Disarankan untuk membaca novel sebelumnya "Jodoh Sang Dokter Duda" karena disana ada silsilah seluruh keluarga ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Mereka memasuki kamar kembali
Tangan Alana terus mengalung dipinggang Hanan. Begitupun Hanan, ia merangkul pundak Alana dan sesekali mencium pucuk kepala Alana
Mereka berhenti didepan pintu, setelah tadi masuk dan menutupnya
Mereka kembali berhadapan
Alana mendongak, Hanan menunduk
Hanan menurunkan wajahnya, agar dekat dengan wajah Alana. Mereka lupa Imran dan yang jelas lupa daratan
Cup cup cup
Hanan mengecup bibir Alana berkali kali. Sesekali ia menyesapnya berkali kali
Cupsssstt
Hanan kembali menyesap bibir bawah Alana yang menggoda
Tadinya biasa hanya gemas, dan lama lama, ciuman tersebut menuntut mereka untuk saling bertaut
Perut Alana merasakan sesuatu yang mengeras kepunyaan depannya, siapa lagi pemiliknya kalau bukan Hanan
Tangan Alana dibimbing Hanan untuk memegang dibawah perutnya
Alana mendelik sempurna. Biasanya tidak disuruh pegang, kenapa malam ini tangannya disuruh pegang begituan
"Kak kenapa setiap dekat denganku pasti begini. Ini memang segini?"
"Hmm"
Hanan tidak bisa menjawab dengan suara. Suaranya mendadak serak seperti habis nyinden ikut dalang semalaman suntuk
Hanan melepas baju dan juga celananya dengan sembarang. Alana yang ingin menolak, tak tega melihat suaminya menegang begitu
"Lagi ya" Ucap Hanan dengan susah payah
Hanan menggiring Alana menuju kasur. Hanan merebahkan Alana keranjang dengan pelan
"Kakak, kalau Imran memiliki adek bagaimana kalau kita keseringan begini"
"Hah? Ya nggak masalah. Terima aja"
"Tapi apa tidak kekecilan, seusia Imran punya adek"
"Enggak" Mata Hanan sudah tertutup kabut "Sekarang ya"
Akhirnya, malam ini menjadi malam panjang untuk mereka
Kapal ini menjadi saksi pergulatan mereka dimalam ini
Hentakan demi hentakan menghujam Alana yang berada dikunkungannya.
Hanan mempelankan ritme gerakan tersebut. Terlihat Alana menikmati dan mulai menggigit bibir bawahnya sendiri
Mulut Alana mulai meracau menikmati surga dunia ini
Gleser
Akhirnya, cairan hangat sudah menyirami tanaman yang kering. Hanan berhasil merabuk kembali
-
Kembali dipagi hari
Sarapan mereka tidak berkumpul dengan penumpang lain, melainkan sarapan dibalkon tempat favorit mereka berdua bersama pasangan
Sambil menyaksikan indahnya sunrise, pagi ini mereka sudah bersiap siap, karena kapal ini akan segera berlabuh untuk mengunjungi pulau disana
Bulan madu, bagi setiap pasangan merupakan momen penting yang tak terlupakan. Tak heran, banyak pasangan pengantin baru, menyiapkan destinasi bulan madunya sejak jauh jauh hari
Biasanya, kebanyakan pasangan memilih mengunjungi sebuah pulau untuk bisa menikmati bulan madu.
Berhubung bulan madu ini merupakan sebuah hadiah dari sang orangtua untuk mereka, akhirnya mereka pasrah dan tidak bisa memilih sendiri sebelumnya
Hari ini kapal berlabuh dipulau, dimana para penumpang semuanya turun untuk menikmati destinasi yang ada disana
Kebanyakan mereka, menyewa jasa tourguide, seperti Hanan dan Alana ini. Ia mengikuti panduan dari tourguide agar aman dan tidak kesasar
Setelah bersenang senang, dan mengoleksi foto, mereka memasuki toko penjual oleh oleh
"Kakak, kita mau beli oleh oleh apa buat saudara saudara kakak?"
"Saudaraku saudaramu juga" Ucap Hanan sambil menoel hidung bangir Alana
Mereka masih berjalan sambil memilih kira kira yang cocok untuk buah tangan itu apa
"Kakak lihat" Alana melihat toko jam yang begitu ramai dikunjungi para pengunjung lokal maupun mancanegara, yang kebetulan berlibur dipulai ini "Kita jadi membelikan oleh oleh untuk kembaran kakak kan?"
