NovelToon NovelToon
Ais, Cahaya Cintaku Di Pesantren Abi

Ais, Cahaya Cintaku Di Pesantren Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Amisari

IG @Amisari

Muchamad Mahadam, seorang Dokter bedah saraf yang tampan nan sukses,
selama 4 tahun Aam biasa dia di panggil, hanya mampu mencintai dalam doa seorang Dokter Ais, kisah cinta yang bermula dari pandangan pertama nya pada gadis manis berlesung pipi itu di sebuah kegiatan amal
Namun cinta nya harus dia tahan dalam diam, karena wanita itu telah di jodohkan dari kecil oleh orang tua nya.
Apa kah Allah mengijabah doa Aam yang meminta Ais jadi jodoh nya ?
Bagaimana cara aam meluluhkan hati ais yang mengalami trauma?
Bagaimana pesantren abi menjadi saksi perjuangan Aam?
semua akan terjawab di sini
happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amisari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta mu

..." *M**enanti dan meminta dalam doa selam ini, terbayar dengan Allah menghadiahkan ku makmum seperti mu* "...

Ais membuka kulkas untuk melihat bahan yang bisa di gunakan untuk membuat kue.

" Ada singkong,"

" Bisa nih aku pakai buat bahan kue,"

Dia segera mengambil bahan lain yang di perlukan.

Dengan cekatan mulai mengerjakannya, walau tadi bu nyai menawarkan untuk membantunya, namun Ais tolak dengan halus dan meminta beliau untuk istirahat saja.

Gadis yang memakai gamis baby pink itu mulai memarut singkong dan memeras air Pati nya agar tidak terasa pahit, setelah itu dia mencampurkan dengan gula dan telur, sudah terasa pas manis nya di lidah dia lalu memanggang nya di oven dengan api atas dan bawah.

Sambil menunggu kue nya mateng, Ais membereskan semua alat yang tadi dia gunakan, mencuci dan kemudian mengelapnya.

"Alhamdulillah udah jadi," Ais segera memindahkan nya dari loyang ke piring besar, lalu memarut keju di atas nya sebagai toping.

" Wah menggugah selera nih," batin Ais, " " Semoga saja mas Aam suka."

Dia segera membuat teh untuk Aam, sebagai teman menikmati kue bikinan nya.

" Silahkan Mas," Ais meletakan nampan yang dibawa nya ke atas meja.

Pria yang sedang membaca buku itu, mengalihkan fokusnya untuk melihat kue berwarna kuning dengan toping keju, beserta teh hangat

" Wah sepertinya enak, mari dek kita makan bareng," Aam mengambil piring dan sendok kecil yang tadi sudah di siapkan Ais.

" Silakan mas, tadi waktu motong kue nya saya sudah mencicipi nya."

" Saya mau pamit dulu, mau lihat kondisi Fat di kamar,"

" Sekalian siap-siap mau sholat Dzuhur."

" Oh ya kalau begitu silahkan,"

" Terimakasih kue nya ya dek."

Ais tersenyum dan segera permisi untuk pulang ke kamar nya.

"Assalamu'alaikum Dew,"

" Gimana keadaan nya Fat, masih buang air besar gak?"tanya Ais pada Dewi yang duduk di samping Fat.

" Walaikumsalam,"

" Alhamdulillah sudah tidak ke WC lagi mba,"

" Cuma ya masih lemah, maka nya Fat dari tadi tidur terus."

" Alhamdulillah kalau gitu ,"

" Kalau gitu yuk siap-siap ambil wudhu, bentar lagi azan,"

Setelah selesai melaksanakan sholat Ais berencana ingin tidur siang, badan nya terasa capek, namun belum juga terpejam matanya, sudah ada yang memanggil namanya.

"Assalamu'alaikum mba Ais,"

" Di tunggu di ruang penerimaan tamu," ucap santriwati yang piket hari ini.

"Walaikumsalam, terimakasih ya mba."

Ais segera merapikan baju dan jilbab nya

"Assalamu'alaikum ibu."

"Walaikumsalam anak ibu, apa kabar nak?"

