Udah Tamat, lagi di Revisi.
Di sebuah kerajaan yang makmur, tinggallah seorang ratu yang bernama Rose Margaretta, dirinya sangat di benci oleh suaminya yang merupakan raja kerjaaan tersebut.
Rose berharap dia tidak di benci oleh suaminya, karena dia tahu bahwa orang yang akan di nikahinya merupakan sahabat lamanya sewaktu kecil.
Namun harapan itu musnah, dia di benci oleh teman masa kecilnya.
Wanita itu di hina, di tuduh, di benci, dan di siksa secara mental oleh suaminya.
Suaminya berharap, bahwa istrinya mati.
Rose bertahan cukup lama, dia bertahan karena sesuatu yang memberinya semangat.
Suatu ketika, dia mendengar kabar bahwa seseorang yang membuat dia bertahan, telah tewas di bunuh, rose pun semakin depresi dan dia memutuskan untuk pergi dari kerajaan tersebut.
Setelah kepergiannya, suaminya pun mengetahui bahwa perempuan yang dia siksa adalah orang yang dia cari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang pengomen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 30
" apa anda yakin tidak apa-apa" tanya rose
" aku tidak apa-apa, hanya saja semakin aku melihat dirimu, kenapa kau semakin mirip dengannya "
brayen pergi meninggalkan rose di sana sendirian, rose berpikir apakah sihirnya memudar, karena brayen sudah mulai mengenalinya perlahan.
| apa sihirnya memudar perlahan - lahan , sebenarnya apa yang terjadi |
dia khawatir kepada adiknya, karena sihir ini berhubungan langsung dengan adikknya.
...----------------...
sementara itu....
di penjara yang dingin dan lembab, di sana zekillion terbaring tak berdaya dengan tubuh kurus penuh luka.
setiap hari darah mengalir di tubuhnya.
dia terus memanggil nama kakaknya dengan suara putus asa.
" kakak.... " panggil zekillion dengan suara kecil putus asa
rose yang tidak di perbolehkan menemui adiknya selama 5 tahun , tidak mengetahui bahwa zekillion selalu di siksa, bahkan lebih dari itu, count menggunakan adiknya sebagai budak pemuas nafsunya.
zekillion yang malang di jadikan budak s*x, bukan hanya oleh count ,tetapi juga oleh para penjaga di sana.
kini zekillion sudah tidak bisa bertahan, dia sudah mencapai batasnya.
luka yang ada di tubuhnya sangat parah.
| Rasa dingin dan perih yang menyeramkan terasa di seluruh tubuhku , tubuhku di rusak oleh mereka, tidak ada yang tidak di jamah oleh mereka , aku bahkan sudah lelah dengan hidupku | pikir zekillion yang terbaring putus asa
| jika aku mati sihir itu akan musnah , dan kakak tidak akan di ancam lagi oleh count , aku ingin melihat kakakku untuk terakhir kalinya.|
perlahan air matanya keluar, zekillion ingin hidup, dia ingin hidup bersama kakaknya.
namun, seberapa keras dia bertahan, itu hanya akan menjadi ilusinya, zekillion tahu bahwa jika dia terus hidup, count akan terus menerus menggunakanya sebagai alat untuk mengancam kakaknya.
| tidak, lebih baik aku pergi dalam diam , tanpa tahu dirinya, dia akan sedih jika tahu aku sudah tiada . meskipun perpisahan memang menyakitkan, namun aku yakin ini akan membawa kebahagian suatu hari nanti |
| mataku sudah berat, penglihatkan ku sudah buram , ini kah yang di namakan kematian |
di saat-saat terakhirnya, zekillion masih memikirkan kakaknya dan menyebut namanya ..
" kakak....
" semoga di kehidupan berikutnya, aku bisa menjadi adikmu lagi.....
matanya mulai menutup perlahan, dia kini sudah tidur dalam keabadian
...----------------...
keesokan harinya...
penjaga penjara itu masuk dan melihat keadaan zekillion, dia melihat zekillion terbaring tidak sadarkan diri.
penjaga itu panik, dia mencoba membangunkannya.
" hey, bangun. sebentar lagi count datang " ucap penjaga itu
namun zekillion tidak bergerak sama sekali, penjaga itu semakin panik, dia akhirnya memeriksa nafas zekillion.
penjaga itu memasukkan tangan nya kedalam penjara , alih-alih untuk memeriksa nafas zekillion.