"Iya. Sekalian sama istri istrinyalah"
"Jika kita belikan jam tangan couple, bagaimana? cocok tidak? " Usul Alana
"Boleh"
Hanan dan Alana memasuki toko penjual jam berbagai merek dan pilihan. Dari harga ratusan ribu hingga jutaan, mereka tawarkan disini
"Mau yang kulit apa stainless kak?"
"Aku sukanya kulit"
"Oh, berarti beli yang kulit aja ya"
"Iya"
"Terus mama papa, dibeliin apa kak? " Alana terus bergelayut manja dilengan Hanan
"Sama juga nggak papa"
Palayan sudah mengambilkan beberapa couple jam berbagai model.
"Kakak yang ini cakep" Tunjuk Alana pada jam yang berkulit warna hitam
"Iya sama, incaranku juga ini" Tunjuk Hanan pada jam tangan yang sama pilihan Alana
Pilihan Hanan sepertinya tepat. Biasanya, jika Husayn, Fariz, dan Fatih bepergian, mereka pasti memberi oleh oleh untuk saudara kembarnya. Dan pilihan salah satu kembaran mereka, selalu cocok dengan yang lain. Dan yang menjadikan mereka selalu akur, mereka tidak pernah membandingkan jenis pemberian dari siapapun. Mereka selalu memakainya, dan bangga mempunyai barang yang sama
Setelah oleh oleh sudah keborong semuanya, mereka ingin kembali menuju kapal
"Kakak aku capek, gendong"
"Kejar aku dulu, kalau ketangkep, baru aku gendong" Hanan berlari
"Kakaaak... Ih. Jangan ninggalin akuuuu" Alana berlari terus mengejar Hanan. Tapi tidak tertangkap
Alana membungkuk, tangannya berpegangan pada lutut
"Ayo dong kejar, masa nyera"
"Kakak, sumpah aku nggak kuat"
Hanan mendekati karena posisi Alana tidak berubah "Baiklah" Hanan menuntun Alana untuk naik kebangku yang ada dipinggiran jalan "Naik" Lalu Hanan memberikan punggungnya pada Alana
"Terima kasih kakak" Alana mencium pipi Hanan dari belakang
"Ck, nggak malu dilihatin orang noh"
"Enggak. Kan kita pasangan suami istri. Kita kan bukan maling kak, kenapa malu"
"Eh??"
Akhirnya mereka memasuki kapal kembali
-
Malam terakhir diatas kapal
Sebenarnya, didalam kapal saja bisa berbulan madu. Bahkan, saat sekarang yang lagi trend saat ini, bulan madunya didalam kapal
Jika ingin renang, diatas kapalpun bisa berenang di kolam dengan puas
Hanan dan Alana menuju rooftop yaitu lantai paling atas didalam kapal seperti semalam. Dan malam ini, diharuskan untuk berkumpul semuanya diatas kapal. Khusus pasangan yang berbulan madu
Disana sudah banyak orang yang berkumpul disamping kolam yang berada ditengah tengah lantai ini
Hanan dan Alana duduk dikursi, untuk dinner bersama, sambil menikmati suasana ditengah lautan, serta lalu lalang karena banyak orang yang berada disini
"Silakan, selamat ya.." Tiba tiba seorang awak kapal yang tugasnya melayani penumpang atau pramusaji, menyajikan minuman, makanan dan satu cake khusus untuk pasangan yang sedang berbulan madu, serta setangkai mawar yang sengaja untuk surprise dari manager kapal "Sekali lagi selamat, semoga menikmati momen terindah dibulan madu kali ini" Seseorang tadi membungkuk, dan berlalu
"Wah selamat ya... Manager tadi juga habis memberi bunga untuk pasangan disana" Tunjuk seseorang pada pasangan lain
"Terimakasih" Ucap Hanan sambil menerima jabatan tangan dari beberapa orang yang baru saja tau bahwa pasangan ini berbulan madu
Ternyata, yang berbulan madu hanya tiga pasang yang ikut kapal ini
Sebagian penumpang menginginkan, ketiga pasang ini melakukan sesuatu
"Dansa !! dansa !! dansa !!"
"Tuan Albertus beserta nyonya, dimohon segera kedepan" Ucap pembawa acara
"Tuan Hanan beserta nyonya, juga dimohon untuk kedepan. Dan pasangan terakhir yaitu tuan Fano dan nyonya Fano, dimohon segera kedepan"
Malam ini, mereka berpesta dan berdansa. Tidak lupa, ketiga pasang ini mendapatkan buket berisi coklat yang dirangkai secantik mungkin sebagai hadiah untuk pasangan yang berbulan madu
Maaf telat up
BERSAMBUNG...
saya suka saya suka saya suka