NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Telah Pergi

Ketika Cinta Telah Pergi

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:126k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

"Aku akan selalu mencintaimu, tapi ketika kau mengkhianati aku, di saat itulah aku akan pergi." Yasmin

"Aku hanya sekali melakukan kesalahan, tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan." Jacob

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesabaran Yasmin sudah habis

Keesokan harinya...

Lenguhan lolos begitu saja dari mulut Ara kala ia teringat dengan sentuhan dokter Jacob di ruang kerjanya beberapa saat yang lalu. Jari-jari Dokter Jacob yang hangat menyentuh perut Ara saat memeriksa kondisi janin, sentuhan yang seharusnya profesional tapi terasa begitu hangat di kulit Ara. Entah siapa yang memulai, semua itu terjadi begitu saja, bibir mereka saling bertaut, namun begitu singkat mengingat Ara tengah hamil muda. Padahal karena efek kehamilannya, Ara jadi lebih mudah terangsang.

"Terima kasih sayang, berkat kamu papa jadi lebih perhatian sama mama. Bahkan papa datang mengunjungi kita sebelum berangkat kerja." Ara mengusap perutnya yang mulai sedikit membuncit, senyum kecil muncul di bibirnya.

"Tok Tok Tok"

Suara ketukan pintu yang keras membuyarkan lamunan Ara. Wanita itu segera menyeka bibirnya yang basah dengan cepat dan merapihkan rambut serta baju yang sedikit kusut sebelum berjalan ke arah pintu. Dari balik pintu yang baru saja terbuka, dokter Yasmin berdiri dengan wajahnya yang tidak bersahabat, mata Dokter cantik itu menyala oleh amarah yang tidak bisa disembunyikan.

"Halo, Dokter Yasmin. Apakah ada yang bisa saya bantu?" Ara menyapa dengan senyum ramah, tapi Dokter Yasmin hanya menatapnya dengan pandangan tajam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

"Apa kalian juga pernah melakukannya di tempat ini?" Yasmin mendorong pintu lebih lebar dan masuk ke dalam kamar Ara tanpa permisi. Tatapannya berotasi seakan mencari jejak yang ditinggalkan sang suami di kamar Ara.

Ara terdiam, Ia tidak mengerti dengan maksud dari pertanyaan Dokter Yasmin.

"Bersiaplah, kau harus pergi dari rumahku sekarang juga!" ucap Yasmin dengan nada dingin seperti es, matanya menatap tajam ke arah Ara.

"Pergi? Tapi pergi kemana dokter? Rumah yang aku sewa masih dalam proses renovasi, tukang mengatakan akan butuh waktu lebih lagi untuk selesai karena cuaca yang kurang mendukung akhir-akhir ini." Dahi Ara mengkerut karena bingung, tangannya secara tidak sadar menggenggam ujung dressnya.

"Kau sudah terlalu lama menumpang di rumahku, Ara. Rumah ini bukan panti sosial. Bukan tempat untuk orang-orang yang tidak punya hubungan apapun dengan keluarga kami. Sampai rumah sewamu selesai, lebih baik kau tinggal di hotel saja." Ucap Yasmin dengan nada yang semakin dingin. Yasmin melangkahkan kaki ke depan sehingga wajahnya hampir bersentuhan dengan wajah Ara yang sudah memucat.

"Tapi, bagaimana dengan Dokter Jacob? Apa dia mengizinkannya? Dia yang menyuruh aku untuk tinggal di sini selama rumah sewaku sedang direnovasi," tanya Ara dengan suara yang sedikit gemetar, Ia merasa enggan keluar dari rumah mewah ini, rumah yang selalu terasa nyaman karena Ia bisa selalu berdekatan dengan Dokter Jacob.

"Rumah ini adalah rumahku, sertifikatnya juga tertulis atas namaku! Aku yang berhak memutuskan siapa saja yang boleh tinggal di rumah ini, tidak ada urusannya dengan Jacob. Dia hanya suamiku, bukan pemilik dari rumah ini!" Yasmin menaikan suaranya sedikit, tangannya menggenggam kedua sisi pinggangnya. Membuat nyali Ara semakin menciut.

"Aku sudah cukup baik menyambutmu dengan tangan terbuka, tapi kesabaranku sudah habis. Kamu harus pergi sekarang juga dari rumahku!"

Mendengar kata-kata Dokter Yasmin, Ara jadi terdiam. Bibirnya bergetar dan mata yang mulai berkaca-kaca. Ia tahu tidak ada gunanya membantah lagi. Dengan hati yang berat, Ara mengangguk perlahan dan berdiri.

"Baiklah, Dokter. Aku akan mengemas barang-barangku sekarang." Lirih Ara. Ia tidak punya pilihan lain, terlebih Dokter Jacob sudah pergi ke rumah sakit pagi-pagi sekali.

Yasmin hanya mengangguk pendek, lalu berbalik untuk pergi, namun sebelum keluar dari kamar Ara, Yasmin berhenti sejenak tanpa melihat ke arah belakang.

"Jangan berharap Jacob akan membela kamu. Dia akan selalu setuju dengan keputusan apapun yang aku ambil."

Setelah Dokter Yasmin keluar, Ara duduk kembali di ranjang dengan wajah yang penuh dengan keputusasaan. Namun tidak lama kemudian, ekspresi itu berubah menjadi wajah yang penuh dengan ide licik. Ara melihat ke arah anak tangga yang bisa dilihat dari kamar itu, lalu perlahan mulai mengemas barang-barangnya dengan gerakan lambat.

Bersambung.

1
Retno Nurhayati
bagus
Abizar Abizar
gak di cek aja tuh cctv nya,,,
evi carolin
😱😱😱 ... senyap ... tanpa keributan n drama ....
evi carolin
bye bye Jacob....pilihan tepat sangaaat tepat 👏👏👏
evi carolin
Yasmin ....❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
evi carolin
biar aja si Jacob ama si Arang biar tau rasa dia , manja betul jd org , lama lama gosong jg tu Jacob ama si Arang /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Anjani
akhirnya semua bahagia
Anjani
Elara anak yang pintar ya sayang
Dew666
🍭🍭🍭🍭🍭
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Anjani
lanjut kak
Anjani
benar Jacob, jgn kebawa emosi
Anjani
Jacob udh lebih dewasa sekarang
Anjani
Yoana ngidamnya ada-ada aja😹
Ririn Nursisminingsih
mkanya jg bodoh dokter ternyata ara licik kan
Ririn Nursisminingsih
rasain secinta2nya istri klau dihianati dia aka jadi singa betina yg tidak punya perasaan👍👍
Ririn Nursisminingsih
rasain ditinggal istrimu mkanya jg main api... ngapain juga tergoda rayuan ara..
Ririn Nursisminingsih
nkanya jg jadi pelakor
Ririn Nursisminingsih
jasmin2 yg cerdas dong perginyg jauh..
Ifah Al Azzam Jr.
dtunggu extra partnya, smoga ara dpt jodoh dan yacob serta yohana dpt momongan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!