matanya dan tersenyum menatap Niken,dia benar-benar sudah bisa memuaskan istri nya ini
Rendika menarik Niken kepelukan nya dan mencium pipi nya berkali-kali karena terlalu bahagia
" Mas...ayo bangun...!!!" ucap Niken
" sayang, terimakasih kamu sudah bersabar dan menemani mas sampai sembuh"
" iya meskipun mas merasa sudah sembuh apa yang di katakan dokter harus tetap di laksanakan,jangan terlalu stress mas apalagi masalah pekerjaan" ingat Niken karena Rendika jika sudah bekerja sudah tak memikirkan tubuhnya lagi
"cepat keluar mas, nanti ada yang lihat" ujar Niken mendorong tubuh Rendika pelan sebenarnya ingin sekali Niken bermanja-manja di pelukan suaminya itu tapi apa boleh buat dia harus bersabar menunggu momen itu tiba
Rendika dengan senyum khas nya keluar dari kamar Niken sambil melihat kiri-kanan takut-takut ada yang melihat mereka tapi untung saja belum ada yang bangun sehingga Rendika aman keluar dari kamar istri nya
" tidur di kamar istri sendiri seperti selingkuhan" gumam Rendika pelan,dia masuk kembali ke kamar nya dan berbaring di sofa bukan di ranjang karena Selena yang ada di sana, sebelah ranjang mereka masih terlihat sedikit basah mungkin saja semalam Selena menyiram dengan air untuk menghilangkan bau muntah nya
****
" huek.... huek...." lagi-lagi Selena berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya tapi kali ini Rendika sedikit kasihan karena dia terus muntah dan tubuh nya melemah
" butuh dokter??" tawar Rendika saat Selena keluar dari kamar mandi
" tidak,aku hanya masuk angin biasa" jawab Selena acuh,dia sendiri tak berminat bicara pada Rendika ntah kenapa mood nya buruk sekali pagi ini
Rendika segera membersihkan diri dan keluar dari dalam kamar nya menuju meja makan,Bu Sintia memperhatikan gerak-gerik Rendika dan Niken yang saling melemparkan lirikan nya
terkadang Rendika senyum-senyum sendiri sambil menikmati makanan nya
" kenapa Ren?" tanya Bu Sintia membuat Rendika tersedak kaget
" huk.....huk..."
" mas, pelan-pelan makan nya" ujar Niken memberikan segelas air putih
terlihat jelas wajah khawatir Niken saat Rendika tersedak,Bu Sintia terus memandangi mereka,fix mereka memang saling cinta hanya saja ketidakberanian mereka membuat mereka saling memendam rasa
" kenapa aku tak pernah menyadari nya kalau mereka memang cocok" batin Bu Sintia menyalahkan diri nya sendiri padahal dia selalu bilang kalau menyayangi Niken kenapa bukan Niken yang menjadi menantu nya pasti dia sudah menimang cucu saat ini dan kehidupan keluarga mereka akan bahagia tapi kini sudah ada Selena tidak mungkin membuang perempuan itu seenaknya
Niken sangat telaten mengurusi Pak Hardian dan Rendika, terlihat sekali wajah keibuan pada diri Niken jauh berbeda dengan Selena yang masih manja dan tak memikirkan keluarga hanya memikirkan dirinya sendiri