ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#30
ayah dan ibunya saling tatap, tidak tau harus bicara apa. "ayah sudah mencari jodoh yang tepat untukmu ..ada 20 gadis, kamu tinggal pilih mana yang cocok untukmu." ucap ayah Rafa yang membuat Rafa sedikit terkejut.
Rafa tidal habis pikir, apakah ayahnya tidak ingin putranya bahagia dengan pilihannya sendiri??
tapi yang namanya orang tua..selalu mau menang sendiri tanpa memikirkan perasaan anaknya, begitulah orang tua Rafa.
"iya ayah." ucap Rafa pasrah, walaupun dia tidak akan pernah Sudi melirik ke-20 pilihan orang tuanya, ya.. Rafa tidak akan memilih siapapun. " udahkan.. Rafa mau istirahat'' ucapnya sembari berdiri dari duduknya.
ayah Rafa menggeleng "tapi kamu belum pilih, Rafa.. kau harus menentukannya sekarang juga" ucapnya
'' Bagaimana aku bisa memilihnya ayah, bahkan melihatnya saja tidak pernah.''
'' ikut aku, aku sudah menyiapkan semua itu.. kamu pasti akan bingung memilihnya karena mereka para gadis yang sudah mendekati titik sempurna.'' oceh ayah Rafa sambil berjalan menuju ruang aula.
dengan pasrah Rafa terpaksa mengikuti ayahnya itu, segitunya ayahnya mencari pendampingnya Padahal dia sendiri sangat santai. "aku belum mau menikah, ayah." ucapnya yang masih berjalan gontai mengikuti ayahnya yang terlihat sangat bersemangat.
"ini permintaan terakhir ku Rafa, tolong kabulkan..aku hanya ingin menggendong cucu secepatnya."
"kenapa tidak Devano saja ayah? dia pasti akan menerima ke 20 nya sekaligus." gerutu Rafa.
"dia masih sekolah..dia juga terlalu muda untuk ini."
"kalau papa mau gendong anak, kenapa tidak di adopsi saja? kalau menunggu membuat itu masih terlalu lama masih menunggu satu tahun, baru jadi.. itupun kalau jadi." Rafa terus mengoceh meyakinkan ayahnya.. hingga sampai di ruang aula.
Rafa sangat terkejut melihat betapa banyak para wanita di ruangan itu, " ayah yakin, mau menjodohkanku dengan para ****** itu??'' tanya Rafa pada ayahnya ketika melihat para wanita itu berpakaian lumayan terbuka.
'' itu bukan ****** Rafa, mereka memang sengaja aku suruh berpakaian seperti itu supaya kau semakin semangat memilihnya, lagi pula pakaiannya masih sopan.. hanya saja sedikit terbuka'' ucap ayah Rafa.
dia sengaja menyuruh para gadis itu berpakaian seperti itu, karena ingin mengetes apakah anaknya ini gay? sampai umur setua ini dia masih belum pernah mendengar Rafa berpacaran.
"sama saja." sungut Rafa.
Rafa memperhatikan calon-calon yang dipilih ayahnya itu yang didominasi oleh para cewek-cewek montok dan sepertinya lebih dari 20 orang, dengan dandanan menor mereka masing-masing.
para wanita itu mulai histeris dan gemes karena melihat Rafa si pria tampan.
Rafa pun mulai panas dingin melihat kerumunan para wanita-wanita itu, karena tidak ada pilihan lagi dia terpaksa masuk dan duduk di kursi yang sudah disediakan.
'' Baiklah Rafa, kau boleh pilih sesuka hatimu.. Saya tinggal dulu'' ucap ayah Rafa tersenyum karena 'sebentar lagi Rafa akan menikah' pikirnya.
"jangan tinggalin Rafa, ayah." ucap Rafa membujuk ayahnya, dia me-lap keringatnya dengan tisu padahal ruangan itu ber-ac.
Rafa sangat takut menghadapi perempuan seksi, apalagi dengan jumlah sebanyak ini.
jika ditanya mengapa Rafa bermain dengan perempuan jika sedang memiliki masalah? maka jawabannya itu hanya karena pengaruh wine dan minuman keras lainnya.
dia memang sering ke bar tapi dia selalu memesan meja VIP yang terhindar dari para wanita genit dan sexy.
dia lebih baik melawan para gengster mafia 100 orang sekaligus dari pada menghadapi para wanita genit dan sexy seperti ini.
yuk semangt yuk up nya kak