" Alhamdulillah Ais baik ibu,"

" Ais rindu ibu," Ais terus memeluk ibunya.

" Jadi gak rindu sama ayah?"

" Cuma rindu ibu?" tanya Ayah kesal yang dari tadi diam di belakang Ais.

" Ayahhhh, Ais juga rindu ayah," yang langsung memeluk ayah nya erat.

" Wah, ibu senang kamu sudah ceria,"

" Ibu bahagia sekali."

" Ya bu, Ais senang berada di sini,"

" Tenang dan nyaman."

" Tapi Ais, ayah harus menyampaikan ini,"

" Kalau pihak rumah sakit sudah menghubungi ayah untuk menanyakan kapan kamu kembali bekerja,"

" Ingat nak kamu masih punya tanggungjawab di rumah sakit itu."

"Bisa gak ayah meminta izin sebentar lagi untuk Ais,"

" Ais masih ingin di sini, Ais masih butuh ketenangan yah."

" Baiklah akan ayah coba untuk bicara dengan kepala rumah sakit,"

" Tapi kamu harus janji, hanya sebentar lagi kamu di sini," langsung di jawab dengan anggukan oleh Ais.

"Ais temani umi dan abi ke rumah pak kyai ya, buat silaturahmi," ajak ibu sambil merangkul badan Ais.

"Assalamu'alaikum."

"Walaikumsalam, silahkan masuk pak Rohman, ibu, nak Ais," sapa bu nyai ramah.

" Silahkan duduk,"

" Sebentar saya panggilkan abi dan Aam dulu."

"Assalamu'alaikum, wah ada tamu jauh nih," terlihat pak Kyai keluar bersama anak nya.

"Walaikumsalam pak kyai, nak Aam," jawab ayah Ais.

" Gimana kabar nya pak Rohman?"

"Alhamdulillah baik pak kyai,"

" Gimana Ais di sini pak kyai?"

" Apakah merepotkan Bapak dan ibu?"

" Alhamdulillah nak Ais di sini sangat cepat beradaptasi nya,"

" Semangat belajar nya pun tinggi,"

" Sama sekali tidak merepotkan kami, malah kami sangat bersyukur punya santriwati seperti nak Ais," jelas pak kyai.

" Syukur lah kalau begitu pak kyai." jawab Ayah Rohman sambil tersenyum bahagia.

" Silahkan diminum dan ini kue nya nak Ais loh yang buat bu , silahkan di cicipi ibu dan bapak," ucap Umi sambil tersenyum kearah Ais yang sudah tersipu malu.

" Terimakasih bu,"

" Ais memang hobi nya masak dan bikin kue,"

" Kalau tidak lagi dinas, kami di rumah selalu menjadi objek untuk mencoba resep baru nya." Ibu Lara tertawa menceritakan hobi anak gadis nya.

" Bang Reza kan emang hobi makan, jadi cocok,"

" Kalau udah adek nya buatin makanan, si abang yang ngabisin,"

" Pantesan tiap kali masak, selalu enak,"

" Ternyata emang pinter masak ya nak," Sekali lagi Umi menggoda Ais.

Aam yang hanya diam dari tadi, menyenggol paha abi nya yang membuat abi mengerti bahwa itu kode dari anak nya.

" Maaf sebelumnya ini pak Rohman,"

" Begini saya mau bertanya apakah nak Ais sudah ada yang mengkhibah"

Pak Rohman yang heran mendengar pertanyaan dari pak kyai langsung membenarkan duduk nya.

" Setelah kejadian itu," Dia menarik napas panjang, ada kekecewaan yang dalam mengingat kejadian itu.

" Ais belum menjalin hubungan dengan siapa pun pak kyai."

" Kalau begitu,"

" Saya mau menyampaikan maksud anak saya,"

" Ingin mengkhitbah Ais sebagai istri dari Aam."

Pak Rohman dan bu lara terkejut mendengar ucapan pak kyai, sedangkan Ais menunduk kepala nya sehingga wajah nya tak terlihat.

" Kami sebagai orang tua, menyerahkan sepenuh nya pada anak kami pak kyai," jawab Ayah sambil menatap ke arah Ais.