" dia tidak bernafas, dia mati " penjaga itu menyadari bahwa yang ada dalam penjara itu hanyalah sebuah mayat tanpa roh.
penjaga itu segera melaporkan hal ini kepada count.
betapa malangnya nasib zekillion, dia mati sendirian tanpa ada seseorang yang menemaninya, bahkan di saat-saat terakhirnya.
...----------------...
semantara itu di taman istana ibu suri.....
ibu suri yang sedang menikmati secangkir teh dan beberapa cemilan.
dia menatap leylin dengan mata dingin, dan segera menghela nafas membuka mulutnya
"apa kau menerima surat dari count ? ." tanya ibu suri
" ya yang mulia, dia bilang bahwa anak itu sudah mati, mungkin saja saat ini yang mulia raja sudah mulai mengenali yang mulia ratu "
" ini akan semakin seru, beritahu rose bahwa adiknya sudah mati, entah bagaimana ekspresinya jika dia tahu....." ibu suri tersenyum licik
| brayen, kau akan melihat seseorang yang kau cari selama ini, maka nikmatilah |
" baik yang mulia ibu suri, salam "
leylin pergi...
setelah beberapa saat leylin pergi, tiba-tiba brayen muncul
" apa yang kau pikirkan ? sehingga membuatmu tersenyum " brayen dan tensis yang datang tanpa pemberitahuan, mengagetkan semua pelayan yang ada di sana
" salam mentari kekaisaran turnatara " hormat para pelayan
Ketika brayen sampai di meja, ibu suri menawarinya tempat duduk. Baru kemudian brayen duduk di kursi dengan wajah dingin
" yang mulia raja , brayen damian turnatara, ada badai apa sampai kau mengunjungiku ? " tanya ibu suri
" ku pikir kau akan langsung mengusirku...
" aku ingin tahu apa hubungan mu dengan count? apa yang kau rencanakan ? " tanya brayen dingin
| tensis memberi tahuku bahwa ibu suri selalu mengirim uang dalam jumlah banyak kepada count selama 6 tahun terakhir , dia bahkan menaruh mata-mata di sana, sebenarnya apa rencananya selama ini |
ibu suri menatap brayen dengan tatapan mengejek
" kau akan tahu sebentar lagi , sepertinya kau memata-mataiku..
" apa itu tensis? " tanya ibu suri sembari melirik tensis
" jangan mengalihkan pembicaraan, aku tidak suka " brayen marah dia membentak ibu suri
" sejak kecil,kau tidak berubah sama sekali, kau keras kepala dan mudah marah "
" apa kau menguji kesabaranku ? !!! " sekali lagi brayen membentaknya
" baiklah, jika kau tidak sabar , aku akan memberi tahumu sedikit "
ibu suri dengan santainya meminum teh dari cangkirnya, kemudian dia berbicara
" ORANG YANG SUDAH LAMA KAU CARI , SEBENARNYA SUDAH ADA DI SISIMU SEJAK LAMA "
seketika udara di taman itu mulai dingin tidak bergeming.....
" apa kau membual? "
brayen tertawa seolah-olah dia bingung dan mengangkat tangannya untuk menggosok wajahnya.
brayen , yang telah menggosok wajahnya untuk sementara waktu, segera menurunkan tangannya dan kembali menatap ibu suri.
brayen menyipitkan matanya dan bertanya dengan suara dingin.
" siapa? "
ibu suri tampak puas melihay wajah brayen yang kebingungan .
dia ingin memperjelas siapa yang dia maksud
" dia adalah orang yang di benci olehmu selama ini, coba kau pikirkan baik-baik siapa itu "
yang terlintas di benak brayen saat ini hanyalah rose....
brayen menggigit bibirnya tidak percaya, dia mengepalkan tangan nya
brayen memelototi ibu suri dengan tatapan galak. Hanya mengedipkan matanya yang terkejut, dia meraih kerah dan melompat dari kursinya.
" kau bohong kan? ..... " tanya brayen kasar
" terserah, kau mau percaya atau tidak , coba kau pikirkan lagi...."
| tidak....itu tidak mungkin kan, jika rose dia kenapa dia tidak bilang , kenapa? | pikir brayen
" kau ceroboh yang mulia....
...----------------...
BERSAMBUNG.............
NANTIKAN CHAPTER SELANJUTNYA....
BAGAIMANA PERASAAN ROSE KETIKA TAHU, BAHWA ADIKNYA SUDAH MATI?
SEE YOU NEXT CHAPTER.......