" Baiklah bapak, ibu, saya akan meneruskan perkataan abi saya tadi,"

" Saya akan meminta izin untuk mengutarakan niat saya langsung ke mba Ais,"

" Apakah boleh pak?" tanya Aam pada ayah Ais.

" Silahkan nak Aam,"

" Kami sebagai orang tua akan mengikuti keputusan apa pun dari anak kami."

"Bismillahirrahmanirrahim

saya Muchamad Mahadam, berniat ingin mengkhitbah Aisha syifa Alinarohman,"

" Apakah dek Ais menerima niat saya?"

Ais terdiam beberapa saat, terdengar dia menarik napas nya kuat.

" Sebelum saya jawab, saya ingin bertanya kepada mas Aam,"

" Apakah mas Aam bisa menerima saya dengan kondisi hati dan jiwa saya yang masih sakit?"

"Mungkin mas Aam akan sulit ke depannya hidup bersama wanita yang rapuh seperti saya."

" In sya Allah mas siap,"

" Dan mas akan berusaha membantu kamu untuk cepat sembuh."

Aisha terdiam mendengar jawaban Aam

"Bismillahirrahmanirrahim

saya Aisha Syifa Alinarohman menerima niat mas Muchamad Mahadam untuk mengkhitbah saya sebagai istri dengan beberapa syarat,"

" Pertama saya ingin Ijab Qabul nya di langsungkan malam ini juga di rumah ini, tanpa ada nya resepsi."

" Kedua, saya meminta mahar dibacakan nya surat Ar-Rahman,"

" Ketiga, sampai saya benar-benar sembuh, saya meminta untuk merahasiakan pernikahan ini," Ais menatap sejenak ke wajah Aam kemudian menunduk kembali

" Saya belum kuat untuk mendengar orang membicarakan saya dan masa lalu saya,"

" Apakah mas Aam siap?"

"In sya Allah saya siap dek." Ucap Aam tegas.

"Alhamdulillah," ucap semua orang di ruangan itu.

Alhamdulillah akhir nya

♥️♥️♥️♥️♥️

happy reading

1
Neni All'chilld Jrr
Luar biasa
ولدي انعم
aha....kampus yg alumninya paling fenomenal ntuh ya
Naya
dih
za
ceritanya bagus bgt
tp jgn d kasih sndri" bingung jdnya
Emy Bundanya Aisyah
🤣🤣🤣
Shee_👚
jangan² iqbal🤭🤭
Etris Musa
Biasa
Shee_👚
Luar biasa
Ghiry Cahaya Sufi
baru mulai baca, mudah mudahan suka
Adiba Shakila Atmarini
masya allah..ending yg mngharukn.tpi ckup puas mmbacax..critax bgus terselsaikn dngn akhir yg bahagia..tinggl kisah elisa n dr iqbal .reza..aima yg msih mnggantung..smngt thor moga sukss sllu dngn novel2 brikutx..
Adiba Shakila Atmarini
sma dong thor..mngandung bawang bngt bca d bab ni.
Adiba Shakila Atmarini
jdi trharu bcax. jodoh g akn kmana.
Adiba Shakila Atmarini
jngn bilng pk dekta mnta aam nikahin eli..
Adiba Shakila Atmarini
jdi prempuan ko g pnuya urat malu ya..
Adiba Shakila Atmarini
bkin gregt jga ni sma ulat bulu..
Adiba Shakila Atmarini
mulutx pdes bngt..mlebihi bon cabe lvel 15.
MR
semoga dokter iqbal mendapat jodoh yg sama dgn mba fat sholehah nya.....karena keikhlasan nya ..dan semoga dr iqbal tetap istiqomah dlm beribadah,jgn sampai berhenti karena tdk jadi mengkhitbah mba fat....aamiim
Adiba Shakila Atmarini
perang dingin donk nmax
Adiba Shakila Atmarini
ada ya perjanjian btal.krna cmburu..lucu aja bcax..
Adiba Shakila Atmarini
jurus saktix ais ampuh bngt..g akan snggup pk ustadz..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!